Oh..h my Drone

Pasti sudah mengenal yang namanya drone yaitu pesawat yang diterbangkan tanpa awak, dikontrol oleh remote.
Tentu drone ini memilik receiver (drone) dan transfer (remote) yang ditentukan oleh jarak (remoe dengan drone) dan lama waktu terbang (baterai) tentu feature lain yang membuat lebih mudah menerbangkan done ini.


Diawali dengan keinginan tahu bagaimana menerbangkan drone dan menambah kegiatan dalam masa pandemic 🙂 , maka mulailah belajar dari yutuber bagaimana menerbangkan drone ini.
Berhubung keterbatasan yang dimiliki (skill dan dana) maka mulailah membeli drone yang murah meriah (200an) agar tidak begitu terasa resiko jika memang harus raib ( kebawa angin, kecebur) bisa iklas.

Tentu degan nilai ini mempunyai keterbatas dari drone yang kita miliki, Harus mempunyai skill yang lebih baik dalam pengendalian.
Otomatis keterbatasan ini membuat drone pertama yang kumilik tidak terkontrol dan nyemplung kesungai….ampiun..
Karena keinginan belum tersalurkan maka beli lagi yang sedikit lebih mahal (400an), tentu ada penambah peature yang dimiliki harapannya.
Sayangnya pada saat di terbangkan (takut kebawa angin) dari pengalaman sebelumnya maka diterbangkan di didalam ruangan sehingga crash (liar menabrak benda-benda sekelilingngya) membuat motor drone rusak, termasuk pcb(receiver) drone , karena tidak bisa lagi connect dengan remote.
Penasarannya masih tinggi maka kembali dibeli yang (500an), ini lumayan awet, tapi tidak bisa berpetualang (ambil photo, video dari udara), sehingga membeli yang lebih mahal (800an).


Dengan drone senilai ini sudah lumayan stable dan bisa ber selfi ria, walau belum berani keluaran ruangan. Padahal di specnya sudah GPS dan return to home ternyata hanya promosi … oh sedih tertipu diriku.
Alhasil dengan keinginan mencoba melihat view dari atas dan melihat hembusan angin yang sepoi-sepoi, cobalah diterbangkan dengan ketinggian yang diinginkan, tapi ternyata feature yang dimiliki belum semumpuni yang diharapkan, karena begitu naik dihembus angin, walau sudah di kendalikan tetap tidak mampu sehingga lost connect dan…..hilang lagi deh drone ku, sedih, ingin menangis, galau semua bercampur baur dalam hati……karena uang yag dikularkan cukup b***ak.
Sementara ini stop dulu hunting drone baru…karena belum tenang hati (masih galau), tentu mentri keuangan juga pasti …..akan….kalau hunting.

Dari pengalaman main drone yang terbatas ini ternyata ada 2 hal yang dipetik.

  1. Mengetahui keterbatasn (kapasitas) yang dimiliki oleh drone (….kita juga sama kali iyah).
  2. Mengetahu kondisi area/tempat yang akan kita mainkan (…sama lagi kali iyah karena kita harus tahu dimana kita berada sehingga tidak ada kesalahan dalam …)

Tapi karena belum bisa mengalahkan keinginan maka kembali membeli drone yang berikutnya yang sudah real gps wala masih terbatas karena gps lama connect, karena wifi sudah 5g sementara hand phone masish 2.4G sehingga belum bisa menikmati terutama dalam pengambilan photo yang stabil.

Ternyata keinginan untuk memiliki sesuatu yang telah didambakan lama, ternyata susah dibendung, sehingga dengan adanya discount gede-gedean, jadi hunting drone 3 axis gimbla….

Nambah koleksi…..

Semoga coretan saya ini berguna … terima kasih sudah membaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s