Kisah Perantau dari Haranggaol

img_20160821_192908_hdrPerjalanan panjang …..Ketika ku melangkahkan kakiku untuk pertamakali ditanah rantau pulau jawa kota Jakarta. Kami tinggal di rumah kontrakan aku beserta tiga saudaraku perempuan ….Rumah yang tidak begitu besar tapi cukup layak untuk dihuni dengan fasilitas yang sederhana air sumur untuk mandi cuci harus ditimba pada zaman itu blom ada sanyo seperti sekarang ini …rumah yang tinggal di gang klo hujan licin karena becek klo kemana mana keluar rumah angkutan umum adalah becak yang dikayuh alias di gohek.

Didepan rumah tetangga kami bekerja sebagai tata usaha di percik …itulah asal muasalnya yang membawa diriku sekolah di esempe swasta yang notabena hanya orang2 yang mampu saja yang menuntut ilmu disana, sedangkan saya hanya seorang anakrantau yang berbekal apa adanya alias biasa2 saja. Akan tetapi semangat belajarku tidak mengurangi walau keberadaan ku untuk menuntut ilmu sebagai modal dasar dalam menapaki hidup ini.

Tak jarang aku harus menempuh berkilo2 berjalan kaki menuju tempatku menuntut ilmu karena tak mampu membayar angkutan umum. Bahkan untuk menikmati jajanan dikantin sekolah kerapkali aku menahan air liur … akan tetapi temanku yang baik hati merasa iba mentraktirku untuk itu.

Yah makanan yang menurutku dapat mengganjal rasa lapar dan cukup bergizi. Tentu aku harus lebih giat belajar untuk mengimbangi rekan2ku agar aku mendapat tempat dihati mereka, katakanlah menempati rangking sepuluh besar. Karena kalo tidak tentu tidak dipandang sebelah mata apalagi rekan2ku adalah anak2 yang tergolong pandai dan mapan dalam segala aspek. Akan tetapi semangatku tidak membuat aku merasa mc apalagi dalam olahraga basket boleh di sebut aku menjadi fans rekan2ku. Kami latihan setiap minggu di lapangan luar sekolah tak jauh dari percik. Team basket kami sangat menonjol katena sering memenangkan pertandingan antar sekolah. Dan kami semakin solid takkala team kami membawa nama sekolah yang notabene anak2 gedongan istilahnya.

Tiga tahun lamanya aku menapaki perjalanan yang cukup sulit akan tetapi banyak pembelajaran yang kudapat yang harus kusyukuri, dimana ketika kita berpunya banyak memberi dan tidak menjadi kesombongan, walau kita memiliki segala materi dan kedudukan. Satu hal yang aku sangat impikan, kemudahan hidup dari golongan menengah keatas dengan segala fasilitasnya ada supir ada pembantu ada apa saja yang dapat dimiliki yang aku tak punya. Karena sepulang sekolah aku harus membantu mengurusi pekerjaan rumah tangga dimana saudara2ku sibuk dengan kerja dan kerja.

Tiga tahun berikutnya aku menuntut ilmu di esema yang jauh berbeda dengan ketika aku di percik. Disana aku setara dengan rekan ku karena kebanyakan dari golongan ekonomi yang biasa2 saja. Sampai akhirnya kuselesaikan esela ku dan mengantongi izasah yang membawaku bekerja di sebuah pt milik pma tak jauh dari rumahku. Suasana bekerja sangat beda karena pegawai2 datang dari semua golongan beda latar belakang dan tujuannya cari materi. Persaingan sikut menyikut menjadi arena yang tak terelakkan walau aku tidak begitu ambisius untuk itu. Tapi nasib berkata lain posisi jabatanku mengantarkanku menjadi tambah mengerti hidup ini dapat menikmati sesuai dengan pendapatanku. Sampai akhirnya aku harus menerima kenyataan karena pt ditempat aku bekerja sahamnya ditarik dan jadilah kami semua karyawan harus menerima kenyataan alias pemutusan hubungan kerja.

Bagaimana dengan aku ? Yach tentu harus menerima nasib jadi pengangguran. Tapi hal itu tidak lama karena secercah harapan membawaku ketempat yang jauh lebih baik. Aku bekerja di expedisi milik orang Cina yang masih kerabat kakak iparku. Sampai disini perjuangan masih harus lebih kompetitif karena dituntut untuk bekerja dan bekerja. Aku termasuk yang bejo menurut ku karena dari sinilah awal kehidupanku yang lebih baik dan mapan sampai pada akhirnya ku dapat melanglang buana keluar negeri mampu membeli sesuatu yang kuingini dan kuperlukan yah  … Tuhan maha baik semua indah pada waktunya.

Thanks GOD.

iuda-la

Another story in covid19 – year 2020 Jul

Selamat pagi …..Kadang2 hati ini terasa gersang tanpa alasan entah kenapa kucoba untuk hening sejenak menghilangkan pikiran2 yang mengganggu fokus pada situasi yang nyata menikmati apa adanya bersyukur atas berkat2 yang jauh lebih baik hari ini dari hari kemarin ….

ada umurku yang senja ini tidak baik berfikir terlalu rumit karena dapat mengganggu imun tubuh apalagi masa pandemik yang berkepanjangan entah kapan usai dan kehidupan normal kembali …walau sadar-sesadarnya bahwa tiada sesuatu terjadi tanpa kehendak-Nya.bMemang pada saat ini sepertinya aku tidak dapat berfikir terlalu keras merencanakan ini dan itu karena kemampuan untuk melaksanakan hal2 yang berat tidakblagi seperti sediakala.bKadang2 degup jantung ini pun begitu meletup letup manakala memaksakan kehendak …

oh itulah takdir yang tidak dapat dipungkiri bahwa segala sesuatu ada masanya.bKarena yang kualami saat ini adalah cepat lelah walau hanya mengurusi pekerjaan rumah tangga saja atau barangkali perlu refereshing istilah sekarang tapi tentu itu hanya angan belaka karena covid19 menghantui nun diluarsana, banyak yang harus dipertimbangkan sebelum bertindak ….

Jaga jarak pakai masker cuci tangan dan lain sebagainya, itulah protokol kesehatan yang harus dipatuhi…dan kita wajib disiplin klo mau sehat ….ya atau ya.

Mari kita sama-sama menjaga kesehatan

Terima kasih inanguda sharing pengalaman melanlang buana ditanah rantau…..

Tuhan memberkati.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s