Percobaan atau ujian?

derita1

Saya terinspirasi untuk memperdalam arti dari percobaan ini saat membaca ayub dan mendengar kotbah dari pak Pdt. Stphanus Mth.
Karena Tuhan menizinkan untuk memberikan ujian kepada ayub, mengizinkan loh, bukannya mencoba/menguji.
Karena sifat Tuhan adalah Pengasih dan Penyayang yang jelas tidak akan dilakukan, karena itu adalah yang kita imanin.

Kembali kepada pencobaan tadi kenapa terinspirasi karena saya tidak bisa membayangkan seorang ayub yang kaya raya dengan keluarga yang bahagia, karena selalu membuat pesta dan
keluarga yang harmonis karena ada anak laki dan perempuan dan taat lagi, yang mana biasanya kalo orang sudah mempunyai tahta harta, pasti hatinya akan condong ke dunia, tapi tidak dengan ayub, karena jelas disebut ia adalah orang saleh.
Tapi karena Iblis meminta izin untuk Tuhan agar diberi pencobaan, kali aza imannya pindah gitu ke yang lain.
dan Tuhan hanya berpesan supaya nyawanya di sayang, artinbya jangan diambil oleh iblis.

Kembali kepada penderitaan yang tadi bahwa tidak bisa membayangkan mulai dari harta musnah, anak semua meninggalkan, bahkan istri sendiri membenci dan meminta agar meninggalkan Tuhannya.
Belum lagi dengan penyakit di seluruh badan dari ujung kaki sampai ujung kepala diceritakan sangkin gatalnya di garuknya dengan pecahan beling/kaca.
Sehingga untuk menahan gatal juga harus duduk di atas abu.

Kadangkala kita sebagai manusia, hanya sedikit saja derita yang kita terima sudah langsung berpikir bahwa Tuhan tidak sayang, Tuhan meninggalkan daku dan apakah dosa yang kuperbuat sehingga aku menerima ini?.
Padahal semata-mata hanya untuk mengingatkan agar kita mendekat kepada Tuhan.
Karena umumnya manusia akan mendekat kepada Tuhan jika sudah ada derita yang diterima….
Jadi artinya harus diingatkan dengan derita agar bisa ingat akan Tuhan, bukankah ini sangat miris? berarti kita meminta penderitaan kita sendiri bukan?

Tapi kembali ke ayub, bahwa dia tidak berbuat apa-apa sehingga dia menerima malapetaka ini…seperti di awal diceritakan hanya karena iblis mau mencobai.
Dia tetap tidak meninggalkan Tuhan bahkan pada akhir cerita ayub mendapatkan 2 kali lipat harta dari yang sebelumnya, dan mempunayi anak dancucu.
Bahkan masih bisa hidup lebih lama sehingga bisa menyaksikan anak cucunya.

Apakah kita tidak bahagia jika kita sudah lulus dengan ujian/cobaan ini langsung mendapat berkat?

Biarlah kiranya pelajaran dari ayub ini menjadi dasar bagi kita untuk bisa selalu dekat dengan Tuhan, dan hidup kita bisa sesuai dengan ajaran Tuhan.

Kiranya Tuhan memberkati dan memimpin hidup kita hari lepas hari.

Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s