Apakah kita sudah memberikan persembahan sebagai ungkapan syukur

gkpbekasiTidak terasa kalau sudah bulan september, dimana bulan ini adalah ulang tahun GKP Bekasi,  20 September yang ke-38.

Dalam rangka ulang tahun ini, diadakan kotbah serial, kebaktian rumah tangga dan pemberian dana kasih kepada janda atau duda.
Hal ini sebagai wujud cinta kasih dan pelayanan dari gereja.

Pada Minggu pertama ini kotbah serialnya ber tema “Persembahan menurut perjanjian lama”.
Yang diambil dari Maleaki 3:6-12. (kalau jarang buka alkitab pasti susah menemukan kitab ini).
Kitab ini adalah firman Tuhan kepada ISrael melalui Maeliaki, ini adalah kitab terakhir dari Perjanjian lama.

Kotbah yang disampaikan oleh Pdt Jemaat GKP Bekasi Bpk Sains Piter ini sangat mengena dalam kehidupan saya dan kita pada umumnya.
Saya tidak pernah berpikir bahwa, Tuhan telah memberikan berkat kepada kita umatnya yang tidak pernah berhenti/berkelimpahan.
Sebagai karyawan atau pekerja baik dibidang apapun, sudah pasti ada berkat, terbukti dengan kehidupan yang masih berjalan kehiupan.
Terutama seperti saya sebagai karyawan setiap bulan ada penerimaan yang tidak pernah tertunda, ini juga dari Tuhan melalui perusahaan tempat saya bekerja.
Tapi kenyataannya saya belum pernah membuat rencana pengeluaran untuk persembahan, selain dari pada keperluan jasmani baiik perimer maupun sekunder.
Alih-alih pada saat memberikan persembahan secara spontan, dimana kalau keluar merah dari “dompet” masuk lagi diganti yang lebih kecil nilainya.
Atau lebih mirisnya dibelikan sesuatu agar bisa dapat uang kecil.
Kalaupun ada sukacita untuk memberikan persembahan, jika kita mendapat berkat diluar dari kebiasaan yang kita dapat itu pun kalau masih ingat.
Sehingga secara logika, jika kita melakukan hal yang demikian maka, tak heran jika dalam kehidupan kita akan selalu kekurangan, karena tidak pernah kita sampaikan persembahan syukur.

Di Maleaki Tuhan murka karena zaman nenek moyang israel telah menyimpang dari ketetapanNya dan tidak memeliharanya.
Tapi bangsa Israel bertanya “dengan cara bagaimanakah kami harus kembali”, boleh kah manusia menipu Allah?”
Kita tidak menyadari kalau sudah menipu/merampas dari/hak Tuhan.

sehingga Tuhan menyampaikan “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku, dan ujilah Aku”

Firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidan membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan… maka segaka bangsa akan menyebut kamu berbahagia sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman Tuhan semesta Alam.

Dari kutipan ayat tersebut diatas bahwa Tuhan akan mencurahkan berkat sampai berkellimpahan….
Saya begitu terpana, tidak percaya karena Tuhan mencurahkan berkat berkelimpahan, sementara kita akan memberikan persebahan dengan hitung-hitungan…(untung dan rugi).

Semoga dari sedikit coretan ini mengingatkan kita kembali untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan, karena Tuhan telah memberikan dulu.

Tuhan memberkati… Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s