Rabu Abu atau bahasa sononya Ash Wednesday

ask (42)GKP Jemaat bekasi telah 3 tahun berturut-turut melaksanakan perayaan rabu abu.
Tahun ini sebagai program dari Sinode GKP yang dilaksanaka di 58 GKP.
Rabu abu seagai tanda perkabungan dan penyesalan dosa yang sudah dikenal sejak perjanjian lama.
Di masa kini, rabu dirayakan sebagai awal masa prapaska yang biasanya disertai dengan prosesi mengoleskan abu di dahi sebagai simbol pertobatan.
Memasuki masa prapaska disertai dengan puasa selama 40 hari sebagai bagian dari disiplin rohani.
Bermawas diri dan mempersiapkan diri untuk menghayati karya keselamatan Allah dalam peristiwa sengsara, kematian dan kebangkitan Yesus.

Rabu 14 Feb 2018 bertepatan dengan hari kasih sayang dilakukan perayaan rabu abu.

ask (49)
Dalam kotbah Vikaris Brahmana Duta Egne S.Si yang diambil dari Jesaya 58:1-12 dengan tema “Tantangan gereja menghadapi ketidakadilan dalam masyarakat”.

ask (56)
Kotbahnya beliau menyampaikan agarkita selaku umat yang diselamatkan kembali untuk intropeksi diri dalam kehidupan terutama dalam pelayanan, apakah kita sudah murni melakukan atau hanya simbolis, sehingga dilihat orang atau unjuk diri.
Karena anugerh itu bukan bersyukur karena menerima berkat Tuhan tapi bersyukur karena bisa melayani Tuhan di jemaat atau kehidupan kita.
Dalam Jesaya disampaikan bahwaumat dengan kesalehan yang palsu, dimana saleh atau taat dalam hal menunjukkan diri, bukan bertekun karena Tuhan.
Untuk mengenang kebmbali bahwa kita adalah dari akan kembali ke debu yang rentan tidak bernilai apa-apa.
Sehingga beliau dalam kotbahnya mengajak agar bisa melakukan komitmen dalam kehidupan selama 40 hari ini berpuasa dalam hal apa yang selama ini tidak bisa dilakukan.
Contoh seperti membiasakan diri agar bangun pagi bisa bersekutu dengan Tuhan bukan dengan gadge.

ask (21)
Melalui rabu abu kita memasuki masa-masa persiapan menyambut keatian dan kebangkitan Yesus Kristus.

ask (22)
Pengenaan abu di dahi

Rabu abu mengajak menginstropeksi diri dalam penyesalan dan perobatan atas segala dosa yang ada pada diri manusia, memiliki kedekatan yang lebih mendalam dengan Tuhan.
Melalui simbol abu ini kita sebagai manusia diajak serta diingatkan oleh Tuhan bahwa setiap kita berasal dari debu dan kembali kepada debu (Kejadian 3:19)

ask (54)

ask (27)

Selamat menjalankan puasa prapaskah.

Tuhan memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s