Kebaktian Padang Wilayah 1 GKP Bekasi Nov 23 2014

Dengan persiapan yang singkat bisa juga terlaksana kebaktian padang wiayah 1 GKP Bekasi di Mekarsari Bogor.
Semula direncanakan adalah 16 November 2014 tetapi karena ada sebagian yang tidak bisa ikut serta, maka diputuskan minggu berikutnya 23 Novmber 2014
Setelah diadakan retreat pada tahun 2013 di Mega medung Bogor ini adalah program wilayah yang terlaksana yang ketiga, semoga bisa terlaksana untuk program-progam berikutnya.
Program pada tahun-tahun sebelumnya selalu dibuat tapi tidak bisa diralisasikan.
Syukur kepada Tuhan bisa terlaksananya retreat dan kebaktian padang ini.
Dengan menggunakan bis mayasari AC05, maka semua peserta bisa jalan dengan satu kenderaan.
Dengan dukungan doa semua bisa sampai di Mekar sari lebih awal dari renana.
Majelis koordinator dan panitia yang semangat dan antusias dalam acara ini.
Seksi acara yang begitu baik mengatur jalannya acara dan pdt Yoga sebagai pemimpin dalam ibadah ini juga membuat ibdaah lebih terfokus, karena sebelumnya dibuat pembagian anak-anak,
kaum ibu dan kaum bapa menjadi 3 group.
Dimana masing-masing membuat pujian dari group masing-masing sehingga bisa ambil bagian dalam kebaktan ini.
Dengan selesainya kebaktian dlanjut dengan makan siang bersama.
Setelah selesai makan siang bersama, dilanjut dengan acara game dari seksi acara yaitu memindahkan gundu dengan 2 group.
Dan juga tak kalah serunya dengan 2 group dibagi menjadi 6 group dengan game bagaimana memasukkan stick ke dalam botol.
Dimana masing gorup 5 orang di ikat dengan tali dan 1 orang menjadi pengarah.
Jelas disini diperlukan pendengaran yng baik dari pemandu dan team yang mempercayakan game dalam tangan pemandu.
Karena tanpa ada penyerahan dalam pemandu dan mau mendengar maka tidak akan bisa masuk.
Untuk kenangan dari acara ini setiap keluarga mempersiapkan kado untuk ditukar.
Pada saat tukar kado ini adalah caranya, mengikuti musik dengan tarian yang paling bagus, yang berhak untuk memilih kado dan seterusnya.
Demikianlah acara selesai berjalan dengan baik, maka acara bebas untuk masing-masing peserta sebelum pulang dari mekar sari jam 4 sore.
Syukur kepada Tuhan atas berjalannya semua acara dengan baik dan kembali dengan bis yang sama untuk ke rumah masing-masing.
Dengan thema “meningkatkan kebersamamaan dalam kemajemukan” menjadi landasan untuk lebih mempererat persekutuan di wilayah 1 dalam kegiatan, terutama dalam kebaktian rumah tangga dan acara-acara selanjutnya.
Dengan tidak memandang dari suku mana, status tapi merasa bersama dalam kesatuan.
Tuhan memberkati.

Tiba di mekarsari
naik kereta dari pintu masuk
kebaktian

 

Photo bersama
Advertisements

Pelatihan Pemulasaraan GKP Bekasi

Dalam rangka meningkatkan pelayanan dari Diakonia, maka team diakonia GKP Bekasi mengadakan latihan pemulasaraan.
Pada hari Sabtu 22 November 2014 di GKP Bekasi, dengan pengajar Ibu Dorce.
Latihan ini adalah yang kedua setelah dilakukan yang pertama hari Sabtu 31 August 2013 di gereja GKP Bekasi.
Dalam latihan ini di hadiri oleh 28 orang jemaat wilayah 1, 3 ~ 12 GKP Bekasi.

Memandikan jenazah merupakan tindakan membersihkan dan mengusahakan agar jenazah layak untuk dikuburkan.

Dalam memandikan diperlukan minimal 2 orang.

A. Persiapan.
1. Baskom 2 bh.
2. waslaf 2-3bh, sabun
3. Handuk, sarungtangan, masker.
4. Kapas berlemak/kuning(kapuk kasur) dan perban.
5. pincet.
6. pakaian jenazah, bila perlu arak.

B. Pelaksanaan
Sebelumnya kita minta izin untuk menyampaikan bahwa dari diakonia akan memandikan jenazah.
kemudian pergunakan pelindung diri seperti sarung tangan, masker.   
Walauun orang mati, perlu diajak berbicara seperti orang hidup dalam melakukan pemandian.
1. Buka baju dengan menutup handuk.
2. Bersihkan dahulu dari muka ke leher.
3. Kemudian Tangan yang lebih jauh dari kita.
4. Daerah dada.
5. badan dimiringkan lalu dibersihkan.
6. kemudian kaki yang lebih jauh.
7. alat kelamin, jika laki2 oleh istrinya atau sebaliknya.
8. menutup semua lubang (hidung, dubur, telinga) ditutup kapas dengan pincet, dalam hal ini mulut juga jika diperlukan.
cara memasukkan kapas adalah kapas dimasukkan terus sampai penuh (usahakan kapas tidak kelihatan dari permukaan).

Jika dinginkan bisa disapu seluruh badan dengan arak diampur dengan air, sehingga kelihatan putih.

Selesai pembersihan memakai pakaian, yang pertama adalah celana (dalam dan luar)  kemudian baju (dalam dan luar).
Waktu memakai baju pertama kedua tangan dulu dimasukkan baru kemudian di putar balik melalui atas kepala.
Jika diperlukan bisa pakai sarung tangan, kaus kaki dan sepatu.

Waktu memasukkan jenazah ke peti maka 3 orang diperlukan untuk kepala, badan dan kaki, dan berjalan searah.

Demikianlah cara bagaimana kita memandikan jenazah, semoga bermanfaat.
Diharapkan dari jemaat yang sudah dilatih, minimal dikemudian hari bisa memberikan pengarahan untuk memandikan jika dilakukan oleh keluarga.

Pelatihan Perkunjungan di Jemaat GKP Bekasi 15~16 Nov 2014

Setelah dilatih oleh bapak Pdt Stefanus di puncak pada saat rapat Diakonia Nov 15 ~ 16,2014 di puncak, maka saya ambil intisarinya sebagai berikut :
1. Perkunjungan itu adalah memerlukan waktu, tenaga, pikiran dan materi.
2. Perkunjungan itu bersifat rutin terjadwal dan permintaan karena keadaan.

Perkunjungan, harus dibahas terlebih dahulu dalam rapat Majelis Jemaat (sermon)

Sebelum mengadakan perkunjungan harus terlebih dahulu membuat janji dengan jemaat yang akan dikunnjungi, sehingga bisa ditentukan waktu yang sesuai dengan jemaat yang dikunjungi.
Pada saat berkunjung kita membuka pembicaraan secara umum, baru kemudian bersifat khusus.

Kita selaku pengunjung tidak boleh memberikan putusan atau vonis atau jalan keluar, selain hanya bersifat mendengarkan, memberikan dukungan, penguatan, penghiburan dan minimal seorang pendamping dan juga berusaha untuk membantu menemukan sendiri jalan keluarnya.

Sebelum kita mengakhiri kunjungan harus menanyakan dahulu apa yang akan didoakan, kemudian membaca satu atau dua ayat Alkitab lalu berdoa.

Setelah selesai kunjungan kita harus menindak lanjuti baik melalui Majelis Jemaat atau Pendeta Jemaat.

Jika kita berkunjung harus mempunyai ketrampilan seperti yang di ungkapkan oleh Robby Chandra :
1. Menyimak memberikan penjelasan, kominikasi non-verbal dan mengamati.
2. Tidak boleh menggurui, memandang rendah, mengasihani melainkan mengasihi.

Dalam berkunjung ada beberapa ucapan sebagai berikut :
1. Nasehat :” sebaiknya bapak/ibu begini..”
2. Penghiburan : “Tuhan pasti kan tolong bapak/ibu dalam menghdapi pergumulan ini..” atau
“Percayalah buat manusia mungkin mustahil, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil..”
3. Dorongan : “Saya yakin saudara pasti mampu..” atau :Jangan cepat putus asa, saudara  pasti bisa mengatasinya bersama dengan Tuhan..”
4. Pemahaman : “Baik, sekarang saya lebih mengerti duduk persoalannya…”

Pada saat berkunjung sesuaikan kondisi seperti di rumah, rumah sakit dll.
Berkunjung dengan jumlah yang relatif sedikit, karena kalau banyak tidak akan fokus dalam percakapan.

Demikian sedikit banyak yang bisa saya share, semoga bermanfaat dan selamat melayani.

Sumber : Bahan pelatihan “pedoman perkunjungan di lingkup GKP Bekasi” oleh Bpk Pdt Stefanus.

 

Rapat Diakonia GKP Bekasi

Setelah direncanakan untuk bisa refresing dari komisi Diakonia GKP Bekasi, akhirnya terlaksana Minggu juga kemarin Sabtu Nov 15 ~ 16 di puncak.

Saya sangat bersyukur, dengan rapat ini dan bangga dengan team diakonia, karena semua ambil bagian dalam persiapan, bukan hanya dengan tenaga saja tetapi juga dengan materi.
Terima kasih kepada bapak Siagian dan ibu yang telah memfaislitasi terlaksananya rencana ini.
Saya tidak terbanyangkan, kalau Bapak/Ibu Siagian tidak ikut serta dan masa bodoh.
Semoga saja berkat melimpah untuk keluarga Bapak Siagian, jangan bosan-bosan untuk bisa membantu komisi ini!
Terima kash juga kepada Bapak Pdt Stefanus, Bapak Berry, Bapak Ary (Ketua bidang 2) yang telah membantu dalam transportasi.
Karena harus menunggu selesainya ujian maka mau tidak mau harus berangkat siang (jam sebelasan), sementara yang lain sudah berangkat lebih dahulu (persiapan untuk bahan bakar : sabtu siang, malam, minggu pagi dan siang)
Sebegitu segar dan sejuk tempatnya, tapi yang tidak tertahankan adalah dinginnya sampai merasuk ke-tulang-tulang (ngga ada orang batak kan? sambila lihat kiri kanan, ntar marah lagi)
Acara berjalan dengan baik, dimulai dari jam 7 malam untuk pelatihan  perkunjungan di GKP Bekasi disertai dengan simulasi, kemudian break 1 jam setelah selesai untuk melanjutkan program tahun 2015.
Ternyata perkunjungan itu membutuhkan waktu, tenaga, materi (terima kasih team perkunjungna dan pelawatan yang telah melayani jemaat GKP)
Selesai sudah acara sampai dengan jam 12…. (ngatuk juga sih)
Tapi sayang kalau kita lewatkan suasana di puncak kalau langsung tidur, sehingga kita melantunkan beberapa lagu yang diiringi oleh pemusik yaitu Sdr. Anton (terima kaish sdr Anton yang telah membantu dalam musik), sampai dengan jam 2.30 pagi baru kita tidur (huah…..h ternya ngantuk tidak bisa terkalahkan)
Minggu pagi semua yang peserta yang tidur dibangunkan untuk persiapan kebaktian yang dipimpin oleh pak Pdt Stefanus..
kebaktian mulai jam 9.30 dan selesai jam 11.00
Sambil menuggu bukanya jalan searah turun dari puncak maka kita masing2 mengambil kegiatan, ada yang lanjut tidur (karena masih kurang tidurnya), ada yang melantunkan beberapa lagu… lagi-lagi sdr anton sebagai pemusik harus bekerja keras.(good job boss).
Akhirnya yang ditunggu-tunggu yaitu adanya pemberitahuan sudah dibuka jalan searah dari puncak ke bogor/jakarta, maka segera peserta berkemas dan tidak lupa berdoa sebelum pulang.
Selamat tinggal puncak… kenangan yang tidak terlupakan, terima kasih semua team yang telah berlelah-lelah.