Sermon…..n GKP Bekasi

Akhirnya ikut juga sermon kemajelisan… yang pertama kali.

peneguhan mj2021 (5)

Selama ini hanya membayangkan saja… apa sih yang dibahas sampai begitu luama…. seperti tiada waktu lain, khan masih ada tugas besoknya terutama rutinintas…

Harapan saya sih, sermon ini bukan pekerjaan yang membosankan, tapi adalah keseriusan dan ketertarikan. Karena kalau sudah menjadi perkerjaan yang membosankan pastinya, tidak akan baik dan sempurna dan tidak akan sesuai lagi dengan misi pelayanan.

Sermon pada saat ini sedikit luama  mungkin karena masih baru, dan masih pada semangat disamping itu adanya program baru yang harus di bahas terutama strukture organisai sebagai basis keengurusan untukmemperjelas posisi dan job deskmasing-masing, namanya baru, berarti butuh penyesuaian  jadi memang sedikit panjang sampai pukul 23.30 baru selesai
Memang paling alot pada saat membahas struktur organisasi,… karena adanya beberapa peran yang tidak sesuai baik dari segi waktu atau kendala lain.

Walaupun pada intinya sudah disampaikan bahwa dasarnya penempatannya adalah

  1.   pengalaman di bidang yang sama
  2.  pemetaan minat dan potensi
  3.  memperhatikan secara menyeluruh ruang lingkup pelayanan, baik di jemaat dan wilayah pelayanan dan
  4. evaluasi dari periose sebelumnya

Saya salut dengan gembala yang telah memetakan majelis dengan jumlah 52 kursi (kayak DPR aza), dimana pada saat di sosialisasikan sedikit banyak sudah mendekati sempurna lah, karena tidak akan pernah ada kepuasan untuk semua orang secara bersamaan. masing-masing punya kepentingan.

Structure organisasi secara garis besar sebagai berikut :

Ketua umum, Ketua bidang 1, bidang 2, bidang 3 dan bidang 4
Sekweretaris umum, sekretaris 1, sekretaris 2, sekretaris 3 dan sekretaris 4
Bendahara umum, bendahara 1, bendahara 2 dan bendahara 3

Dengan 12 wilayah, dan pos pelayanan (Cigelam dan tambun).

Sebelumnya yang pasti serah terima dari kemajelisan sebelumnya ke kemajelisan yang baru dan kemudian ramah-tamah sambil makan malam.

sermon (1)

Dengan tidak mengurangi rasa hormat kemajelisan sebelumnya selesai makan boleh pulang dan kemajelisan yang baru lanjut untuk sermon…

sermon (2)

Setelah selesai membahas strukture baru kemudian membahas penatalayanan untuk hari minggu dan kebaktian rumah tangga wilayah dan komisi serta yang terlibat dalam pelayanan.

Mudah-mudahan untuk sermon berikutnya tidak akan seberat ini, karena hanya beberapa yang perlu di bahas (yang rutin)  seharusnya jika tidak ada hal baru… 🙂

Demikian sedikit coretan soal sermon….n

Kiranya Tuhan memberikan kekuatan dalam pelayanan yang bekerja di ladang Tuhan.

karena banyak tuaian pekerja kurang, banyak yang terpanggil tapi sedikit terpilih.

Tuhan memberkati.

Advertisements

Terima kasih Tuhan kesempatan bekerja di ladangMu

Sudah menjadi kewajiban kita manusia yang telah diselamatkan dan dilayani sehingga giliran kita untuk melayani.

peneguhan mj2021 (1)
Majelis Wilayah 1 serta keluarga

Melalui pemilihan Majelis dengan 2 kali putaran, maka saya bisa ikut serta di dalam palyanan di ladang Tuhan peridoe 2017 – 2021.

Majelis terpilih
Saya hanya bisa berharap agar apa yang bisa saya lakukan adalah tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan dan bisa berkenan dan menyenangkan si pemberi pekerjaan.
Seperti pujian yang lantunkan pada saat peneguhan hari ini yanitu “MenyenangkanMU” dan ini juga sebagai tema pujian GKP tahun 2017/2018.
Adapun Petunjuk pelaksaaan Tata Gereja (PPTG) Gereje Kristen Pasundan (GKP)

peneguhan mj2021 (10)pasal 56 (Tugas dan tanggung Majelis Jemaat)
1. Meminpin, membina, dan menggembalakan Anggota Jemaat.
2. Memimpin, mengatur, dan mengkoordinasikan kegiatan kehidupan jemaat.
3. mengelola dan mendayagunakan keuangan dan harta milik gereja dalam melaksanakan panggilan Gereja.

peneguhan mj2021 (2)

dan pasal 57 (Wewenang Majelis Jemaat).

peneguhan mj2021 (3)

Adapun Majelis Jemaat (MJ) terpilih masing2 wilayah dan pos adalah sebagai berikut :
Wilayah 1 : 3 orang
Wilayah 2 : 3 orang
Wilayah 3 : 3 Orang
Wilayah 5 : 4 orang
Wilayah 5: 4 Orang
Wilayah 6 : 3 Orang
Wilayah 7 : 3 orang
Wilayah 8 : 4 Orang
Wilayah 9 : 4 Orang
Wilayah 10 : 5 Orang
Wilayah 11 : 4 Orang
Wialayh 12 : 4 Orang
Pos Tambun : 4 Orang dan
Pos Cigelam : 3 Orang
Dengan Total berjumlah 52 Orang ditambah 2 orang Gembala.

Serta Pengawas Perbendaharaan Jemaat (PPJ) 7 orang.

Berikut Tata cara dalam lepas sambut Majelis Jemaat (MJ) dan Pengawas Perbedaharaan Jemaat (PPJ) 2013-2017 dan 2017-2021.

a. Pengantar :
PF : Jemaat Tuhan, Jemaat melaksanakan pemilihan Majelis Jemaat peiode 2017-2021, sesuai dengan Tata Gereja GKP BAB VI, Pasal 14 (Pemimpin Jemaat dan Pemimpin Sinode) ayat 1 dan 2 dan PPT GKP BAB VI Pasal 51 (Ketentuan tentang Majelis Jemaat) ayat 1-5;
serta pemilihan pengawas perbendaharaan jemaat periode 2017-2021, sesuai dengan Tata Gereja BAB XIII Pasal 25 (Fungsi dan lingkup tugas pengawasan perbendaharaan) ayat 1 dan 2 Peraturan Pelaksanaan Tata Gereja GKP BAB XIII Pasal 94 (Ketentuan tentang pengawasan perbendaharaan Jemaat) ayat 1-6.

Saudara-saudara majelis Jemaat dan Pengawas perbendaharaan Jemaat (periode 2013-2017), telah melakanakan panggilan Tuhan dengan tekun, sabar, setia dan dengan sepenuh tenaga, waktu dan pikiran yang dilakukan dengan penuh pengabdian. jemaat telah merasakan buah2 pelayanan saudara tersebut dan semua itu telah membangun kehidupan jemaat sebagai tubuh Kristus yang melayani, bersekutu dan bersaksi dalam rangka pembinaan dan pengembangkan Jemaat yang memuliakan Tuhan.

Kini kami mempersilahkan saudara2 mengambil tempat di tengah2 jemaat.

Jemaat Tuhan, calon Majelis Jemaat dan Jemaat Tuhan, marilah kita mendengarkan dan menghayati Firman Tuhan tentang panggilan dan ketentuan sebagai Majelis Jemaat.
Sejak semula Gereja Tuhan mengenal adanya jabatan : penatua, penilik jemaat, diaken dan syamas disampaing gembala jemaat, yang bersama2 melayani Gereja Tuhan.
Dalam Gereja Kristen Pasundan semua jabatan pelayanan tersebut termasuk pendeta sebagai gembala jemaat ditetapkan sebagai Majelis Jemaat yang memimpin jemaat ke dalam dan kelua serta bertanggung jawab atas kepemimpinan, pembinaan, pelayana dan penggembalaan Jemaat.
Dalam melaksanakn panggilan, bersekutu, melayani dan bersaksi GKP menyadari perlunya pelayanan kepemimpinan yang tertib, teratur dan bertanggung jawab, maka dalam rangka pemeriksaan dan penataan pengelolaan perbendaharaan telah menetapkan pengawas perbendaharaan jemaat sebagai mitra pelayanan majelis Jemaat.
Selanjtunya perhatikan dan dengarkanlah nasihat Firman Tuhan berikut ini:
“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu jangan dengan paksa tetapi dengan sukarela sesuai denga kehendak Allah. Dan jangan karena mau mencari keuntungn, tetapi dengan pengabdian diri. Jangalah kamu berbuat se-olah2 kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu”(1Petrus 5:2-3).

b. Pernyataan kepada yang akan diteguhkan.
Saudara2 calon anggota Majelis Jemaat periode 2017-2021.
Agar jemaat menjadi saksi bahwa saudara2 sebagai calon majelis jemaat berniat dan bersedia dengan sungguh2 untuk menerima jabatan dan melaksanakan tudan dan tanggungjawab majelis jemaat sesuai dengan Tata Gereja dan PPT GKP, maka dihadapan Allah dan jemaatNya saya memepersilahkan saudara2 menjawab pertanyaan2 berikut ini.
1. Percayakah saudadara bahwa Allah sendiri yang telah memanggil saudara melalui jemaatNya dan Dia akan menolong dan melengkapi saudara untuk jabatan pelayanan yang kudus ini?
2. Apakah saudara mengaku bahwa Alkitab adalah sumber pengajaran dan sumber peraturan kehidupan persekutuan yang akan saudara layani, sehingga saudara akan menola akan segala pengajaran yang bertentangan dengan isi Alkitab?
3. Apakah saudara berjanji akan memimpin, membina dan menggembalakan Jemaat yang Tuhan percayakan kepada saudara disini serta melaksanakan tugas, tanggunjawab dan wewenang sebagai Majelia jemaat seauai dengan Tata Gereja dan PPTG GPK dan melaksanakannya dengan tekun, sabar, setia dan penuh pengabdian?
….Maka masing2 anggota Majelis Jemaat akan menjawab : “saya percaya, mengaku dan berjanji”…

Hal yang sama dilakukan untuk Pengawas perbendaharaan Jemaat.

peneguhan mj2021 (2)

Kemudian Pendeta meneguhkan Majelis Jemaat dengan (sebelumnya Majelis Jemaat berlutut).

peneguhan mj2021 (4)
“Maka Allah Bapa yang telah memanggil saudara2 untuk pekerjaan yang kudus ini, kiranya mengaruniakan Roh KudusNya agar saudara2 dikuatkan sehinga dapat bertekun, sabar, setia dan penuh pengabdian dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sudara2, demi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Amin!”

Sambil menaikkan pujian Mazmur 134:3
Kiranya khalik dunia, Allahmu beranugerah
Bri dari Sion yang teguh, berkatNya pda jalanmu.
….

peneguhan mj2021 (5)

peneguhan mj2021 (6)

peneguhan mj2021 (8)

Pendeta mengangkat yang diteguhkan seorang demi seorang kemudian :
“Saudara2, Tuhan gembala GerejaNya menyambut kesediaan saudara2 sebagai Majelis Jemaat dan kepada saudara2 akan diberikan perangkat pelayanan, yaitu stola, Alkitab dan Tata Gereja dan PPTG GKP, untuk saudara2 Pengawas Perbendaharaan Jemaat perangkat pelayanan yaitu : Alkitab, Tata Gereja dan Pedoman Perbendaharaan GKP.
Pakaiah semua itu dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab saudara2”.

Majelis Jemaat menghadap jemaat kemudian Pendeta menyampaikan:
“Saudara2 majelis Jemaat terpilih inilah Jemaat Tuhan yang dipercayakan kepada saudara2, peliharalah dan gembalakanlah domba2 Tuhan ini!”

Kemudian Mejelis Jemaat mengambil tempat duduk kemajelisan, setelah sebelumnya menerima perangkat pelayanan.

“Saudara2 Jemaat Tuhan, sambutlah saudara2 yang telah diteguhkan dalam sebagai Majelis Jemaat dan Pengawas Perbendaharaan Jemaat, Hormatilah dan dengarkanlah perkataan2nya dalam nama Tuhan, yang akan menghibur, menguatkan memperlengkapi saudara2 sesuai degan tugas dan tanggungjawab pelayanannya!”

Kemudian pendeta menaikan doa khusus untuk Majelis baru.

Demikianlah rangkaian acara lepas sambut manjelis di GKP Bekasi.
Biarlah Tuhan yang bekerja sehingga pekerja-pekerjanya bisa berkeja dengan baik seturut dengan kehendakNya.

Terima kasih telah membaca coretanku ini, dan tidak lupa dukuangan dan doanya dalam pelayanan ku ini agar berjalan dengan baik.

a6511-reatreat2bwil2b12bgkp2bbks2boct2b132b124

senam-4IMG_20160731_113528 (Mobile)

Rapat Jemaat GKP Bekasi

lepas_sambut-20Salah satu program dalam kemajelisan adalah rapat jemaat yng dilakukan sekali dalam setahun, dimana diharapkan semua jemaat hadir dan menyampai hal yang penting dalam peningkatan pelayanan yang dilaksanakan pada SAbtu 5 Feb 2017..

Berikut ada program yang akan disampaikan ke jemaat dan pada saat tersebut akan ada wacana tanya jawab untuk membuat keselarasan pengertian kedua belah pihak.

Dasar dan makna rapat jemaat

Rapat jemaat adalah rapat yang diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh anggota sidi jemaat memikirkan mengambil bagian dalam pelaksanaan panggilan gereja oleh jemaat (TG Bab X Pasal 21 Ayat 2a)

Tema dan program GKP Jemaat Bekasi tahun 2017/218

  1. Tema tahunan jemaat

Setelah tahun lalu kita mengusung tema yang menitik beratkan para pembinaan keluarga sebagai elemen dasar dalam membangun jemaat, maka tahun ini kita akan mendorong seluruh bagian jemaat, yang merupakan anggota keluarga, untuk mengambil peran dalam karya pelayanan bagi Kristus, Kepala Gereja.

Adapun rumusan tema yang diangkat sbb:

mempersembahkan hidup bagi Tuhan melalui karya pelayanan” (bnd Rom 12:1, Mat 20:28)

Tema tsb didasari oleh beberapa pokok teologis yakni:

  1. Melayani (diakonia) merupakan salah satu pokok dari tri tugas panggilan gereja
  2. Segala bantuk pelayanan dikaruniakan oleh Allah di dalam Kristus, dalam beragam bentuk, sebagai wujud ungkapan syukur atas anugerah keselamatan dari Allah.
  3. GKP memandang bahwa melayani adalah hak seluruh anggota jemaat (TG BAB IV Pasal 10 ayat 3)
  4. Gereja bertumbuh bukan karena perbuatan orang lain, melainkan karena partisipasi seluruh anggotanya yang bertekun dan setiap melayani dengan tulus dan sukacita
  5. Seluruh anggota jemaat perlu mendapat ruang untuk mengekpresikan penghayatan imannya dalam bentuk karya pelayanan dengan semangat gotong royong dan saling menlengkapi

 

Sebagai salah satu upaya penghayatan tema oleh anggota jemaat dalam setiap kebaktian maka lagu tema yang akan dinyanyikan selama tahun 2017/2018 sbb:

Judul : Menyenangkan-Mu

Tuhan ku mau menyenangkan-MU

Tuhan bentuklah hati ini

Jadi bejana untuk hormat-Mu

Cemerlang bagai emas murni

Tuhan kuserahkan hatiku

Semua kuberikan pada-Mu

Kuduskan hingga tulus selalu

Agar aku menyenangkan-Mu

Ref. Menyenangkan-Mu, senangkan-Mu

Hanya itu kerinduanku

Menyenangkan-Mu senangkan hati-Mu

Hanya itu kerinduanku.

  1. Arah Program jemaat

Berbagai tantangan kita hadapi dalam membangun dan mempertahankan persekutuan. Dalam satu teori pembangunan jemaat (teori lima factor J Hendrik) membangun jemaat yang vital dan menarik dilakukan dengan memberi ruang bagi setiap anggota gereja untuk mengambil peranan dalam gerak kehidupan berjemaat. Gereja seringkali terpaku hanya pada tugas2 konvensional, yang dikerjakan oleh sebagaian kecil anggota jemaat, Ruang pelayanan pun dibatasi dalam lingkup-kemajelisan, komisi dan panitia yang formal dan terstruktur. Melihat potensi GKP Jemaat Bekasi, tentu masih dapat dikembangkan ruang lingkup dan jenis pelayanan yang dapat menarik minat lebih banyak anggota jemaat untuk terlibat dalam karya pelayanan.

Pelayanan yang kita kembangkan kiranya menjangkau lebih luas lagi, baik internal maupun eksternal. Bagi lingkup internal, kita dapat merancang program untuk anggota jemaat yang selama ini sama sekali belum tersentuh, misalnya bagi anggota jemaat yang berkebutuhan khusus. Bagai jangkauan eskternal, kita dapat terus mengupayakan membangun komunikasi dengan gereja sekitar, memabangun jejaring lintas iman dan menghadirkan program2 pelayanan bagi lingkungan gereja dan masyarakat pada umumnya.

Seiring degan pengembangan dimensi pelayanan, penguatan dimensi persekutuan dan kesaksian juga tentu tetap menjadi perhatian dalam gerak berjemaat. Pembinaan bagi seluruh golongan usia kiranya terus ditingkatkan. Beberapa komisi kategorial perlu pendampingan secara khusus. Komisi non-kategorial yang baru, seperti komisi media-informasi, Komisi harta-milik dll, kiranya juga dapat dibentuk untuk menjawab kebutuhan yang mendesak bagi menguatkan dimensi persekutuan dan penataan gereja.

Dengan tetap berpedoman pada tri wawasan (wawasan ke-GKP-an wawasan oikumene, dan wawasan kebangsaaan) dan tri kemandirian (teologi, daya, dana) kiranya kemajelisan periode yang akan datang dapat melanjutkan penatalayan yang sudah dijalankan oleh kemajelisan sebelumnya, serta melakukan apa yang tertunda dan belum dapat diselesaikan. Relasi yang positif dengan nuansa persahabatan yang selama ini kita tunjukkan antara majelis dan seluruh elemen dalam jemaat kiranya akan tetap terpelihara dan semakin ditingkatkan ke depan. Demikianlah arah program jemaat untuk kita gumuli dan dukung bersama, khususnya di tahun pelayanan 2017/2018 juga dimasa2 yang akan datang.

  1. Program prioritas bidang I-IV.

  • Bidang I peribadan dan pembinaan

    • Bulan kategorial (April ~ Nobember 2017)
    • Katekisasi untuk warga berkubtuhan khusus
    • Pembinaan bagi fungsionaris gereja (komisi2, tim pelayanan, pemusik dll)
    • Wisata rohani jemaat (Sep 2017)
  • Bidang II. Keesaan dan Kesaksian

    • Pembentukan Tim kunjungan
    • Pembentukan tim pelayanan kesehatan
    • Dukungan pendidikan dan sosial bagi warga jemaat
    • Pelayanan kasih ke lembaga pemasyarakatan (bersama klasis), panti galuh dan panti werda(bersama komisi kategorial)
    • Bulan diakonia (Feb 2018)
    • Pengelolaan tanah makam Cigelam
  • Bidang III, Penelitian dan Pengembangan

    • Membangun dan mengembangkan database jemaat
    • Pemilihan komisi2 dan pengurus wilayah 2018-2010
    • Pengkajian pembentukan komsisi2 baru
    • Bidang IV Sarana, Daya dan Dana
    • Renovasi pastory bulak kapal
    • Renovasi toilet gereja
    • Pemeliharaan ruein gereja danpasotori2
    • Pemanggilan Vikaris
    • Pengadaan sarana prasarana
    • Pencatatan harta milik gereja
  1. Sumber dana

Kas jemaat

  • Persembahan kebaktian rutin
  • Persembahan kebaktian khusus
  • Persembahan KRT dan kategorial
  • Persembahan bulanan
  • Persembahan syukur
  • Amplop natal
  • Apmpol PHRG (12 kali, setiap minggu pertama)
  • Donasi

Kas Diakonia

  • Iuran wajib dan uang pokok anggota diakonia
  • Donatur wilayah
  • Amplop bulan Diakonia

Kas Pembangunan

  • Persembahan kotak pembangunan
  • Janji Iman
  • Donasi

Kebersamaan sinode, klasis dan PGIS

  • Amplop HUT GKP
  • Persembahan minggu ke-5 Klasis
  • Persembahan pertukaran PF PGIS

Apakah aku berkomitment menjadi pelayan Tuhan?

wil 1 gkp (42) (Large)Sebelum terpilih menjadi mejadi majelis melalui pemilihan putaran kedua,maka pantia mengadakan penbinaan kepada calon soal spirtual dan komitment, agar benar lahir dari diri sendiri untuk bisa mempunyai spiritual dan berkomitment.

Pada pembinaan ini SAbtu 18 Feb 2017, saya tidak bisa hadir karena waktunya bersamaan dengan kegiatan diakonia yaitu aksi-sosial dalam pembagian sembako ke lingkungan gereja setempat.

Dan setelah terpilih menjadi majelis, maka panitia kembali mengadakan pembinaan terpilih agat bisa berorganisasi dan menyelesaikan perselisihan/konflik

Spiritualitas

Dalam hal ini kita menjalin lima patokan yang akan menjelaskan dasar2 spiritualitas, yaitu 1) Makna dan Tujuan; 2) Kasih sayang ;3) Kesadaran (consciousness); 4) Pengabdian ; dan 5) Kesejahteraan pribadi. Spiritualitas bermakna adalah perasaan haus akan kedamaian, kebutuhan dan kepenuhan yang tidak bisa dibeli dengan uang

Spiritualitas memupuk dan mengembangkan karakter, cinta, kasih sayang dan rasa tanggungjawab”.

Spiritualitas adalah kehalusan hubungan antara kita dengan Kristus. Spiritualitas adalah proses persenyawaan antara kita dengan Yesus Kristus. Kita dengan menjadi senyawa. Lalu persenyawaan itu berbuah dalam persenyawaan antara kita dengan orang2 yang memerlukan diri kita. Kita diajak mengikut Yesus. Kita diajak bersenyawa dengan Yesus. Kita belajar bersenyawa dengan Yesus. Kita belajar menghaluskan spiritualitas. Belajar bukan dengan kata2 kotbah atau ceramah, melainkan dari detik2 kehalusan dan keteduhan yang kita alami sendiri. Spiritualitas adalah kehalusan dan keteduhan jiwa.

Acap kali organinsasi menjadi tidak produktif karena kesalahan dan kelemahan pemimpinnya. Pemimpin dan kepemimpinan adalah 2 hal yang berbeda. Pemimpin adalah seseorang yang melakukan fungsi memimpin, sementara kepemimpinan adalah proses dan tindakan memimpin.
Kepemimpinan adalah suatu hubungan social dimana seseorang atau kelompok terntentu (pemimpin) dibiarkan memengaruhi orang lain kea rah prubahan untuk mencapai sasarang bersama. Pada dimensi lain memainkan peran sebagai pemberi arah pasti kehidupan yang elegan melalui peyemaian penerapan nilai2 karakter kristiani. Paradigma pembangunan menekan pada pendekatan, yaitu 1) Pemberdayaan (empowerment); 2) Keadilan (equity); 3) Produktivitas (productivity); dan 4) kesinambungan (sustainable).

Kepimipinan tidak akan jalan tanpa pimpinan, sebaliknya tidak akan berarti tanpa kepemimpinan. Gereja dan organisasi kristiani dewasa ini sangat membutuhkan para pemimpin, namun tidak semua orang dalam ukuran manusia adalah pemimpinan yang visioner, berfikir jauh kedepan menggerakkan gereja dan organisasi yang dipimpinnya mencapai tujuan atau cita2 masa depan serta taat kepada Allah. Faktor penting dalam melaksanakan tugas pelayanan adalah adanya komitment yang kuat berdasarkan kesadaran, keteguhan akan panggilan dan kepekaan akan wujud nyata spiritiual dalam kehidupan.

Hampir semua gereja di Indonesia mengenal “penatua” atau “jabatan penatu”. Dalam tradisi gerejawi disamping pendeta, penatua sebagai jabatan gerejawi yang paling penting dan paling terhormat. Sesungguhnya, penatua adalah “profesi” atau “tugas”. Nats Alkitab dalam Markus 10:15, Yesus mengatakan bahwa :Ia (=Anak manusia) bukan datang untuk dilayanai, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya (=harga tebusan) bagi banyak orang. Nats ini memberikan makna yang menentukan bagi seluruh pelayanan yang dilakukan oleh pejabat2 gereja, karena dalam hal ini, melayani dengan seluruh penyerahan diri dalam kasih sama seperti Kristus.

Hakikat gereja dan iman Kristen mengharuskan anggota gereja Tuhan Yang Esa di dunia yang luas dan beragam ini untuk berteologi.

Rasul Petrus memberikan nasehat kepada kita sekalian “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh2 berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan dan kepada kebajikan pengatahuan dan kepada pengetahuan penguasaan diri, dan kepada penguasaan diri katekunan dan kepada ketekunan kesaleha dan kepada kesalehan kasih akan saudara2 dan kepada kasih akan saudara2 kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah2, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus Tuhan kita” (bnd 2 Pet 1:5-8). Karena itu, saudara2ku, berusahalah sungguh2 supaya pangilan dan pilihan makin teguh.. (2 Pet 1:10a).

Komitment pelayanan kepemimpinan jemaat.

Komitmen adalah tindakan yang diambil untuk menopang suatu pilihan tindakan tertentu, sehingga dapat dilaksanakan dengan sungguh2 dan sepenuh hati. Dalam hal ini komitmen merupakan suatu keyakinan batin atau sikap yang kuat terhadap pelaksanaan pekerjaan yang mengikat sehingga membelenggu seluruh hati Nurani seseorang dan kemudian menggerakkan perilaku menuju arah yang diyakininya dalam menjalankan tugas. Komitmen kepemimpinan yang tinggi sangat diperlukan dalam sebuah organisasi situasi pelayana professional. Berbicara mengenai komitmen pelayanan sering dicampurkan dengan istilah loyalitas dan komitmen perlu penegasan agar pemaknaannya menjadi jelas

Kata komitmen berasal dari Bahasa latin committee to vonnet, entrust the state of being obligated or emotionally, impelled adalah keyakinan yang mengikat. Sedemikian kukuhnya sehingga membelenggu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakkan perilaku menuju arah yang diyakininya. Menurut

Dalam organisasi, termasuk kegerejaan dikenal 3 dimensi komitmen. Yaitu 1) Komitment efektif sebai ikatan mosional terhadap pelayana; 2)komitmen kelanjutan sebagai sikap konasi menerima atau menolak; 3)Komitmen normative sebagai predikat berkewajiban atau percaya tinggi, perlu diingat bahwa komitmen tidak didasarkan pada satu komponen, karena interaksi antar ketiganya memiliki komitmen efektif, menikmati perkerjaan dan ingin tinggal, tetapi juga akan memiliki komitmen kontinue karena tidak ingin kehilangan prestise dengan pekerjaan.

Komitmen dapat mewujudkan sikap majelis untuk tetap berada dalam organisasi gereja dan terlibat dalam upaya2 mencapai misi, nilai2 dan tujuan organisasi gereja. Lebih lanjut dijelaskan bahwa komitmen merupakan suatu bentuk loyalitas yang lebih konkrit yang dapat dilihat dari sejauh mana majelis mencurahkan perhatian, gagasan dan tanggung jawab dalam upaya mencapai tujuan organisasi gereja. Jadi di dalam komitmen tsb terdapat beberapa unsur antara lain adanya kemampuan memahami diri dan tugasnya, pancaran sikap bathin (kekuatan bathin) kekuatan dari luar dan tanggap terhadap perubahan.

Komitmen kerja majelis yang tinggi berarti terdapat kepemihakan kepada gereja dengan etos kerja yang tinggi pula. Komitment majelis sebagai predictor kinerja majelis merupakaan perdiktor yang lebih baik dan bersifa global dan bertahan dalam melaksanakan tugas pelayanan gereja sebagai suatu keseluruhan daripada kepuasan kerja semata. Komitmen kerja majelis merupakan kekuatan bathin yang datang dari dalam hati seorang pelayan dan kekuatan dari luar itu sendiri tentang tugasnya yang dapat memberi pengaruh besar terhada sikap majelis berupa tangung jawab, responsive, inovatif terhadap perkembangan dikedewasaan iman dan spiritualitas jemaat. Itulah salah satu tujuan kita melakukan pelayanan dan pembinaan bagi jemaat agar mereka mengalami keteguhan iman, mengandalkan Tuhan dalam Yesus Kristus sebagai Tuhan Juruselamatnya. Jemaat mengalami kedewasaan rohani dan keteguhan iman “sehingga kita bukan lagi anak2 yang diombang-ambingkan oleh rupa2 angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikian mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran didalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal kearah Dia. Kristus yang adalah Kepala” (efesus :14-15).

Komitmen kerja seseorang didukung oleh kebutuhan2 akan prestasi (need for achievement) akan mendorong untuk melebihi, mencapai standar2, berusaha keras untuk berhasil. Berdasarkan pada uraian diatas, dapat diketahui bahwa komitmen, spiritualitas, memotivasi pelayanan untuk berkarya, berprestasi dan berkarakter. Komitment pembangungan karakter pelayanan dapat meningkatkan spiritualitas jemaat.

Manusia tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya seorang diri, ia membutuhkan orang lain untuk dapat memenuhi kebutuhannya untuk itu manusia berkelompok dan berorganisasi, maka pelayanan gereja terdiri dari kelompok orang2 yang bekerja melayani unuk mencapai tujuan orgnaisasinya, dengan komitmen mengembangkan dan dipertahankan pola perilaku terntentu yang stabil dan dapat diperkirakan sebelumnya. Komitmen tak kalah pentingnya dimiliki oleh seorang anggota gereja dan juga kepemimpinan baik komitmen professional maupun komitmen organisasional.

 Komitmen majelis adalah suatu keterlibatan diri terhadap tugas dan kewajiban sebagai majelis yang dapat melahirkan tanggung jawab dan sikap responsive dan inovaif terhadap konsekwensi logis dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap bidang pelayanan yang ditekuninya.

Berdasarkan pemahaman umum mengenai komitmen kerja majelis gereja pada Gereje Kristen Pasundan (GKP) Bekasi, dapat dirumuskan konstruk sebagai sintesa yang dapat dipedomi sebagai acuan dalam pelayanan. Acuan pengembangan komitmen pelayan gereja ini, diarahkan pada nalisis unsur pengembangan sumber daya manusia dipimpin organisasi gereja dalam hubungannya dengan karakter anggota jemaat. Komitmen pelayanan merupakan predikat sejauh mana seorang majelis memihak pada gereja dan tujuannya, serta berniat mempertahankan keterlibatannya dalam kepemimpinan tersebut, walau seringkali diartikan secara individu berhubungan keterlibatan dalam organisasi.

Komitment kerja majelis gereja merupakan suatu keterikatan diri terhadap tugas dan kewajiban sebagai pelayan yang berpangkal dari pemahaman, perasaan dan keterlibaran dalam organisasi gereja, melahirkan tanggung jawab, sikap responsive, inovatif terhadap pengembangan dan pecerapan pelayanan dalam 3 dimensi komitmen berorganisasi. Yaitu komitmen effektif, komitment koniyu dan komitmen normatif. Komitmen kerja majelis gereja tersebut mendorong terwujudnya kemampuan memahami diri dan tugasnya, pancaran, sikap bathin (kekuatan bathin) kekuatan dari luar dan tanggap terhadap perubahan yang melahirkan tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban menjadi kemitmen seseorang sehingga tugas tesebut dilakukan dengan penuh keiklasan bagi kemuliaan Tuhan.

Semoga sedikit coretan saya soal spiritual dan komitment bisa lebih menumbuhkan iman dalam pelayanan. “Selamat melayani.

Tuhan memberkati.

Apakah aku sudah siap melayani?

pdt_wahyu
Exis bersama pdt Wahyu setelah pelayanan

Setelah melewati 2 kali pemilihan calon majelis di GKP Jemaat Bekasi, maka yang ketiga kali ini menjadi bakal calon bisa masuk calon majelis dan terpilih menjadi majelis periode 2017 ~ 2021 (4 tahun sekali), artinya sejak tahun 2009 sudah masuk dalam balon dan calon, tapi belum bisa masuk Majelis.

Walaupun dilihat kondisi sekarang ini adalah karena adanya penambahan quota, sebelumnya 2 majelis dari wilayah 1, sekarang menjadi 3, dan saya urutan ke-tiga…..

Semenjak masuk dalam percaturan pencalonan majelis, maka saya sudah aktif di komisi Diakonia mulai dari seksi pendidian dan ketua, terima kasih kepada komisi diakonia yang sudah ikut serta ambil bagian, dan dengan terpilihnya menjadi majelis, berarti harus saya harus mundur menjadi ketua yang masa aktifnya sampai tahun 2018.

Secara pribadi saya belum siap untuk menjadi majelis, melihat majelis yang begitu berkorban soal waktu dan materi. Sementara saya sendiri, banyak aktifitas diluar dari kerohanian, sebutlah badminton, golf dan perkumpulan hampir setiap minggu, karena sudah tradisi.

Itulah kenapa saya membuat judul “apakah aku sudah siap melayani”?

Beliau memang sangat bagus dalam memberikan pembinaan, walaupun waktu 4 jam mulai pukul 2 siang, kita bisa focus sepanjang pembinaan, karena beliau bisa memberikan makalah dengan baik.

Sesi pertama adalah bagaimana menentukan gaya kita dalam lembaga atau pelayanan yang dibagi menjadi 4 yaitu : Akomododatif, Berpikir, cepat dan Duet.

Dari gaya ke-4 itu adalah fleksible, pemikir, cepat beraksi dan bekerja dengan baik.

Tentu dari ke-4 gaya ini, mempunyai kelebihan dan kekurangan yang tujuannya adalah untuk saling mengisi sehingga bisa berjalan dengan baik lembaga atau organisasi pelayanan.

Dalam hal ini kita mengerti bagaimana dominannya seseorang dalam organisai melalui  ke-4 gaya ini.

Tema selanjutnya adalah konflik dalam lembaga yang harus di kelola, karena konflik itu pasti ada disetiap kegiatan organisasi.

Jika konflik dari awal tidak dikelola maka akan berakibat sebagai berikut :

  1. Menimbulkan perubahan dalam ketegangan dan kebingungan shigga
  2. Menyalahkan orang lain dan akan
  3. Membuatan daftar kesalahan yang akan meningkatkan konflik yang
  4. Menimbulkan konfrontasi dan akhirnya
  5. Membut sikap yang tidak bersahabat.

Sumber konflik ada beberapa hal seperti :

  1. Informasi, dimana sipenerima tidak mendapatkan dengan proporsi yang sama yag menimbulkan kesalahan dalam penafsiran atau persepsi.
  2. Adanya kepentingan karena kebutuhan, keinginan, hasrat, harapan atau ketakutan tertentu.
  3. Hubungan yang tidak harmonis karena adanya stereotype atau mencap sehingga menimbulkan gambaran mental yang membentuk pola pikir pada orang lain.
  4. Bisa juga karena sumber daya seperti uang, bangunan dan manusia.
  5. Strukture dengan job desc yang tidak jelas yang menimbulkan wewenang yang tidak jelas dan
  6. Terakhir adalah karena nilai-nilai budaya atau latar belakang yang ingin di samakan.

Jika sudah terjadi konflik, maka 3 hal yang akan dipikirkan yaitu siapa biang keladinya baru kemudian apa masalahnya dan jarang orang berpikir kalau system sebenarnya juga punya andil dalam konflik.

Jika kita berpikir bahwa terjadinya konflik karena keterbatasan system, maka akan ada perbaikan yang lebih baik, sehingga bisa diklassifikasi kesalahan untuk diperbaiki.

Dengan adanya konflik sebenarnya akan mewarnai komunikasi, sehingga harus diwaspadai dan dilihat secara system apakah sudah baik.

Dan pada intinya konflik adalah kualitas hubungan dalam lembaga, jika hubungan baik akan memperkecil konflik, tapi kalau tidak baik jelas akan memperbesar konflik.

Demikian pembinaan yang disampaikan oleh pdt Wahyu yang ditutup pukul 6 sore.

Berikut adalah materi dari pak Pdt Wahyu.

Gambarn Mental : kawan atau lawan

Beberapa pokok refleksi tentang konflik dan pelayanan di gereja.

Lebih dari 10 tahun yang lalu, saya dan beberapa teman di fakultass sedang berbincang2 di ruang minum kopi pada jam makan siang. Kemudian ada seorang kolega datang bergabung dan berkata ”ah..badan saya koq lemas dan lesu sejak kemarin”. Kemudian 2-3 orang teman dengan serempak berkata “minum vitamin saja..”. Itulah yang disebut dengan ‘gambaran mental’. ‘Gambaan mental’ adalah sekelompok asumsi, gambaran atau cerita sebagai data2 yang berproses dalam diri seseorang dan dipakai untuk menginterpretasikan berbagai hal di sekitar kita, bahkan menjadi pengaruh tindakan kita (Jim Herington dkk, 2000,113). Gambaran mental biasa juga disebut (walau sedikit berbeda) sebagai “paradigma”. Dalam kasus cerita di atas beberapa teman yang mengusulkan minum vitamin punya seperangkat gambaran mental yang sama, yang mengarahkan ada tindakan untuk membeli vitamin, tanpa perlu pemeriksaan ke dokter. Belakangan diketahui bahwa kolega saya mengidap myasthenia gravis, yang menyebabkan otot2 badannya melemah. Dari mana teman2 saya punya pemahaman bahwa kalau badan lemas dan lesu harus minum vitamin?. Data2 yang bertebaran di sekitar mereka membentuk hal itu, bisa dalam bentuk cerita orang lain, pengalaman hidup mereka atau iklan di telivisi.

Semua orang mempunyai gambaran tertentu dalam dirinya. Setiap hari begitu banyak data masuk ke dalam diri kita, diolah oleh gambaran mental yang ada atau bahkan data2 itu menghasilkan gambaran mental yang baru. Itu bagian dari kemampuan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita.

Gambaran mental

Gambaran mental mempunyai kekuatan yang dahsya dalam kehidupan seseorang, bahkan bisa dikatakan bahwa ‘sistem operasi’ manusia berangkat dari gambaran mental yang ada di dalam dirinya terhadap segala sesuatu. Gambaran mental bisa menggerakkan orang atau dengan sengaja dipakai menggerakkan orang untuk mencapai tujuan tertentu. Ambillah contoh kehidupan Yesus, ketika Yesus tampil berkarya, data2 yang masuk ke dalam diri orang Yahudi tentang Perjanjian Lama, harapan mereka akan datangnya Mesias dan kemudian data tentang apa yang dilakukan Yesus membentuk sebuah gambaran mental bahwa Yesus adalah Mesias.

Ada beberapa aspek dari gambaran mental sebagai berikut:

  1. Model-gambaran mental merupakan gambar, asumsi, cerita yang dimiliki oleh setiap orang untuk menginterprestasikan dunia-lingkungan, untuk membangun abstrak secara cepat dan mengarahkan tindakan kita. Gambaran mental merupakan perangkat ‘ajaib’ yang dengan cepat mengkotak2an data yang masuk, dan kemudian keputusan segera bisa diambil. Secara sederhana gambaran mental dapat berupa ‘generalisasi’, misalnya: orang Batak itu keras sifatnya,sementara orang Jawa itu halus. Gambaran mental menjadi kacamata dan menentukan apa yang kita lihat.
  2. Model-Gambaran mental dapat dimiliki bersama dalam sebuah kelompok atau masing2 kelompok. Gambaran mental yang dimiliki kelompok bisa disengaja (seperti sebuah perusahaan yang menginginkan karyawannya mempunyai gambaran mental tertentu demi tujuan perusahaan itu) tapi bisa juga menjadi bagian dari komunitas khas seperti etnis.
  3. Model-gambaran mental sama dengan paradigma yang menggerakkan hasrat. Gambaran mental menggerakkan seseorang untuk mengambil tindakan atas sebuah situasi terntentu. Hal itu bisa terjadi pada beragam hal, bisa yang sederhana sehari2 seperti makanan sampai yang penting seperti memilih jodoh.
  4. Model-gambaran mental mempengaruhi relasi & organisasi seperti konsepsi identitas dan iklim. Dalam sebuah orgaisasi, gambaran mental ‘berseliweran’, baik yang sengaja ditanamkan dalam organisasi itu atau yang diproses secara mandiri. Semua akan mempengaruhi iklim organisasi sekaligus identitas organisai itu.

Konflik dan gambaran mental.

Banyak konflik terjadi dan banyak program atau tujuan tidak bisa berjalan dengan baik karena ‘beroperasinya’ gambaran mental terntentu yang saling menghalangi dan menghambat. Konflik gambaran mental yang terjadi secara internal dalam diri seseorang atau organisasi. Komplik gambaran mental yang terjadi secara internal dalam diri seseorang atau organisasi, sering tidak disadari. Yang terasa muncul  adalah ucapan kata tidak diperdulikan orang atau program kita tidak jalan atau kritikan terus menerus yang muncul.

Sedemikian pentingnya gambaran mental, maka perlu bagi kita untuk menyadari gambaran mental yang sedang ‘bermain’ dan beroperasi dalam diri. Ada 2 hal penting dalam kaitan dengan hal itu yaitu.

  1. Mengenal dan memeriksa dengan kritis sampai sejauh mana gambaran mental dalam keputusan dan tindakan suatu organisasi atau institusi itu relevan dan akurat. Harus diakui bahwa tidak semua gambaran mental akan tetap akurat. Bisa jadi oleh karena data yang sudah berubah atau berkembang jaman yang sudah bergeser, gambaran mental yang kita miliki sebenarnya sudah tidak mencukupi lagi. Untuk itu penting untuk memeriksa secara kritis.

Contoh :

  • Gereja tidak akan berjalan jika tidak ada bapak A dan bapak B lagi memiliki sumber dana yang besar sehingga setiap keputusan harus ‘meminta ijin’ bapak A dan B?
  • Lembaga akan bejalan lambat kalau melibatkan bapak A dan ibu B, mereka terlalu teliti dan detail sebelum mengambil keputusan, jadi lambat sekali. Lebih baik mereka tidak usah dilibatkan.
  • Anak muda maunya gampang, ngga mau susah2
  1. Mengeksplorasi mental models yang baru melalui komitmen dan visi yang jelas (di lembaga gereja, badan, istitusi kelembagaan, rumah sakit, komunitas visi, jemaat). Gambaran mental bisa dengan sengaja dan sistematis dieksplorasikan, ditumbuhkan dan menjadi gambaran mental bersama. Untuk melakukan itu perlu diperhatikan hal2 yang sudah ada terlebih dahulu sebagai ‘budaya institusioal’ lembaga tersebut. Misalnya tentang nilai2 yang selama ini menjadi bagian penting sehingga gambaran mental yang baru tidak bertabrakan dengan nilai2 yang ada.

Kawan Sekerja Allah : Sebuah gambaran mental.

Kita bekerja tidak sendiri. Ada orang2 yang bekerja bersama dengan kita. Orang2 yang bekerja sama dengan kita di dalam pelayanan gereja (termasuk di dalamnya lembaga2 pelayanan gereja), siapakah mereka? Apakah mereka musuh? Atau saingan? Atau partner dan kawan. Pilihan kita untuk menjawab pertanyaan ini, biasanya ditentukan oleh beragam data yang masuk, termasuk pengalaman2 yang ada dan membentuk gambaran mental terntentu. Lihatlah pengalaman pelayanan kita dan rasakan betapa gambaran mental itu berbicara  dengan kuat dalam proses perjalanan pelayanan kita. Terkadang gambaran mental itu berguna agar relasi berjalan dan bekerja dengan lebih baik, namun pada banyak kasus juga gambaran mental terntentu yang ada dalam diri kita justru menjadi masalah dan menyebakan banyak pesoalan menjadi lebih sukar.

Rasul Paulus mengatakan dengan jelas bahwa ia adalah ‘kawan sekerja Allah’, sementara jemaat adalah ladang Allah, bangunan Allah (1Korintus 3:9). Inilah salah satu gambaran mental yang bekerja dalam diri Pulus. Gambaran mental sebagai kawan sekerja Allah tentu berdasarkan data2 pengalaman Paulus sendiri. Dengan gmbaran mental seperti itulah Paulus melakukan perjalanan jauh lebih banyak dibandingkan dengan rasul2 lainnya. Dengan gambaran mental seperti itu paling tidak Paulus akan meneguhkan beberapa hal:

  1. Yang punya pekerjaan adalah Allah atau Allah-lah yang menjadi pemilik dari pekerjaan itu atau sumber pekerjaan itu adalah Allah sendiri. Karena pemilik pekerjaan adalah Allah sendiri, maka apa yang dilakukan Paulus menjadi bagian dari pekerjaan Allah. Dengan ini, setiap data pengalaman yang dihadapi Paulus akan diolah melaui hal ini.
  2. Paulus melihat Allah tidak menempatkan dia sebagai ‘hamba’, ‘budak’ atau pembantu namun sebgai ’kawan’. Sebab ’kawan’ bukan brarti Paulus ngelunjak, berani2 menyebut Allah sebagai kawan. Namun justru data2 pengalaman hidup Paulus sendiri menunjukkan hal itu, Allah-lah yang menyebabkan ia berada sebagai ‘kawan’.

Penutup

Selidikilah gambaran mental apa yan bekerja di dalan diri kita, terhadap pekerjaan2 orang2 yang bekerja melayani bersama kita dan tentu saja terhadap keberadaan diri sendiri. Dalam hubungan dengan kepemimpinan, seorang pemimpin harus mengetahui gambaran mental yang bekerja di seluruh proses institusinya, jika tidak, maka konflik demi konflik tidak akan bisa diselesaikan dengan baik.

Jogjakarta, 14 Maret 2017

Pdt. Wahyu S Wibowo Ph.D