Oh si Corona (covid19) ver2

 

Sebelumnya saya telah menyinggung betapa dahsyatnya si corona ini. Bagaimana tidak dengan adanya sicorona merubah semua sifat, sikap dan perilaku, kondisi manusia sekarang, yang seharusnya sudah sangat mengerti arti kebersihan dalam zaman moderenisasi, tapi malah saat ini diajarkan cara menjaga kebersihan dengan cara setiap melakukan sesuatu hal harus mencuci tangan diair yang mengalir dengan sabun min 20 detik.

pademic
Data dari Peta sebaran gugus tugas percepatan penangan covid-19

Tapi itulah kenyataan yang dihadapi masa kini, yang jadi permasalahannya adalah kita tidak sayang dengan nyawa yang kita miliki maupun keluarga kita, bagaimana tidak pemerintah begitu serius dan penduli kepada kita, sehingga disuruh  lock down agar jumlah terkonfirmasi menurun, tapi malah jumlahnya meningkat membuat pemerintah mengeluarkan peraturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dalam kurun waktu 14 hari (masa paling lama ingkubasi virus), sudah sampai perpanjangan yang ke-tiga sekarang, untuk menurunkan terkonfirmasi kena covid.. Jadi kondisi ini membuat miris, begitu peduli pemerintah, tapi kita tidak, bahkan dalam rangka menjalankan lock down, pemerintah juga menghimbau/melarang untuk mudik karena tradisi di indonesia berkumpul dalam rangka silatuhrami masa lebaran tentu disamping itu sebelumnya telah dilarang untuk mengadakan peribadatan dirumah ibadat tapi cukup dirumah masing-masing, bahkan perusahaan jika harusmenjalankan usahanya harus mengikuti protokol kesehatan, tapi berbagai macam cara dibuat orang bisa mudik, baik melalui angkutan truck (jadi barang bawaan ditutup terpal), bahkan sampai ada yang mobil ditarik towing penumpang di dalam mobil yang diangkut towing, coba bayangkan sudah jauh-jauh perjalanan kena pemeriksaan, sudah lebih setengah perjalan yang ditempuh terus disuruh putar balik…. jadi kita tidak pernah mau peduli dan sayang kepada jiwa kita, keluarga, tetangga…padahal kita juga tidak tahu, apakah kita pembawa virus (carrier), akrena ini bisa terjadi karena tidak ada gejala yang dirasakan.

Dokter, perawat yang telah melakukan tugasnya dalam pengabdian untuk memberikan perawatan dalam penyembuhan, tentu mereka lebih tahu bagaimana menjaga diri termasuk tidak bertemu dengan keluarga dengan waktu yang lama, kalaupun bertemu hanya sepintas karena tidak bisa bersenda gurau, bahkan mungkin seperti musuhan karena tidur harus terpisah, tetapi masih ada saja yang kena virus ini sampai meninggal dunia, jadi sudah sepantasnyalah kita bisa menjaga diri dengan mematuhi apa yang dilakukan oleh pemerintah. Terima kasih kepada dokter dan perawat sebagai garda depan yang telah melakukan tugas dengan tulus tidak memperdulikan diri dan keluarga, semoga pengabdian mu diharga terutama kami yang masih bisa menjalani hidup ini, doa kami menyertai mu.

Memang dalam pandemic/masa covid19 (corona virus disease 2019) ini banyak mejadi korban seperti berhenti bekerja(karena phk) , usaha yang tidak jalan/berhenti, walaupun pemerintah telah berupaya memberikan bantuan tunai langsung atau sembako, tapi kita harus menghargai upaya yang dilakukan oleh pemerintah, karena tidak bisa akan bisa seperti normal, tapi kalau tidakdimulai dari diri kita tidak akan bisa.

pada awalnya kita tidak pernah membayangkan bagaimana jika memang kena virus ini sampai dipanggil Pencipta, jangan kan tetangga, saudara bahkan keluarga(sumai/isri/anak) pun tidak bisa melihat, apalagi kami orang batak yang banyak acara dalam hal meninggal sebelum dan sesudah penguburan yang tidak akan bisa dilakukan.

graph penyebaran

Jumlah terinpeksi sudah mencapai 17an ribu dan sembuh serta meninggal berimbang dua ribuan artinya kesempatan untuk sembuh hanya sepersembilan…. apakah kita tidak takut jika hal ini terjadi kepada kita?, jadi harus kita sadar dan bahkan ikut membantu pemerintah agar bisa segera pulih keadaan kita seperti sebelum ada si corona, mari kita jaga psical distance menjauh dari kerumunan, menghindari bepergian yang tidak penting sampai keadaan mulai kondusive.

Daftar kasus per May 17, 2020

 

peta sebaran pandemic
Peta sebaran pandemic di Indonesia

Semoga coretanku ini berguna untuk kita yang perduli akan kehidupan yang masih bisa kita nikmatin.

diambil dari berbagai sumber

Tuhan memberkati.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s