Bali oh bali

Bali adalah impian semua orang untuk berekreasi, aku selalu memimpikan pergi ke Bali.
Mungkin setuju kalau saya bilang, semua orang berkeinginan untuk jalan-jalan ke bali, karena bali adalah pulau yg indah dan menjadi daya tarik seluruh dunia dengan keindahan alamnya yang indah sekali banyak wisatawan ke bali untuk rekreasi. kami bersyukur kepada Tuhan karena mempunyai kesempatan untuk pergi ke bali.

bali-apr-19-2013-163-mobileKami sangat senang sekali karena bisa pergi ke Bali pada 19 April 2013 setelah menanti-nanti sekian lama. Pada saat mau berangkat, kami sangat sibuk untuk mempersiapkan keperluan yg kita butuhkan disana, bahkan malam sebelum berangkat karena memimpikan keindahannya bali.setelah sampai dibali kami sekeluarga langsung menuju hotel untuk melepaskan lelah untuk menempuh perjalanan yg sudah dilalui .dan keesokan harinya kami pergi ke gunung batur dan makan dipuncak gunung batur sambil malihat pemandangan di gunung batur dengan udara dingin dan sejuk.
Sebelum kami sampai di gunung batur, sebelumnya kami mampir menonton bali tradisional tari barong.

bali-apr-19-2013-86-mobilebali-apr-19-2013-63-mobilebali-apr-19-2013-62-mobile
Karena pernasaran ingin mencoba menu puding yang ternyata adalah ketan hitam….huah hah hah ketipu deh

.bali-apr-19-2013-98-mobilebali-apr-19-2013-96-mobile

Dengan perasaan yang begitu indah, karena bisa menikmati suasana ditempat, kemudian kami kembali ke arah hotel, sebelumnya kami makan malam di pantai jimbaran.

Sebelum kami sampai di pantai jimbaran kami mampir ke gua gajah untuk melihat patung dan mata air yang disucikan oleh orang bali, bila kita mencuci muka dan mandi, maka akan awet muda.bali-apr-19-2013-120-mobilebali-apr-19-2013-119-mobile

Pesisir pantai di jimbaran dan meja makan dipantai, dengan hembusan semilir angin laut.
Sambil menunggu makanan yang dihidangkan, kami bermain pasir dan air, (yah jadi basah deh, kecipratan air laut)

Menu ikan bakar dan air kelapa yang eunak…k, lupa kalau masih ada yang belum menikmati rasa yang kami rasakan.bali-apr-19-2013-140-mobile

Terima kash Tuhan atas kesempatan yang berharga ini, sehingga kami sekeluarga bisa pergi bali bersama.

Sebelum kembali ke Jakarta kami mampir ke tempat penjualan cidera mata yaitu… sukowati market yang mana disini bisa membeli souvenir dengan harga yang bersahabat.

bali-apr-19-2013-48-mobilebali-apr-19-2013-142-mobile

Kenangan yang indah yang tidak terlupakan pergi ke bali, semoga dihari yang akan datang bisa kembali datang ke Bali.
Dalam hal ini kita sudah buat wacana melalui punguan bah tonang.bali-apr-19-2013-111-mobilebali-apr-19-2013-110-mobile

Semoga apa yang di rencakan bisa terkabul. amin….n.

Terima kasih kepada semua yang telah mendukung terutama tempat saya bekerja Hitachi yaitu salah satu program untuk memberikan rekreasi kepada karyawan yang sudah bekerja selama 20 tahun…
(walah…walah rupaya aku sudah bekerja 20 tahun… yah), dan kepada guide yang ada di bali yang telah memberikan banyak penjelasan tentang bali, sehingga saya dan anak-anak bisa mengerti bali.
Dan ini adalah sebagai bekal untuk anak-anak dimasa depannya, dan mengerti akan budaya indonesia yang sangat berharga.

Advertisements

GKP jemaat Bekasi

Berakar dan dinamis menjawab panggilanNya

Dari masa penyemaian benih hingga kemandirian.

gkpbekasi

Masa penyamaian benih dimulai dari perpindahan keluarga Ibu Bidan Willy Niman warga jemaat GKP Bandung ke Bekasi pada tanggal 18 Aril 1956 dan bertempat tinggal di Pedurenan Bekasi Timur.
Kemudian diikuti dengan perpindahannya keluarga bpk Ripan Niman warga jemaat GKP Cawang dan bertempat tinggal di Jalan raya Bekasi Timur (Sekarang Jl. Ir. H.Juanda).
Kebaktian pertama dilakukan pada tanggal 29 Desember 1956, berupa kebaktian Natal bersama, bertempat di rumah bpk Ripan Niman.
Kebaktian natal ini mengawali sekaligus menandai dimulainya persekutuan warga kristen yang ada di Bekasi, dengan kebaktian secara berkala yang tempatnya secara bergantian, dirumah Ibu Bidan Willy Niman dan di rumah bpk Rivan Niman (di depan gedung gereja yang sekarang menjadi kantor Notaris).

Setelah mengadakan kebaktian lebih kurang 3 tahun pada tahun 1959, kelompok persekutuan kristen ini resmi menjadi pos kebatian GKP Tanah Tinggi.
Melihat bahwa kediaman Ibu Willy Niman sudah tidak memadai untuk diadakannya kebaktian dengan jumlah warga jemaat terus bertambah, maka dibentuklah Panitia Pembangunan Gedung Gereja.
Pada masa ini terlihat bahwa disamping upaya peminaan jemaat, melalui kebaktian-kebaktian, titik berat perhatian juga diarahkan pada tahap lanjut dari pembangunan gedung gereja. Upaya pembinaan melalui kebaktian-kebaktian menampakkan hasil ketika makin banyak keluarga-keluarga Kristen yang bersekutu, walaupun sarana pada masa itu masih minim.

Dengan adanya gedung gereja, maka pemantapan pelayanan dan persekutuan mejadi lebih ditingkatkan. Guna menunjang peningkatan pelayanan, maka untuk pertama kalinya dipilih dan diteguhkan Anggota Majelis Jemaat untuk Pos kebaktian Bekasi, yakni terdiri dari bpk Ripan Niman, bpk Saem Saiman, pk Wasktio, Ibu Willy Niman, bpk dr. Aristarkus Pauntu dan bpk J. Pella.
Anggota-anggota Majelis Jemaat inilah yang membantu pelayanan dalam jemaat yang dilakukan oleh vikaris Muhali Sairoen.

Vikaris Muhali Sairoen kemudian dipindahkan ke GKP Cawang dan ditahbiskan menjadi pdt Injil yang ditugaskan GKP Tanah Tinggi tahun 1976. Bpk Alipas Niman pindah ke kampung sawan dan sejak itu pelayanan dilakukan oleh Vikaris Andreas Soeparno.
Masa-masa pemantapan dengan bertambahnya jumlah Majelis jemaat Bpk T.U.H Sidabutar dan bpk B.P.L Tobing berlangsung berkat komitmen dan kesatuan hati hingga akhirnya pada rabu 20 September 1978 Pos Kebaktian Bekasi resmi menjadi jemaat yang mandiri dengan jumlah anggota 107 KK ta sekitar 507 jiwa.

Menghadapi perubahan
GKP Bekasi mewujud menjadi sebuah keluarga besar dengan jumlah anggota 640 KK atau sekitar 2,400 jiwa. Kebaktian Umum hari Minggu diselenggarakan dalam 3 kali yaitu pukul 6.30, 9.00 dan 17.00.
Kegiatan kategorial wilayah serta pembinaan dan pelatihan (katekisasi, paduan suara, latihan musik dll) mengisi seluruh hari dalam sepekan.
Disamping itu GKP Bekasi juga mengembangkan pelayanan dibidang pendidikan formal dan non formal melalui kehadiran Paud “Lentera Kasih” dan sekolah musik “Nafiri”.

Majelis Jemaat priode 2013-2017 berjumalh 39 orang dan pengawas perbendaharaan jemaat sebanyak 5 orang, penatalayanan jemaat ditopang juga oleh komisi katergorial (Anak, remaja, pemuda, perempuan, pria dan lansia).

lepas_sambut-1
Komisi non kategorial (Diakonia, liturgi musik gerejawi dan hari raya gerejawi), Pengurus Pos Kebaktian (Cigelam dan Tambun), pengurus Wilayah (I-XII) dan Tim kerja (pembangunan, kelistrikan dan K3:kebersihan, keindahan dan kenyamanan).
Dibawah naungan Komisi pelayanan Perempuan juga hadir Rumah Perempuan, sebagai wadah bagi kaum perempuan untuk berkarya di bidang sosial, kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi melalui berbagai ketrampilan.

4970a-kompri2b15oct2b2013
GKP Bekasi kini berada dtengah kota yang mengalami perubahan yang pesat. Lahan terbuka dan rawa telah disulap menjadi pemukiman padat, sejumlah pertokoan modern dan hunian vertikal.
Seiring dengan perkembangan fisik, berkembang pula masalah sosial dan ekologi. Meningkatnya angka kejahatan, konflik horizontal, banjir dan sampah adalah contoh dari segudang masalah yang dialami masyarakat kota bekasi.

Masalah sosial yang menjadi tantangan bagi geraja adalah individualisme, kemeroosotan moral dan intoleransi. Orang-orang beradu kepentingan hingga mengorbankan sesamanya.
Lihatlah peredaran narkoba, mobilisasi massa hingga terjadi bentrl fisik dan penularan gaya hidup konsumerisme menjadi alat kepentingan yang menelan korban generasi muda.
Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan pengawasan dan pengendalian di tingkat mikro dan makro serta tatanan moral masyarkat.
Keberagaman kelangkaan figur teladan mempercepat robohnya pilar2 tatanan moral masyarakat.
Keberagaman menjadi bencana, tatkala benih kebencian ditaburkan dalam hati anak2 yang polos dan stigmatisasi atas kaum minoritas secara terstruktur begitu gencar.
Dalam konteks itulah GKP Bekasi hadir dan berjuang untuk bertahan dan memenuhi panggilannya, menjadi garam dan terang, menjadi gereja bagi sesama.

Menjawab tantangan dan menggerakkan potensi.

Majelis jemaat mengusung tema “Membangun geraja dengan keluarga yang berkarakter Kristus” pada tahun pelayanan 2106/2017. Keluarga merupakan wilayah yang paling vital untuk membangun persekutuan, bahkan membangun bangsa.
Dalam berkeluarga, iman berakar dan bertumbuh. Pebinaan dan pemeliharaan jemaat dalam keluarga menjadi prioritas pelayanan.
Bila trend gereja super dengan jumlah penghadir kebaktian yang fantastis, sering tidak disertai dengan ikatan emosionalnka GKP Bekasi baru mengawali mimpi besarnya dengan menjalin relasi antar anggota, membangun ikatan kekeluargaan dengan rasa saling memiliki dan membutuhkan.
Ragam kegiatan yang membuka ruang komunikasi dan keakraban dibuat untuk mengimbangi kegiatan reguler dalam persekutuan.

Tuhan membangun GKP Bekasi dengan potensi SDM yag sangat besar. Potensi besar itu akan sia-sia tanpa arah dan model penatalayanan yang bisa merangkul dan menggerakkanya.
Bergerak dinamis, tangpap terhadap perubahan dan peduli pada konteks, termasuk pergumulan bersama akan memacu derap langkah dan perberdayaan seluruh potensi yang dimiliki jemaat.
Dengan hadirnya seorang pdt jemaat yang baru yang akan bersinergi dengan pelayan2 yang ada GKP bekasi, kiranya mimpi besar menjadi gereja yang maju, mandiri dan menjadi berkat bisa terwujud.

disadur dari buku acara lepas sambut Sep-2016.

lepas_sambut-3

Terima kasih pak pdt Stefanus dan selamat melayani pak pdt Yoga.

lepas_sambut-3Tidaklepas_sambut-17 terasa waktu begitu cepat berlalu setelah selesai acara kotbah serial dalam rangka ulang tauhn GKP jemaat Bekasi, hari ini adalah hari pengakhiran pelayanan bapak Pdt Stefanus N Parinusa M.Th. di Jemaat Bekasi.
Dan beliau harus melanjutkan pelayanannya di GKP Jemaat Awiligar Bandung dan boleh dibilang beliau adalah produk GKP Jemaat Bekasi katanya, karena mulai dari masa vikariat dan menjadi pdt samapai 2 periode.

Dalam refleksi bapak pdt Stefanus dalam buku acara disampaikan ada 3 hal yang penting, pertama pertumbuhan, kedua pendewasaan dan terakhir pengembangan.
Dalam tahap-tahap ini, masa beliau bertumbuh mulai dari menjalani masa vikariat, ada beberapa hal yang di high light beliau yaitu peribadahan, pelayanan diakonia, perbendaharaan jemaat dan aset.

Pada masa ini juga Pelayanan Diakonia bertumbuh menjadi “brand” GKP Bekasi kemudian pendewasaan dengan merasakan “irama” jemaat untuk “menari bersama” bergerak menuju jemaat yang bertumbuh dan dewasa.
Dalam hal aset, jemaat mulai melakukan penambahan aset seperti pastori di narogong dan rawa semut selain di bulak kapal, ruko sebagai sarana penunjang ibadah.
Tahap pengembangan keberadaan GKP berkembang bukan dalam hal internal saja tetapi juga bergerak keluar (eksterna).

Menurut beliau ada 5 indikator gereja yang sehat.
1. Anggota jemaat terelasi satu sama yang lain, bercorak komunitas.
2. Kode genetik gereja, Gereja yang sehat mengenal “DNA” nya dengan jelas.
3. Kepmimpinan gereka; fungsi-fungsi yang dibagi-bagi (share function) dan ministry.
4. Berfocus pada misinya dan mempunyai orientasi keluar mulai dari lingkungan terdekat dan
5. Gereja yang sehat “merangkul perubahan” walaupn adakalanya menyakitkan (inertia bs reinvention).

lepas_sambut-19lepas_sambut-18

Dan beliau menutup dengan kalimat bijak “awali segala sesuatu dengan baik dan akhiri segala sesuatu dengan baik pula”
Terima kasih pak pdt Sthhepanus yang telah bersama-sama dengan GKP Jemaat bekasi selama 12 tahun, mohon maaf dari yang dalam dari kami jemaat GKP bekasi bila selama ini ada kesalahan dalam kebersamaaan.

Begitu juga bapak pdt Yoga Pratama yang juga sudah melayani 5 tahun di GKP Jemaaat Bekasi, tapi masih diharapkan oleh jemaat Bekasi untuk melayani sehingga beliau diparpanjangan pelayanannya periode ke-dua.
Hanya bisa kita sampaikan selamat melanjutkan pelayanannya dan kalau orang bilang sinsingkan lengan baju mari kita bekerja.lepas_sambut-20

Dalam refleksi bapak pd Yoga Willy Pratama S.Si disampaikan bahwa melayani adalah merenda karya bersama bukan sebuah aksi tunggal.
Betapapun kita merasa mampu, tak ada yang bisa kita perbuat jika tanpa kehadiran orang lain.
Mereka yang ada disekeliling kita turut berperan dengan beragam cara memberi keindahan dalam setiap sentuhan karya pelayanan.
Dalam perjalanan pelayanan beliau merasakan bahwa Allah datang mendekat dan melekatkan diri melalui kehadiran para sahabat ditengah persekutuan.

Terima kasih pak pdt Yoga, mari kita melanjutkan kebersamaan dalam pelayanan bapak beserta pak pdt Sain Pieter dalam ladang Tuhan di GKP Jemaat Bekasi.

lepas_sambut-2

Demikian yang bisa saya sampaikan dan dalam kebaktian hari ini Minggu 2 Oktober 2016, dilayani oleh 3 pdt sekaligus, pertama oleh pak pdt Stefanus selaku pengakhiran pelayanan kemudian oleh pdt Sinode sebagai pimpinan acara lepas sambut kemudian dilanjut oleh pak pdt Yoga dalam pelayanan barunya dalam periode 2016 ~ 2021.

Tanda bukti kebersamaan pak pdt Stefanus dengan jemaat bekasi dengan banyaknya jemaat hadir pada saat kebaktian rumah tangga gabungan dari wilayah 1 ~ 12 dan pos pelayanan tambun hadir memenuhi ruang ibadah pada hari Rabu 28 Sep 2016, yang khsus diadakan, karena tidak ada kesempatan pada kebaktian lepas sambut yang dipimpin oleh Sinode.

lepas_sambut-1
Pada saat itu jemaat yang memberikan tanda kasih dan kenangan kepada beliau banyak, sampai-sampai sepertinya susah untuk membawa pulang kerumah …. :).
Dan banyak ucapan melalui buku acara yang disusun oleh painita Peresmian, Perpanjangan dan Pengakhiran (P3) yang diketuai oleh Bapak Kasnarto Hadi, dari semua wilayah dan bahkan dari keluarga jemaat sehingga buku acara penuh dengan ucapan terima kasih atas pelayanan pdt Stefanus dan selamat atas perpanjangan masa pelayanan pak pdt Yoga.

dan Minggu 9 Oktober 2016 juga akan diadakan kebaktian lepas sambut untuk pak Pdt Budi Triadi Kaidun S.Th dan pak Pdt Stefanus, selaku pelayan di GKP Jemaat Awiligar Bandung.

Tuhan yang bekerja di jemaat Bekasi maupun jemaat Awiligar di Bandung dalam pertumbuhan iman yang dewasa.

Tuhan memberkati.

Sambutan Majelis Jemaat GKP Bekasi
Tak terasa waktu berjalan sangat cepat genap 12 tahun bersama dengan pdt Stefanus tetapi semangat dan visi yang saat dalam mengembangkan pelayanan akan terus terjaga. pdt Stefanus telah bersama=sama dengan jemaat bekasi.
Semua fase telah silih berganti dilalui dan mendatangkan pengalaman sangat mahal untuk mengarungi pelayanan di masa-masa yang akan datang.
Perpisahan selalu sulit untuk dihadapi, demikian juga dalam kurun waktu yang cukup lama. Apresiasi yang setinggi-tingginya di sampaikan kepada pdt Stefanus untuk semua desikas dan totalitas dalam melauani jemaat selama menjadi fondasi untuk perkebangan gereja semakin baik kedepanya.
Pada akhirnya kita diperhadapkan dengan pandangan sederhana yang berbunyi “The Show must Go On”
Pesan sederhana ini berlaku bagi jemaat GKP Bekasi untuk terus menatap kedepan meskipun tidak akan lagi bersama degan pdt Stefanus tetapi semangat dan visi yang sama dalam mengembangkan pelayanan akan terus terjaga.
Demikian juga bagi pdt Stefanus untuk tetap maju dan melangkah di ladang pelayanan yang baru, karena disanalah selanjutnya pak pdt Stefanus dipanggil untuk melanjutkan pelayanan.
Terima kasih yang tulus dari hati yang paling dalam kami sampaikan kepada pdt Stefanus untuk semua pelayanan yang diberikan kepada jemaat selama masa Vikariat dan selama 2 periode berturut-turut.
Majelis jemaat atas nama jemaat mengucapkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya apabila selama pdt Stefanus dalam melayani ada hal-hal yang mungkin kurang berkenan yang menyakitkan hati pdt Stefanus sekeluarga.

Kiranya semua pengalaman itu tidak menghalangi silahturahmi antara pdt Stefanus dan sekeluarga dan jemaat bekasi untuk selalu menjaga relasi dan hubungan yang baik selama ini yang telah dibangun.
“The last but not least” Doa dan harapan dari seluruh jemaat Bekasi kepada pdt Stefanus dan keluarga agar selalu lancar dan sehat dalam menjalankan pelayanan di jemaat yang baru.
Demikian juga dalam sambutan ini kami selaku majelis jemaat pelayanan di GKP jemaat bekasi, menyampaikan selamat kepada pdt Yoga Willy Pratama S.Si untuk masa perpanjangan pelayanan di GKP Jemaat Bekasi.
Semoga pdt Yoga semakin bersabar dan bersemangat untuk kembali mendampingi dan mengembangkan jemaat dimasa pelayanan periode ke-2 ini.
Doa juga disampaikan kepada pd Yoga agar kiranya selalu sehat sehingga dapat terus mengembangkan jemaat dengan ide-ide kreatif dalam rangka mengembangkan potensi-potensi jemaat.
Kiranya Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala Gereja senantiasa menanungi pdt Stefanus dan pdt Yoga. Tuhan memberkati pelayanan kita bersama.
Majelis Jemaat GKP Bekasi (Sep2016)

Sambutan Majelis Sindoe GKP

Salam Sejahtera di dalam Kristus Yesus,
Hari ini adalah ibadah kita dua momen berlangsung sekaligus. Pengahiran pelayan pdt Stefanus Nyonyo Parinusa dan perpanjangan pelayanan pdt Yoga Pratama.
Satu sama lain memberi nuansa berbeda. Pengakhiran mencuatkan adanya perpisahan. Selama 2 periode pelayanan pdt Stefanus masuk dalam meomori dan kenangan.
Segala karya pelayanannya, segera menjadi bagian waktu yang telah lewat. Sedangkan Pdt Yoga tentu berkelanjutan akan mengisi hari2 ke depan.

Sebagaimana lazimnya perpisahan, mau tidak mau melahirkan keharuan. Meski di GKP perpisahannya tidak bersifat total. Karena perjumpaann secara fisik maupun pekayanan masih terbuka lebar.
Namun demikian, perjumpaannya tidak dalam rangka status relasi antara pdt jemaat dan warga jemaat.
Tentu, masih bertemu pula dengan person2 mejelis jemaat, komisi dan pinita, hanya tidak dalam kaitan relasi yang dibalut pelayanan lansung. Konstruksi relasi antar pdt jemaat dan warga jemaat kental dengan ikatan emosional.
Karakter pelayanan pdt itu tidak bersifat kepegawaian, seperti dalam dunia sekuler biasa, melainkan didalamnya melibatkan kedekatan, kehangatan, pertemanan, persaudaraan dan karena itu satu sama lain menyimpan memori.
Dalam konteks pdt Stefanus yang menyelesaikan tentu semakin banyak memori tercipta. Kami berharap sentuhan pelayanan pdt Stefanus mempunyai arti dan dampak jauh melebihi masa periode pelayanannya itu sendiri.

Sedangkan pdt Yoga yang dipercayai oleh Jemaat Bekasi untuk melanjutkan karyanya satu periode pelayanan lagi. Hal itu indikasi baik. Kami menagkap GKP Bekasi masih besar kerinduannya dan kebutuhan kesnambungan pelayanan pdt Yoga.
Walau tentu dibalik itu, selalu muncul harapan agar diperiode kedua bobot, kreativitas dan kualitas pelayanan perlu ditingkatkan.
Hal itu merupakah aspirasi dan harapan yang patut direspon positif. Karena hal itu akan memacu dan memicu aktualisasi potensi yang dimiliki pdt Yoga.
Artinya pdt Yoga lima tauun kedepan mendapat tugas dan tantangan menjelmakan agar pelayanannya di GKP Bekasi lebih maju lagi.
Dalam pengamatan kami, ditengah keragaman etnis warga jemaat GKP Bekasi, pdt dan majelis mampu dan berhasil membangun sosialitas relasi dan persekutuan.
Nyaris kami tidak mendengar adanya konflik secara internal, walau tentu perbedan pandangan, ide sejatinya pasti suka terjadi. Namun, hal itu lumrah adanya sebagai dinamika berjemaat.
Selain itu GKP Bekasi masuk kategori jemaat yang misioner. Karena GKP Bekasi merupakan profil jemaat yang terus mengembangkan pelayanan yang menjawab perubahan demografi.
Beberapa jemaat meruapakan “anak” GKP bekasi, seperti Cikarng dan Cimuning, Selain itu mendirikan pos pelayanan di Tambun.
Fenomena ini harus ditiru jemaat gkp lainnya. Oleh karena itu juga, selain memperpanjang pelayanan pdt Yoga, GKP Bekasi masih segera membutuhkan tenaga pelayanan tambahan.
Ditambah lagi dengan radius pelayanan yang luas, tingkat keterbatasan domisili warga jemaat, kehidupan masyarakat yang kompleks.
Kebutuhan demikian sudah menjadi tuntutan ke depan, kami berharap GKP Bekasi dengan potensi SDMnya yang baik, menjadi sebuah jemaat yang mononjol dalam kiprah oikumenis dan kemasyarakatan di kota Bekasi dan sekitarnya.
Sebab, fungsi “garam” dan “terang” bukan hanya untuk jemaat internal saja, melainkan pula dirasakan oleh masyarakat dan gereja kota Bekasi.

Pada akhirnya kami mengucapkan selamat memasuki medan pelayanan yang baru pdt Stefanus dan selamat terus barkarya bagi pdt Yoga.
Terima kasih kepada keluarga mkasing2 yang telah memberi peran supporting. Kamipun ingin mengekspresiasikan seluruh majelis jemaat, komisi2, panitia besera seluruh warga jemaat yang telah menjadi mitra yang baik bagi pdt Stefanus dan pdt Yoga dalam pelayanan mereka.
Kita semua percaya, untuk pekerjan Tuhan tidak ada yang sia2.
Sekian, terima kasih.

Atas nama, .majelis Sinode GKP

Pdt Supriatno STH MM,  Ketua Umum

Pdt. Paulus Wijono,  Sekretaris Umum