Apakah aku berkomitment menjadi pelayan Tuhan?

wil 1 gkp (42) (Large)Sebelum terpilih menjadi mejadi majelis melalui pemilihan putaran kedua,maka pantia mengadakan penbinaan kepada calon soal spirtual dan komitment, agar benar lahir dari diri sendiri untuk bisa mempunyai spiritual dan berkomitment.

Pada pembinaan ini SAbtu 18 Feb 2017, saya tidak bisa hadir karena waktunya bersamaan dengan kegiatan diakonia yaitu aksi-sosial dalam pembagian sembako ke lingkungan gereja setempat.

Dan setelah terpilih menjadi majelis, maka panitia kembali mengadakan pembinaan terpilih agat bisa berorganisasi dan menyelesaikan perselisihan/konflik

Spiritualitas

Dalam hal ini kita menjalin lima patokan yang akan menjelaskan dasar2 spiritualitas, yaitu 1) Makna dan Tujuan; 2) Kasih sayang ;3) Kesadaran (consciousness); 4) Pengabdian ; dan 5) Kesejahteraan pribadi. Spiritualitas bermakna adalah perasaan haus akan kedamaian, kebutuhan dan kepenuhan yang tidak bisa dibeli dengan uang

Spiritualitas memupuk dan mengembangkan karakter, cinta, kasih sayang dan rasa tanggungjawab”.

Spiritualitas adalah kehalusan hubungan antara kita dengan Kristus. Spiritualitas adalah proses persenyawaan antara kita dengan Yesus Kristus. Kita dengan menjadi senyawa. Lalu persenyawaan itu berbuah dalam persenyawaan antara kita dengan orang2 yang memerlukan diri kita. Kita diajak mengikut Yesus. Kita diajak bersenyawa dengan Yesus. Kita belajar bersenyawa dengan Yesus. Kita belajar menghaluskan spiritualitas. Belajar bukan dengan kata2 kotbah atau ceramah, melainkan dari detik2 kehalusan dan keteduhan yang kita alami sendiri. Spiritualitas adalah kehalusan dan keteduhan jiwa.

Acap kali organinsasi menjadi tidak produktif karena kesalahan dan kelemahan pemimpinnya. Pemimpin dan kepemimpinan adalah 2 hal yang berbeda. Pemimpin adalah seseorang yang melakukan fungsi memimpin, sementara kepemimpinan adalah proses dan tindakan memimpin.
Kepemimpinan adalah suatu hubungan social dimana seseorang atau kelompok terntentu (pemimpin) dibiarkan memengaruhi orang lain kea rah prubahan untuk mencapai sasarang bersama. Pada dimensi lain memainkan peran sebagai pemberi arah pasti kehidupan yang elegan melalui peyemaian penerapan nilai2 karakter kristiani. Paradigma pembangunan menekan pada pendekatan, yaitu 1) Pemberdayaan (empowerment); 2) Keadilan (equity); 3) Produktivitas (productivity); dan 4) kesinambungan (sustainable).

Kepimipinan tidak akan jalan tanpa pimpinan, sebaliknya tidak akan berarti tanpa kepemimpinan. Gereja dan organisasi kristiani dewasa ini sangat membutuhkan para pemimpin, namun tidak semua orang dalam ukuran manusia adalah pemimpinan yang visioner, berfikir jauh kedepan menggerakkan gereja dan organisasi yang dipimpinnya mencapai tujuan atau cita2 masa depan serta taat kepada Allah. Faktor penting dalam melaksanakan tugas pelayanan adalah adanya komitment yang kuat berdasarkan kesadaran, keteguhan akan panggilan dan kepekaan akan wujud nyata spiritiual dalam kehidupan.

Hampir semua gereja di Indonesia mengenal “penatua” atau “jabatan penatu”. Dalam tradisi gerejawi disamping pendeta, penatua sebagai jabatan gerejawi yang paling penting dan paling terhormat. Sesungguhnya, penatua adalah “profesi” atau “tugas”. Nats Alkitab dalam Markus 10:15, Yesus mengatakan bahwa :Ia (=Anak manusia) bukan datang untuk dilayanai, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya (=harga tebusan) bagi banyak orang. Nats ini memberikan makna yang menentukan bagi seluruh pelayanan yang dilakukan oleh pejabat2 gereja, karena dalam hal ini, melayani dengan seluruh penyerahan diri dalam kasih sama seperti Kristus.

Hakikat gereja dan iman Kristen mengharuskan anggota gereja Tuhan Yang Esa di dunia yang luas dan beragam ini untuk berteologi.

Rasul Petrus memberikan nasehat kepada kita sekalian “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh2 berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan dan kepada kebajikan pengatahuan dan kepada pengetahuan penguasaan diri, dan kepada penguasaan diri katekunan dan kepada ketekunan kesaleha dan kepada kesalehan kasih akan saudara2 dan kepada kasih akan saudara2 kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah2, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus Tuhan kita” (bnd 2 Pet 1:5-8). Karena itu, saudara2ku, berusahalah sungguh2 supaya pangilan dan pilihan makin teguh.. (2 Pet 1:10a).

Komitment pelayanan kepemimpinan jemaat.

Komitmen adalah tindakan yang diambil untuk menopang suatu pilihan tindakan tertentu, sehingga dapat dilaksanakan dengan sungguh2 dan sepenuh hati. Dalam hal ini komitmen merupakan suatu keyakinan batin atau sikap yang kuat terhadap pelaksanaan pekerjaan yang mengikat sehingga membelenggu seluruh hati Nurani seseorang dan kemudian menggerakkan perilaku menuju arah yang diyakininya dalam menjalankan tugas. Komitmen kepemimpinan yang tinggi sangat diperlukan dalam sebuah organisasi situasi pelayana professional. Berbicara mengenai komitmen pelayanan sering dicampurkan dengan istilah loyalitas dan komitmen perlu penegasan agar pemaknaannya menjadi jelas

Kata komitmen berasal dari Bahasa latin committee to vonnet, entrust the state of being obligated or emotionally, impelled adalah keyakinan yang mengikat. Sedemikian kukuhnya sehingga membelenggu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakkan perilaku menuju arah yang diyakininya. Menurut

Dalam organisasi, termasuk kegerejaan dikenal 3 dimensi komitmen. Yaitu 1) Komitment efektif sebai ikatan mosional terhadap pelayana; 2)komitmen kelanjutan sebagai sikap konasi menerima atau menolak; 3)Komitmen normative sebagai predikat berkewajiban atau percaya tinggi, perlu diingat bahwa komitmen tidak didasarkan pada satu komponen, karena interaksi antar ketiganya memiliki komitmen efektif, menikmati perkerjaan dan ingin tinggal, tetapi juga akan memiliki komitmen kontinue karena tidak ingin kehilangan prestise dengan pekerjaan.

Komitmen dapat mewujudkan sikap majelis untuk tetap berada dalam organisasi gereja dan terlibat dalam upaya2 mencapai misi, nilai2 dan tujuan organisasi gereja. Lebih lanjut dijelaskan bahwa komitmen merupakan suatu bentuk loyalitas yang lebih konkrit yang dapat dilihat dari sejauh mana majelis mencurahkan perhatian, gagasan dan tanggung jawab dalam upaya mencapai tujuan organisasi gereja. Jadi di dalam komitmen tsb terdapat beberapa unsur antara lain adanya kemampuan memahami diri dan tugasnya, pancaran sikap bathin (kekuatan bathin) kekuatan dari luar dan tanggap terhadap perubahan.

Komitmen kerja majelis yang tinggi berarti terdapat kepemihakan kepada gereja dengan etos kerja yang tinggi pula. Komitment majelis sebagai predictor kinerja majelis merupakaan perdiktor yang lebih baik dan bersifa global dan bertahan dalam melaksanakan tugas pelayanan gereja sebagai suatu keseluruhan daripada kepuasan kerja semata. Komitmen kerja majelis merupakan kekuatan bathin yang datang dari dalam hati seorang pelayan dan kekuatan dari luar itu sendiri tentang tugasnya yang dapat memberi pengaruh besar terhada sikap majelis berupa tangung jawab, responsive, inovatif terhadap perkembangan dikedewasaan iman dan spiritualitas jemaat. Itulah salah satu tujuan kita melakukan pelayanan dan pembinaan bagi jemaat agar mereka mengalami keteguhan iman, mengandalkan Tuhan dalam Yesus Kristus sebagai Tuhan Juruselamatnya. Jemaat mengalami kedewasaan rohani dan keteguhan iman “sehingga kita bukan lagi anak2 yang diombang-ambingkan oleh rupa2 angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikian mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran didalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal kearah Dia. Kristus yang adalah Kepala” (efesus :14-15).

Komitmen kerja seseorang didukung oleh kebutuhan2 akan prestasi (need for achievement) akan mendorong untuk melebihi, mencapai standar2, berusaha keras untuk berhasil. Berdasarkan pada uraian diatas, dapat diketahui bahwa komitmen, spiritualitas, memotivasi pelayanan untuk berkarya, berprestasi dan berkarakter. Komitment pembangungan karakter pelayanan dapat meningkatkan spiritualitas jemaat.

Manusia tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya seorang diri, ia membutuhkan orang lain untuk dapat memenuhi kebutuhannya untuk itu manusia berkelompok dan berorganisasi, maka pelayanan gereja terdiri dari kelompok orang2 yang bekerja melayani unuk mencapai tujuan orgnaisasinya, dengan komitmen mengembangkan dan dipertahankan pola perilaku terntentu yang stabil dan dapat diperkirakan sebelumnya. Komitmen tak kalah pentingnya dimiliki oleh seorang anggota gereja dan juga kepemimpinan baik komitmen professional maupun komitmen organisasional.

 Komitmen majelis adalah suatu keterlibatan diri terhadap tugas dan kewajiban sebagai majelis yang dapat melahirkan tanggung jawab dan sikap responsive dan inovaif terhadap konsekwensi logis dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap bidang pelayanan yang ditekuninya.

Berdasarkan pemahaman umum mengenai komitmen kerja majelis gereja pada Gereje Kristen Pasundan (GKP) Bekasi, dapat dirumuskan konstruk sebagai sintesa yang dapat dipedomi sebagai acuan dalam pelayanan. Acuan pengembangan komitmen pelayan gereja ini, diarahkan pada nalisis unsur pengembangan sumber daya manusia dipimpin organisasi gereja dalam hubungannya dengan karakter anggota jemaat. Komitmen pelayanan merupakan predikat sejauh mana seorang majelis memihak pada gereja dan tujuannya, serta berniat mempertahankan keterlibatannya dalam kepemimpinan tersebut, walau seringkali diartikan secara individu berhubungan keterlibatan dalam organisasi.

Komitment kerja majelis gereja merupakan suatu keterikatan diri terhadap tugas dan kewajiban sebagai pelayan yang berpangkal dari pemahaman, perasaan dan keterlibaran dalam organisasi gereja, melahirkan tanggung jawab, sikap responsive, inovatif terhadap pengembangan dan pecerapan pelayanan dalam 3 dimensi komitmen berorganisasi. Yaitu komitmen effektif, komitment koniyu dan komitmen normatif. Komitmen kerja majelis gereja tersebut mendorong terwujudnya kemampuan memahami diri dan tugasnya, pancaran, sikap bathin (kekuatan bathin) kekuatan dari luar dan tanggap terhadap perubahan yang melahirkan tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban menjadi kemitmen seseorang sehingga tugas tesebut dilakukan dengan penuh keiklasan bagi kemuliaan Tuhan.

Semoga sedikit coretan saya soal spiritual dan komitment bisa lebih menumbuhkan iman dalam pelayanan. “Selamat melayani.

Tuhan memberkati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s