GKP jemaat Bekasi

Berakar dan dinamis menjawab panggilanNya

Dari masa penyemaian benih hingga kemandirian.

gkpbekasi

Masa penyamaian benih dimulai dari perpindahan keluarga Ibu Bidan Willy Niman warga jemaat GKP Bandung ke Bekasi pada tanggal 18 Aril 1956 dan bertempat tinggal di Pedurenan Bekasi Timur.
Kemudian diikuti dengan perpindahannya keluarga bpk Ripan Niman warga jemaat GKP Cawang dan bertempat tinggal di Jalan raya Bekasi Timur (Sekarang Jl. Ir. H.Juanda).
Kebaktian pertama dilakukan pada tanggal 29 Desember 1956, berupa kebaktian Natal bersama, bertempat di rumah bpk Ripan Niman.
Kebaktian natal ini mengawali sekaligus menandai dimulainya persekutuan warga kristen yang ada di Bekasi, dengan kebaktian secara berkala yang tempatnya secara bergantian, dirumah Ibu Bidan Willy Niman dan di rumah bpk Rivan Niman (di depan gedung gereja yang sekarang menjadi kantor Notaris).

Setelah mengadakan kebaktian lebih kurang 3 tahun pada tahun 1959, kelompok persekutuan kristen ini resmi menjadi pos kebatian GKP Tanah Tinggi.
Melihat bahwa kediaman Ibu Willy Niman sudah tidak memadai untuk diadakannya kebaktian dengan jumlah warga jemaat terus bertambah, maka dibentuklah Panitia Pembangunan Gedung Gereja.
Pada masa ini terlihat bahwa disamping upaya peminaan jemaat, melalui kebaktian-kebaktian, titik berat perhatian juga diarahkan pada tahap lanjut dari pembangunan gedung gereja. Upaya pembinaan melalui kebaktian-kebaktian menampakkan hasil ketika makin banyak keluarga-keluarga Kristen yang bersekutu, walaupun sarana pada masa itu masih minim.

Dengan adanya gedung gereja, maka pemantapan pelayanan dan persekutuan mejadi lebih ditingkatkan. Guna menunjang peningkatan pelayanan, maka untuk pertama kalinya dipilih dan diteguhkan Anggota Majelis Jemaat untuk Pos kebaktian Bekasi, yakni terdiri dari bpk Ripan Niman, bpk Saem Saiman, pk Wasktio, Ibu Willy Niman, bpk dr. Aristarkus Pauntu dan bpk J. Pella.
Anggota-anggota Majelis Jemaat inilah yang membantu pelayanan dalam jemaat yang dilakukan oleh vikaris Muhali Sairoen.

Vikaris Muhali Sairoen kemudian dipindahkan ke GKP Cawang dan ditahbiskan menjadi pdt Injil yang ditugaskan GKP Tanah Tinggi tahun 1976. Bpk Alipas Niman pindah ke kampung sawan dan sejak itu pelayanan dilakukan oleh Vikaris Andreas Soeparno.
Masa-masa pemantapan dengan bertambahnya jumlah Majelis jemaat Bpk T.U.H Sidabutar dan bpk B.P.L Tobing berlangsung berkat komitmen dan kesatuan hati hingga akhirnya pada rabu 20 September 1978 Pos Kebaktian Bekasi resmi menjadi jemaat yang mandiri dengan jumlah anggota 107 KK ta sekitar 507 jiwa.

Menghadapi perubahan
GKP Bekasi mewujud menjadi sebuah keluarga besar dengan jumlah anggota 640 KK atau sekitar 2,400 jiwa. Kebaktian Umum hari Minggu diselenggarakan dalam 3 kali yaitu pukul 6.30, 9.00 dan 17.00.
Kegiatan kategorial wilayah serta pembinaan dan pelatihan (katekisasi, paduan suara, latihan musik dll) mengisi seluruh hari dalam sepekan.
Disamping itu GKP Bekasi juga mengembangkan pelayanan dibidang pendidikan formal dan non formal melalui kehadiran Paud “Lentera Kasih” dan sekolah musik “Nafiri”.

Majelis Jemaat priode 2013-2017 berjumalh 39 orang dan pengawas perbendaharaan jemaat sebanyak 5 orang, penatalayanan jemaat ditopang juga oleh komisi katergorial (Anak, remaja, pemuda, perempuan, pria dan lansia).

lepas_sambut-1
Komisi non kategorial (Diakonia, liturgi musik gerejawi dan hari raya gerejawi), Pengurus Pos Kebaktian (Cigelam dan Tambun), pengurus Wilayah (I-XII) dan Tim kerja (pembangunan, kelistrikan dan K3:kebersihan, keindahan dan kenyamanan).
Dibawah naungan Komisi pelayanan Perempuan juga hadir Rumah Perempuan, sebagai wadah bagi kaum perempuan untuk berkarya di bidang sosial, kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi melalui berbagai ketrampilan.

4970a-kompri2b15oct2b2013
GKP Bekasi kini berada dtengah kota yang mengalami perubahan yang pesat. Lahan terbuka dan rawa telah disulap menjadi pemukiman padat, sejumlah pertokoan modern dan hunian vertikal.
Seiring dengan perkembangan fisik, berkembang pula masalah sosial dan ekologi. Meningkatnya angka kejahatan, konflik horizontal, banjir dan sampah adalah contoh dari segudang masalah yang dialami masyarakat kota bekasi.

Masalah sosial yang menjadi tantangan bagi geraja adalah individualisme, kemeroosotan moral dan intoleransi. Orang-orang beradu kepentingan hingga mengorbankan sesamanya.
Lihatlah peredaran narkoba, mobilisasi massa hingga terjadi bentrl fisik dan penularan gaya hidup konsumerisme menjadi alat kepentingan yang menelan korban generasi muda.
Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan pengawasan dan pengendalian di tingkat mikro dan makro serta tatanan moral masyarkat.
Keberagaman kelangkaan figur teladan mempercepat robohnya pilar2 tatanan moral masyarakat.
Keberagaman menjadi bencana, tatkala benih kebencian ditaburkan dalam hati anak2 yang polos dan stigmatisasi atas kaum minoritas secara terstruktur begitu gencar.
Dalam konteks itulah GKP Bekasi hadir dan berjuang untuk bertahan dan memenuhi panggilannya, menjadi garam dan terang, menjadi gereja bagi sesama.

Menjawab tantangan dan menggerakkan potensi.

Majelis jemaat mengusung tema “Membangun geraja dengan keluarga yang berkarakter Kristus” pada tahun pelayanan 2106/2017. Keluarga merupakan wilayah yang paling vital untuk membangun persekutuan, bahkan membangun bangsa.
Dalam berkeluarga, iman berakar dan bertumbuh. Pebinaan dan pemeliharaan jemaat dalam keluarga menjadi prioritas pelayanan.
Bila trend gereja super dengan jumlah penghadir kebaktian yang fantastis, sering tidak disertai dengan ikatan emosionalnka GKP Bekasi baru mengawali mimpi besarnya dengan menjalin relasi antar anggota, membangun ikatan kekeluargaan dengan rasa saling memiliki dan membutuhkan.
Ragam kegiatan yang membuka ruang komunikasi dan keakraban dibuat untuk mengimbangi kegiatan reguler dalam persekutuan.

Tuhan membangun GKP Bekasi dengan potensi SDM yag sangat besar. Potensi besar itu akan sia-sia tanpa arah dan model penatalayanan yang bisa merangkul dan menggerakkanya.
Bergerak dinamis, tangpap terhadap perubahan dan peduli pada konteks, termasuk pergumulan bersama akan memacu derap langkah dan perberdayaan seluruh potensi yang dimiliki jemaat.
Dengan hadirnya seorang pdt jemaat yang baru yang akan bersinergi dengan pelayan2 yang ada GKP bekasi, kiranya mimpi besar menjadi gereja yang maju, mandiri dan menjadi berkat bisa terwujud.

disadur dari buku acara lepas sambut Sep-2016.

lepas_sambut-3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s