Terima kasih pak pdt Stefanus dan selamat melayani pak pdt Yoga.

lepas_sambut-3Tidaklepas_sambut-17 terasa waktu begitu cepat berlalu setelah selesai acara kotbah serial dalam rangka ulang tauhn GKP jemaat Bekasi, hari ini adalah hari pengakhiran pelayanan bapak Pdt Stefanus N Parinusa M.Th. di Jemaat Bekasi.
Dan beliau harus melanjutkan pelayanannya di GKP Jemaat Awiligar Bandung dan boleh dibilang beliau adalah produk GKP Jemaat Bekasi katanya, karena mulai dari masa vikariat dan menjadi pdt samapai 2 periode.

Dalam refleksi bapak pdt Stefanus dalam buku acara disampaikan ada 3 hal yang penting, pertama pertumbuhan, kedua pendewasaan dan terakhir pengembangan.
Dalam tahap-tahap ini, masa beliau bertumbuh mulai dari menjalani masa vikariat, ada beberapa hal yang di high light beliau yaitu peribadahan, pelayanan diakonia, perbendaharaan jemaat dan aset.

Pada masa ini juga Pelayanan Diakonia bertumbuh menjadi “brand” GKP Bekasi kemudian pendewasaan dengan merasakan “irama” jemaat untuk “menari bersama” bergerak menuju jemaat yang bertumbuh dan dewasa.
Dalam hal aset, jemaat mulai melakukan penambahan aset seperti pastori di narogong dan rawa semut selain di bulak kapal, ruko sebagai sarana penunjang ibadah.
Tahap pengembangan keberadaan GKP berkembang bukan dalam hal internal saja tetapi juga bergerak keluar (eksterna).

Menurut beliau ada 5 indikator gereja yang sehat.
1. Anggota jemaat terelasi satu sama yang lain, bercorak komunitas.
2. Kode genetik gereja, Gereja yang sehat mengenal “DNA” nya dengan jelas.
3. Kepmimpinan gereka; fungsi-fungsi yang dibagi-bagi (share function) dan ministry.
4. Berfocus pada misinya dan mempunyai orientasi keluar mulai dari lingkungan terdekat dan
5. Gereja yang sehat “merangkul perubahan” walaupn adakalanya menyakitkan (inertia bs reinvention).

lepas_sambut-19lepas_sambut-18

Dan beliau menutup dengan kalimat bijak “awali segala sesuatu dengan baik dan akhiri segala sesuatu dengan baik pula”
Terima kasih pak pdt Sthhepanus yang telah bersama-sama dengan GKP Jemaat bekasi selama 12 tahun, mohon maaf dari yang dalam dari kami jemaat GKP bekasi bila selama ini ada kesalahan dalam kebersamaaan.

Begitu juga bapak pdt Yoga Pratama yang juga sudah melayani 5 tahun di GKP Jemaaat Bekasi, tapi masih diharapkan oleh jemaat Bekasi untuk melayani sehingga beliau diparpanjangan pelayanannya periode ke-dua.
Hanya bisa kita sampaikan selamat melanjutkan pelayanannya dan kalau orang bilang sinsingkan lengan baju mari kita bekerja.lepas_sambut-20

Dalam refleksi bapak pd Yoga Willy Pratama S.Si disampaikan bahwa melayani adalah merenda karya bersama bukan sebuah aksi tunggal.
Betapapun kita merasa mampu, tak ada yang bisa kita perbuat jika tanpa kehadiran orang lain.
Mereka yang ada disekeliling kita turut berperan dengan beragam cara memberi keindahan dalam setiap sentuhan karya pelayanan.
Dalam perjalanan pelayanan beliau merasakan bahwa Allah datang mendekat dan melekatkan diri melalui kehadiran para sahabat ditengah persekutuan.

Terima kasih pak pdt Yoga, mari kita melanjutkan kebersamaan dalam pelayanan bapak beserta pak pdt Sain Pieter dalam ladang Tuhan di GKP Jemaat Bekasi.

lepas_sambut-2

Demikian yang bisa saya sampaikan dan dalam kebaktian hari ini Minggu 2 Oktober 2016, dilayani oleh 3 pdt sekaligus, pertama oleh pak pdt Stefanus selaku pengakhiran pelayanan kemudian oleh pdt Sinode sebagai pimpinan acara lepas sambut kemudian dilanjut oleh pak pdt Yoga dalam pelayanan barunya dalam periode 2016 ~ 2021.

Tanda bukti kebersamaan pak pdt Stefanus dengan jemaat bekasi dengan banyaknya jemaat hadir pada saat kebaktian rumah tangga gabungan dari wilayah 1 ~ 12 dan pos pelayanan tambun hadir memenuhi ruang ibadah pada hari Rabu 28 Sep 2016, yang khsus diadakan, karena tidak ada kesempatan pada kebaktian lepas sambut yang dipimpin oleh Sinode.

lepas_sambut-1
Pada saat itu jemaat yang memberikan tanda kasih dan kenangan kepada beliau banyak, sampai-sampai sepertinya susah untuk membawa pulang kerumah …. :).
Dan banyak ucapan melalui buku acara yang disusun oleh painita Peresmian, Perpanjangan dan Pengakhiran (P3) yang diketuai oleh Bapak Kasnarto Hadi, dari semua wilayah dan bahkan dari keluarga jemaat sehingga buku acara penuh dengan ucapan terima kasih atas pelayanan pdt Stefanus dan selamat atas perpanjangan masa pelayanan pak pdt Yoga.

dan Minggu 9 Oktober 2016 juga akan diadakan kebaktian lepas sambut untuk pak Pdt Budi Triadi Kaidun S.Th dan pak Pdt Stefanus, selaku pelayan di GKP Jemaat Awiligar Bandung.

Tuhan yang bekerja di jemaat Bekasi maupun jemaat Awiligar di Bandung dalam pertumbuhan iman yang dewasa.

Tuhan memberkati.

Sambutan Majelis Jemaat GKP Bekasi
Tak terasa waktu berjalan sangat cepat genap 12 tahun bersama dengan pdt Stefanus tetapi semangat dan visi yang saat dalam mengembangkan pelayanan akan terus terjaga. pdt Stefanus telah bersama=sama dengan jemaat bekasi.
Semua fase telah silih berganti dilalui dan mendatangkan pengalaman sangat mahal untuk mengarungi pelayanan di masa-masa yang akan datang.
Perpisahan selalu sulit untuk dihadapi, demikian juga dalam kurun waktu yang cukup lama. Apresiasi yang setinggi-tingginya di sampaikan kepada pdt Stefanus untuk semua desikas dan totalitas dalam melauani jemaat selama menjadi fondasi untuk perkebangan gereja semakin baik kedepanya.
Pada akhirnya kita diperhadapkan dengan pandangan sederhana yang berbunyi “The Show must Go On”
Pesan sederhana ini berlaku bagi jemaat GKP Bekasi untuk terus menatap kedepan meskipun tidak akan lagi bersama degan pdt Stefanus tetapi semangat dan visi yang sama dalam mengembangkan pelayanan akan terus terjaga.
Demikian juga bagi pdt Stefanus untuk tetap maju dan melangkah di ladang pelayanan yang baru, karena disanalah selanjutnya pak pdt Stefanus dipanggil untuk melanjutkan pelayanan.
Terima kasih yang tulus dari hati yang paling dalam kami sampaikan kepada pdt Stefanus untuk semua pelayanan yang diberikan kepada jemaat selama masa Vikariat dan selama 2 periode berturut-turut.
Majelis jemaat atas nama jemaat mengucapkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya apabila selama pdt Stefanus dalam melayani ada hal-hal yang mungkin kurang berkenan yang menyakitkan hati pdt Stefanus sekeluarga.

Kiranya semua pengalaman itu tidak menghalangi silahturahmi antara pdt Stefanus dan sekeluarga dan jemaat bekasi untuk selalu menjaga relasi dan hubungan yang baik selama ini yang telah dibangun.
“The last but not least” Doa dan harapan dari seluruh jemaat Bekasi kepada pdt Stefanus dan keluarga agar selalu lancar dan sehat dalam menjalankan pelayanan di jemaat yang baru.
Demikian juga dalam sambutan ini kami selaku majelis jemaat pelayanan di GKP jemaat bekasi, menyampaikan selamat kepada pdt Yoga Willy Pratama S.Si untuk masa perpanjangan pelayanan di GKP Jemaat Bekasi.
Semoga pdt Yoga semakin bersabar dan bersemangat untuk kembali mendampingi dan mengembangkan jemaat dimasa pelayanan periode ke-2 ini.
Doa juga disampaikan kepada pd Yoga agar kiranya selalu sehat sehingga dapat terus mengembangkan jemaat dengan ide-ide kreatif dalam rangka mengembangkan potensi-potensi jemaat.
Kiranya Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala Gereja senantiasa menanungi pdt Stefanus dan pdt Yoga. Tuhan memberkati pelayanan kita bersama.
Majelis Jemaat GKP Bekasi (Sep2016)

Sambutan Majelis Sindoe GKP

Salam Sejahtera di dalam Kristus Yesus,
Hari ini adalah ibadah kita dua momen berlangsung sekaligus. Pengahiran pelayan pdt Stefanus Nyonyo Parinusa dan perpanjangan pelayanan pdt Yoga Pratama.
Satu sama lain memberi nuansa berbeda. Pengakhiran mencuatkan adanya perpisahan. Selama 2 periode pelayanan pdt Stefanus masuk dalam meomori dan kenangan.
Segala karya pelayanannya, segera menjadi bagian waktu yang telah lewat. Sedangkan Pdt Yoga tentu berkelanjutan akan mengisi hari2 ke depan.

Sebagaimana lazimnya perpisahan, mau tidak mau melahirkan keharuan. Meski di GKP perpisahannya tidak bersifat total. Karena perjumpaann secara fisik maupun pekayanan masih terbuka lebar.
Namun demikian, perjumpaannya tidak dalam rangka status relasi antara pdt jemaat dan warga jemaat.
Tentu, masih bertemu pula dengan person2 mejelis jemaat, komisi dan pinita, hanya tidak dalam kaitan relasi yang dibalut pelayanan lansung. Konstruksi relasi antar pdt jemaat dan warga jemaat kental dengan ikatan emosional.
Karakter pelayanan pdt itu tidak bersifat kepegawaian, seperti dalam dunia sekuler biasa, melainkan didalamnya melibatkan kedekatan, kehangatan, pertemanan, persaudaraan dan karena itu satu sama lain menyimpan memori.
Dalam konteks pdt Stefanus yang menyelesaikan tentu semakin banyak memori tercipta. Kami berharap sentuhan pelayanan pdt Stefanus mempunyai arti dan dampak jauh melebihi masa periode pelayanannya itu sendiri.

Sedangkan pdt Yoga yang dipercayai oleh Jemaat Bekasi untuk melanjutkan karyanya satu periode pelayanan lagi. Hal itu indikasi baik. Kami menagkap GKP Bekasi masih besar kerinduannya dan kebutuhan kesnambungan pelayanan pdt Yoga.
Walau tentu dibalik itu, selalu muncul harapan agar diperiode kedua bobot, kreativitas dan kualitas pelayanan perlu ditingkatkan.
Hal itu merupakah aspirasi dan harapan yang patut direspon positif. Karena hal itu akan memacu dan memicu aktualisasi potensi yang dimiliki pdt Yoga.
Artinya pdt Yoga lima tauun kedepan mendapat tugas dan tantangan menjelmakan agar pelayanannya di GKP Bekasi lebih maju lagi.
Dalam pengamatan kami, ditengah keragaman etnis warga jemaat GKP Bekasi, pdt dan majelis mampu dan berhasil membangun sosialitas relasi dan persekutuan.
Nyaris kami tidak mendengar adanya konflik secara internal, walau tentu perbedan pandangan, ide sejatinya pasti suka terjadi. Namun, hal itu lumrah adanya sebagai dinamika berjemaat.
Selain itu GKP Bekasi masuk kategori jemaat yang misioner. Karena GKP Bekasi merupakan profil jemaat yang terus mengembangkan pelayanan yang menjawab perubahan demografi.
Beberapa jemaat meruapakan “anak” GKP bekasi, seperti Cikarng dan Cimuning, Selain itu mendirikan pos pelayanan di Tambun.
Fenomena ini harus ditiru jemaat gkp lainnya. Oleh karena itu juga, selain memperpanjang pelayanan pdt Yoga, GKP Bekasi masih segera membutuhkan tenaga pelayanan tambahan.
Ditambah lagi dengan radius pelayanan yang luas, tingkat keterbatasan domisili warga jemaat, kehidupan masyarakat yang kompleks.
Kebutuhan demikian sudah menjadi tuntutan ke depan, kami berharap GKP Bekasi dengan potensi SDMnya yang baik, menjadi sebuah jemaat yang mononjol dalam kiprah oikumenis dan kemasyarakatan di kota Bekasi dan sekitarnya.
Sebab, fungsi “garam” dan “terang” bukan hanya untuk jemaat internal saja, melainkan pula dirasakan oleh masyarakat dan gereja kota Bekasi.

Pada akhirnya kami mengucapkan selamat memasuki medan pelayanan yang baru pdt Stefanus dan selamat terus barkarya bagi pdt Yoga.
Terima kasih kepada keluarga mkasing2 yang telah memberi peran supporting. Kamipun ingin mengekspresiasikan seluruh majelis jemaat, komisi2, panitia besera seluruh warga jemaat yang telah menjadi mitra yang baik bagi pdt Stefanus dan pdt Yoga dalam pelayanan mereka.
Kita semua percaya, untuk pekerjan Tuhan tidak ada yang sia2.
Sekian, terima kasih.

Atas nama, .majelis Sinode GKP

Pdt Supriatno STH MM,  Ketua Umum

Pdt. Paulus Wijono,  Sekretaris Umum

Advertisements

4 thoughts on “Terima kasih pak pdt Stefanus dan selamat melayani pak pdt Yoga.

  1. Terima kasih Pak Gultom telah merekam peristiwa pengakhiran dan perpanjangan masa pelayanan pendeta jemaat GKP Bekasi di blog ini. Semoga menjadi inspirasi bagi semua pembaca. TYM

    Like

  2. Terima kasih Pak Gultom. Sy bangga baca blog nya. Terima kasih utk semua cinta kasih dan support Bp selama ini. Tuhan memberkati Bp dan keluarga

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s