Pesta pernikahan

img_20170225_170835_hdrJudulnya saya buat pesta, karena memang benar-benar pesta yang biasa dilakukan dalam pernikahan di adat batak. Harapannya minimal keturunan batak yang sudah lahir perantauan ini bisa mengenal adat leluhurnya, karena adat ini telah dimulai sejak nenek moyang orang batak. Tapi pada dahulunya adalah pesta yang dilakukan sampai 7 hari 7 malam, kebayangkan!. Sekarang ini sudah disimpulkan menjadi “ulaon sadari” artinya pekerjaan disingkat menjadi sehari,mulai dari melamar, memberikan “sinamot” mahar dan pesta.
Mangkanya kalau dalam pesta adat batak bisa dari siang sampai malam, karena padatnya acara.

Mulai dari penerimaan tamu “hula-hula” masuk gedung dan makan bersama.
Pada acara ini, kedua belah pihak “parboru” pihak manten perempuan dan “paranak” pihak manten laki-laki sudah ditentukan tempat duduknya,sehingga masing-masing mengundang masuk hula-hula dan disambut dengan tor-tor disertai dengan menerima bawaan dari hula-hula.

Selesai makan bersama maka, mulai acara dalam meminang walaupun sebelumnya sudah ada acara-acara sebelumnya, sebelum kejenjang pemberkatan pernikahan dan pesta, maka pihak paranak selaku “suhut” pemilik acara akan menyampaikan “pinggan panungkuan” salah satu syarat di dalam piring ada: beras, sirih dan uang.
ini adalah tempat dan berkat serta transaksi sebagai dimulainya acara.
Setiap penyampaian pertanyaan dan jawaban atas pertanyaan maka disampaikan melalui pantun yang mana parboru menanyakan tujuan diundang dan makan bersama, maka paranak akan menjawab dengan tujuan rasa sukacita dan membagi kebahagian.
Dalam hal ini tentu siparboru masih akan menanyakan bahwa dengan adanya bawaan “tudu-tudu sipanganon” lambang makanan berbentuk hewan ini ada tujuan yang akan disampaikan.
Maka paranak akan menyampaikan secara singkat pertemuan kedua mempelai yang jatuh hati dan dipersatukan dalam perberkatan nikah.
Tentu siparboru akan merasa senang dan  dengan pantun menjawab bahwa kalau memang dua remaja sudah dipersatukan berarti suatu sukacita kami akan persiapkan tempat sebagai sinamot, yang pada jaman dulunya ada kerbau, kuda, sampi, lembu mas dan uang.
Dengan segala kerendahan hati sebelumnya memuji parboru yang baik hati,bahwa dengan alasan semua yang diminta kerbau, kuda, lembu sudah ditinggal di bona pasogit.
Sehingga disampaikanlah agar bisa diterima dengan senang hati dalam satu penyampaian berbentuk uang.
Dengan bernegosiasi yang dilakukan dengan pantun dan terakhirnya setuju dengan nilai yang sudah disampaikan yaitu berupa uang dan ulos herbang sebagai berkat dari parboru.
Dalam tanya jawab kedua belah pihak didampingi oleh suhut kakak beradik, parboru dan hula-hula, dan “raja parhata” protokol akan selalu meminta pendapat kepada pendamping sebelum memutuskan dan menjawab atau bertanya.
Disamping uang sinamot ada juga uang untuk keluarga yang membesarkan, merawat dan keluarga terdekat sebagai upah dan terakhir sebagai “pinggan panganon” berupa uang lelah kepada yang hadir.
Didalam acara ada tulang, dimana marga dari ibu paranak yang hadir dalam hal ini marga manten perempuan tidak semarga maka akan disampaikan sebagai berbagi sukacita berupa daging, minuman dan uang (tintin marangkup) dan mengajak agar bisa satu kedudukan/tempat, walaupun bukan borunya yang berpesta.

Dalam hal ini disebut upah tulang/titin marangkup.

Setelah selesai memberikan uang permintaan, kemudian paranak akan meminta berkat melalui pemberian ulos kepada hela sebagai ulos hela dan sarung, dimana ini adalah sebagai lambang berkat telah di setujui/diterima dan berkat kepada keluarga baru/penganten.
Kemudian akan diberikan “ulos passamot” artinya berkat yang telah berlelah dalam mengurus anak sampai besar kepada orang tua manten laki-laki, dan kemudian kepada keluarga terdekat keluarga paranak sebagai kata nasihat berupa ulos.

Kemudian masing-masing dari keluarga rombongan parboru mulai dari suhut parboru, kemudian hula-hula.

Pada saat penyampaian ulos biasanya akan disampaikan pantun sebagai berikut :

——————————————————————–

Dakka ni arirang, peak di tonga onan

Badan muna naso jadi sirang, tondimu masigomgoman.

Ribbur ni pakkat tu ribbur ni hotang

Sai tudia pe hamu mangalakka, sai tusi ma hamu dapot pansamotan

Mangula ma pangula, dipasae duhut-duhut

Molo burju marhula-hula, dipadao mara marsundut-sundut

Ruma ni ijuk tu ruma gorga

Sai tubu ma anak muna na bisuk dohot boru muna na lambok marroha

———————————————————————–

Dan jika sudah selesai dari rombongan pihak parboru memberikan ulos kepada paranak maka giliran keluarga paranak mulai dari hula-hula menyampaikan nasihat berupa ulos kepada penganten.

Demikian sekilas acara pesta pernikahan di adat batak, yang memang sengaja tidak begitu detail karena tujuannya agar bisa memberikan gambaran acara.

Mudah-mudahan coretan saya ini berguna terutama kepada keturunan orang batak yang telah besar diperantauan ini.
Saya sendiri memang kurang begitu paham secara detail karena boleh dibilang dari SMA sudah di perantauan ini.

Dan bagi saudara-saudara yang lebih mengerti mohon dikoreksi untuk membuat lebih baik.

img_20170225_130101_hdr
Inanta soripada

img_20170225_124337_hdr

IMG_20170225_124318_HDR.jpg

IMG_20170225_125251_HDR.jpg

Untuk sedikit memberi gambaran maka saya buatkan urutan untuk prosesi pesta unjuk/pernikahan

Sebelumnya adalah Patua hata yaitu langkah awal paradaton yang bertujuan meningkatkan hubungan muda-mudi  yang dilanjutkan dengan acara mempersiapkan acara selanjutnya yaitu sinamot “mahar” dalam acara marhusip. Sehingga pada saat unjuk membicarakan sinamot hanya sebagai preforma.

Jika si penganten pria tidak mengambil boruni tulangnya/pariban, maka ia harus melakukan kunjungna ke rumah tulangnya memberitahukan bahwa calon penganten yang akan di ambil adalah bukan borunya agar bisa dianggap sebagai borunya.

Kemudian acara selanjutnya adalah martonggo raja atau marria raja  mempersiapkan acara unjuk secara detail baik sebagai raja parhata, protokol, penanggung jawab makanan, penerima tamu, pembagian undangan dll.

Martonggo raja dilakukan ditempat yang bukan menjadi suhut bolon/bolahan amak, yaitu jika alap jual maka di rumah paranak dan taruhon julan dirumah parboru.

Selanjutnya sebelum acara pemberkatan dan unjuk, maka dipersiapkanlah untuk pemberangkatan penganten ke pemberkatan yaitu marsibuha-buhai, makan bersama kedua belah pihak. Setelah pemberkatan maka kedua belah pihak berangkat ke tempat unjuk.

Adapun acara di unjuk adalah

  1. Setelah semua undangan masuk gedung unjuk,
  2. Paranak menyampaikan tudu-tudu sipanganon kepada parboru dan parboru menyerahkan ikan mas dan setelah selesai saling menyerahkan berdoa untuk makan bersama.
  3. Pada saat makan bersama kedua suhut mengelilingi ruangan dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangannya.
  4. Seusai makan maka dibagikan jambar juhut.
  5. Paranak menerima tumpak dari dongan tubu, boru, bere, ale-ale.
  6. Dilanjut dengan acara percakapan adat dimana kedua belah suhut bermusayawarah menentukan raja parhata dan minta bimbingan dari hula-hula.
  7. Parboru meminta paranak menyerahkan pinggan panungkunan
  8. Parboru menayakan maksud dan tujuan menyuguhkan hidangan
  9. Paranak menjelaskan ucap syukur dalam mengadakan pesta unjuk.serta menyampaikan panggoki sinamot.
  10. Parboru minta waktu untuk berunding dengan boru, hula-hula sebagai keputusan diterima tidaknya, kemudian menjawabaya serta jambar suhi ni ampang na opat, upa parorot, todoan dan surung-surung kepada oppungnya dan terakhir pinggan panganan..
  11. Paranak minta waktu untuk berunding dengan boru, hual-hula sebagai usulan dierima atau tidak, kemudian menyerahkan panggohi ni sinamot dan jambar serta surung-surung.
  12. Parboru meminta paranak bersama-sama dengan suhut parboru menghadap paman guna menyampaikan tintin marangkup, setelah kemudian meminta apakah ada permintaan lain dari paranak?
  13. Paranak meminta agar memberikan ulos herbang dan ulos tinonun sadari.
  14. Parboru memberikan ulos kepada pihak paranak.
  15. kemudian penyampaian kata-kata doa reste dengan lambang ulos, kemudian pembagian olop-olop, dan diakhiri dengan doa oleh pihak parboru.

Advertisements

Masih adakah dihatimu

screenshot-2953
Pembagin sembakokepada RT Setempat

“Pelayanan kasih perekat kebersamaan dalam kemajemuka” ini adalah tema bulan bulan diakonia di bulan Feb 2017 GKP Jemaat Bekasi.
Setelah melakukan beberapa kegiatan dalam pelayanan yaitu donor darah bekerja sama dengan PMI Cibitung, minggu berikutnya memberikan bantuan pendidikan kepada 33 anak sekolah SD SM dan SMA serta satu orang anak didik PAUD “lentera kasih” yang dikelola oleh GKP. tak lupa juga untuk memberikan tanda kasih kepada 12 keluarga di jemaat GKP.

screenshot-2955
Kegiatan door darah

Sebagai pelayanan keluar maka diadakan pembagian sembako kepada RT setempat dimana gereja berdomisili 10 paket terdiri dari beras, miyak goreng, gula dan indomie.
Warga yang menerima sangat sukacita, walau pada awalnya kami begitu kwatir karena keadaan yang tidak kondusip.
Terima kasih kepada Pak Pdt Yoga yang telah mendampingi walaupun dibawah hujan dan harus bergantian karena aa pembinaan calon Majelis pada waktu bersamaan.
Begitu juga komisi begitu sukacita dalam pelayanan dalam pembagian sembako walaupun huja.

Puncak acara dalam kebaktian syukur adalah bagian dari komisi diakonia ambil dalam kebaktian yaitu di liturgi serta kolekte dalam 3 kali kebaktian (pagi, siang dan sore).
Serta mengisi pujian dala 3 kali kebaktian.
Kotbah yang diabli dari surat Paulus ke 1 Korintus 12:1-11
Dimana karunia telah diterima setiap orang dengan berbeda-beda untuk pelayanan kepada Tuhan dan sesama. Dan karunia itu harus dimanfaatkan dalam pelayanan kita kepada sesama terutama kepada Tuhan, misalnya karunia dalam memberikan nasehat, menyanyi dan lain sebagainya.

Walaupun disiram dengan derasnya hujan tidak mengurangi semangat dalam melayani bahkan sampai menunggu di gereja tidak pulang ke rumah karena dari kebaktian siang ke sore ada tenggang waktu 6 jam, tapi disamping hujan yang tidak bersahabat sehingga harus menunggu di gereja.
Terima kasih kepada ibu-ibu komisi diakonia yang telah tulus dalam pelayanan.
Selain dari acara tersebut juga ada kunjungan safari yang dilakukan selama bulan diakonia (Februari) ini.
Sangat disayangan, dalam bakti sosial pemeriksaan kesehatan tidak bisa berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya karena RS Bayukarta yang ada di karawang dibawah GKP sedang melakukan kegiatan yang sama didaerah timur. Diharapkan untuk tahun berikutnya bisa berjalan.

Dalam rangka peduli dengan kesehatan maka, di dalam bulan ini juga akan diresmikan ruang kesehatan yang bekerja sama dengan dokter-dokter jemaat yang ada di GKP Bekasi.
Sehingga setiap minggu dalam kebaktian pertama dan kedua bisa melakukan check kesehatan jika diperlukan kepada jemaat.
Ini adalah salah satu program Diakonia dalam pelayanan kepada jemaat.

screenshot-2954
Komisi mengisi Pujian

Inilah lirik pujian yang dipujikan dalam kebaktian.

ADAKAH TEMPAT DIHATIMU

Adakah waktu di hidupmu
Untuk melayani Tuhan
Menolong sesama yang menderita
Tak kenal jeri lelah

Adakah tempat dihatimu
Untuk mereka yang terluka
Yang mengharapkan uluran tanganmu
Sudahkan kau menerima

Reff. Oooo…sekaranglah saatnya
Kau merenungkan, apa arti hidup ini
Kemana kau pergi-pergi

Mengapa untuk hal dunia
Dirimu rela terikat
Tapi tak satupun tempat tersedia
Untuk sang, juruslamat

Persembahkan sluruh hidup ini
Sebagai korban yang hidup
Persembahkan bagai korban yang kudus
Berkenan, bagi Allah

Janganlah serupa dunia
Dan berubahlah budimu
Sehingga kamu dapat membedakan
Mana kehendak Allah
Reff.

Sekali lagi saya selaku ketua komis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada komisi diakonia yang telah memberikan waktu, materi dalam pelayanan, biarlah kiranya pelayanan kita berkenan di hati Tuhan dan jadi berkat buat kita yang melayani.

img_20170219_183855_hdr-medium
Photo bersama selesai kebaktian dengan ibu Pdt setelah kebaktian pagi
img_20170219_103159_hdr-medium
Photo bersama dengan pdt Saints Pieter setelah kebaktian siang
img_20170219_183941_hdr
Photo bersama dengan pendeta stelah kebaktian sore
img_20170218_103247_hdr
Pemberian sembako kepada RT setempat dalam pelayanan keluar
img_20170218_121916_hdr-medium
Pemberian sembako kepada RT Setempat
img_20170205_073155_hdr-medium
Donor datah yang ke 29
img_20170205_090353_hdr-medium
Kegiatan donor darah

img_20170218_121235_hdr-medium