Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur

Hidup adalah pemberian Tuhan kepada kita agar bisa di rawat dan di jalankan dengan baik dan kita bersyukur akan karunia yang kita terima.
Kenyataannya banyak dari kita yang tidak menghargai apa yang telah di berikan oleh Tuhan, dan lupa kalau kita ini adalah hanya mahluk lemah yag terdiri dari Jiwa dan roh.
Karena jiwa tanpa roh adalah mati.
Pada waktu kita lahir, tidak membawa apa-apa bahkan sehelai benang pun tidak, begitu juga pada saat kita telah di panggil dalam segala kondisi kita tidak pernah membawa apa yang telah kumpulkan diwaktu hidup.
Paling kita hanya perlu tempat 1×2 meter, itupun paling mempunyai tempat peristirahatan lebih baik karena ada nisan yang mahal dan kburuan yang indah.
Saya yang biasa besuk orang sakit dan melawat orang yang telah meninggal karena tugas sebagai Diakonia, kadang terpikirkan bahwa kita ini adalah mahluk yang lemah dan tidak berdaya.
Jika kita sudah dipanggil 
Tapi nyatanya kadang pada saat kita mempunyai tenaga, harta dan  tahta kita menganggap bahwa kita sudah lebih hebat dari segalanya, bahkan orang disekitar kita yang notabene nya adalah onggokan daging yang tidak berdaya, yang bisa kita kuasai.
Tuhan saja menghargai hidup kita agar tidak mati dengan sia-sia, makanya turun ke dunia untuk menyelamatkan.
Kenapa kita selaku manusia tidak pernah mengharga hidup sesma, padahal kalau dipiir-pikir kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, contoh makan yang nikmati apakah ada jika tidak ada orang lain yang menanm, menuai dan memasak?
Padahal jika kita sudah sakit, apapun yang kita miliki akan habis ludes untuk biaya bahkan tubuh yang indah dan kekar itu pun sudah layu dan tidak berdaya.
Begitu juga jika sudah dipanggil dengan segala keadaan, kita tidak bisa bernegosiasi agar jangan dipanggil dulu, atau beri aku kesempatan untuk memperbaiki, dan akhirnya akan tetap di panggil dan apa yang kita kumpulkan semasa hidup, hanya tinggal di dunia ini.
Karena seperti tertulis “apa gunanya seorang memperoleh suluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”


Saya teringat dengan Firman Tuhan yang berbunyi “tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya”

Karena kalau kita mengumpulkan harta di sorga maka hati kita akan ada di sorga seperti tertulis “karena dimana harta mu berada, di situ juga hatimu berada”
Jadi kita memang harus mengumpulkan harta di sorga agar  waktu di panggil ada yang menjemput.
Semoga sedikit coretan ini bisa bermanfaat sehingga kita mengucap syukur kepada Tuhan dan mohon maaf dalam hal penyampaian yang tidak berkenan.
Tuhan memberkati.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s