Marketing

Marketing  …. Adalah pekerjaan sangat diidam-idamkan oleh sebagian orang karena buanyaknya tantangan,  terutama bagi orang yagn suka “cuap-cuap”, walaupun ada juga tidak begitu tertarik dengan bidang ini,  karena sebagai seorang marketing, harus membuka diri untuk di kritik misal pada saat kita approach calon customer pasti kita akan mengatakan hal “yang belum tentu bisa” dilakukan, karena goal kita adalah bagaimana mendapatkan pekerjaan tersebut.

Marketing itu harus mengetahui dan mengenal dirinya baik dari fasility, capasity, man power, material. Kalau tidak mengetahui hal itu, kita akan kesulitan untuk bisa menyampaikn ke calon customer, karena calon customer ingin mengetahui dimanakah posisi kita dan harus sesuai dengan kebutuhannya. Mereka tidak akan rela menginvestasikan uangnya melalui product yang kita jual,  kalau tidak yakin akan harga, delivery dan quality kita.

Tidak dipungkiri kondisi saat ini, supply lebih besar dari demand. Sehingga manufacturer berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan walau kadang harus mengorbankan margin yang sedikit agar bisa bertahan dalam menjalankan perusahaan (facility dan manpower)

Saya seorang marketer sejak tahun 1995, harus meninggalkan bidang ini mulai oct 2015, karena sudah

berpindah devisi. Walau devisi yang baru bukan hal yang baru sih sebenarnya, karena mulai tahun 1987 sampai dengan 1995 saya sudah menggeluti bidang ini. bahkan saat itu saya harus monitor dari pembelian dan allokasi material sampai delivery product. Tapi dibandingkan dengan sekarang volumenya yang besar, karena saat itu baru kira-kira 1000an unit, sementara sekarang sudah 4000an unit per tahun.

Kita juga melakukan pekerjaan harus mengikuti polisi dan misi dari prusahaan, walaupun kadang kala tidak sejalan, misalnya kalau polisi perusahaan adalah mendahulukan customer, tapi nyatanya itu akan diabaikan karena kondisi perusahaan dengan alasan lead time yang pendek dsb.

Kita harus bisa menerima dengan lapang hati , karena hidup ini harus berjalan, dan tidak bisa kita
tolak atau di tunda, karena ini sudah kodrat sebagai manusia.

Semoga perekonomian indonesia khususnya bisa lebih baik, karena saat ini sudah ada beberapa perusahaan harus menghentikan operasinya karena tidak adanya pekerjaan.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s