Sejarah Ringkas GKP Cirebon

Pendahuluan.
Pada tanggal 27 Sep 2013 ini GKP Cirebon memasuki usia 149 tahun.

GKP+CirebonPerjalanan panjang kehadiran GKP Cirebon telah memberi warna pada perjalanan kota Cirebon. Dr. Hendrik Kraemer dalam tulisannya menyatakan bahwa dari laporan-laporan zendeling dan para guru kita mendapatkan kesan berikut mengenai keadaan di resor Cirebon. Jemaat kota Cirebon berjumlah 244 orang, Diantaranya orang Tionghoa merupakan minoritas. Jemaat itu jemaat campuran, yang terdiri dari orang Tingkhoa, Jawa, Sunda, Ambon, Menado, Matak dan Sangir.Kendati orang Tionghoa merupakan minoritas, berhadapan dengan kelompok2 bangsa lain merupakan kesatuan yang padat, yang juga lebih giat dan bergairah (Kraemer laporan jawa barat, hal..).
Catatan Kraemer ini dibuat pada tahun 1930. Lebih lanjut Kraemer mencatat : Dalam bulan oktober 1930 penduduk Pribumi provinsi West-jawa berjumlah 11.039.350 jiwa. Dari jumlah itu 8.5% saja yang tinggal dikota, selebihnya, penghuni pedusunan. Mayoritas 8.5% saja yang tinggal di Batavia, Bandung dan di Kotapraja, Pada tahun yang sama, jumlah orang Tionghoa di Jawa Barat 259.718 (dijawa tenghah 130.360, dijawa timur 154.487). Di jawa barat mereka merupakan 2.28% seluruh penduduk. Dari mereka 52% tinggal di Kotapraja. Dipedusunan tinggal 123.978 orang Tionghoa diantaranya 60% di tanah partikulir (yang bekas atau masih ada)orang Tinghoa paling menonjol di Batavia, Cirebon. Dikabupaten Sumedang, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis.
Orang asing lainnya, terutama orang Arab berjumlah 17.300 jadi 0.15% penduduk. Dari mereka 70% tinggal di Kotapraja. di Cirebon, orang Arab merupakan 2,9% penduduk.
Di jawa barat jumlah wanita melebihi jumlah pria. Menurut Minde Welvaartsonderzoek-verslag (dimulai 1905) poligami sering terjadi dareah serang, priangan dan Cirebon.
Di tengah lautan penduduk itu ada sejumlah orang Kristen Pribumi, yang diasuh oleh NZV, Akhir 1932 mereka …, sedangkan orang kristen Tionghoa berjumlah 1.405, seluruhnya 5.497 orang kristen.
Catatan Kraemer ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sejarah GKP Cirebon. hal ini mengingat potret yang disampaikan Kraemer di Belanda.
Kemudian mendorong kemandirian GKP dan GKP Cirebon salah satu pendukung sidang pertama Rad Ageng pada tahun 1934.
Dalam tulisan singkat ini disampaikan secara umum mengenai kehadiran GKP di Cirebon sejak berdirinya sampai saat ini.

Masa tahun 1864 – 1934.
Kehadiran GKP Cirebon tidak bisa dipisahkan dari semangat Penginjilan yang dilakukan oleh Nederladsche Zendifsvereeninging (NZV). Lembaga Zending NZV didirikan di Rotterdam tanggal 2 Dec 1858, dan atas saran sebuah lembaga pekabaran Injil di Jakarta (Genootshap voor in-en uitwendige Zending GIUZ), NZV bekerja di Jawa Barat di kalangan orang-orang Sunda. Pada tahun 1863 tiga orang utusan pertama NZV yiatu Cabrs, D.J. van der Kinden dan G.J. Grashuis , tiba di Tanung priuk dan melanjutkan perjalanan ke Bandung. Tetapi karena kesulitan mendapatkan izin kerja D.J. van der Linden pindah ke Cirebon, kemudian ke Indramayu.
D.J van der Linden memulai pelayanan di Cirebon Nov 1863 walaupun pada saat itu belum mendapatkan ijin dari keresidenan Cirebon, tetapi hal ini tidak menghambat pelayanan yang dilakukan. Dan dalam waktu satu tahun pelayanan setelah beliau tiba di Cirebon dibaptislah seorang ibu keturunan Tionghoa yang bernama ibu Salaber. Mengingat saat itu ijin untuk beliau belum didaptkan maka pelaksanaan baptisan ini dilaksanan oleh Pdt. JGW Krol, seorang pdt Indeshe Kerk. Dan dalam kurun waktu setahun pelayanannya sudah tercatat 5 orang yang dilayani, yaitu ibu Salaber dan 1 keluarga yang berasal dari Tegal.
Pada tahun 863, NZV mengutus seorang tenaga penginjil yang akan melayani di Cirebon, beliau bernama Atze Dijkstra (1840-1893). Beliau berangkat dari Nederland pada 21 Oct 1863, dan tiba ti Batavia pada 22 jan 1864, kemudian beliau melanjutka perjalanan ke Cirebon beliau bersahabat dnengan seorang perwira keturunan Tionghoa yang bernama Letnan Ong Paw. letnan Ong Paw bahkan memberikan tanah dan rumahnya untuk menjadi tempat beribadah emaat yang menjadi pelayanan A.Dijkstra. Dari pelayanan Dijkstra maka pada tanggal 27 Sep 2868 dilaksanakan sakramen baptisan kudus atas bapak Sarban dan ibu Widjem. Mereka adalah orang pribumi yang berasl dari Tegal. Sementara itu baru tanggal 5 Des 1868 Letnan Ong paw dan istri juga di pabtis. Hubungan baik dengan Letnan Ong paw ini memperkuat pelayanannya yang dilaksanakan oleh Dijkstra. Dalam pelayannya Dijkstra kemudian dibantu oleh Tarub, seorang pribumi yang dikirim secara khusus oleh Anthing. Beliau melayani sampai meninggal dunia pada 7 oct 1893.
Para Zendeling silih berganti melayani di Cirebon, pelayanan dilaksanakan kepada orang-orang Jawa dan kemudian berkembang kepada orang-orang yang berasal dari Ambon, Minahasa dan Batak. Bahasa yang dipergunakan dalam pelayanan adalah bahasa melayu. Dari catatan tahun 1885 diketahui bahwa jumlah jemaat berjumlah 39 orang. mereka terdiri atas 10 orang Jawa barat, 13 orang Ketrurunan China, dan 16 orang keturunan Indo, serta Ambon. Secara presentase, jumlah anggota jemaat dari suku Sunda lebih sedikit daripada etnis lain dari Jawa barat.

Masa tahun 1934 – sekarang.
Pelayanan para zendeling terus mberkembang juga melalui pelayanan pendidika dan kesehatan. Ruang pelayanan mereka bukan hanya di Cirebon tetapi juga turut membantu pelayanan kesehatan baik itu di beberapa zendeling sempat mengambil bagian sebagai pengurus lebaga kesehatan yang ada.
Dan dalam semangat kebersamaan pula gereja Cirebon hadir dalam sidang Rad Ageng yang sangat bersejarah itu dan turut mengambil bagian dalam keputusan bergabung mengadi bagian dari Gereja Kristen Pasundan. Hal ini juga tidak lepas dari dorongan yang ditujukan oleh Dr. Hendrik Kraemer kepada pengurus besat NZV untuk memberi pengasuhan atas jemaat-jemaat di pasundan menjadi Gereja yang membuat Ia melihat bahwa jemaa-jemaat pasundan dan para pemimpin pribum punya potensi yang dapat dikembangkan kalau mereka sudah diserahkan tanggung jawab yangpenuh.
Masa ini memberikan upaya semua pihak (para zendeling, pmemimpin pribumi dan warga jemaat) untuk menyesuaikan diri degan situasi yang baru. Hal ini menyangkut semua segi kehidupan dan jalinan0jalinan hubungan dalam gereja serta segala kegiataannya. perubahan stats dari jemaat-jemaat zending menjadi suatu gereja yang mandiri, menuntut perubahan di segala bidang kehidupapn gereja misalnya hubngan antara para zendelng dengan petugas pribumi, hubungan antara warga jemaat dengan para pemimpin gereja yaang semangat kemandirian jugalah maka pada tanggal 18 agus 1935, ditahbiskan seorang pendeta pribumi pertama di GKP Cirebon, yaitu Pdt Yoseph athe.
Pada saat itu juga Pdt Yeseph Atje digantikan oleh Pdt. Enos Kaarubi. Dalam kepemimpinan Pdt. Enos Kaarubilah terjadi peristiwa yang bersejarah bagi GKP jemaat Cirebon, Pada tahun 1942 gedung gereja di jalan Pulasaren di bom tentara jepang, mengingat kehancuran gedung Gereja di pulaseran maka jemaat kemudian menggunakan gedung gereja milik Indesche Kerk di jalan Yos Sudarso. Gedung gereja diperkirakan berdiri pada tahun 1788 dan diperuntukka bagi pejabat negara dan juga orang belanda atau penduduk yang mempergunakan bahasa Belanda (menurut data dari wikipeda, gedung gereja ini merupakan gedung gereja tertua nomor tiga di Indonesia, sementara untuk Cirebon merupakan salah satu gedung tertua.

1dc71-gkp2bcirebon1

mengingat hal ini tentu saja dapat dipahami pemerintah menjadikannya sebagai cagar budaya). Gedung gereja ini ditinggalkan oleh orang-orang belanda yang terancam pendudukan Jepang. Catatan yang disampaikan oleh Pdt. J.J. Aijal yang mewakili Indesche erk untuk meninjau gedung-dgedung gereja milik Bethel diberi ijin untuk memakai gedung gereja ini daripada dipakai oleh pihak-pihak yang tidak beranggung jawab.
Dan atas kasih Tuhan serta dalam semangat Oikumnis maka pada tanggal 22 Oct 1981, gedung gereja dihibahkan oleh BP Sinode GPIB yang diwakili oleh Pdt. AJ Sahetapy Engel sebagai ketua Umum dan Pdt. Johny A Assa sebagai sekretaris Umum, kepada BP Sinode GKP yang diwakili oleh Pdt. Arifin Dani selaku Ketua Umum dan pdt. Weinata Sairin selaku Sekretaris Umum. Sementara saksi-saksi dari Majelis Jemaat GKP Cirebon yaitu Bpk. Johny Sooriton dan Ibu Shiely Ban den Bosh.
Sejak awal berdirinya pelayanan pada zendelinng di kota Cirebon mereka melakukan juga pelayanan di desa-desa sekitar Cirebon, Kuningan dan Indramayu pelayanan ini terus dikembangkan dengan baik, beberapa wilayah pelayanan itu adalah: Ciguru, Tangkoo, Cibuut, panguragan Lor, da Kancana Girang. sAmpai saat ini ada ag sudah menjadi J=jemaat mandiri ada jga sudah tidak dilayani lago oleh GKP. Para pendeta yang melayani diGKP Cirebon elaksanakan tugasnya dalam ketulusan hati dan semangat yang kuat. Wilayah pelayanan yang luas dengna medan yang cukup berat tidak menghambat jalannya pelayanan. Mengingat luas dan beratnya wilayah pelayahan tersebut dalam sejarah pelayanan di GKP Cirebon sejak lama memiliki konsep untuk pelayanan dilakukan lebih dari satu pendeta.
sejak masa para zendeling hadir guru injil maupun orang-orang yang memang secara khusus mendampingi mereka. dan konsep ini terus berlanjut dengan pelayanan yang bersama dilakukan Pdt. Kesa Yoenoes dengan Pdt. Arifin Dani. Ketika masa pelayanan Pdt. Chita R Baiin, pernah dihadirkan 2 orang vikaris. Begitu juga ketika masa pelayanan Pdt. Supriatno hadir Pdt. Risma Manalu dan kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Yayan Sampai dengan hadirnya Pdt. Adama Antonius Sihite. Para pendeta yang melayani di GKP Cirebon bukan hanya para pendeta GKP, tetapi juga daru beberaa Geeja yang karena tinggal di Cirebon turut melayani di Jemaat ini. Para pendeta tersebut antara lain: Pdt. Anna Wokas Rondoh dan Pdt. Prapto. Dalam pelayanannya juga GKP Cirebon menjadi tempat pentahbisan Pdt. Tri Admadja sebagai pendeta GKP dalam pelayanan di TNI AD. Konsep pelayanan yang dimunculkan sejak masa para zendeling ini menunjukkan semua pelayanan yang dilakukan harus menyentuh seluruh bagian warga jemaat. Semangat tersebut terus berkembang dengan pelayanan kehidupan persekutuan yang saling berbagi. Salah satu sisi kebersamaan persekutuan yang dalam berbagi di GKP Cirebon adalah kegiatan makan bersama. Makan bersama dilaksanakan minimal satu bulan sekali setelah kebaktian minggu dengan sebutan Tea Morning. Tidak ada catatan khusus kapan dimulainya kegiatan ini, namun jemaat dengan sukacita memaknainya dalam semangat kasih persaudaraan. Dalam kegiatan tersebut semua orang dapat duduk bersama, tua muda, besar kecil, semua sama. Ini merupakan kebersamaan yang luhur. Berbagi bukan hanya menjadi bagian internal jemaat, namun jemaat juga berbagi dalam kebersamaan dengan Gereja dan sesama. Hal inilah yang membuat sejak zaman para zendeling warga GKP Cirebon mengambil bagian dalam memaknai Tri Tugas Gereja maupun apa yang kemudian disebut Tri Wawsan GKP. hal ini menunjukkan dengan keterlibatan di berbagai aktivitas klasikal, sinodal maupun oikumenis. Bahkan partisipasi jemaat juga ditunjukkan dalam hubungan dengan lembaga-lembaga sosial, maupun sosial keagamaan. Disadari kehidupan warga Jemaat di cirebon membutuhkan sikap yang terbuka terhadap berbagai situasi yang ada disekitarnya. Sikap ini telah ditunjukkan oleh Ny. Salaber yang dicatat memiliki keterbukaan pada masyarakat. Bahkan lahan yang dimikinya ditanam tanaman obat yang dipergunakan bagi masyarakat. Sikap terbuka dan murah hati inilah yang membuat Ny. Salaber dierima dengan baik ditengah masyarakat. Keterbukaan ini kemudian menjadi ciri dalam pelayanan GKP Cierbon. Walaupun anggota jemaat berasal dari berbagai suku namun sikap positif terus ditampakan ditengah masyarakat. Hal ini ditunjukkan melalui keterlibatan dalam kegiatan Oikumenis maupun berperan aktif alam membangun dialog antar umat beragama. Sikap ini bukan hanya menjadi agenda Majelis Jemaat saja tetapi melibatkan seluruh bagian warga jemaat.
Karenanya dalam kehidupan sehari-hari setiap bagian jemaat diingatkan untuk tetap terlibat dalam berbagai aktifitas masyrakat. melalui keterlibatan di tengah masyarakat tersebut diharapkan merupakan setitik sumbangsih GKP Cirebon bagi kota yang dicintai ini.

Catatan :
a. Penentuan tanggal ulang tahun jemaat ditentukan melalui Rapat Jemaaat tanggal 9 April 2013. Penentuan ini berdasarkan sumber-sumber yang telah ditelurusi dan Buku Registrasi jemaat yang diperkirakan dibuat pada tahun 1868.

b. Data para pelayanan di Cirebon.
1. Pada tanggal 16 Agust 1862 telah di utus tenaga penginjil ke Cirebon, yakni: Dirk Johannes van der Linden, tiba di Cirebon pada nov 1863. Beliau bekerja selama satu tahun. Dan pada masa pelayanannya dilaksanakan baptisan kudus pada ibu Salaber seorang keturunan china yang dipimpin oleh Pdt. J.G.W. Krol, tahun 1864.
2. Pada tahun 1863 NZV mengutus seorang tenaga penginjil yang aka melayani di Cirebon, beliau bernama Atze Dijkstra (1840-1893). Beliau berangkat dari Nederland pada 21 Oct 1863 dan tiba di Batavia pada 22 Jan 1864. Beliau melayani sampai meninggal dunia pada 7 Oct 1893.
3. Pada pelayanan A. Dijkstra dilaksakan sakramen baptisan kudus pada tanggal 27 Sep 1868 pada Sarban dan Widjem dan 5 Des 1868 pada Letnan Ong Pauw dan istri.
4. Dijkstra sejak Jul 1877 dibantu oleh Taroeb, seorang pribumi yang diutus Mr. Anthing untuk membantu pelaksanaan pekabaran Injil di Cirebon.
5. Pengganti A, Dijkstra adalah J.J.Muis 1896-1899
6. Otte van der Brug, melayani tahun 1900-1909
7. S. Coolsma mencatat bahwa pada tahun 1900, seorang perempuan asal Kuningan bernama Meneb, diangkat menjadi pembantu zendeling dengan mendapat gaji dari NZV.
8. Elizabert Cornelis Burgstede, melayani tahun 1935-1937.
9. Guru Injil Enos Djalimuoen, melayani di GKP Cirebon tahun 1836-1839.
10. Lulof Hendrik Put, melayani 19838-1940.
11. Pdt. Joseph Atje, dtahbiskan d GKP Cirebon 18 Agus 1935.
12. Pdt. Enos Kaarubi, melayani sejak 3 Nov 1941.
13. Pdt. Kesa Junus melayani sejak tahun 1943 di GKP Cirebon dan beberapa jemaat lainnya. Secara khusus melayani dan tinggal di Cirebon pada tanggal 1 Aug 1961 – 1 Jan 1975.
14. Pdt. Arifin Dani S.Th ditahbiska di GKP Cirebon pada 22 Feb 1968 dan melayani sampai 1971.
15. Pdt. Tri Atmadja SmPAK, ditahbiskan di GKP Cirebon pada 15 Oct 1976
16. Pdt Chita R Baiin S.Th, ditahbiskan pada 24 Mar 1983 dan melayani sampai 1992.
17. Pdt. Supriatno M.Th, melayani 1992-2002
18. Pdt. Rasima TE.F Manalu ditahbiskan di GKP Cirebon pada 1 Agus 2000 dan melayani sampai 2004
19. Pdt. Adama Antonius Sihite S.Si, melayani dari 24 Apr 2006 -2012
20. Pdt. Yayan Heryanto S.Si, sejak awal diproyeksikan utuk melayani di GKP Cigugur mengingat GKP Cigugur masih merupakan Bakal Jemaat, maka basis pelayanan beliau adalah GKP Cirebon.
21. Pdt. Edward Tureay, S.Th, melayani 05 Aug 2012 – 2017

gultom_PdtEdward
22. Pdt. Daryatno, tahun2017 sampai sekarang

 

Op. Sonar Gultom – pesta natal 2018 dan bona tahun baru 2019

 

Akhirnya setelah berjalan 18 tahun terbentuknya punguan Op. Sonar Gultom, maka pertama kali diadakan perayaan natal dan bona tahun 2019 pada hari minggu 6 jan 2019 di Bekasi Timur Jati Mulya Jl. Cendrawasih. Dengan semangat dan keinginan yang kuat dari Abang A. Boris Gultom, bisa berjalan persiapan dengan baik, tak luput ini adalah karena pengalaman beliau yang dilakukan di lain punguan/tempat.

img-20190106-wa0025
Setelah setelah persiaan, meunggu undangan

Walaupun dengan waktu yang terbatas hanya sebulan lebih persiapan acara ini, bisa dilaksanakan, bahkan hampir semua berjalan dengan baik. Ini adalah awal dari mulainya ada acara sehingga tahun 2020 kemudian akan diharapkan bisa lebih baik dalam persiapan dan acara berjalan.

img_20190106_141824
pembukaan/huhuasi

img-20190106-wa0044img-20190106-wa0051img-20190106-wa0037

Terima kasih kepada Abang serta akkang A.Boris Gultom serta semua yang mendukung dalam persiapan acara ini dan kepada ketua punguan Op.sonar Gultom A.Eva Gultom yang begitu setia dan sabar untuk mengayomi kami anggota punguan ini.

IMG_20190106_125958.jpg

img-20190106-wa0041
Liturgi pertama (penciptaan)

img_20190106_133153

Liturgi ketiga
img_20190106_141241
Liturgi keempat
img-20190106-wa0134
Liturgi kelima

tentu tak lupa terima kasih kepada donatur yang telah membagikan berkat Tuhan, dan kepada semua anggota punguan Op. Sonar yang telah meluangkan waktu hadir.

img_20190106_140600

img-20190106-wa0151

Selamat hari natal 2018 dan tahun baru 2019, semoga di tahun 2019 ini khususnya punguan Op. sonar Gultom bisa lebih baik dan dukungan anggota lebih solit sehingga bisa terlaksana yang dinginkan dalam kebersamaan seperti tema yang dibuat saat ini yaitu “Kebersamaan dan rukun akan menerima/saluran berkat (Maz 133:1)
Ini adalah harapan semua anggota punguan….

img-20190106-wa0158img-20190106-wa0159img-20190106-wa0160img-20190106-wa0156

Dan anggota khususnya Gultom keturunan Op. Sonar yang berada di Jakarta sekitarnya bisa ikut serta dalam punguan ini, harapannya.

Tuhan memberkati.

img-20190106-wa0162IMG-20190106-WA0161.jpg

Liburan natal 2018

 

Tidak terasa ternyata sudah mau berakhir tahun 2018. Sepertinya baru saja kemarin memasuki tahun 2018, kemudian libur panjang lebaran, sekarang sudah hari Natal. Karena sesuatu hal, tanpa rencana akhirnya pergi juga ke Cirebon.
Sebelumnya sudah ada rencana untuk menggunakan cuti panjang 3 hari tapi karena keadaan dan kondisi tidak mengizinkan (curcol deh), akhirnya di cicil itupun sampai ke tahun 2019.
Dengan bekal izin dalam pelayanan selama masa hari natal, maka berangkat lah hari sabtu malam, karena siangnya sudah ada appoitment untuk golf.

golf-22dec2018
Seperti biasa memang dalam ranah pembangunan yang gencar-gencarnya saat ini, sehingga terutama jalan toll japek jadi macet dan waktu tempuh lebih lama dari jakarta ke cikampek dibandingkan dari cikampek ke cirebon.
Tentu anak-anak juga tidak mau ketinggalan, kesempatan ini telah membuat rencana yang akan dilakukan, sesampainya di cirebon tentunya.
Besoknya minggu 23 Dec 2018 saya siap-siap untuk ikut dalam kebaktian di GKP “bethel” Cirebon dan sesudahnya hunting batik dipusatnya yaitu Batik Tusmi.
Memang lumayan rame karena sudah banyak di kenal orang, tentunya yang datang kesini, tidak sampai ke cirebon kalau tidak mampir disini… (heh heh begitu katanya)
Besoknya Senin 24 Dec 2018 hunting buat bermain air kebetuan baru buka dan alami tempatnya, namanya jembar water park,  juga menuju tempat ini sangat eunak, karena jalannya yang berlikaliku….dan mulai dari Majalengka arah ke kolam renang ini sudah mulai jalan menyempit, jadi tidak bisa injak gas seenaknya. Ternyata walau baru dibuka wahana ini, rupanya jam 10 an pagi samapi ditujuan sudah ramai pengunjung.

jembar water park
Tentu saya yang baru saja selesai operasi kuping mau ngga mau harus hati-hati dan memakai penutup kepala yang tidak tembus air sehingga kuping terbebas dari air.

Jimbar water park dec2018
tidak terasa karena banyak permainan wahana dan membuat kita betah dan waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, karena pukul 5 sore harus sampai kembali di cirebon untuk melanjutkan kebaktian malam natal.

Dan besoknya sebelum 25 Dec 2015 sebelum kembali ke bekasi, maka kembai mengikuti kebaktian natal di tahun 2018.

Terima kasih Tuhan atas segalanya berkat yang melimpah bisa selamat mulai dari perjalanan berangkat dan pulang. Tidak ada halangan yang membuat terhambatnya perjalanan secara siginifikan.
Memang harus diakui sedikit melelahkan tapi karena tugas, besoknya Rabu 26 Dec 2018, kembali melakukan rutinitas yaitu masuk kerja seperti biasa.
Tapi ada hikmahnya, karena susana jalan hampir seperti libur panjang, kemungkinan banyak pekerja yang ambil cuti di sela-sela libur, sehingga perjalanan berangkat dan pulang kerja sangat nyaman tanpa ada hambatan macet yang significan.

Demikian coretan saya, semoga ada manfaatnya.

 

perpanjang sim di bekasi

Tidak terasa bahwa sim setelah tidak pernah dilihat ternyata sudah habis masa berlakunya, sesuai dengan tanggal kelahiranku.
Sebelumnya saya memperpanjang di polres bekasi karena saat itu belum ada gerai pelayanan sim di mall.
Setelah diresmikannya pelayanan publik di mall proyek bekasi, maka sim keliling pun sudah tidak ada lagi.
Di mall ini tersedia pelayanan pemerintahan seperti perpanjang sim, pembuatan kk, pembuatan sktc dan juga pelayanan pembayaran pajak kenderaan.

mal pe;ayanan publik
Tapi karena terbatasnya waktu dan jam layanan maka, kita harus siap-siap minimal jam 5 pagi sudah standby di depan pintu mall dan jam 6 akan dibuka untuk mendapatkan antrian nomor. baru jam 8 akan dibuka geraynya.

perpanjag sim (3)
Setia dalam antrian

Itupun dibatasi untuk peranjangan sim sampe 100 nomor antrian.

perpanjag sim (6)

sebelum mulai pelayanan petugas menyampaikan process dan persyaratan yang dilakukan kepada peserta termasuk yang akan diayani adalah paling cepat 14 hari sebelum masa berlaku sim.

Jika belum 14 hari masa berlaku maka di tolak, jadi harus hati-hati, jangan sudah antri eh… di tolak.

perpanjag sim (8)

Kemudian akan dipanggil setiap 10 orang untuk dibagikan formulir, setelah membayar biaya pembuatan SIM-C 75ribu dan SIM-A 80ribu serta biaya pemeriksaan kesehatan 25ribu, kemudian kita taruh/letakkan berkas di kotak registrasi untuk di entry oleh petugas dan kemudian dipanggil photo dan tanda tangan serta sidik jari, tunggu 5 menit kemudian matang deh….

selesai deh…

perpanjag sim (1)

processnya mah, paling juga 30 menit, tapi nunggunya nih, karena kalau kalah cepat iyah bai..bai

formulir sim
Form ready di entry di system sebelum photo

Tapi yang domisili kota bekasi plres juga membuka pelayanan perpanjangan sim termasuk malam hari….. jadi ngga usah ribet…

perpanjag sim (5)

Semoga bermanfaat bukan rekan-rekan bapak, ibu yangmau perpanjang sim…

Oh iyah, bukan hanya daerah bekasi saja yang bisa diperpanjang termasuk diluar daerah bekasi, karena sudah on line… gitu….

Pelayanannya sangat bagus jauh yang namanya calo, dan ada pengarahan sebelumnya.

Sayangnya waktu yang kita harus siapkan jam 5 sudah ada di tembapt hanya unutk pengambilan no antrian yang tidak bisa diwakilkan.

 

HUT GKP ke 40th

Terima kasih Tuhan atas berkatmu GKP Bekasi genap 40 tahun pada hari Kamis 20 Sep 2019 dan Sabtu 22 Sep dirayakan.

Berkat terindah bagi jemaat GKP Bekasi dengan usia memasuk dewasa, sehingga jumlah jemaat dari awal 500an sudah menjadi 2500an jemaat dengan 12 wilayah dan 2 pos kebaktian pelayanan. disamping majelis jemaat yang berjumlah 56 orang dari 9 orang.

Hari Rabu 20 Sep 1978, diresmikannya menjadi Jemaat GKP Bekasi dari pos kebaktian GKP Tanah Tinggi yang diawali dengan pelayanan Vik. Andreas Soeparno menjadi Pdt, dan Majelis Jemaat :
Bp. dr Aristarkus Pauntu, Bp. BPL Tobing, Bp. J. Serang SH, Bp. Adrianus Legi, Bp. H. Manalu SH, Bp. Goenawan, Bp. S Parapat, Ibu. Adeleida Sumpeno dan Bp. Satria Niman.

Dari perjalanan pelayanan GKP Bekasi juga sudah mendewasakan 1 pos kebaktian cimuning menjadi jemaat mandiri.
Ini adalah berkatMu dan kerja sama dan kontribusi dari jemaat Cimuning yang menjadikan jemaat yang mandiri.
Semoga dengan kemandirian Jemaat Cimuning, Pos kebaktian Cigelam dan Tambun bisa juga menjadi jemaat mandiri, harapannya.

Awalnya GKP Bekasi juga adalah pos kobaktian GKP Tanah tinggi sejak tahun 1956 Ibu Willy dari Bandung ke Cawang kemudian ke Bekasi, dan mulai dibentuknya panitia pembangunan tahun 1964.
dengan susunan panitia berikut :
Pelindung : Bupati bekasi
Penasehat : R. Soekotjo, Danres 821 Bekasi, Pdr. Philipus Saiman.
Ketua : Bp. Arsan Niman
Wk.ketua : Bp. Ripan Niman
Penulis : Bp. Waskito
Bendahara : Ny R.Soekotjo
Anggota : Bp. Wardiwjoyo (TU SPM1)

27 Dec 1969 pertama kali kebaktian pada gedung yang dibangun.

9 pendeta yang pernah melayani dan diundang dalam perayaan ini, serta membuat kenangan masa pelayanan melalui refleksi yang dibuat menjadi buku sejarah GKP Bekasi.
Pemerintah setempat dan ormas juga diundang pada perayaan ini.

Sebelum syukuran 40 tahun dengan kebaktian dan potong nasi tumpeng, juga ada wisata rohani yang dilakukan 15 Sep dengan 320 peserta.

wisata rohani

Semoga dengan kedewasaan ini menjadi Jemaat yang lebih baik dan pelayanan yang makin dewasa khususnya kepada Jemaat yang setia dalam iman.

Tidak ada gading yang tidak retak, begitu juga perjalanan dengan usia 40 tahun GKP bekasi pastinya ada kendala-kendala dan hal-hal yang membuat berjalanannya pelayanan tidak semulus yang diharapkan, sehingga dengan usia ini diharapkan lebih dewasadala pelayanan.

IMG-20180923-WA0024

Kiranya Tuhan memberkati GKP Bekasi dan menjadi berkat di bekasi pada umumnya dan jemaat GKP Bekasi khsusunya.

 

Terima kasih Pdt Yoga – pembinaan kotbah

pembinaan-kotbah

Rabu 22 Agustus 2018 bertepatan dengan idul adha (lebaran haji) dan berawal dari tawaran dari pak Pdt Yoga, pembinaan bagaimana menyusun dan membawakan kotbah kepada Majelis Jemaat GKP Bekasi, sebelumnya sudah pernah diadakan dalam pembekalan Majelis Jemaat terpilih.

Dengan kehadiran 15 orang Majelis dari 52 Majelis, maka dilanjutkan di Ruang ex-sermon di GKP Bekasi, mulai pukul 10.30

pendalaman

Setelah mulai, dibuka dengan video kotbah yang kemudian masing-masing peserta memberikan pendapat dan pandangan.

Kemudian memberikan ayat untuk memotivasi/mensugesti dari

2 Tim 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidikan dalam kebenaran”.
dan

Kolose3:16 “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaaanya diantara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain…”

Kemudian mulai masuk materi.  “menyusun dan membawakan kotbah

Structure Kotbah : Pembukaan, isi kotbah dan penutup.

Pemukaan : cerita, pertanyaan, penjelasan judul/tema/gagasan pokok.
Isi kotbah : Penjelasan teks bacaan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Penutup : Merupakan panggilan bertindak, komitmen untuk menjadi pelaku firman.

Pembukaan kotbah sangat baik dan menarik perhatian dan minat jemaat, keberhasilan membuka kotbah akan memudahkan untuk melanjutkan sebuah kotbah.

Tujuan pembukaan adalah agar jemaat memahami tujuan kotbah, mendapat gambaran umum atas kotbah yang akan disampaikan dan menciptakan motivasi dan rasa ingin tahu jemaat.

5 cara membuka kobah : Dengan menyampaikan maksud dan tujuan, dengan sebuah pertanyaan, dengan cerita, dengan data atau fakta dan dengan kutipan atau pernyataan.

Isi kotbah minimal 2 dan maksimal 5 pokok besar yang diperoleh dari bacaan dan masing-masing terdiri dari 3M (menjelaskan, menggambarkan dan Menerapkan)

Menjelaskan tentang teks (penulisan, waktu dan tempat), latar belakang dan penafsiran atas pokok teologi
Menggambarkan pandangan penghotbah terhadap pokok besar bisa ditambahan illustrasi, cerita, lagu dll
Menerapkan dengan mengajak melakukan apa yang dimaksud dalam pokok besar.

Metode dalam menafsirkan alkitab adalah EKSEGESIS artinya menggali makna “dari teks” bukan memasukkan pengertian pengkotbah dalam teks EISEGESIS

Penutup sebuah kotbah sama pentingnya dengan pembukaan untuk membuat jemaat ingat pesan utama KOTBAH sehingga jemaat terus mengingat dan melaksanaannya setelah kotbah selesai.
Penutup kotbah yang baik : Merangkum yang sudah diuraikan dalam kotbah, diakhiri dengan satu kalimat penting dan membuat jemaat selalu ingat untuk bertindak.

6 Langkah menyusun kotbah : BBM (Berdoa-Baca-Mengulang baca), menentukan tema, membuat 3 pokok besar, membuat pokok kecil, menentukan penutup dan menentukan pembukaan.

Yang penting diperhatikan pengkotbah:
1. Pendengar memiliki keterbatsan dalam menyerap informasi.
2. Kotbah tidak boleh didominasi oleh pengalaman pribadi
3. Jaga kontak mata dengan pendengar
4. Berkotbah dengan penampilan dan gestur tubuh yang sewajarnya tetapi tidak kaku.
5. Beri ruang bagi pendengar untuk berefleksi, dengan memberi jeda/hening.

FIRMAN HARUS DIBERIAKAN karena kita adalah pekerja yang diladang Tuhan.
2 Tim 4:2″Beritakanlah firman, siap sedialah baik ata utidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Tidak terasa berjalan waktu sangat cepat sehingga 12.15 baru selesai walau peserta masih berkeinginan untuk lebih memeperdalam cara berkotbah.

Kiranya Tuhan memberkati dalam pelayanan kita.

Terima kasih Tuhan atas penyertaanMu

IMG_20180812_175413Dengan usia diatas 50 tahun, saya masih bisa menjalankan operasi kuping karena gendang telinga bocor Hari Jumat 10 Agusts 2018 mulai pukul 7.00 sampai 11.00 pagi.

IMG_20180810_131220_BURST6.jpg

IMG_20180812_175827
Bius total yang dlakukan sehingga tidak terasa process berjalan, dan bangun setelah berada diruangan kembali.
Beberapa tahun lalu saya berenang dengan anak di Cibulan Kuningan, dan tidak sadar saat terjun, air masuk kekuping.
Dengan berbagai cara tradisi dilakukan mengeluarkan air tidak berhasil, dan beberapa bulan kemudian baru ke dr THT di dekat kantor, RS Medika di Cibitung.
Tapi sepertinya tidak berhasil, sampai ketemu dengan praktekdr THT di Harapan Jaya Dr. Hasrul, memang kendalanya praktenya dari pukul 8 malam sampai pukul 10, tapi karena banyaknya pasien bisa sampai pukul 12, sehingga harus book 2 hari sebelum.
Karena tidak ada target yang harus dibayar, sehingga pasien banyak berobat.
Dengan beberapa kali kunjungan dan lumayan buat biaya penebusan obat, alhasil minta saran dengan dr apakah ada jalan lain untuk pengobatan supaya tuntas.

IMG_20180809_210158
Karena efecnya adalah dengan gendang telinga bocor maka, akan ada gangguan setiap hari seperti suara dengung, dan tentu pendengaran menurun, kuping berair dan mudah flu dan pusing/sakit kepala.
Beliau menyarankan untuk dioprasi saja dengan penutupan lubang di gendang telinga.

IMG-20180812-WA0001
Puji Syukur operasi berjalan dengan baik setelah konsultasi dengan Dr. Soekirman di RS THT Proklamasi di sebelumnya dengan rontgen dan test pendengaran, hasil rontgen menunjukkan bahwa tulang kuping yang seharusnya berongga sudah tertutup sehingga tidak ada lagi pernafasan menjadikan keluarnya air dari kuping.
Dan kulit gendang yang sudah menebal yang tidak seharusnya.
Kamis 9 Aug 2018 konsultasi diputuskan besoknya hari Jumat 10 Agustus 2018 operasi.
Hasil observasi semua berjalan dengan baik, sehingga bisa dilanjutkan operasi.

Setelah operasi obesrvasi lagi sehingga bisa pulang setelah ganti perban, senin 13 agustus 2018 baru check da tidak ada kendala bisa pulang melanjutkan aktivitas seperti biasa tapi off dulu seminggu. No

IMG_20180810_193718

Ruangan no.301 Silver, sangat bersahabat, dan ruangan yang nyaman, sehingga saat anak-anak kunjungan tidak terasa di RS.

Akses menuju RS THT Proklamasi juga tidak begitu kendala

Terima kasih kepada Ayah mertua yang setia mendampingi waktu konsultasi dan menunggu saat operasi, karena kesibukan istri mengurus anak-anak sekolah.

IMG_20180812_190922
Dan kepada keluarga besar dan saudara/saudari, jemaat GKP bekasi yang telah memberikan dukungan doa sehingga operasi berjalan dengan baik.
Semoga bisa pulih kembali seperti sedia kala, dan kepada bapak Gatot yang memberikan izin, dan Yagi San, serta rekan kerja yang setia memberi motivasi dan semangat.

Tapi ternyata harus ada yang saya harus bayar mahal,  karena tidak ada konfirmasi sebelumnya dari pihak abda maupun RS THT Proklamasi sebelum tindakan operasi, akan ada excess (22jt).

Padahal, sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan pihak yang terkait agar bisa di kordinasikan, karena ada alternatif lain yaitu BPJS.

Tuhan kiranya memberkati.
Amin

Turnamen Golf Intecs 2018

Saya sangat bersyukur bisa turnamen golf yang diadakan oleh Intecs dan beliau (bapak Daru) berkenan mengundang saya, di Golf Rancamaya Bogor Pada hari sabtu 4 Agustus 2018 mulai pukul 9 registration dan dinner pukul 19.00

Bisa ketemu dengan orang mining, karena mereka dominan yang diundang.

screenshot.339

 

 

Menjadi kendala memang jarak tempuh yang jauh dari bekasi dan jalan yang lumayan macet, sehingga melatih kesabaran kita.

screenshot.340
Souvenir yang sangat bagus seperti bag buat pakaian (lumayan buat ganti yang sekarang), termos tempat minum tentu tak ketingalan kaos yang langsung dipakai.
Dari 58 lucky draw saya hanya berhasil mendapatkan satu jam tangan “puma”, lumayan walau yang diharap-harap grand pricenya “Motor honda beat” belum bisa di gapai.

screenshot.343

Saya memang harus akui ini pertama kali saya golf di rancamaya, karena kondisi. Begitu kagumnya saya dengan layout dan kontur green yang membuat kita tidak bisa dengan mudah melakukan pukulan karena harus penuh perhitungan.Banyaknya halangan-halangan yang dibuat selain bungker ada juga kolam yang harus kita lewati, saat-saat seperti ini membuat kita akan grogi, alhasil bola tidak melewati kolam malah mandi jadinya penalty deh.

Biasanya pada waktu tee off kita akan pukul bola sajauh kita dapat, tapi disini tidak bisa karena dominan greennya bergelombang dan ber belok, sehingga jika kita tee off dengan full power, akan lewat sehingga masuk obe (penalty maning), atau kalau terlalu pelan akan masuk kelembah bahkan bisa juga masuk kali karena sengaja dibuat.
Kondisi green di pin juga tidak datar dan mudah, jadi akan susah patting, walau jarak bola dengan hole hanya puluhan cm, karena kalau pelan akan belok sebelum hole atau kalau keras akan melewati hole, bahkan bisa jadi, lebih jauh dari hole.

dari 120 peserta (tentu ada yang sudah pro), tidak ada yang mendapatkan hole in one, padahal sudah disiapkan setiap hole in one (ada 4) ada hadiah mobil dari Honda….

Dengan permainan ku sekarang memang tidak bisa mengharap banyak, baik tee off terjauh, close to line, close to hole apalagi hole in one……juga total gross score dan net score.

screenshot.342

Tapi lumayan lah dapat 2 par dan 1 bugie, sisanya double bugie dan tripple bugie yang tidak masuk dalam hitungan.
Tapi dengan pengalaman ini, harapannya next golfnya akan lebih baik karena biasanya tidak begitu banyak tantangan, dan akan lebih memperhitungkan segala aspek sebelum memukul bola.

screenshot.341

Terima kasih kepada Intecs terutama bapak Daru, saya bisa join turnamen ini.

 

 

Katek tahun 2018/2019 GKP Bekasi

IMG-20180610-WA0039

IMG_20180609_132758

Ini pertama kali saya mendampingi Katek tahun 20017/2018 dalam evaluasi June 9 – 2018 di Lembang, jujur saya sangat bersukacita, karena saya bisa kembali mengulang yang pernah saya pelajari waktu katekisasi yang lalu juga  sebagai re-freshing.
Dengan jumlah katek 33 orang, mempermudah dalam evaluasi maka kami 3 orang Majelis untuk evaluasi yang dibagi 3 group masing-msing 11 orang per team.
Semoga dengan katekisasi ini, maka remaja khususnya, lebih diperdalam pengetahuan ke-imanannya, sehingga tidak mudah tergoda dengan lingungan yang dominan karena sudah ada pembekalan ini.
Masa remaja sangat rentan untuk terkontaminasi dan mudah terbawa dengan lingkungan terutama dengan hal yang tidak baik.
Harapannya dengan pendalaman ke-imanan ini, maka bekal buat mereka dalam menjalankan talenta yang mereka dimiliki, terutama dalam pelayanan di ladang Tuhan.

IMG-20180610-WA0040
Berangkat Sabtu 9 Jun dari Gereja Bekasi pukul 8 pagi tentu setelah berkumpul semua dan berdoa mohon perlindungan dalam perjalanan.

IMG_20180609_121320 (Medium)
Sampai di lembang harusnya jam 12, tapi karena kondisi maka pukul 3an sore baru bisa ke villa taman bunga.
Karena keterbatasan fasilitas,  baru bisa mulai ibadah singkat pukul 7 malam yang dibawakan oleh Pdt Yoga dan kotbah dari Emeritus Pdt. Djoni Ebeniego, kemudian mulai evaluasi masing-masing group 11 orang yang di lead oleh ibu Sri, Ibu Evi dan saya (Gultom).

IMG_20180609_133811
Pukul 12.00 malam baru acara selesai evaluasi serta persiapan acara setelah kebaktian minggu kemudian beristirahat, dan paginya ada gerak olah raga sekedar pemasanasan, kemudian kebaktian dan makan siang yang selesai pukul 3 sore.
Kami kembali ke Bekasi Minggu 10 Jun sampai pukul 6.00

Terima kasih kepada majelsi GKP Bekasi terutama kepada gembala Pdt Yoga Willy Pratama yang telah memberikan pembekalan kepada katek dalam pembinaan anak jemaat dan kepada bu Sisil, Ibu Widi yang setia mendampigi dan mempersiapkan hal yang diperlukan terutama kebutuhan kampung tengah dan tidak ketinggalan Pdt. Djoni Abedniego yang telah memfasiliasi tempat.

 

Semoga dengan selesainya evaluasi ini yang akan di sidi 24 jun 2018, anak yang telah katekisasi makin bertambah imannya dan bisa menjadi pekerja yang handal diladang Tuhan khususnya di GKP Bekasi.
Tuhan memberkati.

IMG_20180609_132140 (Medium)

IMG_20180610_122532

IMG_20180610_122717

IMG-20180610-WA0042

Berkat terindah

IMG_20180216_124556

IMG-20180608-WA0055IMG-20180608-WA0044IMG-20180608-WA0051IMG-20180609-WA0004Terima kasih Tuhan,,.! Esther bisa dapat NEM yang terbaik dengan nilai 291.55dan juara satu dari SD Harapan Indonesia Harapan Jaya (Jun 2018) tanda kelulusan dari kelas VI.

Bahasa Indonesia 94.75

Matematik 98.80

Ilmu Pengetahuan alam 98.00

IMG_20171216_114136
Biarlah kiranya ini menjadi pujian dan kemuliaan bagi Tuhan didalam kesukacitaan yang kami terima.IMG-20180608-WA0052

IMG_20180210_121414

Begitu sukacitanya dari sekolah guru-guru pengajar baik kepala sekolah karena nilai NEM yang terbaik dari sekolah ini bahkan dari sekolah negeri hanya 27, sehingga mereka merekomendasikan untuk masuk sekolah pavorit (SMP 1), sementara NEM tertinggi lalu adalah 29.05

IMG_20180210_145036

Selanjutnya adalah mengukir prestasi baru di jenjang berikutnya yaitu SMP.
Semoga ini sebagai langkah awal untuk membuat prestasi yang lebih baik, agar bisa menjadi bekal dimasa yang akan datang, selaku orang tua kami hanya bisa memberikan ilmu sebagai harta yang abadi yang bisa diberikan.

jalur_umum_Kota_bekasi

Begitu besar berkat yang diterima sehingga menjadi bingung kalau dalam bahasa kekinian galau, karena rencana awal cukup mendapat peringkat di sekolah yang mudah di capai (SMP-5), bahkan kini bisa masuk ke sekolah pavorit (SMP-1).
Sehingga butuh waktu dan pertimbangan khususnya dalam mobilisasi untuk mencapai sekolah, karena lumayan cukup jauh dari tempat tinggal.IMG-20180608-WA0057

cropped-img_20170225_170835_hdr

Terima kasih kepada Istri yang begitu setia dan sabar untuk membimbing dan memberikan pengarahan terutama dalam persiapan untuk ujian, tak lupa juga kami sampaikan terima kapada guru-guru pengajar di SD Harsia yang telah setia memberikan ilmu selama pendidikan kepada anak kami Esther.

Selalulah berkarya dan melakukan yang terbaik dalam hidup mu Nak!, agar kelah engkau bisa mencapai apa yang kau cita-citakan. Tuhan memberkati!

skating (5)

Sata sangat bersyukur begitu besar betkatNya dengan kenaikan kelas iv ke kelas dengan nilai yang baik yaitu peringkat 1 dan peringkat 2.

IMG-20180609-WA0007

 

IMG-20180609-WA0005Tuhan kiranya memberikan berkatNya kepada Bapak/Ibu/Sdr/i yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materials.

IMG-20180609-WA0011IMG-20180608-WA0045IMG-20180608-WA0060