Pelatihan Perkunjungan di Jemaat GKP Bekasi 15~16 Nov 2014

Setelah dilatih oleh bapak Pdt Stefanus di puncak pada saat rapat Diakonia Nov 15 ~ 16,2014 di puncak, maka saya ambil intisarinya sebagai berikut :
1. Perkunjungan itu adalah memerlukan waktu, tenaga, pikiran dan materi.
2. Perkunjungan itu bersifat rutin terjadwal dan permintaan karena keadaan.

Perkunjungan, harus dibahas terlebih dahulu dalam rapat Majelis Jemaat (sermon)

Sebelum mengadakan perkunjungan harus terlebih dahulu membuat janji dengan jemaat yang akan dikunnjungi, sehingga bisa ditentukan waktu yang sesuai dengan jemaat yang dikunjungi.
Pada saat berkunjung kita membuka pembicaraan secara umum, baru kemudian bersifat khusus.

Kita selaku pengunjung tidak boleh memberikan putusan atau vonis atau jalan keluar, selain hanya bersifat mendengarkan, memberikan dukungan, penguatan, penghiburan dan minimal seorang pendamping dan juga berusaha untuk membantu menemukan sendiri jalan keluarnya.

Sebelum kita mengakhiri kunjungan harus menanyakan dahulu apa yang akan didoakan, kemudian membaca satu atau dua ayat Alkitab lalu berdoa.

Setelah selesai kunjungan kita harus menindak lanjuti baik melalui Majelis Jemaat atau Pendeta Jemaat.

Jika kita berkunjung harus mempunyai ketrampilan seperti yang di ungkapkan oleh Robby Chandra :
1. Menyimak memberikan penjelasan, kominikasi non-verbal dan mengamati.
2. Tidak boleh menggurui, memandang rendah, mengasihani melainkan mengasihi.

Dalam berkunjung ada beberapa ucapan sebagai berikut :
1. Nasehat :” sebaiknya bapak/ibu begini..”
2. Penghiburan : “Tuhan pasti kan tolong bapak/ibu dalam menghdapi pergumulan ini..” atau
“Percayalah buat manusia mungkin mustahil, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil..”
3. Dorongan : “Saya yakin saudara pasti mampu..” atau :Jangan cepat putus asa, saudara  pasti bisa mengatasinya bersama dengan Tuhan..”
4. Pemahaman : “Baik, sekarang saya lebih mengerti duduk persoalannya…”

Pada saat berkunjung sesuaikan kondisi seperti di rumah, rumah sakit dll.
Berkunjung dengan jumlah yang relatif sedikit, karena kalau banyak tidak akan fokus dalam percakapan.

Demikian sedikit banyak yang bisa saya share, semoga bermanfaat dan selamat melayani.

Sumber : Bahan pelatihan “pedoman perkunjungan di lingkup GKP Bekasi” oleh Bpk Pdt Stefanus.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s