Sejarah Ringkas GKP Cirebon

Pendahuluan.
Pada tanggal 27 Sep 2013 ini GKP Cirebon memasuki usia 149 tahun.

GKP+CirebonPerjalanan panjang kehadiran GKP Cirebon telah memberi warna pada perjalanan kota Cirebon. Dr. Hendrik Kraemer dalam tulisannya menyatakan bahwa dari laporan-laporan zendeling dan para guru kita mendapatkan kesan berikut mengenai keadaan di resor Cirebon. Jemaat kota Cirebon berjumlah 244 orang, Diantaranya orang Tionghoa merupakan minoritas. Jemaat itu jemaat campuran, yang terdiri dari orang Tingkhoa, Jawa, Sunda, Ambon, Menado, Matak dan Sangir.Kendati orang Tionghoa merupakan minoritas, berhadapan dengan kelompok2 bangsa lain merupakan kesatuan yang padat, yang juga lebih giat dan bergairah (Kraemer laporan jawa barat, hal..).
Catatan Kraemer ini dibuat pada tahun 1930. Lebih lanjut Kraemer mencatat : Dalam bulan oktober 1930 penduduk Pribumi provinsi West-jawa berjumlah 11.039.350 jiwa. Dari jumlah itu 8.5% saja yang tinggal dikota, selebihnya, penghuni pedusunan. Mayoritas 8.5% saja yang tinggal di Batavia, Bandung dan di Kotapraja, Pada tahun yang sama, jumlah orang Tionghoa di Jawa Barat 259.718 (dijawa tenghah 130.360, dijawa timur 154.487). Di jawa barat mereka merupakan 2.28% seluruh penduduk. Dari mereka 52% tinggal di Kotapraja. Dipedusunan tinggal 123.978 orang Tionghoa diantaranya 60% di tanah partikulir (yang bekas atau masih ada)orang Tinghoa paling menonjol di Batavia, Cirebon. Dikabupaten Sumedang, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis.
Orang asing lainnya, terutama orang Arab berjumlah 17.300 jadi 0.15% penduduk. Dari mereka 70% tinggal di Kotapraja. di Cirebon, orang Arab merupakan 2,9% penduduk.
Di jawa barat jumlah wanita melebihi jumlah pria. Menurut Minde Welvaartsonderzoek-verslag (dimulai 1905) poligami sering terjadi dareah serang, priangan dan Cirebon.
Di tengah lautan penduduk itu ada sejumlah orang Kristen Pribumi, yang diasuh oleh NZV, Akhir 1932 mereka …, sedangkan orang kristen Tionghoa berjumlah 1.405, seluruhnya 5.497 orang kristen.
Catatan Kraemer ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sejarah GKP Cirebon. hal ini mengingat potret yang disampaikan Kraemer di Belanda.
Kemudian mendorong kemandirian GKP dan GKP Cirebon salah satu pendukung sidang pertama Rad Ageng pada tahun 1934.
Dalam tulisan singkat ini disampaikan secara umum mengenai kehadiran GKP di Cirebon sejak berdirinya sampai saat ini.

Masa tahun 1864 – 1934.
Kehadiran GKP Cirebon tidak bisa dipisahkan dari semangat Penginjilan yang dilakukan oleh Nederladsche Zendifsvereeninging (NZV). Lembaga Zending NZV didirikan di Rotterdam tanggal 2 Dec 1858, dan atas saran sebuah lembaga pekabaran Injil di Jakarta (Genootshap voor in-en uitwendige Zending GIUZ), NZV bekerja di Jawa Barat di kalangan orang-orang Sunda. Pada tahun 1863 tiga orang utusan pertama NZV yiatu Cabrs, D.J. van der Kinden dan G.J. Grashuis , tiba di Tanung priuk dan melanjutkan perjalanan ke Bandung. Tetapi karena kesulitan mendapatkan izin kerja D.J. van der Linden pindah ke Cirebon, kemudian ke Indramayu.
D.J van der Linden memulai pelayanan di Cirebon Nov 1863 walaupun pada saat itu belum mendapatkan ijin dari keresidenan Cirebon, tetapi hal ini tidak menghambat pelayanan yang dilakukan. Dan dalam waktu satu tahun pelayanan setelah beliau tiba di Cirebon dibaptislah seorang ibu keturunan Tionghoa yang bernama ibu Salaber. Mengingat saat itu ijin untuk beliau belum didaptkan maka pelaksanaan baptisan ini dilaksanan oleh Pdt. JGW Krol, seorang pdt Indeshe Kerk. Dan dalam kurun waktu setahun pelayanannya sudah tercatat 5 orang yang dilayani, yaitu ibu Salaber dan 1 keluarga yang berasal dari Tegal.
Pada tahun 863, NZV mengutus seorang tenaga penginjil yang akan melayani di Cirebon, beliau bernama Atze Dijkstra (1840-1893). Beliau berangkat dari Nederland pada 21 Oct 1863, dan tiba ti Batavia pada 22 jan 1864, kemudian beliau melanjutka perjalanan ke Cirebon beliau bersahabat dnengan seorang perwira keturunan Tionghoa yang bernama Letnan Ong Paw. letnan Ong Paw bahkan memberikan tanah dan rumahnya untuk menjadi tempat beribadah emaat yang menjadi pelayanan A.Dijkstra. Dari pelayanan Dijkstra maka pada tanggal 27 Sep 2868 dilaksanakan sakramen baptisan kudus atas bapak Sarban dan ibu Widjem. Mereka adalah orang pribumi yang berasl dari Tegal. Sementara itu baru tanggal 5 Des 1868 Letnan Ong paw dan istri juga di pabtis. Hubungan baik dengan Letnan Ong paw ini memperkuat pelayanannya yang dilaksanakan oleh Dijkstra. Dalam pelayannya Dijkstra kemudian dibantu oleh Tarub, seorang pribumi yang dikirim secara khusus oleh Anthing. Beliau melayani sampai meninggal dunia pada 7 oct 1893.
Para Zendeling silih berganti melayani di Cirebon, pelayanan dilaksanakan kepada orang-orang Jawa dan kemudian berkembang kepada orang-orang yang berasal dari Ambon, Minahasa dan Batak. Bahasa yang dipergunakan dalam pelayanan adalah bahasa melayu. Dari catatan tahun 1885 diketahui bahwa jumlah jemaat berjumlah 39 orang. mereka terdiri atas 10 orang Jawa barat, 13 orang Ketrurunan China, dan 16 orang keturunan Indo, serta Ambon. Secara presentase, jumlah anggota jemaat dari suku Sunda lebih sedikit daripada etnis lain dari Jawa barat.

Masa tahun 1934 – sekarang.
Pelayanan para zendeling terus mberkembang juga melalui pelayanan pendidika dan kesehatan. Ruang pelayanan mereka bukan hanya di Cirebon tetapi juga turut membantu pelayanan kesehatan baik itu di beberapa zendeling sempat mengambil bagian sebagai pengurus lebaga kesehatan yang ada.
Dan dalam semangat kebersamaan pula gereja Cirebon hadir dalam sidang Rad Ageng yang sangat bersejarah itu dan turut mengambil bagian dalam keputusan bergabung mengadi bagian dari Gereja Kristen Pasundan. Hal ini juga tidak lepas dari dorongan yang ditujukan oleh Dr. Hendrik Kraemer kepada pengurus besat NZV untuk memberi pengasuhan atas jemaat-jemaat di pasundan menjadi Gereja yang membuat Ia melihat bahwa jemaa-jemaat pasundan dan para pemimpin pribum punya potensi yang dapat dikembangkan kalau mereka sudah diserahkan tanggung jawab yangpenuh.
Masa ini memberikan upaya semua pihak (para zendeling, pmemimpin pribumi dan warga jemaat) untuk menyesuaikan diri degan situasi yang baru. Hal ini menyangkut semua segi kehidupan dan jalinan0jalinan hubungan dalam gereja serta segala kegiataannya. perubahan stats dari jemaat-jemaat zending menjadi suatu gereja yang mandiri, menuntut perubahan di segala bidang kehidupapn gereja misalnya hubngan antara para zendelng dengan petugas pribumi, hubungan antara warga jemaat dengan para pemimpin gereja yaang semangat kemandirian jugalah maka pada tanggal 18 agus 1935, ditahbiskan seorang pendeta pribumi pertama di GKP Cirebon, yaitu Pdt Yoseph athe.
Pada saat itu juga Pdt Yeseph Atje digantikan oleh Pdt. Enos Kaarubi. Dalam kepemimpinan Pdt. Enos Kaarubilah terjadi peristiwa yang bersejarah bagi GKP jemaat Cirebon, Pada tahun 1942 gedung gereja di jalan Pulasaren di bom tentara jepang, mengingat kehancuran gedung Gereja di pulaseran maka jemaat kemudian menggunakan gedung gereja milik Indesche Kerk di jalan Yos Sudarso. Gedung gereja diperkirakan berdiri pada tahun 1788 dan diperuntukka bagi pejabat negara dan juga orang belanda atau penduduk yang mempergunakan bahasa Belanda (menurut data dari wikipeda, gedung gereja ini merupakan gedung gereja tertua nomor tiga di Indonesia, sementara untuk Cirebon merupakan salah satu gedung tertua.

1dc71-gkp2bcirebon1

mengingat hal ini tentu saja dapat dipahami pemerintah menjadikannya sebagai cagar budaya). Gedung gereja ini ditinggalkan oleh orang-orang belanda yang terancam pendudukan Jepang. Catatan yang disampaikan oleh Pdt. J.J. Aijal yang mewakili Indesche erk untuk meninjau gedung-dgedung gereja milik Bethel diberi ijin untuk memakai gedung gereja ini daripada dipakai oleh pihak-pihak yang tidak beranggung jawab.
Dan atas kasih Tuhan serta dalam semangat Oikumnis maka pada tanggal 22 Oct 1981, gedung gereja dihibahkan oleh BP Sinode GPIB yang diwakili oleh Pdt. AJ Sahetapy Engel sebagai ketua Umum dan Pdt. Johny A Assa sebagai sekretaris Umum, kepada BP Sinode GKP yang diwakili oleh Pdt. Arifin Dani selaku Ketua Umum dan pdt. Weinata Sairin selaku Sekretaris Umum. Sementara saksi-saksi dari Majelis Jemaat GKP Cirebon yaitu Bpk. Johny Sooriton dan Ibu Shiely Ban den Bosh.
Sejak awal berdirinya pelayanan pada zendelinng di kota Cirebon mereka melakukan juga pelayanan di desa-desa sekitar Cirebon, Kuningan dan Indramayu pelayanan ini terus dikembangkan dengan baik, beberapa wilayah pelayanan itu adalah: Ciguru, Tangkoo, Cibuut, panguragan Lor, da Kancana Girang. sAmpai saat ini ada ag sudah menjadi J=jemaat mandiri ada jga sudah tidak dilayani lago oleh GKP. Para pendeta yang melayani diGKP Cirebon elaksanakan tugasnya dalam ketulusan hati dan semangat yang kuat. Wilayah pelayanan yang luas dengna medan yang cukup berat tidak menghambat jalannya pelayanan. Mengingat luas dan beratnya wilayah pelayahan tersebut dalam sejarah pelayanan di GKP Cirebon sejak lama memiliki konsep untuk pelayanan dilakukan lebih dari satu pendeta.
sejak masa para zendeling hadir guru injil maupun orang-orang yang memang secara khusus mendampingi mereka. dan konsep ini terus berlanjut dengan pelayanan yang bersama dilakukan Pdt. Kesa Yoenoes dengan Pdt. Arifin Dani. Ketika masa pelayanan Pdt. Chita R Baiin, pernah dihadirkan 2 orang vikaris. Begitu juga ketika masa pelayanan Pdt. Supriatno hadir Pdt. Risma Manalu dan kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Yayan Sampai dengan hadirnya Pdt. Adama Antonius Sihite. Para pendeta yang melayani di GKP Cirebon bukan hanya para pendeta GKP, tetapi juga daru beberaa Geeja yang karena tinggal di Cirebon turut melayani di Jemaat ini. Para pendeta tersebut antara lain: Pdt. Anna Wokas Rondoh dan Pdt. Prapto. Dalam pelayanannya juga GKP Cirebon menjadi tempat pentahbisan Pdt. Tri Admadja sebagai pendeta GKP dalam pelayanan di TNI AD. Konsep pelayanan yang dimunculkan sejak masa para zendeling ini menunjukkan semua pelayanan yang dilakukan harus menyentuh seluruh bagian warga jemaat. Semangat tersebut terus berkembang dengan pelayanan kehidupan persekutuan yang saling berbagi. Salah satu sisi kebersamaan persekutuan yang dalam berbagi di GKP Cirebon adalah kegiatan makan bersama. Makan bersama dilaksanakan minimal satu bulan sekali setelah kebaktian minggu dengan sebutan Tea Morning. Tidak ada catatan khusus kapan dimulainya kegiatan ini, namun jemaat dengan sukacita memaknainya dalam semangat kasih persaudaraan. Dalam kegiatan tersebut semua orang dapat duduk bersama, tua muda, besar kecil, semua sama. Ini merupakan kebersamaan yang luhur. Berbagi bukan hanya menjadi bagian internal jemaat, namun jemaat juga berbagi dalam kebersamaan dengan Gereja dan sesama. Hal inilah yang membuat sejak zaman para zendeling warga GKP Cirebon mengambil bagian dalam memaknai Tri Tugas Gereja maupun apa yang kemudian disebut Tri Wawsan GKP. hal ini menunjukkan dengan keterlibatan di berbagai aktivitas klasikal, sinodal maupun oikumenis. Bahkan partisipasi jemaat juga ditunjukkan dalam hubungan dengan lembaga-lembaga sosial, maupun sosial keagamaan. Disadari kehidupan warga Jemaat di cirebon membutuhkan sikap yang terbuka terhadap berbagai situasi yang ada disekitarnya. Sikap ini telah ditunjukkan oleh Ny. Salaber yang dicatat memiliki keterbukaan pada masyarakat. Bahkan lahan yang dimikinya ditanam tanaman obat yang dipergunakan bagi masyarakat. Sikap terbuka dan murah hati inilah yang membuat Ny. Salaber dierima dengan baik ditengah masyarakat. Keterbukaan ini kemudian menjadi ciri dalam pelayanan GKP Cierbon. Walaupun anggota jemaat berasal dari berbagai suku namun sikap positif terus ditampakan ditengah masyarakat. Hal ini ditunjukkan melalui keterlibatan dalam kegiatan Oikumenis maupun berperan aktif alam membangun dialog antar umat beragama. Sikap ini bukan hanya menjadi agenda Majelis Jemaat saja tetapi melibatkan seluruh bagian warga jemaat.
Karenanya dalam kehidupan sehari-hari setiap bagian jemaat diingatkan untuk tetap terlibat dalam berbagai aktifitas masyrakat. melalui keterlibatan di tengah masyarakat tersebut diharapkan merupakan setitik sumbangsih GKP Cirebon bagi kota yang dicintai ini.

Catatan :
a. Penentuan tanggal ulang tahun jemaat ditentukan melalui Rapat Jemaaat tanggal 9 April 2013. Penentuan ini berdasarkan sumber-sumber yang telah ditelurusi dan Buku Registrasi jemaat yang diperkirakan dibuat pada tahun 1868.

b. Data para pelayanan di Cirebon.
1. Pada tanggal 16 Agust 1862 telah di utus tenaga penginjil ke Cirebon, yakni: Dirk Johannes van der Linden, tiba di Cirebon pada nov 1863. Beliau bekerja selama satu tahun. Dan pada masa pelayanannya dilaksanakan baptisan kudus pada ibu Salaber seorang keturunan china yang dipimpin oleh Pdt. J.G.W. Krol, tahun 1864.
2. Pada tahun 1863 NZV mengutus seorang tenaga penginjil yang aka melayani di Cirebon, beliau bernama Atze Dijkstra (1840-1893). Beliau berangkat dari Nederland pada 21 Oct 1863 dan tiba di Batavia pada 22 Jan 1864. Beliau melayani sampai meninggal dunia pada 7 Oct 1893.
3. Pada pelayanan A. Dijkstra dilaksakan sakramen baptisan kudus pada tanggal 27 Sep 1868 pada Sarban dan Widjem dan 5 Des 1868 pada Letnan Ong Pauw dan istri.
4. Dijkstra sejak Jul 1877 dibantu oleh Taroeb, seorang pribumi yang diutus Mr. Anthing untuk membantu pelaksanaan pekabaran Injil di Cirebon.
5. Pengganti A, Dijkstra adalah J.J.Muis 1896-1899
6. Otte van der Brug, melayani tahun 1900-1909
7. S. Coolsma mencatat bahwa pada tahun 1900, seorang perempuan asal Kuningan bernama Meneb, diangkat menjadi pembantu zendeling dengan mendapat gaji dari NZV.
8. Elizabert Cornelis Burgstede, melayani tahun 1935-1937.
9. Guru Injil Enos Djalimuoen, melayani di GKP Cirebon tahun 1836-1839.
10. Lulof Hendrik Put, melayani 19838-1940.
11. Pdt. Joseph Atje, dtahbiskan d GKP Cirebon 18 Agus 1935.
12. Pdt. Enos Kaarubi, melayani sejak 3 Nov 1941.
13. Pdt. Kesa Junus melayani sejak tahun 1943 di GKP Cirebon dan beberapa jemaat lainnya. Secara khusus melayani dan tinggal di Cirebon pada tanggal 1 Aug 1961 – 1 Jan 1975.
14. Pdt. Arifin Dani S.Th ditahbiska di GKP Cirebon pada 22 Feb 1968 dan melayani sampai 1971.
15. Pdt. Tri Atmadja SmPAK, ditahbiskan di GKP Cirebon pada 15 Oct 1976
16. Pdt Chita R Baiin S.Th, ditahbiskan pada 24 Mar 1983 dan melayani sampai 1992.
17. Pdt. Supriatno M.Th, melayani 1992-2002
18. Pdt. Rasima TE.F Manalu ditahbiskan di GKP Cirebon pada 1 Agus 2000 dan melayani sampai 2004
19. Pdt. Adama Antonius Sihite S.Si, melayani dari 24 Apr 2006 -2012
20. Pdt. Yayan Heryanto S.Si, sejak awal diproyeksikan utuk melayani di GKP Cigugur mengingat GKP Cigugur masih merupakan Bakal Jemaat, maka basis pelayanan beliau adalah GKP Cirebon.
21. Pdt. Edward Tureay, S.Th, melayani 05 Aug 2012 – 2017

gultom_PdtEdward
22. Pdt. Daryatno, tahun2017 sampai sekarang

 

Advertisements

Op. Sonar Gultom – pesta natal 2018 dan bona tahun baru 2019

 

Akhirnya setelah berjalan 18 tahun terbentuknya punguan Op. Sonar Gultom, maka pertama kali diadakan perayaan natal dan bona tahun 2019 pada hari minggu 6 jan 2019 di Bekasi Timur Jati Mulya Jl. Cendrawasih. Dengan semangat dan keinginan yang kuat dari Abang A. Boris Gultom, bisa berjalan persiapan dengan baik, tak luput ini adalah karena pengalaman beliau yang dilakukan di lain punguan/tempat.

img-20190106-wa0025
Setelah setelah persiaan, meunggu undangan

Walaupun dengan waktu yang terbatas hanya sebulan lebih persiapan acara ini, bisa dilaksanakan, bahkan hampir semua berjalan dengan baik. Ini adalah awal dari mulainya ada acara sehingga tahun 2020 kemudian akan diharapkan bisa lebih baik dalam persiapan dan acara berjalan.

img_20190106_141824
pembukaan/huhuasi

img-20190106-wa0044img-20190106-wa0051img-20190106-wa0037

Terima kasih kepada Abang serta akkang A.Boris Gultom serta semua yang mendukung dalam persiapan acara ini dan kepada ketua punguan Op.sonar Gultom A.Eva Gultom yang begitu setia dan sabar untuk mengayomi kami anggota punguan ini.

IMG_20190106_125958.jpg

img-20190106-wa0041
Liturgi pertama (penciptaan)

img_20190106_133153

Liturgi ketiga
img_20190106_141241
Liturgi keempat
img-20190106-wa0134
Liturgi kelima

tentu tak lupa terima kasih kepada donatur yang telah membagikan berkat Tuhan, dan kepada semua anggota punguan Op. Sonar yang telah meluangkan waktu hadir.

img_20190106_140600

img-20190106-wa0151

Selamat hari natal 2018 dan tahun baru 2019, semoga di tahun 2019 ini khususnya punguan Op. sonar Gultom bisa lebih baik dan dukungan anggota lebih solit sehingga bisa terlaksana yang dinginkan dalam kebersamaan seperti tema yang dibuat saat ini yaitu “Kebersamaan dan rukun akan menerima/saluran berkat (Maz 133:1)
Ini adalah harapan semua anggota punguan….

img-20190106-wa0158img-20190106-wa0159img-20190106-wa0160img-20190106-wa0156

Dan anggota khususnya Gultom keturunan Op. Sonar yang berada di Jakarta sekitarnya bisa ikut serta dalam punguan ini, harapannya.

Tuhan memberkati.

img-20190106-wa0162IMG-20190106-WA0161.jpg

Terima kasih Tuhan atas penyertaanMu

IMG_20180812_175413Dengan usia diatas 50 tahun, saya masih bisa menjalankan operasi kuping karena gendang telinga bocor Hari Jumat 10 Agusts 2018 mulai pukul 7.00 sampai 11.00 pagi.

IMG_20180810_131220_BURST6.jpg

IMG_20180812_175827
Bius total yang dlakukan sehingga tidak terasa process berjalan, dan bangun setelah berada diruangan kembali.
Beberapa tahun lalu saya berenang dengan anak di Cibulan Kuningan, dan tidak sadar saat terjun, air masuk kekuping.
Dengan berbagai cara tradisi dilakukan mengeluarkan air tidak berhasil, dan beberapa bulan kemudian baru ke dr THT di dekat kantor, RS Medika di Cibitung.
Tapi sepertinya tidak berhasil, sampai ketemu dengan praktekdr THT di Harapan Jaya Dr. Hasrul, memang kendalanya praktenya dari pukul 8 malam sampai pukul 10, tapi karena banyaknya pasien bisa sampai pukul 12, sehingga harus book 2 hari sebelum.
Karena tidak ada target yang harus dibayar, sehingga pasien banyak berobat.
Dengan beberapa kali kunjungan dan lumayan buat biaya penebusan obat, alhasil minta saran dengan dr apakah ada jalan lain untuk pengobatan supaya tuntas.

IMG_20180809_210158
Karena efecnya adalah dengan gendang telinga bocor maka, akan ada gangguan setiap hari seperti suara dengung, dan tentu pendengaran menurun, kuping berair dan mudah flu dan pusing/sakit kepala.
Beliau menyarankan untuk dioprasi saja dengan penutupan lubang di gendang telinga.

IMG-20180812-WA0001
Puji Syukur operasi berjalan dengan baik setelah konsultasi dengan Dr. Soekirman di RS THT Proklamasi di sebelumnya dengan rontgen dan test pendengaran, hasil rontgen menunjukkan bahwa tulang kuping yang seharusnya berongga sudah tertutup sehingga tidak ada lagi pernafasan menjadikan keluarnya air dari kuping.
Dan kulit gendang yang sudah menebal yang tidak seharusnya.
Kamis 9 Aug 2018 konsultasi diputuskan besoknya hari Jumat 10 Agustus 2018 operasi.
Hasil observasi semua berjalan dengan baik, sehingga bisa dilanjutkan operasi.

Setelah operasi obesrvasi lagi sehingga bisa pulang setelah ganti perban, senin 13 agustus 2018 baru check da tidak ada kendala bisa pulang melanjutkan aktivitas seperti biasa tapi off dulu seminggu. No

IMG_20180810_193718

Ruangan no.301 Silver, sangat bersahabat, dan ruangan yang nyaman, sehingga saat anak-anak kunjungan tidak terasa di RS.

Akses menuju RS THT Proklamasi juga tidak begitu kendala

Terima kasih kepada Ayah mertua yang setia mendampingi waktu konsultasi dan menunggu saat operasi, karena kesibukan istri mengurus anak-anak sekolah.

IMG_20180812_190922
Dan kepada keluarga besar dan saudara/saudari, jemaat GKP bekasi yang telah memberikan dukungan doa sehingga operasi berjalan dengan baik.
Semoga bisa pulih kembali seperti sedia kala, dan kepada bapak Gatot yang memberikan izin, dan Yagi San, serta rekan kerja yang setia memberi motivasi dan semangat.

Tapi ternyata harus ada yang saya harus bayar mahal,  karena tidak ada konfirmasi sebelumnya dari pihak abda maupun RS THT Proklamasi sebelum tindakan operasi, akan ada excess (22jt).

Padahal, sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan pihak yang terkait agar bisa di kordinasikan, karena ada alternatif lain yaitu BPJS.

Tuhan kiranya memberkati.
Amin

Berkat terindah

IMG_20180216_124556

IMG-20180608-WA0055IMG-20180608-WA0044IMG-20180608-WA0051IMG-20180609-WA0004Terima kasih Tuhan,,.! Esther bisa dapat NEM yang terbaik dengan nilai 291.55dan juara satu dari SD Harapan Indonesia Harapan Jaya (Jun 2018) tanda kelulusan dari kelas VI.

Bahasa Indonesia 94.75

Matematik 98.80

Ilmu Pengetahuan alam 98.00

IMG_20171216_114136
Biarlah kiranya ini menjadi pujian dan kemuliaan bagi Tuhan didalam kesukacitaan yang kami terima.IMG-20180608-WA0052

IMG_20180210_121414

Begitu sukacitanya dari sekolah guru-guru pengajar baik kepala sekolah karena nilai NEM yang terbaik dari sekolah ini bahkan dari sekolah negeri hanya 27, sehingga mereka merekomendasikan untuk masuk sekolah pavorit (SMP 1), sementara NEM tertinggi lalu adalah 29.05

IMG_20180210_145036

Selanjutnya adalah mengukir prestasi baru di jenjang berikutnya yaitu SMP.
Semoga ini sebagai langkah awal untuk membuat prestasi yang lebih baik, agar bisa menjadi bekal dimasa yang akan datang, selaku orang tua kami hanya bisa memberikan ilmu sebagai harta yang abadi yang bisa diberikan.

jalur_umum_Kota_bekasi

Begitu besar berkat yang diterima sehingga menjadi bingung kalau dalam bahasa kekinian galau, karena rencana awal cukup mendapat peringkat di sekolah yang mudah di capai (SMP-5), bahkan kini bisa masuk ke sekolah pavorit (SMP-1).
Sehingga butuh waktu dan pertimbangan khususnya dalam mobilisasi untuk mencapai sekolah, karena lumayan cukup jauh dari tempat tinggal.IMG-20180608-WA0057

cropped-img_20170225_170835_hdr

Terima kasih kepada Istri yang begitu setia dan sabar untuk membimbing dan memberikan pengarahan terutama dalam persiapan untuk ujian, tak lupa juga kami sampaikan terima kapada guru-guru pengajar di SD Harsia yang telah setia memberikan ilmu selama pendidikan kepada anak kami Esther.

Selalulah berkarya dan melakukan yang terbaik dalam hidup mu Nak!, agar kelah engkau bisa mencapai apa yang kau cita-citakan. Tuhan memberkati!

skating (5)

Sata sangat bersyukur begitu besar betkatNya dengan kenaikan kelas iv ke kelas dengan nilai yang baik yaitu peringkat 1 dan peringkat 2.

IMG-20180609-WA0007

 

IMG-20180609-WA0005Tuhan kiranya memberikan berkatNya kepada Bapak/Ibu/Sdr/i yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materials.

IMG-20180609-WA0011IMG-20180608-WA0045IMG-20180608-WA0060

Trans studio Bandung

IMG_20171007_174926_HDR

Bagi sebagian orang pasti sudah mengetahui apa itu trans studio bandung.

Karena sudah lama wahana permainan ini ada, bedanya indoor atau area tertutup.
Sementara kalau yang lain yang sama adalah area tertuka seperti dunia fantasi yang ada di Ancol.
Kesempatan ini, dalam rangka ulang tahun dari kantor, maka diadakan refresing bagi karyawan dan keluarga, dengan jumlah 3500an orang maka terbayang dengan tempat seluas itu akan menjadi sempit, ditambah ada 2 PT lain sekitar 2000an orang, artinya lebih dari 5000 orang yang ditampung.

IMG_20171007_115704

IMG_20171007_153413

IMG_20171007_153421

IMG_20171007_153431
Kendalanya adalah bahwa mobilisasi ketempat tujuan harus dipertimbangkan matang-matang karena ini di tengah kota bandung. Jadi dengan pengorbanan untuk bangun pagi agar bis sampai pagi di tempat, tapi karena mengajak keluarga mau ngga mau bisa berang pukul 7an, sehingga sampai baru 11.30 di bandung.
Sementara acara pidtoa dipanggung tidak bisa diikuti karena ketinggalan, karena mulainya 9.30 dan bubar 10.30, karena harus bergantian dengan perusahaan lain/
Konsekwensinya lagi dalam arena permainan menjadi sedikit yang bisa dinikmati, karena lamanya waktu antri.

IMG_20171007_141024

IMG_20171007_155050
Minimal keluarga sedikit berbahagia, karena dengan adanya wacana tour ini, mempunyai kesempatan untuk datang ke tempat, ini walau tidak full power.
Setelah sampai langsung ambil makan siang di boot makan siang tempat kantor kerja dan hanya 3 permainan yang bisa dinikmati.
Bis yang disewa oleh kantor sejumlah 51 buah juga ada yang kesiangan bahkan jam 1an baru sampai…..ditempat.

Karena kita menggunakan mobil sendiri maka bebas untuk pulang, sementara yang ikut rombongan sudah dibatasi pukul 4 sore ngumpul. untuk pulang.
pukul 6 sore kita kembali ke bekasi dan mampir dulu di tempat belanja oleh-oleh serta mengisi kampung tengah….

 

Terima kasih kepada Panitia, dan management telah memfasilitasi tour ini, sehingga walau tidak memuaskan semua orang, minimal ada kebahagiaan yang diambil.

Demikian sedikit coret-coratan yang dilakukan 7 Oct 2017.

MAP TSB

IMG_20171007_163812_HDR

IMG_20171007_133821

IMG-20171010-WA0043

IMG-20171010-WA0044

IMG-20171010-WA0045

IMG_20171007_165451.jpg

 

 

Garut-garut….yo.

IMG_20170902_083940_HDR
darajat pass diatas kolam renang

Saya sangat bersyukur, bisa mengajak keluarga refreshing, sesuai dengan rencana awal yang telah jauh-jauh hari diplanning.

IMG-20170902-WA0007

IMG_20170901_151442
Sebelumnya memang sudah ada plan dari punguan untuk pergi refreshing, tapi krena kendala beberapa anggota jadi dibatalkan unutk pergi.
Tujuan refreshing adalah ke Garut, dimana ada tempat mandi air panas dengan nama Darajat Pass, dipuncak gunung.
Pada saat berangkat memang sangat lancar, karena kebanyakan sedang melakukan pemootongan qurban, sehingga tidak ada kendala dalam perjalanan berangkat.
Yang jadi masalhanya adalah unutk bahan bakar, karena masih banyaknya tutup spbu pada pagi hari.

IMG-20170901-WA0017
Sementara persediaan kritis, sehingga harus hunuting dulu, baru berani melanjutkan perjalanan melalu jalan toll.
Penginapan sudah dibooking satu minggu sebelumnya, dan sepertinya ini terlambat, karena tempat dimana, pass tempat berenang sudah full book, sehingga harus hunting disekitarnya.
Kendalanya adalah jika mau masuk ketempat berenang harus ada pengeluaran unutk ticket, sementara kalau langsung ditempat berenang sudah bebas kita kapan saja ingin berenang.
Konskwensinya harga pasti sedikit naik. ūüôā
Seteah selesai waktu sholat idul adha, maka kami pun berangkat dari bekasi, mengikuti arahan dari mbah google map.
Eunaknya saat ini adalah semua rencana dan perjalanan bisa diselesaikan tanpa harus takut kesasar, karena sudah bisa mencari hal yang diperlukan, baik tempat dan arahan dari mbah google ūüôā
Pada pukul 2.30 sampai di tempat darajat, dan sebelumnya mengisi kampung tengah di Garut dengan aapa adanya.

 

IMG_20170901_143645_HDR

IMG_20170901_144532
sambil menunggu sore hari selfi dulu

Sampai ditempat langsung check in hotel dan bersantai sampai sore, karena tidak ada rencana kegiatan, kecuali besoknya berenang.
Pada pukul 6 kabut sudah turun, dan jarak pandang hanya sekitar 1~ 2 meter kedepan.
Terbayangkan betapa dinginya…..brr…..brr…

IMG_20170901_175918_HDR
Orang kampung lagi kedinginan

IMG_20170901_190951_HDR
Hotel tempat tinggal lumayan lega, karena twin bed ukuran no.1, sehingga sangat lega untuk tidur tanpa perlu extra bed dan untungnya sudah ada air panas, sehingga tidak kerepotan untuk mandi dan lain.
Kebayang dong begitu dinginnya.
Tapi sayang esoknya harus hunting air panas, karena ada kendala rupanya ….air panas di hotel, dan karena kebetulan pergi berenang jadi teratasi.
Esoknya kita berenang sambil menikmati pemandangan penghijauan dan pegunungan.
Dan lumayan untuk badan begitu segar setelah berendam di dalam air panas.

IMG_20170902_102015_HDR
inang-inang habis berenang

Selesai berendam kita jalan-jalan ke waduk melihat kabut belerang dan merasakan panasnya air belerang…

IMG_20170902_125816
action di tengah hutan menuju kawah
IMG_20170902_125938
selamat datang di kawah darajat

IMG_20170902_125958

IMG_20170902_130012

IMG_20170902_124827_HDR

IMG_20170902_125006_HDR

IMG_20170902_123841_HDR

IMG-20170902-WA0031IMG-20170902-WA0034

Pesta pernikahan

img_20170225_170835_hdrJudulnya saya buat pesta, karena memang benar-benar pesta yang biasa dilakukan dalam pernikahan di adat batak.¬†Harapannya minimal keturunan batak yang sudah lahir perantauan ini bisa mengenal adat leluhurnya, karena adat ini telah dimulai sejak nenek moyang orang batak.¬†Tapi pada dahulunya adalah pesta yang dilakukan sampai 7 hari 7 malam, kebayangkan!.¬†Sekarang ini sudah disimpulkan menjadi “ulaon sadari” artinya pekerjaan disingkat menjadi sehari,mulai dari melamar, memberikan “sinamot” mahar dan pesta.
Mangkanya kalau dalam pesta adat batak bisa dari siang sampai malam, karena padatnya acara.

Mulai dari penerimaan tamu “hula-hula” masuk gedung dan makan bersama.
Pada acara ini, kedua belah pihak “parboru” pihak manten perempuan dan “paranak” pihak manten laki-laki sudah ditentukan tempat duduknya,sehingga masing-masing mengundang masuk hula-hula dan disambut dengan tor-tor disertai dengan menerima bawaan dari hula-hula.

Selesai makan bersama maka, mulai acara dalam meminang walaupun sebelumnya sudah ada acara-acara sebelumnya, sebelum kejenjang pemberkatan pernikahan dan pesta, maka¬†pihak paranak selaku “suhut” pemilik acara akan menyampaikan “pinggan panungkuan” salah satu syarat di dalam piring ada: beras, sirih dan uang.
ini adalah tempat dan berkat serta transaksi sebagai dimulainya acara.
Setiap penyampaian pertanyaan dan jawaban atas pertanyaan maka disampaikan melalui pantun yang mana parboru menanyakan tujuan diundang dan makan bersama, maka paranak akan menjawab dengan tujuan rasa sukacita dan membagi kebahagian.
Dalam hal ini tentu siparboru masih akan menanyakan bahwa dengan adanya bawaan “tudu-tudu sipanganon” lambang makanan berbentuk hewan ini ada tujuan yang akan disampaikan.
Maka paranak akan menyampaikan secara singkat pertemuan kedua mempelai yang jatuh hati dan dipersatukan dalam perberkatan nikah.
Tentu siparboru akan merasa senang dan  dengan pantun menjawab bahwa kalau memang dua remaja sudah dipersatukan berarti suatu sukacita kami akan persiapkan tempat sebagai sinamot, yang pada jaman dulunya ada kerbau, kuda, sampi, lembu mas dan uang.
Dengan segala kerendahan hati sebelumnya memuji parboru yang baik hati,bahwa dengan alasan semua yang diminta kerbau, kuda, lembu sudah ditinggal di bona pasogit.
Sehingga disampaikanlah agar bisa diterima dengan senang hati dalam satu penyampaian berbentuk uang.
Dengan bernegosiasi yang dilakukan dengan pantun dan terakhirnya setuju dengan nilai yang sudah disampaikan yaitu berupa uang dan ulos herbang sebagai berkat dari parboru.
Dalam tanya jawab kedua belah pihak didampingi oleh suhut kakak beradik, parboru dan hula-hula, dan “raja parhata” protokol akan selalu meminta pendapat kepada pendamping sebelum memutuskan dan menjawab atau bertanya.
Disamping uang sinamot ada juga uang untuk keluarga yang membesarkan, merawat dan keluarga terdekat sebagai upah dan terakhir sebagai “pinggan panganon” berupa uang lelah kepada yang hadir.
Didalam acara ada tulang, dimana marga dari ibu paranak yang hadir dalam hal ini marga manten perempuan tidak semarga maka akan disampaikan sebagai berbagi sukacita berupa daging, minuman dan uang (tintin marangkup) dan mengajak agar bisa satu kedudukan/tempat, walaupun bukan borunya yang berpesta.

Dalam hal ini disebut upah tulang/titin marangkup.

Setelah selesai memberikan uang permintaan, kemudian paranak akan meminta berkat melalui pemberian ulos kepada hela sebagai ulos hela dan sarung, dimana ini adalah sebagai lambang berkat telah di setujui/diterima dan berkat kepada keluarga baru/penganten.
Kemudian akan diberikan “ulos passamot” artinya berkat yang telah berlelah dalam mengurus anak sampai besar kepada orang tua manten laki-laki, dan kemudian kepada keluarga terdekat keluarga paranak sebagai kata nasihat berupa ulos.

Kemudian masing-masing dari keluarga rombongan parboru mulai dari suhut parboru, kemudian hula-hula.

Pada saat penyampaian ulos biasanya akan disampaikan pantun sebagai berikut :

——————————————————————–

Dakka ni arirang, peak di tonga onan

Badan muna naso jadi sirang, tondimu masigomgoman.

Ribbur ni pakkat tu ribbur ni hotang

Sai tudia pe hamu mangalakka, sai tusi ma hamu dapot pansamotan

Mangula ma pangula, dipasae duhut-duhut

Molo burju marhula-hula, dipadao mara marsundut-sundut

Ruma ni ijuk tu ruma gorga

Sai tubu ma anak muna na bisuk dohot boru muna na lambok marroha

———————————————————————–

Dan jika sudah selesai dari rombongan pihak parboru memberikan ulos kepada paranak maka giliran keluarga paranak mulai dari hula-hula menyampaikan nasihat berupa ulos kepada penganten.

Demikian sekilas acara pesta pernikahan di adat batak, yang memang sengaja tidak begitu detail karena tujuannya agar bisa memberikan gambaran acara.

Mudah-mudahan coretan saya ini berguna terutama kepada keturunan orang batak yang telah besar diperantauan ini.
Saya sendiri memang kurang begitu paham secara detail karena boleh dibilang dari SMA sudah di perantauan ini.

Dan bagi saudara-saudara yang lebih mengerti mohon dikoreksi untuk membuat lebih baik.

img_20170225_130101_hdr
Inanta soripada

img_20170225_124337_hdr

IMG_20170225_124318_HDR.jpg

IMG_20170225_125251_HDR.jpg

Untuk sedikit memberi gambaran maka saya buatkan urutan untuk prosesi pesta unjuk/pernikahan

Sebelumnya adalah¬†Patua hata yaitu langkah awal paradaton yang bertujuan meningkatkan hubungan muda-mudi ¬†yang dilanjutkan dengan acara mempersiapkan acara selanjutnya yaitu sinamot “mahar” dalam acara marhusip. Sehingga pada saat unjuk membicarakan sinamot hanya sebagai preforma.

Jika si penganten pria tidak mengambil boruni tulangnya/pariban, maka ia harus melakukan kunjungna ke rumah tulangnya memberitahukan bahwa calon penganten yang akan di ambil adalah bukan borunya agar bisa dianggap sebagai borunya.

Kemudian acara selanjutnya adalah martonggo raja atau marria raja  mempersiapkan acara unjuk secara detail baik sebagai raja parhata, protokol, penanggung jawab makanan, penerima tamu, pembagian undangan dll.

Martonggo raja dilakukan ditempat yang bukan menjadi suhut bolon/bolahan amak, yaitu jika alap jual maka di rumah paranak dan taruhon julan dirumah parboru.

Selanjutnya sebelum acara pemberkatan dan unjuk, maka dipersiapkanlah untuk pemberangkatan penganten ke pemberkatan yaitu marsibuha-buhai, makan bersama kedua belah pihak. Setelah pemberkatan maka kedua belah pihak berangkat ke tempat unjuk.

Adapun acara di unjuk adalah

  1. Setelah semua undangan masuk gedung unjuk,
  2. Paranak menyampaikan tudu-tudu sipanganon kepada parboru dan parboru menyerahkan ikan mas dan setelah selesai saling menyerahkan berdoa untuk makan bersama.
  3. Pada saat makan bersama kedua suhut mengelilingi ruangan dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangannya.
  4. Seusai makan maka dibagikan jambar juhut.
  5. Paranak menerima tumpak dari dongan tubu, boru, bere, ale-ale.
  6. Dilanjut dengan acara percakapan adat dimana kedua belah suhut bermusayawarah menentukan raja parhata dan minta bimbingan dari hula-hula.
  7. Parboru meminta paranak menyerahkan pinggan panungkunan
  8. Parboru menayakan maksud dan tujuan menyuguhkan hidangan
  9. Paranak menjelaskan ucap syukur dalam mengadakan pesta unjuk.serta menyampaikan panggoki sinamot.
  10. Parboru minta waktu untuk berunding dengan boru, hula-hula sebagai keputusan diterima tidaknya, kemudian menjawabaya serta jambar suhi ni ampang na opat, upa parorot, todoan dan surung-surung kepada oppungnya dan terakhir pinggan panganan..
  11. Paranak minta waktu untuk berunding dengan boru, hual-hula sebagai usulan dierima atau tidak, kemudian menyerahkan panggohi ni sinamot dan jambar serta surung-surung.
  12. Parboru meminta paranak bersama-sama dengan suhut parboru menghadap paman guna menyampaikan tintin marangkup, setelah kemudian meminta apakah ada permintaan lain dari paranak?
  13. Paranak meminta agar memberikan ulos herbang dan ulos tinonun sadari.
  14. Parboru memberikan ulos kepada pihak paranak.
  15. kemudian penyampaian kata-kata doa reste dengan lambang ulos, kemudian pembagian olop-olop, dan diakhiri dengan doa oleh pihak parboru.

Oh.. Canada

mancingSaya sangat bersyukur, karena Perusahaan memberikan kesempatan kepada saya untuk pergi ke Canada, dalam rangka perjalanan dinas. Ini yang kedua kalinya saya ke Canada setelah tahun 2009. Secara jujur saya tidak pernah membayangkan bisa pergi ke Canada, negara yang dingin dan penerbangan saja butuh waktu 19 jam, dengan transit di Jepang dan pulangnya transit di Hongkong,

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Selfi di Hongkong sambil nunggu Pesawat ke Jakarta

lumayan juga minimal sudah pernah jadinya ke Hongkong, walau cuman transit…

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kereta di Hongkong menuju Hotel

Dengan kebarangkatan yang kedua ini, jelas sudah lebih matang persiapannya, karena sudah bisa sedikit mengenal dan termasuk sudah lebih dekat dengan orang yang dijumpai.
Sehingga dalam komunikasi tidak canggung lagi…..

Sesampainya di Canada, kita dijemput dengan mobil, dan memang disana boleh dibilang, sepi seperti dipedesaan. Karena tidak banyak penduduk, setiap rumah tinggal, besar dengan pekarangan yang luas, hanya dengan pagar alami yaitu dari kayu.

kalau di kotanya di vancouver memang sedikit ramai, dan banyak sudah bangunan berbentuk seperti di kota pada umumnya. Tapi tetap tidak craowdit, dan disana juga ada mobil listrik, sehingga rutenya tidak bisa pindah-pindah.

Hari pertama kita sampai dari airport sebelumnya check in dulu di hotel yang telah di booking dari bekasi, dan sorenya kita dijemput kembali untuk makan malam. Pemandangan yang bagus karena restorannya percis dipinggir danau. Dan satu hal yang membuat saya kaget, bahwa waktu setempat sudah pukul 7 tapi masih ada matahari mengintip di upuk barat. Jam 9 malam baru terbenam, sementara besok paginya jam 5 sudah terbit matahari (sehingga waktu siang lebih lama daripada malam).

ticket-canada
Ticket ke Canada

Hari kedua kita diazak untuk mancing di suatu pulau yang menempuh jarak lumayan jauh, disamping menggunkan kapal ferry untuk menyebrang. Pada malam hari kami sampai ditujuan menginap untuk esok harinya hunting/mancing.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Chief Canada people, mereka tidak canggung untuk memasak

Disekitar penginapan kami makan malam yang disuguhin anggur buatan  tahun 2007,

canada-jul-12-2012-16
Anggur buatan tahun 20-07 (berarti 5 tahun yang lalu)

wah memang udara sangat dingin. Dan di penginapan dominan terbuat dari kayu, model panggung, mungkin agar bisa tidur  dengan baik, dan fasilitas cukup memadai. Karena ada juga kolamair hangat, bisa berendam max- 2 orang. Selesai makan malam kami sambil ngobrol ngalor ngidul dan berendam.

vancouver

Besok harinya kami pegi ketempat pemancingan dengan menyewa motor boot. Dan cara memancingnya cukup canggih sudah, karena menggunakan GPS, sehingga kita tahu dimana ada ikan dan tidak. Dominan memang ada ikan, tapi ada daerah tertentu yang banyak ngumpul ikannya (mungkin arisan kali yah. Cara mancingnya ialah, pancingan di ikatkat di samping boot, sambil boot berjalan dengan kecepatan 20-an kali yah? lupa ngga perhatian. Dari jam 10-12 pagi kami berputar-putar, sampai pancingan kena satu ikan samlom seberat 25kg, wah lumayan besar dan susah pas menariknya. Kebayang dong ikan 25kg?,

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Ikan salmon yang meronta-ronta yang akan di jaring

setelah selesai memancing kami pergi ke tukang potong untuk dipacking, agar bisa dibawa pulang ke indonesia. Dan disana sudah disiapkan, ada beberapa tempat ¬†khusus packing rupanya banyak orang mancing disini dan langsung dipacking agar bisa dibawa, dan¬†layak dalam penerbangan. Kebayang kan penerbangan 19 jam, kalo packingnya asal-asalan…. wah bisa berabe. Selesai pakcing ikan salmon dn makan siang, kami di drop ke airport, dimana pesawat yang kami tumpangin kira-kira 20 orangan dan pesawat 1 kali mampir sebelum sampai di airport canada. Jadi perjalanan dengan pesawat kecil ini habis makan satu permen lah, karena mau berangkat diberikan permen. Cuman suara mesin memang sedikit bising, dan lagi tinggi penerbangan paling mungkin 1000 kaki kali yah, karena masih kelihatan pemandangan di bawah dengan jelas.

canada-jul-12-2012-14-view

Pada malam hari berangkatlah pesawat yang sudah kutumpangi, selamat tinggal canada, … ntah kapan lagi saya bisa datang…. Canada memang kota yang bersih dan tertata dengan baik, dispanjang jalan memang masih banyak hutan-hutan. Toll ¬†disana free, dan tidak ada namanya kemacetan. Di pedesaan sepertinya tidak ada angkutan umum, jadi minimal harus ada transport sendiri untuk mobilisasi, baik untuk sekolah.

Karena akan susah untuk keluar rumah, jika tidak ada transportasi pribadi.

Farm House Susu Lembang

Setelah selesai dengan pembinaan dan pelatihan diakonia, akhirnya masing-masing pulang. Karena besok masih libur, maka sejak awal sudah direncanakan untuk melanjutkan adventur dengan mengnjungi tempat wisata. Saat ini karena di lembang kita berada, maka rencan unutk mengunjungi farm house susu di lembang.

famhouse
selfi disamping truck

Pada hari minggu 11 Dec 2016 (hari lahir ku itu yah!) meninggalkan villa istana bunga beserta rombongan, dan mencari penginapan, agar besoknya bisa segar saat pergi ke tempat wisata. Itulah kondisi kita di indonesia ini, jika ada aja liburan yang sedikit panjang maka, akan menjadi penuh tempat-tempat wisata, bahkan penginapan pun sudah banyak dibooking sebelumya. Karena kunjungan kami kondisional, maka kami tidak membook penginapan sebelumnya, maka sepanjang jalan setiap ada hotel atau penginapan kami mampir untuk bertanya. Dan sangat beruntung masih ada tempat walau tidak bisa memilih, karena terbatasnya yaitu Villa dan resoret “Hawa desa”, walau memang sedikit mahal dari rate biasa karena libur panjang tadi….
Dari namanya jelas sangat alami, karena pas ditepi kebun, dan pemandangan yang baik untuk daerah lembah perkebunan. Esok harinya kami meninggal penginapan pukul 9.00 untuk hunting ke fam house susu di lembang. Sepeti kondisi liburan panjang yang seharusnya cukup ditempuh dengan waktu 30 menit menjadi 2 jam-an, kebayang kan?
Sesampainya di tempat kami melihat bahwa sudah banyak pengunjung parkir diluar farm house susu, dengan asumsi mungkin sudah penuh tempat parkir, maka ketikan didepannya ada tempat kami langsung memarkir kenderaan, dan berjalan kaki ke farm house dengan menanjak….
waduh… mau refresing malah capek, tapi tak apalah, yang penting anak-anak happy, tinggal kita nih….

famhouse1
Memang penataan sangat baik, karena baru masuk saja kita sudah disambut dengan nuansa koboy dan kerajaan, dimana bisa menyewa pakaian untuk selfi-selfi.

DAn ticket kita bisa tukar dengan susu…
Nuansa untuk back-ground sangat bagus setiap sudut pandangan.
Pengunjung bisa memberikan langsung makanan setelah membeli dulu tentu, seperti wartel untuk domba dan kelinci.
Anak-anak sangat seunang, karena mereka bisa merasakan langsung bagaimana memberikan makanan langsung kepada hewan-hewan disana.
Begitu juga ada tempat untuk memberikan susu ke-anak sapi, dimana kita membeli dulu botol yang ada susunya khusus yang ada dotnya, kemudian anak-anak juga langsung memberikan, walau awalnya takut karena anak sapi langsung nyamber…wuih…h tatut.
Sedikit pengenalan dan pengetahuan buat anak-anak, sehingga mereka memiliki rasa sayang dan mengenal akan hewan piaraaan terutama.
Kalau zaman saya dulu …. dulu gitu loh…. tidak aneh, karena dikampung beta buanyak hewa-hewan yang bersliweran.

Sebagai informasi tambahan, bahwa ternyata tempat parkir sebelum jam 12 masih ada tempat, jadi tidak usah kwatir tidak kebagian. Memang mendekati area farm house tunkang parkir akan menawarkan untuk parkir, dengan alasan sudah penuh parkiran di farm house…. heh heh…. Jangan bilang-bilang yah… kasihan, karena mereka juga mencari rezeki.

Kemudin kami kembali ke Bekasi pada pukul 1 siang dan menlesuri jalan lembang arah pastor menuju toll Cipularang….

Idul Fitri 1437H 6 Juli 2016

Jpeg
Exit toll palimanan

Kesekian kalinya saya harus mudik ke arah jawa tengah, karena mide yang dikunjungin boleh dibilang sudah tua.
Seusia beliau 90 an tahun harus sering di kunjungi terutama hari-hari perayaan seperti sekarang ini.
Dalam usianya beliau masih boleh dibilang gesit karena berjalan masih normal, dan berkata juga masih batas normal.
Biasanya jika sudah lama tidak bertemu dengan usia beliau pasti bertanya siapakah gerangan ananda.
Tapi ini tidak saya dengar kecuali bertanya bager toh nak….
Saya hanya berpikir, masih dapat kah saya mencapai se usia an beliau itu, karena zaman ne sekarang sepertinya 70 an aza sudah termasuk bonus.

Kembali dalam perjalanan mudik memang sepertinya sudah di permudah dengan cukup sekali membayar di exit tol palimanan jadi tidak ada antrian saat masuk tol cipali seperti tahun lalu.
dengan adanya discount dari 1 ~ 10 July 2016, maka toll dibayar Rp 97rb, dan menghindari macet di prapatan palimanan exitnya dialihkan di exit toll plumbon, yah nambah lagi deh…

Tapi pada tahun ini saya merasa sedih, karena hal yang tidak pernah kuduga terjadi, tak pernah kudengar keluar kata-kata aneh, padahal itu saya bilang hanya karena hal sepele.
Apa yang harus saya perbuat karena kita adalah manusia yang dibilang roh memang penurut tapi daging lemah.
Hanya bisa memohon agar Tuhan memberikan jalan terbaik dan pikiran terang agar bisa ada damai terutama dalam hidup yang saya jalani.
Karena hidup ini hanya dijalankan dan tidak bisa memilih atau ditolak, sampai akhir hayat yang telah ditentukan.
Seandainya ada pilihan, pasti memilih yang eunak….. tenan.

Mari kita jalani hidup ini, agar tidak sia-sia, ketika kita ditanya kemudian hari….