Wisata rohani Komisi Pria GKP klasis Bekasi

ketua-panitiaSetelah berdirinya GKP Bekasi sejak 38 tahun yang lalu dan sebelumnya berklasis di Purwakarta, sehingga saat ini (sejak 3 tahun lalu) menjadi berklasis di bekasi dengan 8 jemaat (Bekasi, Cimuning, Jatiranggong, Kp Sawah, Cikarang, Seroja, Jatiasih dan Pondok Melati), baru saat ini bisa komisi pria melakukan retreat di Gadok villa Galic.

Walaupun 2 Jemaat tidak bisa ikut serta yaitu GKP Jemaat Seroja dan pondok melati.

Walaupun demikian tidak menyurutkan semangat perserta dengan kehadiran 76 peserta dari target 100 peserta, berati 76% bisa hadir dan setiap jemaat didampingi oleh pendeta jemaat masing-masing.
Momentum ini memang sudah direncanakan sebelumnya, dimana pas hari libur sehingga asumsinya bisa lebih banyak yang bisa ikut serta, yaitu 10 dan 11 September 2016.

Dengan susunan panitia :
Ketua : Bpk. Joko Martono (GKP Jatiranggon)
Bendahara : Bpk Sugiyanto (GP Cimuning)
Sekretaris : Bpk Bancin (GKP Jatiasih)
Seksi Perlengkapan : Bpk Junaidi Baiin (GKP Jatiranggon) dan Bpk Nandi (GKP Kp.Sawah)
Seksi Acara : Bpk. Jones Hutapea (GKP Bekasi), Bpk Broto (GKP Cikarang) dan Bpk Togar (GKP Seroja)

susunan-acara-kompri-klasis

Sayangnya ketidak tahuan jalan ketempat tujuan dan juga waktu buka-tutupnya jalan puncak membuat waktu begitu panjang waktu perginya ke tempat tujuan, karena harus meninggu 2.5 jam sampai dibuka pukul 18.15 yang ditutup sejak pukul 13.00.
Dan ini sudah menjadi setandar procedure, kalau arus naik sabtu dan minggu akan di tutup mulai mulai pukul 13.00 sampai pukul 18.00.

Ternyata teman jemaat yang lain lebih mengetahui jalan sehingga mereka keluar disentul selatan melau jalan perumahan.

Berangkat dari bekasi pukul 14 sampai di tempat tujuan pukul 19.00 dimana harusnya regristrasi dari pukul 14.00 ~ 18.00 dan kemudian makan malam sampai pukul 19.00
Dengan keterlambatan ini acara molor satu jam kebaktianpun yang dipimpin oleh Ibu Pdt Dewi (GKP Kp Sawah) mulai dari pukul 21.00 yang seharusnya pukul 20.00

pdt-dewi

Kami kompri dari Bekasi mengisi pujian dalam kebaktian ini dengan 2 pujian.

Setelah kebaktian dibentuk 5 group (perbauran masing-masing jemaat agar lebih kenal satu sama lain).

pdt-pendamping

Sangat salut kepada panitia Bpk Joko Martono (selaku ketua), karena acara ini bisa berjalan dengan baik bahkan waktu sangat berharga, karena acara yang padat ini sehingga selesai sampai pukul 2.00 dini hari, itupun sudah di persingkat…. ­čÖé
Jadi memang sangat bermanfaat sekali kepada yang hadir dan yang tidak ikut serta sangat menyesal karena ilmunya sangat berharga.

Didalam seminar bapak Pdt Sains Piter (Pdt GKP Bekasi) yang mengingatkan akan tugas kita selaku bapak dan kepala keluarga dan kembali ke beradaan yang sebenarnya.
dan juga acara yang dibawakan oleh bapak P Lumbanraja (GKP Cimuning) yaitu NCS yang artinya merubah kebedaraan dengan keinginan.

Dengan kehadiran jemaat 76 orang tentu membuat tidur tidak akan senikmat dirumah, tapi inilah tujuan dari retreat ini, agar berharga waktu yang ada, karena kalau mau tidur datang jauh-jauh kan sayang… :).

Esok harinya setelah selesai sarapan, panitia membuat games buat peserta yang sangat bagus dimana gamesnya adalah kerja sama team dan saling percaya.
pertama adalah mengurangi/minum soft drink coccola 1-liter dengan sedotan yang panjangnya 1 meter setiap botol 4 orang per group.
kedua adalah menjahit peserta, memasukkan tali kedalam baju melalu lengan kanan dan keluar dari lengan kiri dengan jarumnya dari pisang meja (kalau bicara ambon nanti ngga enak), ketiga adalah mimindahkan bola plastick  (sebesar bola kasti) 10 biji ke teman belakang dengan piring secara berturutan, begitu selanjutnya juga hal yang sama dengan telor 6 biji kemudian. (1 regu ada juga yang pecah terlonya karena jatuh)
terakhir adalah membuat team/group yang paling terpanjang dengan menggunakan apa yang ada melekat di tubuh…. ini adalah terakhir dipimpin oleh pdt Sains piter.

Semoga saja ini menjadi perubahan terutama kepada peserta selaku kepala keluarga dan menjalin hubungan lebih baik di dalam keluarga.
Karena akan sia-sialah kepesertaan kita dalam acara ini kalau memang tidak ada manfaat yang diambil, sesuai dengan tema yaitu “Peran kaum bapak dalam keluarga dan berjemaat”

kompri_klasis
Kiranya Tuhan memberkati setiap langkah kehidupan komisi pria serta keluarga Jemaat GKP Klasis Bekasi. Amin…

Advertisements

Apakah kita sudah memberikan persembahan sebagai ungkapan syukur

gkpbekasiTidak terasa kalau sudah bulan september, dimana bulan ini adalah ulang tahun GKP Bekasi,  20 September yang ke-38.

Dalam rangka ulang tahun ini, diadakan kotbah serial, kebaktian rumah tangga dan pemberian dana kasih kepada janda atau duda.
Hal ini sebagai wujud cinta kasih dan pelayanan dari gereja.

Pada Minggu pertama ini kotbah serialnya ber tema “Persembahan menurut perjanjian lama”.
Yang diambil dari Maleaki 3:6-12. (kalau jarang buka alkitab pasti susah menemukan kitab ini).
Kitab ini adalah firman Tuhan kepada ISrael melalui Maeliaki, ini adalah kitab terakhir dari Perjanjian lama.

Kotbah yang disampaikan oleh Pdt Jemaat GKP Bekasi Bpk Sains Piter ini sangat mengena dalam kehidupan saya dan kita pada umumnya.
Saya tidak pernah berpikir bahwa, Tuhan telah memberikan berkat kepada kita umatnya yang tidak pernah berhenti/berkelimpahan.
Sebagai karyawan atau pekerja baik dibidang apapun, sudah pasti ada berkat, terbukti dengan kehidupan yang masih berjalan kehiupan.
Terutama seperti saya sebagai karyawan setiap bulan ada penerimaan yang tidak pernah tertunda, ini juga dari Tuhan melalui perusahaan tempat saya bekerja.
Tapi kenyataannya saya belum pernah membuat rencana pengeluaran untuk persembahan, selain dari pada keperluan jasmani baiik perimer maupun sekunder.
Alih-alih pada saat memberikan persembahan secara spontan, dimana kalau keluar merah dari “dompet” masuk lagi diganti yang lebih kecil nilainya.
Atau lebih mirisnya dibelikan sesuatu agar bisa dapat uang kecil.
Kalaupun ada sukacita untuk memberikan persembahan, jika kita mendapat berkat diluar dari kebiasaan yang kita dapat itu pun kalau masih ingat.
Sehingga secara logika, jika kita melakukan hal yang demikian maka, tak heran jika dalam kehidupan kita akan selalu kekurangan, karena tidak pernah kita sampaikan persembahan syukur.

Di Maleaki Tuhan murka karena zaman nenek moyang israel telah menyimpang dari ketetapanNya dan tidak memeliharanya.
Tapi bangsa Israel bertanya “dengan cara bagaimanakah kami harus kembali”, boleh kah manusia menipu Allah?”
Kita tidak menyadari kalau sudah menipu/merampas dari/hak Tuhan.

sehingga Tuhan menyampaikan “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku, dan ujilah Aku”

Firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidan membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan… maka segaka bangsa akan menyebut kamu berbahagia sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman Tuhan semesta Alam.

Dari kutipan ayat tersebut diatas bahwa Tuhan akan mencurahkan berkat sampai berkellimpahan….
Saya begitu terpana, tidak percaya karena Tuhan mencurahkan berkat berkelimpahan, sementara kita akan memberikan persebahan dengan hitung-hitungan…(untung dan rugi).

Semoga dari sedikit coretan ini mengingatkan kita kembali untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan, karena Tuhan telah memberikan dulu.

Tuhan memberkati… Amin.