img_20161210_133308-mobile
Anak-anak bersama kuda

Sesuai dengan program Diakonia tahun 2016, pelatihan Diakonia akan diadakan untu kmere-fresh ulang dan memotivasi team/komisi agar lebih menghayati arti berdiakonia.
Bersamaan juga akan dibahas rencana dalam pelaksanaan bulan diakonia yang akan diadakan bulan Feb 2017.

Seiring dengan perlunya waktu yang berkesinambungan dan tempat yang membuat focus peserta maka dipilihlah untuk melakukan pembinaan dan program kerja tahun 2017 di luar daerah/bekasi/gereja. Sesuai dengan kesepakatan dan ketersediaan waktu masing-masing komisi terutama Pak Pendeta dan Ketua Bid 2 maka 10 dan 11 december 2016 pelaksaannya di lembang “Villan Istana Bunga” Cluster Rotensia Blok J2 No. 5. Memang sedikit kendala dengan penentuan waktu karena besamaan dengan kegiatan natal, sehingga ada beberapa anggota komisi tidak bisa ikut sera terutama dari wilayah 9, karena mereka melayani saat kebaktian minggu 11 dec. Bersamaan juga libur panjang karena senin libur bersama, maka sudah pasti keadaan jalan akan macet, dan diputuskan berangkatlebih awaljam 7 pagi, walau sedikit melar jadi jam 8.
Dan benar adanya jalan sudah macet sehingga waktu tempat sampai dilembang adalah 6 jam”-an…..

Dengan tidak mengurangi semangat setelah tiba, anggota komisi bersantai untuk mengembalikan performa karena mulai pukul 19 akan dilaksanakan pembinaan dan pembahasan program 2017 yang rencana sampai dengan pukul nolnol.
Ditambah lagi dengan kehadiran Pak Pdt Em Djony yang menjadi narasumber dengan judul “peran buku dalam pembinaan dan peran komisi dalam berdiakonia” dalam konteks mengajak jemaat untuk gemar membaca dan menulis.

Dalam penjelasannya beliau menyampaikan bahwa
1. Roh Kudus telah turun dan masing-masing rasul bisa menyampaikan dengna bahasa masing-masing.
Dengan pengertian ini, maka walau kita pada saat itu tidak ada dan tidk mengerti dengan bahasa yang disampaikan, maka saat ini tugas dari LAI untuk menterjemahkan sehingga kita bisa mengerti dengna bahasa masing-masing.
2. Dalam rangka pengyampaian kepada pihak lain agar bisa sincron dengan keiinginan kita maka, haruslah dierikan pengertian, sehingga saat kita ingin menyampaikan sesuatu tidak salah pengertian.
3. Jika kita ditebus dan dimiliki oleh Tuhan maka kita harus belajar bergaul dengna Tuhan, karena Tuhan telah lebih dahulu mengenal kita.
4. Dalam kehidupan yang baik maka dalam pengeluaran harus diatur dengan 40% keperluan hidup , 30% membayar cicilan dan 30% ditabung untuk hari depan.
5. Apa uyang ada/bisa dilakukan haruslah di pergunakan dalam pelayanan di ladang Tuhan terutama talenta yang kita miliki karena itu adalah karunia Tuhan kepada kita.

beliau juga memberikan refleksi pelayanan dalam tulisan seperi dibawah.

Suatu karunia atau kebetulan.. semua peserta dengan serius mengikuti kotbah Papen Djony, karena mengalir dengan baik, tanpa ada hambatan,ada ada suatu muzizat dari penemuan yaitu pemulihan dalam kesehatan tubuh.
Dengan adannya penemuan ini dan bisa dijangkau, maka kami dengan serta merta ikut dalam memiliki dan sampai ada ungkapan “semprot”. Karena walau kita telah lelah dengan menyemprotkan benda ini menjadi segar kembali….

alon-2
Pdt Djoni

dan setelah beliau selesai menyampaikannya maka beliau undur diri karena beliau harus melayani esok harinya di Tanjung barat rencana berangkat pukul 5 pagi.
Kami berlanjut dengan membahas hasil program tahun 2016 dalam bentuk pengeluaran dan penerimaan.

Disamping itu juga membahas sedikit program untuk pelaksanaan bulan diakonia Feb 2017 dengan rincian :
Minggu ke-1 : Melakukan aksi donor darah bekerja sama dengan PMI yang di koordinator oleh saya sendiri (Gultom)
Minggu ke-2 : memberikan bantuan pendidikan dan keluarga tidak berpunya dikoordinir oleh Ibu Ida.
Minggu ke-3 : Kebaktian syukur dengan mengisi pujian dari team diakonia, serta memberikan tanda kasih ke lingkungan GKP dikoordinir oleh Ibu Ineke bekerjasama dengan RT dan Masjid.
Minggu ke-4 : Baskti sosial dengan memberikan pengobatan gratis kepada jemaat yang memerlukan serta lingungan gereja berada sebagai tanda peduli lingkunganbekerja sama dengan RS Bayukartayang dikoordinisoleh Bu Giyatin.
Disamping kegiatan mingguan diatas juga dilakukan safari kunjungan kepada semua wilayah yang dikoordinir oleh Ibu Lestina dan bazar yang dikoordinir oleh bapak Sutarmo.

Pada saat kebaktian syukur team komisi akan mengisi pujian dalam 3 kali kebaktian dengan judul “Adakah tempat di hatimu”

Dan pada waktu pukul nol nol, kami break untuk menikmatikueh ulang tahun, karena memang sudah dipersiapkan.

Terima kasih kepada bapak/ibu komisi diakonia khususnya pak Pdt Yoga yang telah mendoakan dengan berambahnya umur satu tahun,dan berkurangnya jatah umur..

Semoga dengan umur bertambah ini, menjadi bartambah iman dan tidak mudah  emosi.

Setelah selesai makan kue,kembali melanjutkan pembahasan hasil program sampai dengan pukul 2.00 pagi

Pagi harinya muulai pukul 6.00, harus bangun karena akan melakukan senam ayo kita bersama dan ditutup dengan maumere dengan total durasi 45 menit.

Kemudian kami mempersiapkan diri untuk kebaktian pukul 9 pagi dan lanjut dengan games dengan joget balon..yang sebelumnya latihan untuk mengisi pujian pada saat bulan diakonia Feb 2017 dengan pujian “Adakah dihatimu”

Berikut liryknbya

ADAKAH TEMPAT DI HATIMU

satu suara:

Adakah tempat di hatiMU

Untuk m’reka yang terluka

Yang mengharapkan uluran tanganMU

Sudikah kau menerima

 

pecah kendi:

Adakah waktu di hidupMU

Untuk melayani Tuhan

Menolong sesama yang menderita

Tak kenal kasih sayang

 

Ref.

..O sekaranglah saatnya

Kau merenungkan

Apa arti hidup ini

Kemana kau pergi pergi

Mengapa untuk hal dunia

DiriMU rela terikat

Tapi tak satu pun tempat tersedia

Untuk Sang Juru Selamat

 

perempuan saja:

Persembahkan sluruh hidup ini sbagai korban yg hidup

Persembahkan bagai korban yg kudus berkenan bagi Allah…

 

lelaki saja:

Janganlah serupa dunia dan berubahlah dirimmu

Sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah

Ref….

 

Berikut para partisipan dalam main games joget dua orang dengan balon, tanpa jatuh.

..

Yah begitu padatnya acara dan sebelum pulang kami makan siang bersama untuk bekal di jalan, dan kebetulan senin libur maka saya masih bertahan untuk melanjutkan azara keluarga.

Terima kasih kepada semua komisi diakonia yang turut serta dalam mendukung acara ini, dan khususnya kepada pak pdt Djoni dan Pdt oga yang telah memberikan penguatan melalui kotbah diakonia.

Tuhan Yesus emberkati.

Amin.

PEKAN BUKU DALAM PEMBINAAN PERTUMBUHAN UMAT MANUSIA
(Tinjauan teologis-sosiologi )

Kita bersyukur bahwa janji Tuhan Yesus Kristus di Kis 1:8 bahwa roh kudus akan dikaruniaikan kepada murid2Nya supaya mereka mempunyai kuasa/potensi hingga Injil (kabar sukacita/anugerh keselamatan) akan diberikan keseluruh umat manusia (sampai keujung dunia) benar dipenuhi. Hal ini nampak al:
1. Sejarah/perjalan pekabaran Injil yang dilakukan oleh para rasul keberbagai tempat yang antara lain berbuah berdirinya jemaat2 pertama diberbagai tempat juga surat2 yang ditulis para rasul keberbagai pihak (pribadi dan jemaat) berkaitan dengan kegiatan pekabaran Injil ini (Kitab Kisah para rasul dan surat2 yang ditulis mereka, peran rasul Paulus sangat besar dalam hal ini).
2. Roh Kudus menuntun umatNya, hingga pada tahun 367, melalui peran uskup Alexanderia Atanasius, maka kupulan Alkitab seperti yang ada saat ini (PL, 39 kitab dan PM 27 kitab) diterima umat.
3. Roh Kudus pula yang nenuntun lahirnya Lembaga Alkitab pertama berdiri di Inggris pada 7 maret 1804, (dengan inspirasi dari seorang gadis remaja, Mary Jones) hingga banyak orang dapat dengan mudah memperoleh/membaca Alkitab, karena tugas utama lembaga Alkitab adalah menerjemahkan, menerbitkan dan mendistribusikan Alkitab.
4. Roh Kudus pula yang kemudian bekerja di Indonesia melalui upaya2 pekabaran Injil diberbagai tempat di wilayah Indonesia, melalui kata2 dan perbuatan nyata (antara lain : pendidikan dan kesehatan) hingga berdirilah gereja2 di Indonesia dan antara lain: Lembaga/badan pelayanan dibidang pendidikan, kesehatan, panti asuhan dll, dan pada waktunya maka karya Roh Kudus nampak yakni pada 9 Feb 1954 dengan berdirinya Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang terpanggil untuk, menerjemahkan (antara lain ke dalam bahasa2 daerah), menerbitkan dan mendistribusikan Alkitab. (Cat. Terjemahan Injil Matius ke dalam bahasa melayu tahun 1629 telah dilakukan dan adalah terjemahan yang pertama ke dalam Bahasa non eropa).
5. Roh Kudus pula yang bekerja melalui hamba2Nya/para penulis, hingga saat ini tersedia bacaan Alkitab sehari2, yang menuntun umatNya setiap hari dapat membaca Alkitab dengan renungan sesuai dengan konteks waktu, tempat bahkan usianya dalam upaya hidup sesuai kehendak/firmanNya.
6. Roh Kudus pula yang bekerja melalui hamba2Nya/para penulis, hingga tersedia berbagai buku rohani dalam menuntun umat untuk berbuat sesuai kehendakNya diberbagai bidang kehidupan dan disepanjang usianya (untuk anak, remaja, pemuda, perempuan, laki2, lansia, keluarga dll, dibidang iman Kristen, kesehatan, economi, politik dll, antara lainL lihat buku2 best seller seri : ”selamat” bapak Dr. Andar Ismai bin.Kis 8:26-40 (peranFilipus)
7. Melihat betapa besar karunia Roh Kudus melalui peran bacaan ini, maka bagaimana kita saat ini mensyukury dan mengembangkannya. Apa kendala dan kesempatan yang kita hadapi?. Pertama2 memang kita menyadari bahwa kita termasuk bangsa/masyarakat dengan budaya/tradisi lisan (perhatikan betapa asyiknya kita ngobrol, ngerumpi, pidato dll di berbagai kesempatan-hp ada diberbagai kalagan masyarakat kita), bukan udaya tulis dan membaca (lihat minimnya informasi tertulis berbagai tempat umum/ruang public). Untuk masuk pada penyadaran pentingnya budaya/tradisi tulis, sebenarnya bukan suatu yang berat, membacapun sebenarnya “ngobrol”, berbicara tapi secara imajiner dengan sang penulis intinya : berbagai informas, ekspresi dll, dapat kita lakukan dengan lisan maupun tulisan (lihat peran dokumen tertulis dan audio visual diberbagai kehidupan masyarakat kita).
8. Lalu apa yang dapat kita lakukan? Mari kita mulai dari hal2 yang kecil dan sederhana. Ada pepatah mengatakan, untuk berbagai peristiwa, maknai dengan bunga jadi :”katakan dengan bunga”. Orang muda saat ini mengatakan, karena music adalah Bahasa universal makaL “Katakan dengan music. Maka untuk menumbuhkan kesadaran budaya membaca/menulis, mari kita menghayati somboyan: “Katakan dengan buku”. Artinya, pada berbagai peristiwa berikan antara lain: buku sebagai pemberian/kadonya (lihat antara lain: acara Kick Andy, Oprah Winfrey dll). Pada setiap pelawatan Pendeta dan Majelis Jemaat, bawalah buku sesuai dengan keperluan yang dilawat, selain buah2an, bunga dll. Sebab, jangan berharap dulu kebiasaan umat datang mencari buku (keperpustakaan jemaat, kalau sudah ada), tapi mari upayakan: buku datang ke orang/umat. Lakukanlah mulai dari anak2 dan diberbagai kategori usia, kegiatan lomba: meggambar, menulis, usahakan antara lain: buku2, jangan hanya piala, dan benda2 lainnya saja.
9. Bila budaya membaca/menulis adalah suatu kebiasaa, mari kita mulai di keluarga kita masing2. Kalau kita ajak anak2 kita bepergian/piknik, selain kita bawa menikmati tempat yang indah, makanan yang lezat di daerah tsb, ajak mereka ke took buku untuk melihat dan membeli buku yang sesuai dengan mereka. Jadi bukan saat mata menikmati indahnya alam, lidah dan perut dipuaskan, tetapi juga ada batin, intelektual dan spiritual yang dikembangkan. Coba bayangkan bahwa nantinya dikamar anak2 kita sejak kecil mereka bukan saja koleksi boneka dan mainan saja, melainkan juga buku2. Sementara itu jemaatpun mulai mengembangkan perpustakaan jemaat (dulu peran kolportase gereja penting). Bukankah seharunya salah satu ciri sekolah2 yang diselenggarakan gereja adalah punya perpustakaan baik dan murid2 yang gemar membaca?.Hal ini pasti dapat juga menjadi salah satu kegiatan yang menunjang tersalurnya potensi generasi muda dimana tawuran/kecenderungan kekerasan terjadi? Seorang sosiologi pernah mengingatkan betapa sekarang ini sekolah/tempat pendidikan kurang memperhatikan kegiatan/adanya sarana olahraga dan berkesenian hingga potensi mereka mengarah ke yang negative/tawuran. Jadi adanya perpustakaan dan kegiatan membaca, khususnya dalam mempersiapkan mereka sebagai generasi mendatang. (Cat. BPK-GM pernah menerbitkan buku tentang pembuatan perpustakaan sederhana, juga beberapa penerbit lainnya). Mari kita hayati dan maknai ungkapan2 berikut ini:
a. “Buku itu gudangnya ilmu dan gemar membaca itu kuncinya”, yang dapat kita kembangkan pula dengan: ”Ciptaan Tuhan itu (Alam semesta dan segala isinya; fauna, flora, manusia (aplikasi dan mereproduksi penemuan baru) ,bintang, bulan, matahari dllnya) Indah dan membawa berkah, dan gemar meneliti itu kuncinya ”Buku itu pintu kalbu”
10. Dalam hal kesadaran membaca dan menulis ini, kita bersyukur bahwa dalam kehidupan GKP, ada kegiatan/kebiasaan yang baik, antara lain:
a. Pemberian buku2 kepada pendeta GKP yang baru ditahbiskan dari pada GKP lainnya.
b. Adanya bedah/diskusi buku diberbagai aras GKP dalam berbagai kesempatan.
c. Penjualan buku (biasaya dari BPK-GM) pada berbagai kegiatan kebersamaan (klasis, sinode dll)
d. Mengutip/mempromosikan buku dalam kotbah/renungan.
e. Tugas menulis refleksi pelayanannya pada saat kebaktian emeritasi pendeta tsb; bahkan saat ini pada penahbisan pendeta barupun selain tugas kotbah, ia membuat refleksi makna panggilannya sebagai pendeta.
11. Pada akhirnya bila kita menyadari/menyakini hal2 tsb diatas, mari kita lakukan dengan mulai mengidentifikas peluang2 yang ada, mana hambatan yang perlu diatasi, mana sinergi dan jejaring yang perlu kita lakukan, karena kita yakin ada saudara2/teman2 kita yag juga sedang dan berbuat hal yang sama, karena Tuhan sudah, sedang dan akan terus bekerja dalam karya keselamatanNya, sesuai janjiNya bahwa Roh Kudus dikaruniakan hingga umatNya dimampukan untuk memberitakan dengan kata dan perbuatan Injil/kabar baik, keselamatan tentang Kasih Tuhan dalam Yesus Kistus dengan juga anatara lain, meyakini kebenaran apa yan ituliskan di 2 Tim 3:16-17 dan Rom 10:13-15 dan 1Pet 2:9-10.

Tuhan memberkati Amin.

Pdt.Em. DjoiSumar A
Parongpong awal Feb 2010.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s