Rapat Jemaat GKP Bekasi

lepas_sambut-20Salah satu program dalam kemajelisan adalah rapat jemaat yng dilakukan sekali dalam setahun, dimana diharapkan semua jemaat hadir dan menyampai hal yang penting dalam peningkatan pelayanan yang dilaksanakan pada SAbtu 5 Feb 2017..

Berikut ada program yang akan disampaikan ke jemaat dan pada saat tersebut akan ada wacana tanya jawab untuk membuat keselarasan pengertian kedua belah pihak.

Dasar dan makna rapat jemaat

Rapat jemaat adalah rapat yang diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh anggota sidi jemaat memikirkan mengambil bagian dalam pelaksanaan panggilan gereja oleh jemaat (TG Bab X Pasal 21 Ayat 2a)

Tema dan program GKP Jemaat Bekasi tahun 2017/218

  1. Tema tahunan jemaat

Setelah tahun lalu kita mengusung tema yang menitik beratkan para pembinaan keluarga sebagai elemen dasar dalam membangun jemaat, maka tahun ini kita akan mendorong seluruh bagian jemaat, yang merupakan anggota keluarga, untuk mengambil peran dalam karya pelayanan bagi Kristus, Kepala Gereja.

Adapun rumusan tema yang diangkat sbb:

mempersembahkan hidup bagi Tuhan melalui karya pelayanan” (bnd Rom 12:1, Mat 20:28)

Tema tsb didasari oleh beberapa pokok teologis yakni:

  1. Melayani (diakonia) merupakan salah satu pokok dari tri tugas panggilan gereja
  2. Segala bantuk pelayanan dikaruniakan oleh Allah di dalam Kristus, dalam beragam bentuk, sebagai wujud ungkapan syukur atas anugerah keselamatan dari Allah.
  3. GKP memandang bahwa melayani adalah hak seluruh anggota jemaat (TG BAB IV Pasal 10 ayat 3)
  4. Gereja bertumbuh bukan karena perbuatan orang lain, melainkan karena partisipasi seluruh anggotanya yang bertekun dan setiap melayani dengan tulus dan sukacita
  5. Seluruh anggota jemaat perlu mendapat ruang untuk mengekpresikan penghayatan imannya dalam bentuk karya pelayanan dengan semangat gotong royong dan saling menlengkapi

 

Sebagai salah satu upaya penghayatan tema oleh anggota jemaat dalam setiap kebaktian maka lagu tema yang akan dinyanyikan selama tahun 2017/2018 sbb:

Judul : Menyenangkan-Mu

Tuhan ku mau menyenangkan-MU

Tuhan bentuklah hati ini

Jadi bejana untuk hormat-Mu

Cemerlang bagai emas murni

Tuhan kuserahkan hatiku

Semua kuberikan pada-Mu

Kuduskan hingga tulus selalu

Agar aku menyenangkan-Mu

Ref. Menyenangkan-Mu, senangkan-Mu

Hanya itu kerinduanku

Menyenangkan-Mu senangkan hati-Mu

Hanya itu kerinduanku.

  1. Arah Program jemaat

Berbagai tantangan kita hadapi dalam membangun dan mempertahankan persekutuan. Dalam satu teori pembangunan jemaat (teori lima factor J Hendrik) membangun jemaat yang vital dan menarik dilakukan dengan memberi ruang bagi setiap anggota gereja untuk mengambil peranan dalam gerak kehidupan berjemaat. Gereja seringkali terpaku hanya pada tugas2 konvensional, yang dikerjakan oleh sebagaian kecil anggota jemaat, Ruang pelayanan pun dibatasi dalam lingkup-kemajelisan, komisi dan panitia yang formal dan terstruktur. Melihat potensi GKP Jemaat Bekasi, tentu masih dapat dikembangkan ruang lingkup dan jenis pelayanan yang dapat menarik minat lebih banyak anggota jemaat untuk terlibat dalam karya pelayanan.

Pelayanan yang kita kembangkan kiranya menjangkau lebih luas lagi, baik internal maupun eksternal. Bagi lingkup internal, kita dapat merancang program untuk anggota jemaat yang selama ini sama sekali belum tersentuh, misalnya bagi anggota jemaat yang berkebutuhan khusus. Bagai jangkauan eskternal, kita dapat terus mengupayakan membangun komunikasi dengan gereja sekitar, memabangun jejaring lintas iman dan menghadirkan program2 pelayanan bagi lingkungan gereja dan masyarakat pada umumnya.

Seiring degan pengembangan dimensi pelayanan, penguatan dimensi persekutuan dan kesaksian juga tentu tetap menjadi perhatian dalam gerak berjemaat. Pembinaan bagi seluruh golongan usia kiranya terus ditingkatkan. Beberapa komisi kategorial perlu pendampingan secara khusus. Komisi non-kategorial yang baru, seperti komisi media-informasi, Komisi harta-milik dll, kiranya juga dapat dibentuk untuk menjawab kebutuhan yang mendesak bagi menguatkan dimensi persekutuan dan penataan gereja.

Dengan tetap berpedoman pada tri wawasan (wawasan ke-GKP-an wawasan oikumene, dan wawasan kebangsaaan) dan tri kemandirian (teologi, daya, dana) kiranya kemajelisan periode yang akan datang dapat melanjutkan penatalayan yang sudah dijalankan oleh kemajelisan sebelumnya, serta melakukan apa yang tertunda dan belum dapat diselesaikan. Relasi yang positif dengan nuansa persahabatan yang selama ini kita tunjukkan antara majelis dan seluruh elemen dalam jemaat kiranya akan tetap terpelihara dan semakin ditingkatkan ke depan. Demikianlah arah program jemaat untuk kita gumuli dan dukung bersama, khususnya di tahun pelayanan 2017/2018 juga dimasa2 yang akan datang.

  1. Program prioritas bidang I-IV.

  • Bidang I peribadan dan pembinaan

    • Bulan kategorial (April ~ Nobember 2017)
    • Katekisasi untuk warga berkubtuhan khusus
    • Pembinaan bagi fungsionaris gereja (komisi2, tim pelayanan, pemusik dll)
    • Wisata rohani jemaat (Sep 2017)
  • Bidang II. Keesaan dan Kesaksian

    • Pembentukan Tim kunjungan
    • Pembentukan tim pelayanan kesehatan
    • Dukungan pendidikan dan sosial bagi warga jemaat
    • Pelayanan kasih ke lembaga pemasyarakatan (bersama klasis), panti galuh dan panti werda(bersama komisi kategorial)
    • Bulan diakonia (Feb 2018)
    • Pengelolaan tanah makam Cigelam
  • Bidang III, Penelitian dan Pengembangan

    • Membangun dan mengembangkan database jemaat
    • Pemilihan komisi2 dan pengurus wilayah 2018-2010
    • Pengkajian pembentukan komsisi2 baru
    • Bidang IV Sarana, Daya dan Dana
    • Renovasi pastory bulak kapal
    • Renovasi toilet gereja
    • Pemeliharaan ruein gereja danpasotori2
    • Pemanggilan Vikaris
    • Pengadaan sarana prasarana
    • Pencatatan harta milik gereja
  1. Sumber dana

Kas jemaat

  • Persembahan kebaktian rutin
  • Persembahan kebaktian khusus
  • Persembahan KRT dan kategorial
  • Persembahan bulanan
  • Persembahan syukur
  • Amplop natal
  • Apmpol PHRG (12 kali, setiap minggu pertama)
  • Donasi

Kas Diakonia

  • Iuran wajib dan uang pokok anggota diakonia
  • Donatur wilayah
  • Amplop bulan Diakonia

Kas Pembangunan

  • Persembahan kotak pembangunan
  • Janji Iman
  • Donasi

Kebersamaan sinode, klasis dan PGIS

  • Amplop HUT GKP
  • Persembahan minggu ke-5 Klasis
  • Persembahan pertukaran PF PGIS

Apakah aku sudah siap melayani?

pdt_wahyu
Exis bersama pdt Wahyu setelah pelayanan

Setelah melewati 2 kali pemilihan calon majelis di GKP Jemaat Bekasi, maka yang ketiga kali ini menjadi bakal calon bisa masuk calon majelis dan terpilih menjadi majelis periode 2017 ~ 2021 (4 tahun sekali), artinya sejak tahun 2009 sudah masuk dalam balon dan calon, tapi belum bisa masuk Majelis.

Walaupun dilihat kondisi sekarang ini adalah karena adanya penambahan quota, sebelumnya 2 majelis dari wilayah 1, sekarang menjadi 3, dan saya urutan ke-tiga…..

Semenjak masuk dalam percaturan pencalonan majelis, maka saya sudah aktif di komisi Diakonia mulai dari seksi pendidian dan ketua, terima kasih kepada komisi diakonia yang sudah ikut serta ambil bagian, dan dengan terpilihnya menjadi majelis, berarti harus saya harus mundur menjadi ketua yang masa aktifnya sampai tahun 2018.

Secara pribadi saya belum siap untuk menjadi majelis, melihat majelis yang begitu berkorban soal waktu dan materi. Sementara saya sendiri, banyak aktifitas diluar dari kerohanian, sebutlah badminton, golf dan perkumpulan hampir setiap minggu, karena sudah tradisi.

Itulah kenapa saya membuat judul “apakah aku sudah siap melayani”?

Beliau memang sangat bagus dalam memberikan pembinaan, walaupun waktu 4 jam mulai pukul 2 siang, kita bisa focus sepanjang pembinaan, karena beliau bisa memberikan makalah dengan baik.

Sesi pertama adalah bagaimana menentukan gaya kita dalam lembaga atau pelayanan yang dibagi menjadi 4 yaitu : Akomododatif, Berpikir, cepat dan Duet.

Dari gaya ke-4 itu adalah fleksible, pemikir, cepat beraksi dan bekerja dengan baik.

Tentu dari ke-4 gaya ini, mempunyai kelebihan dan kekurangan yang tujuannya adalah untuk saling mengisi sehingga bisa berjalan dengan baik lembaga atau organisasi pelayanan.

Dalam hal ini kita mengerti bagaimana dominannya seseorang dalam organisai melalui  ke-4 gaya ini.

Tema selanjutnya adalah konflik dalam lembaga yang harus di kelola, karena konflik itu pasti ada disetiap kegiatan organisasi.

Jika konflik dari awal tidak dikelola maka akan berakibat sebagai berikut :

  1. Menimbulkan perubahan dalam ketegangan dan kebingungan shigga
  2. Menyalahkan orang lain dan akan
  3. Membuatan daftar kesalahan yang akan meningkatkan konflik yang
  4. Menimbulkan konfrontasi dan akhirnya
  5. Membut sikap yang tidak bersahabat.

Sumber konflik ada beberapa hal seperti :

  1. Informasi, dimana sipenerima tidak mendapatkan dengan proporsi yang sama yag menimbulkan kesalahan dalam penafsiran atau persepsi.
  2. Adanya kepentingan karena kebutuhan, keinginan, hasrat, harapan atau ketakutan tertentu.
  3. Hubungan yang tidak harmonis karena adanya stereotype atau mencap sehingga menimbulkan gambaran mental yang membentuk pola pikir pada orang lain.
  4. Bisa juga karena sumber daya seperti uang, bangunan dan manusia.
  5. Strukture dengan job desc yang tidak jelas yang menimbulkan wewenang yang tidak jelas dan
  6. Terakhir adalah karena nilai-nilai budaya atau latar belakang yang ingin di samakan.

Jika sudah terjadi konflik, maka 3 hal yang akan dipikirkan yaitu siapa biang keladinya baru kemudian apa masalahnya dan jarang orang berpikir kalau system sebenarnya juga punya andil dalam konflik.

Jika kita berpikir bahwa terjadinya konflik karena keterbatasan system, maka akan ada perbaikan yang lebih baik, sehingga bisa diklassifikasi kesalahan untuk diperbaiki.

Dengan adanya konflik sebenarnya akan mewarnai komunikasi, sehingga harus diwaspadai dan dilihat secara system apakah sudah baik.

Dan pada intinya konflik adalah kualitas hubungan dalam lembaga, jika hubungan baik akan memperkecil konflik, tapi kalau tidak baik jelas akan memperbesar konflik.

Demikian pembinaan yang disampaikan oleh pdt Wahyu yang ditutup pukul 6 sore.

Berikut adalah materi dari pak Pdt Wahyu.

Gambarn Mental : kawan atau lawan

Beberapa pokok refleksi tentang konflik dan pelayanan di gereja.

Lebih dari 10 tahun yang lalu, saya dan beberapa teman di fakultass sedang berbincang2 di ruang minum kopi pada jam makan siang. Kemudian ada seorang kolega datang bergabung dan berkata ”ah..badan saya koq lemas dan lesu sejak kemarin”. Kemudian 2-3 orang teman dengan serempak berkata “minum vitamin saja..”. Itulah yang disebut dengan ‘gambaran mental’. ‘Gambaan mental’ adalah sekelompok asumsi, gambaran atau cerita sebagai data2 yang berproses dalam diri seseorang dan dipakai untuk menginterpretasikan berbagai hal di sekitar kita, bahkan menjadi pengaruh tindakan kita (Jim Herington dkk, 2000,113). Gambaran mental biasa juga disebut (walau sedikit berbeda) sebagai “paradigma”. Dalam kasus cerita di atas beberapa teman yang mengusulkan minum vitamin punya seperangkat gambaran mental yang sama, yang mengarahkan ada tindakan untuk membeli vitamin, tanpa perlu pemeriksaan ke dokter. Belakangan diketahui bahwa kolega saya mengidap myasthenia gravis, yang menyebabkan otot2 badannya melemah. Dari mana teman2 saya punya pemahaman bahwa kalau badan lemas dan lesu harus minum vitamin?. Data2 yang bertebaran di sekitar mereka membentuk hal itu, bisa dalam bentuk cerita orang lain, pengalaman hidup mereka atau iklan di telivisi.

Semua orang mempunyai gambaran tertentu dalam dirinya. Setiap hari begitu banyak data masuk ke dalam diri kita, diolah oleh gambaran mental yang ada atau bahkan data2 itu menghasilkan gambaran mental yang baru. Itu bagian dari kemampuan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita.

Gambaran mental

Gambaran mental mempunyai kekuatan yang dahsya dalam kehidupan seseorang, bahkan bisa dikatakan bahwa ‘sistem operasi’ manusia berangkat dari gambaran mental yang ada di dalam dirinya terhadap segala sesuatu. Gambaran mental bisa menggerakkan orang atau dengan sengaja dipakai menggerakkan orang untuk mencapai tujuan tertentu. Ambillah contoh kehidupan Yesus, ketika Yesus tampil berkarya, data2 yang masuk ke dalam diri orang Yahudi tentang Perjanjian Lama, harapan mereka akan datangnya Mesias dan kemudian data tentang apa yang dilakukan Yesus membentuk sebuah gambaran mental bahwa Yesus adalah Mesias.

Ada beberapa aspek dari gambaran mental sebagai berikut:

  1. Model-gambaran mental merupakan gambar, asumsi, cerita yang dimiliki oleh setiap orang untuk menginterprestasikan dunia-lingkungan, untuk membangun abstrak secara cepat dan mengarahkan tindakan kita. Gambaran mental merupakan perangkat ‘ajaib’ yang dengan cepat mengkotak2an data yang masuk, dan kemudian keputusan segera bisa diambil. Secara sederhana gambaran mental dapat berupa ‘generalisasi’, misalnya: orang Batak itu keras sifatnya,sementara orang Jawa itu halus. Gambaran mental menjadi kacamata dan menentukan apa yang kita lihat.
  2. Model-Gambaran mental dapat dimiliki bersama dalam sebuah kelompok atau masing2 kelompok. Gambaran mental yang dimiliki kelompok bisa disengaja (seperti sebuah perusahaan yang menginginkan karyawannya mempunyai gambaran mental tertentu demi tujuan perusahaan itu) tapi bisa juga menjadi bagian dari komunitas khas seperti etnis.
  3. Model-gambaran mental sama dengan paradigma yang menggerakkan hasrat. Gambaran mental menggerakkan seseorang untuk mengambil tindakan atas sebuah situasi terntentu. Hal itu bisa terjadi pada beragam hal, bisa yang sederhana sehari2 seperti makanan sampai yang penting seperti memilih jodoh.
  4. Model-gambaran mental mempengaruhi relasi & organisasi seperti konsepsi identitas dan iklim. Dalam sebuah orgaisasi, gambaran mental ‘berseliweran’, baik yang sengaja ditanamkan dalam organisasi itu atau yang diproses secara mandiri. Semua akan mempengaruhi iklim organisasi sekaligus identitas organisai itu.

Konflik dan gambaran mental.

Banyak konflik terjadi dan banyak program atau tujuan tidak bisa berjalan dengan baik karena ‘beroperasinya’ gambaran mental terntentu yang saling menghalangi dan menghambat. Konflik gambaran mental yang terjadi secara internal dalam diri seseorang atau organisasi. Komplik gambaran mental yang terjadi secara internal dalam diri seseorang atau organisasi, sering tidak disadari. Yang terasa muncul  adalah ucapan kata tidak diperdulikan orang atau program kita tidak jalan atau kritikan terus menerus yang muncul.

Sedemikian pentingnya gambaran mental, maka perlu bagi kita untuk menyadari gambaran mental yang sedang ‘bermain’ dan beroperasi dalam diri. Ada 2 hal penting dalam kaitan dengan hal itu yaitu.

  1. Mengenal dan memeriksa dengan kritis sampai sejauh mana gambaran mental dalam keputusan dan tindakan suatu organisasi atau institusi itu relevan dan akurat. Harus diakui bahwa tidak semua gambaran mental akan tetap akurat. Bisa jadi oleh karena data yang sudah berubah atau berkembang jaman yang sudah bergeser, gambaran mental yang kita miliki sebenarnya sudah tidak mencukupi lagi. Untuk itu penting untuk memeriksa secara kritis.

Contoh :

  • Gereja tidak akan berjalan jika tidak ada bapak A dan bapak B lagi memiliki sumber dana yang besar sehingga setiap keputusan harus ‘meminta ijin’ bapak A dan B?
  • Lembaga akan bejalan lambat kalau melibatkan bapak A dan ibu B, mereka terlalu teliti dan detail sebelum mengambil keputusan, jadi lambat sekali. Lebih baik mereka tidak usah dilibatkan.
  • Anak muda maunya gampang, ngga mau susah2
  1. Mengeksplorasi mental models yang baru melalui komitmen dan visi yang jelas (di lembaga gereja, badan, istitusi kelembagaan, rumah sakit, komunitas visi, jemaat). Gambaran mental bisa dengan sengaja dan sistematis dieksplorasikan, ditumbuhkan dan menjadi gambaran mental bersama. Untuk melakukan itu perlu diperhatikan hal2 yang sudah ada terlebih dahulu sebagai ‘budaya institusioal’ lembaga tersebut. Misalnya tentang nilai2 yang selama ini menjadi bagian penting sehingga gambaran mental yang baru tidak bertabrakan dengan nilai2 yang ada.

Kawan Sekerja Allah : Sebuah gambaran mental.

Kita bekerja tidak sendiri. Ada orang2 yang bekerja bersama dengan kita. Orang2 yang bekerja sama dengan kita di dalam pelayanan gereja (termasuk di dalamnya lembaga2 pelayanan gereja), siapakah mereka? Apakah mereka musuh? Atau saingan? Atau partner dan kawan. Pilihan kita untuk menjawab pertanyaan ini, biasanya ditentukan oleh beragam data yang masuk, termasuk pengalaman2 yang ada dan membentuk gambaran mental terntentu. Lihatlah pengalaman pelayanan kita dan rasakan betapa gambaran mental itu berbicara  dengan kuat dalam proses perjalanan pelayanan kita. Terkadang gambaran mental itu berguna agar relasi berjalan dan bekerja dengan lebih baik, namun pada banyak kasus juga gambaran mental terntentu yang ada dalam diri kita justru menjadi masalah dan menyebakan banyak pesoalan menjadi lebih sukar.

Rasul Paulus mengatakan dengan jelas bahwa ia adalah ‘kawan sekerja Allah’, sementara jemaat adalah ladang Allah, bangunan Allah (1Korintus 3:9). Inilah salah satu gambaran mental yang bekerja dalam diri Pulus. Gambaran mental sebagai kawan sekerja Allah tentu berdasarkan data2 pengalaman Paulus sendiri. Dengan gmbaran mental seperti itulah Paulus melakukan perjalanan jauh lebih banyak dibandingkan dengan rasul2 lainnya. Dengan gambaran mental seperti itu paling tidak Paulus akan meneguhkan beberapa hal:

  1. Yang punya pekerjaan adalah Allah atau Allah-lah yang menjadi pemilik dari pekerjaan itu atau sumber pekerjaan itu adalah Allah sendiri. Karena pemilik pekerjaan adalah Allah sendiri, maka apa yang dilakukan Paulus menjadi bagian dari pekerjaan Allah. Dengan ini, setiap data pengalaman yang dihadapi Paulus akan diolah melaui hal ini.
  2. Paulus melihat Allah tidak menempatkan dia sebagai ‘hamba’, ‘budak’ atau pembantu namun sebgai ’kawan’. Sebab ’kawan’ bukan brarti Paulus ngelunjak, berani2 menyebut Allah sebagai kawan. Namun justru data2 pengalaman hidup Paulus sendiri menunjukkan hal itu, Allah-lah yang menyebabkan ia berada sebagai ‘kawan’.

Penutup

Selidikilah gambaran mental apa yan bekerja di dalan diri kita, terhadap pekerjaan2 orang2 yang bekerja melayani bersama kita dan tentu saja terhadap keberadaan diri sendiri. Dalam hubungan dengan kepemimpinan, seorang pemimpin harus mengetahui gambaran mental yang bekerja di seluruh proses institusinya, jika tidak, maka konflik demi konflik tidak akan bisa diselesaikan dengan baik.

Jogjakarta, 14 Maret 2017

Pdt. Wahyu S Wibowo Ph.D

Masih adakah dihatimu

screenshot-2953
Pembagin sembakokepada RT Setempat

“Pelayanan kasih perekat kebersamaan dalam kemajemuka” ini adalah tema bulan bulan diakonia di bulan Feb 2017 GKP Jemaat Bekasi.
Setelah melakukan beberapa kegiatan dalam pelayanan yaitu donor darah bekerja sama dengan PMI Cibitung, minggu berikutnya memberikan bantuan pendidikan kepada 33 anak sekolah SD SM dan SMA serta satu orang anak didik PAUD “lentera kasih” yang dikelola oleh GKP. tak lupa juga untuk memberikan tanda kasih kepada 12 keluarga di jemaat GKP.

screenshot-2955
Kegiatan door darah

Sebagai pelayanan keluar maka diadakan pembagian sembako kepada RT setempat dimana gereja berdomisili 10 paket terdiri dari beras, miyak goreng, gula dan indomie.
Warga yang menerima sangat sukacita, walau pada awalnya kami begitu kwatir karena keadaan yang tidak kondusip.
Terima kasih kepada Pak Pdt Yoga yang telah mendampingi walaupun dibawah hujan dan harus bergantian karena aa pembinaan calon Majelis pada waktu bersamaan.
Begitu juga komisi begitu sukacita dalam pelayanan dalam pembagian sembako walaupun huja.

Puncak acara dalam kebaktian syukur adalah bagian dari komisi diakonia ambil dalam kebaktian yaitu di liturgi serta kolekte dalam 3 kali kebaktian (pagi, siang dan sore).
Serta mengisi pujian dala 3 kali kebaktian.
Kotbah yang diabli dari surat Paulus ke 1 Korintus 12:1-11
Dimana karunia telah diterima setiap orang dengan berbeda-beda untuk pelayanan kepada Tuhan dan sesama. Dan karunia itu harus dimanfaatkan dalam pelayanan kita kepada sesama terutama kepada Tuhan, misalnya karunia dalam memberikan nasehat, menyanyi dan lain sebagainya.

Walaupun disiram dengan derasnya hujan tidak mengurangi semangat dalam melayani bahkan sampai menunggu di gereja tidak pulang ke rumah karena dari kebaktian siang ke sore ada tenggang waktu 6 jam, tapi disamping hujan yang tidak bersahabat sehingga harus menunggu di gereja.
Terima kasih kepada ibu-ibu komisi diakonia yang telah tulus dalam pelayanan.
Selain dari acara tersebut juga ada kunjungan safari yang dilakukan selama bulan diakonia (Februari) ini.
Sangat disayangan, dalam bakti sosial pemeriksaan kesehatan tidak bisa berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya karena RS Bayukarta yang ada di karawang dibawah GKP sedang melakukan kegiatan yang sama didaerah timur. Diharapkan untuk tahun berikutnya bisa berjalan.

Dalam rangka peduli dengan kesehatan maka, di dalam bulan ini juga akan diresmikan ruang kesehatan yang bekerja sama dengan dokter-dokter jemaat yang ada di GKP Bekasi.
Sehingga setiap minggu dalam kebaktian pertama dan kedua bisa melakukan check kesehatan jika diperlukan kepada jemaat.
Ini adalah salah satu program Diakonia dalam pelayanan kepada jemaat.

screenshot-2954
Komisi mengisi Pujian

Inilah lirik pujian yang dipujikan dalam kebaktian.

ADAKAH TEMPAT DIHATIMU

Adakah waktu di hidupmu
Untuk melayani Tuhan
Menolong sesama yang menderita
Tak kenal jeri lelah

Adakah tempat dihatimu
Untuk mereka yang terluka
Yang mengharapkan uluran tanganmu
Sudahkan kau menerima

Reff. Oooo…sekaranglah saatnya
Kau merenungkan, apa arti hidup ini
Kemana kau pergi-pergi

Mengapa untuk hal dunia
Dirimu rela terikat
Tapi tak satupun tempat tersedia
Untuk sang, juruslamat

Persembahkan sluruh hidup ini
Sebagai korban yang hidup
Persembahkan bagai korban yang kudus
Berkenan, bagi Allah

Janganlah serupa dunia
Dan berubahlah budimu
Sehingga kamu dapat membedakan
Mana kehendak Allah
Reff.

Sekali lagi saya selaku ketua komis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada komisi diakonia yang telah memberikan waktu, materi dalam pelayanan, biarlah kiranya pelayanan kita berkenan di hati Tuhan dan jadi berkat buat kita yang melayani.

img_20170219_183855_hdr-medium
Photo bersama selesai kebaktian dengan ibu Pdt setelah kebaktian pagi
img_20170219_103159_hdr-medium
Photo bersama dengan pdt Saints Pieter setelah kebaktian siang
img_20170219_183941_hdr
Photo bersama dengan pendeta stelah kebaktian sore
img_20170218_103247_hdr
Pemberian sembako kepada RT setempat dalam pelayanan keluar
img_20170218_121916_hdr-medium
Pemberian sembako kepada RT Setempat
img_20170205_073155_hdr-medium
Donor datah yang ke 29
img_20170205_090353_hdr-medium
Kegiatan donor darah

img_20170218_121235_hdr-medium

Keluarga berbahagia, Jika Tuhan didalamnya

Saya sangat berbahagia, karena Tuhan mengaranuiakan keluarga yang indah.

Bagaimana tidak berbahagia, semua pinter bahkan sudah bisa buat usaha (“engga mau ngomong kecil”).

Pada waktu musim slaem di sekolah anak-anak , mereka buka you tube, terus menonton untuk cara membuat dan apa saja bahannya. Kemudian mereka memperagakan dengan modal 20rb rupiah, dengan mengatur dan meracik warna-warni yang membuat jadi indah.
tadinya saya hampir marah, karena takut melihat you tube hal-hal yang belum waktunya… apalagi zaman moderanisasi ini semua bisa di lihat dari segala penjuru.
ngga disangka…. banyak temannya yang minat dan membeli, sehingga bisa mendapat uang tambahan..

Setelah surut minat untuk produt ini, maka berhentilah dulu (vacum) untuk aktifitas ini.
Kemudian dari tadinya konsumsi sendiri, maka mulai lagi usaha, yaitu keripik singkong dengan berbagai rasa seperti pedas, asin, jagung…
Walah ada-ada saja hal yang dipikirkan oleh mereka.
Mamanya yang tadinya tidak mengerti, mau ngga mau harus belajar… padahal tadinya sekretaris eh.. turun ke dapur juga.

Dengan semangatnya mereka menjajakan usaha ini, bahka saat ada kumpulan saudara juga dirumah ditawarkan kepada mereka.
Karena mungkin menghargai usahanya yah.. mereka beli lah…

Ini lah yang saya bilang bahagia, karena mereka sudah mengerti betapa susahnya untuk mencari uang. dan mereka bisa menciptakan pekerjaan, walau masih kecil…

Sementara saudara-saudara kita umumnya hanya bisa untuk bekerja tanpa menciptakan lapangan kerja. Semoga ada manfaatnya dan Indonesia bisa lebih maju terutama dalam era globalisasi ini sehingga bisa bersaing dengan tenaga luar.

Terima kasih Tuhan atas berkatmu ini.

f4fd1-pasir48892-last2bmemory

Apakah aku terpanggil

Kalau dilihat dari judulnya adalah sepertinya dipanggil ketempat lain? hah hah.

Maksudanya adalah melayani di ladang Tuhan, karena tuaian banyak tapi pekerja sedikit.
Periode ini adalah pemilihan unutk Majleis karena sudah 4 tahun (masa kemajelisan di GKP), dan ini ketiga kalinya saya masuk dalam balon Majelis di GKP sejak tahun 2006 dan tahap kedua tidak terpilih karena hal lain.

System pemilihan di GKP Bekasi adalah 2 tahap pemilihan, pertama dari wilayah dengan quota yang sudah ditentukan, kemudian setelah terpilih tahap 1 dengan quota yang ditentukan, maka kemudian masuk tahap ke 2 yaitu dipih seluruh wilayah (wilayah 1~12)
Pada saat pastoral, Pendeta meyampaikan kalau terpilih harus mendedikasikan dirinya 100% unutk pelayanan, sementara sermon dilakukan setiap kamis malam, dan aku main bulu setiap kamis malam (koq pede amat yah, emangnya kepilih), jadinya sepertinya harus ada yang dikorbankan….

Dan harus komit sebelum masuk tahap ke 2 dan harus disetujui oleh pasangan (yang tidak punya pasangan jangan maksa yah) yang dituangkan dalam surat kredensi.

surat-suara
Surat Suara
pemeriksaan
Pemeriksaan surat suara

perhitungan

calon-mj-gkp-2017

Sebenarnya saya sudah terbuai di komisi dikonia sebagai ketua, karena di komisi ini saya jadi mengerti akan hidup.
Ketika saya besuk saya melihat orang kalau sudah jatuh sakit, maka apa yang sebelumnya dibanggakan terutama kegagahan sirna sudah tanpa daya.
Apalagi sampai terkapar tidak bisa berbuat apa-apa, pasti akan tergantung dengan orang lain. kalau kita sudah tergantung sama orang lain, terus apalagi yang kita banggakan?
Walaupun pada waktu saya operasi usus buntu, kepingin di rumah sakit lama-lama, tapi dokter tidak mengizinkan…harus segera pulang, sudah cukup katanya istirahatnya…
Setelah beberapa bulan saya mulai melatih untuk gerak badan dengan olah raga yang biasa saya lakukan yaitu bulu tangkis, sampai saat ini masih terasa nyeri pas di pinggang, sepertinya belum sembuh total padahal  sudah lewat 3 bulan (awas copot jahitannya)

Begitu juga ketika saya melawat tersentuh hatiku, karena kegagahan, ketampanan, kekayaan, semua tidak berguna, hanya peti mati dan tanah ukutan 1x2m persegi yang diperlukan. Itupun kalau kita masih meninggalkan kebaikan, masih banyak yang mengenang kita, kalau sudah tidak ada kebaikan, maka hanya cercaan yang kita dapat.

Dengan melihat kondisi ini maka, saya berniat untuk akan selalu melakukan yang terbaik…. Semoga Tuhan memberikan kekuatan supaya saya bisa berjalan sesuai kehendakNya. Amin.

Semgoa saya kelau terpilih bisa mendedikasikan diri saya 100% dalam pelayanan.

Terima kasih atas waktunya telah membaca blog ku ini.

Syalom… Tuhan memberkati.

Bersukacitalah senantiasa

Bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa dan mengucap syukurlah dalam segala hal adalah surat Paulus ke Tesalonika di 1 tes 5:16~18. Ayat ini adalah kotbah Pdt Yoga pada saat mengenang meninggalnya bapak T Pasaribu setelah 1 tahun.
Kita manusia sudah terbiasa dengan menerima tanpa pernah mengucap syukur dan terima kasih. Padahal kalau dipikir-pikir tanpa berkat dari Tuhan, kita tidak akan bisa menikmati udara bebas yang kita hirup. Demikian juga kalau kita tidak bersukacita, tentu hal apa pun yang kita kerjakan tidak akan pernah berhasil dengna baik.
Seandainya kita melakukan pekerjaan memasak atau hal lain dengan hati cemberut, tentu akan menghasilkan yang tidak baik. Begitu juga, kadang kita hanya berdoa tanpa ada usaha selain berdoa,  berharap apa yang kita minta Tuhan akan memberikan. Padahal Tuhan telah menyatakan bahwa kita akan diberi jika kita meminta dan melakukan kehendak Bapa.

Sehingga kita hanya melakukan keinginan kita tanpa memberikan apa kewajiban kita, kita  merasa exclusive karena sudah ditebus sehingga apapun yang kita inginkan akan dikabulkan.

Padahal Tuhan tidak pernah berjanji untuk memberikan kesenangan dan kebebasan kita, malah kita harus memukul kuk beban kita, dengan adanya beban kita mengetahui berat, karena menagis kita mengerti tertawa, karena sedih kita mengerti senang.

Begitu Juga kita harus menjalankan sesuai dengan process, sehingga dihasilkan buah yang baik, semoga dengan renungan singkat ini mengingatkan akan tugas kita selain hanya untuk meminta dan berdoa tanpa ada usaha.

Amin.

Doushi

Godan doushi
au bertemu
aruku berjalan
hashiru berlari
hanasu berbicara
harau membayar
kau membeli
isogu bergegas
kaesu mengembalikan
kakaru memerlukan
matsu menunggu
nomu minum
noru naik (kenderaan)
agaru naik (tangga)
naku menangis
tooru melewati
noboru mendaki
suu menghisap
yomu membaca
dasu mengeluarkan
odoru menari
yaru melakukan
shiru mengenal/tahu
toru mengambil
hiku menarik
atsumaru berkumpul
okoru marah
shikaru memarahi
komaru susah
sumu tinggal
arau mencuci
iku pergi
asobu bermain
hairu masuk
uru menjual
hataku bekerja
oyogu berenang
kaeru pulang
kiru memotong
tatsu berdiri
kagu mencium
tsukau memaki
warau tertawa
susumu maju
tetsudau membantu
kiku mengengar
yasumu beristirahat
okuru mengirim
narau belajar
utau menyanyi
modoru kembali
tsuka tiba
wataru menyebrang
osu menekan
shinu mati
iu berkata
owaru selesai
mayou bingung
suwaru duduk

u-i masu
tsu – chi masu
mu – mi masu
nu – ni macu
bu – bi masu
ku – ki masu
gu – gi masu
su – shi masu

Ichidan doushi

shimeru menutup
taberu mkan
okiru bangun
deru keluar
kariru meminjam
oriru turun
umareru lahir
shiraberu memeriksa
fueru bertambah
kimeru menetapkan
akeru membuka
miru melihat
neru tidur
kaeru meukar
oboeru mengingat
oshieru mengajar
dekiru bisa/dapat
yameru berhenti
wasuweru lupa
kazoeru menghitung
ueru menanam
ukeru mengikut
tomeru menghentikan
ireru memasukkan
tateru mendirikan
miseru memperlihatkan
okureru terlambat
hajimeru memulai
ochiru jatuh
suteru membuang
tsukareru lelah
kotaeru menjawab
atsumeru mengumpulkan

miru 0 mimasu
okiru – okimasu
neru – nemimasu
taberu- tabemasu

Fukisoku doushi
kuru datang
suru melakukan
benkyou suru balajar
kaimono suru berbelanja
shinpai suru kwatir
souji suru membersihkan
shoukai suru memperkenalkan
honyaku suru memperkenalkan
chuui suru berhati-hati
yakusoku suru berjanji
hozon suru menyimpan
shiai suru bertanding
soudan suru berunding
shuuri suru mereparasi
setsumei suru menerangkan
kekkon suru menikah
sanpo suru jaln-janal
unten suru menyetir
ryokou suru bertamasya
undou suru berolah raga
ai susu mencintai
ryouri suru memasak
chuumon suru memesan
houmon suru bertamu
chokin suru menabung
bikkuri suru terkejut

kaeru – kaerimasu pulang
kaeru kaemasu menukar
kuru -imaus
suru- shimasu

Bali oh bali

Bali adalah impian semua orang untuk berekreasi, aku selalu memimpikan pergi ke Bali.
Mungkin setuju kalau saya bilang, semua orang berkeinginan untuk jalan-jalan ke bali, karena bali adalah pulau yg indah dan menjadi daya tarik seluruh dunia dengan keindahan alamnya yang indah sekali banyak wisatawan ke bali untuk rekreasi. kami bersyukur kepada Tuhan karena mempunyai kesempatan untuk pergi ke bali.

bali-apr-19-2013-163-mobileKami sangat senang sekali karena bisa pergi ke Bali pada 19 April 2013 setelah menanti-nanti sekian lama. Pada saat mau berangkat, kami sangat sibuk untuk mempersiapkan keperluan yg kita butuhkan disana, bahkan malam sebelum berangkat karena memimpikan keindahannya bali.setelah sampai dibali kami sekeluarga langsung menuju hotel untuk melepaskan lelah untuk menempuh perjalanan yg sudah dilalui .dan keesokan harinya kami pergi ke gunung batur dan makan dipuncak gunung batur sambil malihat pemandangan di gunung batur dengan udara dingin dan sejuk.
Sebelum kami sampai di gunung batur, sebelumnya kami mampir menonton bali tradisional tari barong.

bali-apr-19-2013-86-mobilebali-apr-19-2013-63-mobilebali-apr-19-2013-62-mobile
Karena pernasaran ingin mencoba menu puding yang ternyata adalah ketan hitam….huah hah hah ketipu deh

.bali-apr-19-2013-98-mobilebali-apr-19-2013-96-mobile

Dengan perasaan yang begitu indah, karena bisa menikmati suasana ditempat, kemudian kami kembali ke arah hotel, sebelumnya kami makan malam di pantai jimbaran.

Sebelum kami sampai di pantai jimbaran kami mampir ke gua gajah untuk melihat patung dan mata air yang disucikan oleh orang bali, bila kita mencuci muka dan mandi, maka akan awet muda.bali-apr-19-2013-120-mobilebali-apr-19-2013-119-mobile

Pesisir pantai di jimbaran dan meja makan dipantai, dengan hembusan semilir angin laut.
Sambil menunggu makanan yang dihidangkan, kami bermain pasir dan air, (yah jadi basah deh, kecipratan air laut)

Menu ikan bakar dan air kelapa yang eunak…k, lupa kalau masih ada yang belum menikmati rasa yang kami rasakan.bali-apr-19-2013-140-mobile

Terima kash Tuhan atas kesempatan yang berharga ini, sehingga kami sekeluarga bisa pergi bali bersama.

Sebelum kembali ke Jakarta kami mampir ke tempat penjualan cidera mata yaitu… sukowati market yang mana disini bisa membeli souvenir dengan harga yang bersahabat.

bali-apr-19-2013-48-mobilebali-apr-19-2013-142-mobile

Kenangan yang indah yang tidak terlupakan pergi ke bali, semoga dihari yang akan datang bisa kembali datang ke Bali.
Dalam hal ini kita sudah buat wacana melalui punguan bah tonang.bali-apr-19-2013-111-mobilebali-apr-19-2013-110-mobile

Semoga apa yang di rencakan bisa terkabul. amin….n.

Terima kasih kepada semua yang telah mendukung terutama tempat saya bekerja Hitachi yaitu salah satu program untuk memberikan rekreasi kepada karyawan yang sudah bekerja selama 20 tahun…
(walah…walah rupaya aku sudah bekerja 20 tahun… yah), dan kepada guide yang ada di bali yang telah memberikan banyak penjelasan tentang bali, sehingga saya dan anak-anak bisa mengerti bali.
Dan ini adalah sebagai bekal untuk anak-anak dimasa depannya, dan mengerti akan budaya indonesia yang sangat berharga.

GKP jemaat Bekasi

Berakar dan dinamis menjawab panggilanNya

Dari masa penyemaian benih hingga kemandirian.

gkpbekasi

Masa penyamaian benih dimulai dari perpindahan keluarga Ibu Bidan Willy Niman warga jemaat GKP Bandung ke Bekasi pada tanggal 18 Aril 1956 dan bertempat tinggal di Pedurenan Bekasi Timur.
Kemudian diikuti dengan perpindahannya keluarga bpk Ripan Niman warga jemaat GKP Cawang dan bertempat tinggal di Jalan raya Bekasi Timur (Sekarang Jl. Ir. H.Juanda).
Kebaktian pertama dilakukan pada tanggal 29 Desember 1956, berupa kebaktian Natal bersama, bertempat di rumah bpk Ripan Niman.
Kebaktian natal ini mengawali sekaligus menandai dimulainya persekutuan warga kristen yang ada di Bekasi, dengan kebaktian secara berkala yang tempatnya secara bergantian, dirumah Ibu Bidan Willy Niman dan di rumah bpk Rivan Niman (di depan gedung gereja yang sekarang menjadi kantor Notaris).

Setelah mengadakan kebaktian lebih kurang 3 tahun pada tahun 1959, kelompok persekutuan kristen ini resmi menjadi pos kebatian GKP Tanah Tinggi.
Melihat bahwa kediaman Ibu Willy Niman sudah tidak memadai untuk diadakannya kebaktian dengan jumlah warga jemaat terus bertambah, maka dibentuklah Panitia Pembangunan Gedung Gereja.
Pada masa ini terlihat bahwa disamping upaya peminaan jemaat, melalui kebaktian-kebaktian, titik berat perhatian juga diarahkan pada tahap lanjut dari pembangunan gedung gereja. Upaya pembinaan melalui kebaktian-kebaktian menampakkan hasil ketika makin banyak keluarga-keluarga Kristen yang bersekutu, walaupun sarana pada masa itu masih minim.

Dengan adanya gedung gereja, maka pemantapan pelayanan dan persekutuan mejadi lebih ditingkatkan. Guna menunjang peningkatan pelayanan, maka untuk pertama kalinya dipilih dan diteguhkan Anggota Majelis Jemaat untuk Pos kebaktian Bekasi, yakni terdiri dari bpk Ripan Niman, bpk Saem Saiman, pk Wasktio, Ibu Willy Niman, bpk dr. Aristarkus Pauntu dan bpk J. Pella.
Anggota-anggota Majelis Jemaat inilah yang membantu pelayanan dalam jemaat yang dilakukan oleh vikaris Muhali Sairoen.

Vikaris Muhali Sairoen kemudian dipindahkan ke GKP Cawang dan ditahbiskan menjadi pdt Injil yang ditugaskan GKP Tanah Tinggi tahun 1976. Bpk Alipas Niman pindah ke kampung sawan dan sejak itu pelayanan dilakukan oleh Vikaris Andreas Soeparno.
Masa-masa pemantapan dengan bertambahnya jumlah Majelis jemaat Bpk T.U.H Sidabutar dan bpk B.P.L Tobing berlangsung berkat komitmen dan kesatuan hati hingga akhirnya pada rabu 20 September 1978 Pos Kebaktian Bekasi resmi menjadi jemaat yang mandiri dengan jumlah anggota 107 KK ta sekitar 507 jiwa.

Menghadapi perubahan
GKP Bekasi mewujud menjadi sebuah keluarga besar dengan jumlah anggota 640 KK atau sekitar 2,400 jiwa. Kebaktian Umum hari Minggu diselenggarakan dalam 3 kali yaitu pukul 6.30, 9.00 dan 17.00.
Kegiatan kategorial wilayah serta pembinaan dan pelatihan (katekisasi, paduan suara, latihan musik dll) mengisi seluruh hari dalam sepekan.
Disamping itu GKP Bekasi juga mengembangkan pelayanan dibidang pendidikan formal dan non formal melalui kehadiran Paud “Lentera Kasih” dan sekolah musik “Nafiri”.

Majelis Jemaat priode 2013-2017 berjumalh 39 orang dan pengawas perbendaharaan jemaat sebanyak 5 orang, penatalayanan jemaat ditopang juga oleh komisi katergorial (Anak, remaja, pemuda, perempuan, pria dan lansia).

lepas_sambut-1
Komisi non kategorial (Diakonia, liturgi musik gerejawi dan hari raya gerejawi), Pengurus Pos Kebaktian (Cigelam dan Tambun), pengurus Wilayah (I-XII) dan Tim kerja (pembangunan, kelistrikan dan K3:kebersihan, keindahan dan kenyamanan).
Dibawah naungan Komisi pelayanan Perempuan juga hadir Rumah Perempuan, sebagai wadah bagi kaum perempuan untuk berkarya di bidang sosial, kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi melalui berbagai ketrampilan.

4970a-kompri2b15oct2b2013
GKP Bekasi kini berada dtengah kota yang mengalami perubahan yang pesat. Lahan terbuka dan rawa telah disulap menjadi pemukiman padat, sejumlah pertokoan modern dan hunian vertikal.
Seiring dengan perkembangan fisik, berkembang pula masalah sosial dan ekologi. Meningkatnya angka kejahatan, konflik horizontal, banjir dan sampah adalah contoh dari segudang masalah yang dialami masyarakat kota bekasi.

Masalah sosial yang menjadi tantangan bagi geraja adalah individualisme, kemeroosotan moral dan intoleransi. Orang-orang beradu kepentingan hingga mengorbankan sesamanya.
Lihatlah peredaran narkoba, mobilisasi massa hingga terjadi bentrl fisik dan penularan gaya hidup konsumerisme menjadi alat kepentingan yang menelan korban generasi muda.
Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan pengawasan dan pengendalian di tingkat mikro dan makro serta tatanan moral masyarkat.
Keberagaman kelangkaan figur teladan mempercepat robohnya pilar2 tatanan moral masyarakat.
Keberagaman menjadi bencana, tatkala benih kebencian ditaburkan dalam hati anak2 yang polos dan stigmatisasi atas kaum minoritas secara terstruktur begitu gencar.
Dalam konteks itulah GKP Bekasi hadir dan berjuang untuk bertahan dan memenuhi panggilannya, menjadi garam dan terang, menjadi gereja bagi sesama.

Menjawab tantangan dan menggerakkan potensi.

Majelis jemaat mengusung tema “Membangun geraja dengan keluarga yang berkarakter Kristus” pada tahun pelayanan 2106/2017. Keluarga merupakan wilayah yang paling vital untuk membangun persekutuan, bahkan membangun bangsa.
Dalam berkeluarga, iman berakar dan bertumbuh. Pebinaan dan pemeliharaan jemaat dalam keluarga menjadi prioritas pelayanan.
Bila trend gereja super dengan jumlah penghadir kebaktian yang fantastis, sering tidak disertai dengan ikatan emosionalnka GKP Bekasi baru mengawali mimpi besarnya dengan menjalin relasi antar anggota, membangun ikatan kekeluargaan dengan rasa saling memiliki dan membutuhkan.
Ragam kegiatan yang membuka ruang komunikasi dan keakraban dibuat untuk mengimbangi kegiatan reguler dalam persekutuan.

Tuhan membangun GKP Bekasi dengan potensi SDM yag sangat besar. Potensi besar itu akan sia-sia tanpa arah dan model penatalayanan yang bisa merangkul dan menggerakkanya.
Bergerak dinamis, tangpap terhadap perubahan dan peduli pada konteks, termasuk pergumulan bersama akan memacu derap langkah dan perberdayaan seluruh potensi yang dimiliki jemaat.
Dengan hadirnya seorang pdt jemaat yang baru yang akan bersinergi dengan pelayan2 yang ada GKP bekasi, kiranya mimpi besar menjadi gereja yang maju, mandiri dan menjadi berkat bisa terwujud.

disadur dari buku acara lepas sambut Sep-2016.

lepas_sambut-3

Terima kasih pak pdt Stefanus dan selamat melayani pak pdt Yoga.

lepas_sambut-3Tidaklepas_sambut-17 terasa waktu begitu cepat berlalu setelah selesai acara kotbah serial dalam rangka ulang tauhn GKP jemaat Bekasi, hari ini adalah hari pengakhiran pelayanan bapak Pdt Stefanus N Parinusa M.Th. di Jemaat Bekasi.
Dan beliau harus melanjutkan pelayanannya di GKP Jemaat Awiligar Bandung dan boleh dibilang beliau adalah produk GKP Jemaat Bekasi katanya, karena mulai dari masa vikariat dan menjadi pdt samapai 2 periode.

Dalam refleksi bapak pdt Stefanus dalam buku acara disampaikan ada 3 hal yang penting, pertama pertumbuhan, kedua pendewasaan dan terakhir pengembangan.
Dalam tahap-tahap ini, masa beliau bertumbuh mulai dari menjalani masa vikariat, ada beberapa hal yang di high light beliau yaitu peribadahan, pelayanan diakonia, perbendaharaan jemaat dan aset.

Pada masa ini juga Pelayanan Diakonia bertumbuh menjadi “brand” GKP Bekasi kemudian pendewasaan dengan merasakan “irama” jemaat untuk “menari bersama” bergerak menuju jemaat yang bertumbuh dan dewasa.
Dalam hal aset, jemaat mulai melakukan penambahan aset seperti pastori di narogong dan rawa semut selain di bulak kapal, ruko sebagai sarana penunjang ibadah.
Tahap pengembangan keberadaan GKP berkembang bukan dalam hal internal saja tetapi juga bergerak keluar (eksterna).

Menurut beliau ada 5 indikator gereja yang sehat.
1. Anggota jemaat terelasi satu sama yang lain, bercorak komunitas.
2. Kode genetik gereja, Gereja yang sehat mengenal “DNA” nya dengan jelas.
3. Kepmimpinan gereka; fungsi-fungsi yang dibagi-bagi (share function) dan ministry.
4. Berfocus pada misinya dan mempunyai orientasi keluar mulai dari lingkungan terdekat dan
5. Gereja yang sehat “merangkul perubahan” walaupn adakalanya menyakitkan (inertia bs reinvention).

lepas_sambut-19lepas_sambut-18

Dan beliau menutup dengan kalimat bijak “awali segala sesuatu dengan baik dan akhiri segala sesuatu dengan baik pula”
Terima kasih pak pdt Sthhepanus yang telah bersama-sama dengan GKP Jemaat bekasi selama 12 tahun, mohon maaf dari yang dalam dari kami jemaat GKP bekasi bila selama ini ada kesalahan dalam kebersamaaan.

Begitu juga bapak pdt Yoga Pratama yang juga sudah melayani 5 tahun di GKP Jemaaat Bekasi, tapi masih diharapkan oleh jemaat Bekasi untuk melayani sehingga beliau diparpanjangan pelayanannya periode ke-dua.
Hanya bisa kita sampaikan selamat melanjutkan pelayanannya dan kalau orang bilang sinsingkan lengan baju mari kita bekerja.lepas_sambut-20

Dalam refleksi bapak pd Yoga Willy Pratama S.Si disampaikan bahwa melayani adalah merenda karya bersama bukan sebuah aksi tunggal.
Betapapun kita merasa mampu, tak ada yang bisa kita perbuat jika tanpa kehadiran orang lain.
Mereka yang ada disekeliling kita turut berperan dengan beragam cara memberi keindahan dalam setiap sentuhan karya pelayanan.
Dalam perjalanan pelayanan beliau merasakan bahwa Allah datang mendekat dan melekatkan diri melalui kehadiran para sahabat ditengah persekutuan.

Terima kasih pak pdt Yoga, mari kita melanjutkan kebersamaan dalam pelayanan bapak beserta pak pdt Sain Pieter dalam ladang Tuhan di GKP Jemaat Bekasi.

lepas_sambut-2

Demikian yang bisa saya sampaikan dan dalam kebaktian hari ini Minggu 2 Oktober 2016, dilayani oleh 3 pdt sekaligus, pertama oleh pak pdt Stefanus selaku pengakhiran pelayanan kemudian oleh pdt Sinode sebagai pimpinan acara lepas sambut kemudian dilanjut oleh pak pdt Yoga dalam pelayanan barunya dalam periode 2016 ~ 2021.

Tanda bukti kebersamaan pak pdt Stefanus dengan jemaat bekasi dengan banyaknya jemaat hadir pada saat kebaktian rumah tangga gabungan dari wilayah 1 ~ 12 dan pos pelayanan tambun hadir memenuhi ruang ibadah pada hari Rabu 28 Sep 2016, yang khsus diadakan, karena tidak ada kesempatan pada kebaktian lepas sambut yang dipimpin oleh Sinode.

lepas_sambut-1
Pada saat itu jemaat yang memberikan tanda kasih dan kenangan kepada beliau banyak, sampai-sampai sepertinya susah untuk membawa pulang kerumah …. :).
Dan banyak ucapan melalui buku acara yang disusun oleh painita Peresmian, Perpanjangan dan Pengakhiran (P3) yang diketuai oleh Bapak Kasnarto Hadi, dari semua wilayah dan bahkan dari keluarga jemaat sehingga buku acara penuh dengan ucapan terima kasih atas pelayanan pdt Stefanus dan selamat atas perpanjangan masa pelayanan pak pdt Yoga.

dan Minggu 9 Oktober 2016 juga akan diadakan kebaktian lepas sambut untuk pak Pdt Budi Triadi Kaidun S.Th dan pak Pdt Stefanus, selaku pelayan di GKP Jemaat Awiligar Bandung.

Tuhan yang bekerja di jemaat Bekasi maupun jemaat Awiligar di Bandung dalam pertumbuhan iman yang dewasa.

Tuhan memberkati.

Sambutan Majelis Jemaat GKP Bekasi
Tak terasa waktu berjalan sangat cepat genap 12 tahun bersama dengan pdt Stefanus tetapi semangat dan visi yang saat dalam mengembangkan pelayanan akan terus terjaga. pdt Stefanus telah bersama=sama dengan jemaat bekasi.
Semua fase telah silih berganti dilalui dan mendatangkan pengalaman sangat mahal untuk mengarungi pelayanan di masa-masa yang akan datang.
Perpisahan selalu sulit untuk dihadapi, demikian juga dalam kurun waktu yang cukup lama. Apresiasi yang setinggi-tingginya di sampaikan kepada pdt Stefanus untuk semua desikas dan totalitas dalam melauani jemaat selama menjadi fondasi untuk perkebangan gereja semakin baik kedepanya.
Pada akhirnya kita diperhadapkan dengan pandangan sederhana yang berbunyi “The Show must Go On”
Pesan sederhana ini berlaku bagi jemaat GKP Bekasi untuk terus menatap kedepan meskipun tidak akan lagi bersama degan pdt Stefanus tetapi semangat dan visi yang sama dalam mengembangkan pelayanan akan terus terjaga.
Demikian juga bagi pdt Stefanus untuk tetap maju dan melangkah di ladang pelayanan yang baru, karena disanalah selanjutnya pak pdt Stefanus dipanggil untuk melanjutkan pelayanan.
Terima kasih yang tulus dari hati yang paling dalam kami sampaikan kepada pdt Stefanus untuk semua pelayanan yang diberikan kepada jemaat selama masa Vikariat dan selama 2 periode berturut-turut.
Majelis jemaat atas nama jemaat mengucapkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya apabila selama pdt Stefanus dalam melayani ada hal-hal yang mungkin kurang berkenan yang menyakitkan hati pdt Stefanus sekeluarga.

Kiranya semua pengalaman itu tidak menghalangi silahturahmi antara pdt Stefanus dan sekeluarga dan jemaat bekasi untuk selalu menjaga relasi dan hubungan yang baik selama ini yang telah dibangun.
“The last but not least” Doa dan harapan dari seluruh jemaat Bekasi kepada pdt Stefanus dan keluarga agar selalu lancar dan sehat dalam menjalankan pelayanan di jemaat yang baru.
Demikian juga dalam sambutan ini kami selaku majelis jemaat pelayanan di GKP jemaat bekasi, menyampaikan selamat kepada pdt Yoga Willy Pratama S.Si untuk masa perpanjangan pelayanan di GKP Jemaat Bekasi.
Semoga pdt Yoga semakin bersabar dan bersemangat untuk kembali mendampingi dan mengembangkan jemaat dimasa pelayanan periode ke-2 ini.
Doa juga disampaikan kepada pd Yoga agar kiranya selalu sehat sehingga dapat terus mengembangkan jemaat dengan ide-ide kreatif dalam rangka mengembangkan potensi-potensi jemaat.
Kiranya Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala Gereja senantiasa menanungi pdt Stefanus dan pdt Yoga. Tuhan memberkati pelayanan kita bersama.
Majelis Jemaat GKP Bekasi (Sep2016)

Sambutan Majelis Sindoe GKP

Salam Sejahtera di dalam Kristus Yesus,
Hari ini adalah ibadah kita dua momen berlangsung sekaligus. Pengahiran pelayan pdt Stefanus Nyonyo Parinusa dan perpanjangan pelayanan pdt Yoga Pratama.
Satu sama lain memberi nuansa berbeda. Pengakhiran mencuatkan adanya perpisahan. Selama 2 periode pelayanan pdt Stefanus masuk dalam meomori dan kenangan.
Segala karya pelayanannya, segera menjadi bagian waktu yang telah lewat. Sedangkan Pdt Yoga tentu berkelanjutan akan mengisi hari2 ke depan.

Sebagaimana lazimnya perpisahan, mau tidak mau melahirkan keharuan. Meski di GKP perpisahannya tidak bersifat total. Karena perjumpaann secara fisik maupun pekayanan masih terbuka lebar.
Namun demikian, perjumpaannya tidak dalam rangka status relasi antara pdt jemaat dan warga jemaat.
Tentu, masih bertemu pula dengan person2 mejelis jemaat, komisi dan pinita, hanya tidak dalam kaitan relasi yang dibalut pelayanan lansung. Konstruksi relasi antar pdt jemaat dan warga jemaat kental dengan ikatan emosional.
Karakter pelayanan pdt itu tidak bersifat kepegawaian, seperti dalam dunia sekuler biasa, melainkan didalamnya melibatkan kedekatan, kehangatan, pertemanan, persaudaraan dan karena itu satu sama lain menyimpan memori.
Dalam konteks pdt Stefanus yang menyelesaikan tentu semakin banyak memori tercipta. Kami berharap sentuhan pelayanan pdt Stefanus mempunyai arti dan dampak jauh melebihi masa periode pelayanannya itu sendiri.

Sedangkan pdt Yoga yang dipercayai oleh Jemaat Bekasi untuk melanjutkan karyanya satu periode pelayanan lagi. Hal itu indikasi baik. Kami menagkap GKP Bekasi masih besar kerinduannya dan kebutuhan kesnambungan pelayanan pdt Yoga.
Walau tentu dibalik itu, selalu muncul harapan agar diperiode kedua bobot, kreativitas dan kualitas pelayanan perlu ditingkatkan.
Hal itu merupakah aspirasi dan harapan yang patut direspon positif. Karena hal itu akan memacu dan memicu aktualisasi potensi yang dimiliki pdt Yoga.
Artinya pdt Yoga lima tauun kedepan mendapat tugas dan tantangan menjelmakan agar pelayanannya di GKP Bekasi lebih maju lagi.
Dalam pengamatan kami, ditengah keragaman etnis warga jemaat GKP Bekasi, pdt dan majelis mampu dan berhasil membangun sosialitas relasi dan persekutuan.
Nyaris kami tidak mendengar adanya konflik secara internal, walau tentu perbedan pandangan, ide sejatinya pasti suka terjadi. Namun, hal itu lumrah adanya sebagai dinamika berjemaat.
Selain itu GKP Bekasi masuk kategori jemaat yang misioner. Karena GKP Bekasi merupakan profil jemaat yang terus mengembangkan pelayanan yang menjawab perubahan demografi.
Beberapa jemaat meruapakan “anak” GKP bekasi, seperti Cikarng dan Cimuning, Selain itu mendirikan pos pelayanan di Tambun.
Fenomena ini harus ditiru jemaat gkp lainnya. Oleh karena itu juga, selain memperpanjang pelayanan pdt Yoga, GKP Bekasi masih segera membutuhkan tenaga pelayanan tambahan.
Ditambah lagi dengan radius pelayanan yang luas, tingkat keterbatasan domisili warga jemaat, kehidupan masyarakat yang kompleks.
Kebutuhan demikian sudah menjadi tuntutan ke depan, kami berharap GKP Bekasi dengan potensi SDMnya yang baik, menjadi sebuah jemaat yang mononjol dalam kiprah oikumenis dan kemasyarakatan di kota Bekasi dan sekitarnya.
Sebab, fungsi “garam” dan “terang” bukan hanya untuk jemaat internal saja, melainkan pula dirasakan oleh masyarakat dan gereja kota Bekasi.

Pada akhirnya kami mengucapkan selamat memasuki medan pelayanan yang baru pdt Stefanus dan selamat terus barkarya bagi pdt Yoga.
Terima kasih kepada keluarga mkasing2 yang telah memberi peran supporting. Kamipun ingin mengekspresiasikan seluruh majelis jemaat, komisi2, panitia besera seluruh warga jemaat yang telah menjadi mitra yang baik bagi pdt Stefanus dan pdt Yoga dalam pelayanan mereka.
Kita semua percaya, untuk pekerjan Tuhan tidak ada yang sia2.
Sekian, terima kasih.

Atas nama, .majelis Sinode GKP

Pdt Supriatno STH MM,  Ketua Umum

Pdt. Paulus Wijono,  Sekretaris Umum