Pemakaman Cigelam

Lahan Pemakaman Cigelam

Pos Kebaktian Cigelam mempunyai lahan seluas 1 Ha sebelumnya, tapi sekarang cuman 8,800 meter persegi, yah mungkin karena luas dan tidak ada yang mengontrol sehingga menyusut…
Mengingat sudah mulai susah Tempat Pemakaman Umum, maka harus mempunyai lahan pemakaman sendiri agar lebih mudah untuk mengkoordinasi dan mengatur.
Komisi Diakonia GKP Jemaat Bekasi akan memberdayakan lahan ini, sebagai tempat pemakaman anggota jemaat (yang jadi kendalanya mungkin jauhnya dari tempat yang berduka).
Walaupun sekarang ini kalau dibilang termasuk jauh yang berada di Mangun jaya
Dalam persiapan hal-hal yang diperlukan, maka diperlukan pengurus yang khusus mengontrol dan melakukan agar bisa berjalan dengan baik, tentu akan diutamakan yang tinggal di daerah Cigelam dan berkoordinasi dengan pengurus di Bekasi. Setelah itu baru bisa melakukan perencanaan secara detail baik tata cara pemakaman, perawatan dan hal lain yang diperlukan.
Semoga apa yang direncanakan bisa berjalan dengan baik.
Tuhan memberkati.

Advertisements

GKP Cirebon waktu idul fitri 1436

Inilah kedua kalinya saya kebaktian di gereja ini.
Ingat waktu pertama saya kebaktian,menunggu lama bru kebaktian, karena datang 1 jam lebih awal, saat itu saya kuwatir perlu waktu untuk mencari….,
Jadinya pengalaman itu membuat saya sedikit lambat dari rumah, dan telat deh 10menit, sedikit malu sih.
Saya pernah lihat di GKP bekasi pdt melayan pake blankon, yah ikut2an deh pake blankon pada kebaktian saat ini, mumpung masih di cirebon, sekalian mengikuti budaya setempat.
Jumlah jemaat paling 100an, hampir sama dengan GKP bekasi pada tahun 90an. Saat ini pdt Edward Tureay S.Th selaku gembala disini  tdk melayani , tapi dilayani oleh Bp Paulus Hariyanto dari GKI kebonjati bandung, beliau beserta keluarga hadir.
Beliau menyampaikan bahwa dia tinggal di Semarang sejak setahun yg lalu.

Gereja ini tidak sebesar GKP bekasi, tapi masih alami, karena gereja ini dibangun jaman belanda tahun 1788 dengan luas 700m2 terletak di jalan Yos Sudarso no.10, dimana dindingnya tebal hampir setengah meter.
Tidak perlu pencahayaan tambahan karena dengan 6 buah dengan masing-masing 2 daun jedela serta selebar 2 pintu ukuran sekarang sudah cukup utuk penerangan,cuan ugkin kalau membuka jendela harus pakai tangga, karena tinggi.
Sudah tidak perlu lagi pendingin udara, karena udara yg sejuk dari luar bisa masuk langsung dan membuat waktu kebaktian sangat sejuk.

Menurut pdt Edward… Gereja ini tertua ke tiga setelah GPIB Sion di mangga dua dan GPIB Tugu Priuk Jakarta.
Bangunan gereja masih asli bawaan kecuali ada beberapa yang sudah di perbaiki, tetapi tetap mengikuti aslinya, karena gereja ini salah satu cahgaralam budaya yang harus dirawat.
Awalnya gereja ini disebut dengan Gereja Pasundan Bethel Indonesia, tapi karena pastory GKP tidak di bangun di jalan pulasaren no 33, maka akhir tahun 80an gereja ini dihibahkan oleh GPIB dan GKP membeli tanah sebagai pengganti.
Kebaktian pelayanan cuma satu kali yaitu pukul 09.00, mempunyai 2 pos kebaktian di Panguragan Lor dan Kencana girang.

Sangat beruntung sekali saya hari ini karena ada seminar “mengalami Injil”
Pdt Edward mrngajak makan bersama dengan peserta seminar setelah selesai.
Terima kasih kepada MajelisGKPirebon, Pdt Edward dan Bp Paulus yang telah memberitakan Firman dan bagaimana untuk melayani.

Mudah2an saya bisa kebaktian lagi di gereja ini.
Kiranya Tuhan memberkati.

GKP Cirebon sebagai benda cagar budaya dari PemKot Cirebon

 

Pdt Edward dan Gultom

 

GKP Cirebon

MUDIK Minal aidin walfaizin 1436

Setelah beberapa tahun ini tidak mudik lebaran, maka tahun ini direncanakan mudik sekalian untuk menikmati tol baru yaitu tol cipali. Sebelum berangkat, untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, maka perlu persiapan terutama untuk kenderaan agar bisa aman sampai ditujuan. Mana pas lagi odometer 80K maka untuk oli mesin, tranmision, gardan harus diganti, ternyata baru tau kalau matic transmision itu harusya setiap 20K harus diganti olinya, agar bisa lebih nyaman dan tenang mau ngga mau, harus deh di kuras agar kotoran bisa dikeluarkan terutama yang disebut dengan lumpur oli.
Ternyata kalau kuras itu tidak sedikit oli yang dibutuhkan minimal 3x kapasitas oli yang dipakai.
Saat ini 10 liter harus dikorbankan, agar bisa kelihatan rada beningwarna oli di transmision.
ada 2 type oli matic transimision yang ditawarkan yaitu product mobil dan Castrol.
Mobil dengan banroll Rp 99K dan  Castrol Rp 110K, yah karena pakai castrol jadi ngorek kocek deh Rp 1.3Jt termasuk jasa. Hari sebelumnya sudah diganti oli mesin dan gardan.
Tinggal nanti kalau sudah balik, untuk tune up engine dan ganti minyak rem serta air radiator. Termasuk juga untuk navigasi di update juga agar bisa lebih mudah memonitor perjalanan. Dengan HU 2 din product Oris serta GPS dengan KNAV.

Setelah semua ramuan  racikan dipersiapkan, barulah mulai melangkah/mudik pada hari raya idul fitri setelah selesai sholat Idul Fitri. Karena dengan waktu seperti itu harapannya tidak ikut-ikutan lagi bermacet ria (sudah kapok waktu pernah sampai 8 jam). Apa mungkin perasaan, sepertinya mobil lebih ringan dan lincah sehabis pergantian oli.
Puji Tuhan, semua dalam perjalanan berangkat dengan lancar, hanya sedikit antri pas entry gate Cikopo kira-kira 500 meter antrian dan selanjutnya tidak ada halangan. Mungkin karena banyaknya pengemudi yang  mendengar berita sebelumnya banyak kecelakaan jadi sindrom, sehingga hanya bisa max speed 100km/jam.
Mau ngga mau dengan setia kita mengikuti likukan jalan dari berangkat pukul 9.30 dari jakarta sampai di Cirebon 12.30. Total waktu tempuh 3 jam,lega rasanya mudik kali ini dengan perjalanan yang lancar.

Selasa minggu depannya kami kembali ke Jakarta pada saat min satu sebelum PNS masuk kerja.
Bisa dibayangkan kalau kondisi ini akan macet, walaupun masih ada waktu untuk menunda untuk balik, tapi ada keluarga yang harus dilakukan kemudian.
Mulai masuk Tol cipali sudah terhambat karena jumlah kenderaan yang masuk lebih buanyak daripada kapasitas pintu tol, ditambah dengan setelah pintu masuk tol jalan kurang bersahabat jalan berliku tajam, sehingga tidak bisa memacu kenderaan dengan cepat.
Begitu juga saat mau keluar tol cipali antrian sudah memanjang sampai 10km, dengan sabar kita harus menunggu, dan setelah keluar dari tol cipali rupanya masih belum bisa bebas memacu kenderaan karena sebelum pertemuan tol padalarang sudah merayap.
Mobil harus minum lagi, dan tidak ada tempat peristirahatan yang bisa di masukin karena penuh dan di tutup jalan masuknya, sehingga dengan was-was kita berjalan dan Tempat Pristirahtan Karwang kita memaksa masuk TI, karena sudah tiris…..
Dengan waktu tempuh 6 jam kami bisa sampai di Jakarta, dimana berangkatnya cuman 3 jam..
Puji Syukur bisa berjalan baik berangkat dan kembali..

Entry Tol Cikopo

Exit Tol Palimanan

Golf…..oh golf.

Sejak mulai belajar golf tahun 2014, saya tidak begitu tertarik dengan olah raga ini :), disamping 
butuh waktu juga uang yang tidak sedikit. 
Rata-rata tidak pakai member minimal 1.2jt belum termasuk makan dan lainnya, tapi kalau punya member yah lumayan hemat bisa sampai sejutaan :).
Awalnya score saya 133, kemudian turun sampai rata-rata 110.
Golf itu lama-lama jadi candu, karena penasaran membuat prestasi.
Tiap hole ada saja tantangan yang kita hadapi baik dari kontur green maupun speed.
Harus lebih baik dari sebelumnya dan bagaimana recovery.
akhir-akhir ini score saya rata-rata 100an lah…., walau sebenarnya tergantung mud juga….
Dalam Golef ini benar-benar harus bisa mengontrol emosi, bisa dilihat dari arah hasil pukulan …kiri, kanan, atau lurus..(baru turun tidak masuk dalam perhitungan)
Menurut saya memukul bola itu gampang-gampang susah, mata tidak boleh lepas dari bola saat memukul kemudian bagaimana kita menghantarkan bola ke arah yang kita inginkan CMIIW .
Memang sih kalau membicarakannya gampang, tapi pelaksanaannya susah, kadang terpengaruh dengan sifat dan temperament kita 🙂
(jadi ketahuan deh kalau ane punya temperament seperti apa)

Bantuan pendidikan GKP Bekasi.

Ternyata waktu tidak terasa begitu cepat bagaikan angin kalau bahasa jawanya “time is flies” CMIIW, karena begitu cepatnya.
Sepertinbya baru saja kemarin membagikan untuk bantuan pendidikan semester genap, sudah mulai lagi untuk membagikan tahun ajaran baru.
Pembagian raport semester genap adalah June 19,2015 kemudian kami dari team diakonia memberikan waktu kepada orang tua murid untuk memberikan foto copy raport jun 30.
Seharusnya sih, masih cukup waktu, tapi tidak tahu, apa karena tradisi atau memang tidak ada keinginan sehingga selalu saja terlambat, sehingga mau ngga mau kami harus memberikan toleransi sampai dengan Jul 2, sehinggga hanya ada waktu jumat dengan sabtu, sementra kita harus mengetahui jum’at pagi berapa nilai yang harus diserahkan,mengingat transaksi banknya hanya jam kerja untuk pengambilan duit, baru kemudian dimasukkan ke amplop masing dengan tulisan pesan.
Karena dapatnya raport malam jum’at, mau ngga mau kerja deh sambil manyun sampai selesai malam itu juga.
Dan ada tambahan dari program sebelumnya yaitu untuk memberikan dana tambahan kepada yang berprestasi, dengan adanya dana yang berprestasi, ada tugas tambahan untuk menjumlah masing2 nilai  raport agar bisa diketahui siapa yang yang mendapatkan.
Dari tiap jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA hanya satu orang.
Puji Tuhan semua berjalan dengan baik sesuai dengan target pembagian yaitu Jul 5, dan ketika orang tua murid dan penerima dana sosial dari tiap-tiap wilayah 1 orang hadir dan senyum membuat sirna semua jerih payak kita.
Terima kasih kepada majelis kordinator, bendahara sekretaris, dan rekan kerja yang telah ikut serta ambail bagian.
Bersamaan itu juga dari HubGerMas mengadakan Donor darah, yang seharusnya diadakan bulan lalu, tapi karena sudah padatnya acara mungkin sehingga tidak kebagia. 🙂
Bantuan pendidikan Jul 2015

Bantuan pendidikan Jul 2015

Pendaptaran pendonor 

Donor darah

Oh…h Krisis yang berkepanjangan

Dari tahun 2012.. sampai pertengahan tahun 2015, masih saja lesu proyek di indonesia.

Beberapa perusahaan mencoba untuk bertahan dengan cara mengurangi pengeluaran baik melalui non working day atau cara lain.
Dimana sekarang ini juga baik perusahaan maupun karyawan akan lebih banyak pengeluaran karena menjelang idul fitri. Seperti biasa, tradisi di Indonesia yang namanya mudik itu sepertinya tidak bisa dihindari, walaupun kadang kalau dipikir akan mengeluarkan biaya yang besar dan tenaga yang buanyak karena bermacet ria, tapi rupanya semuanya itu akan sirna jika sudah sampai di tempat tujuan dan bisa bertemu dengan keluarga.

Dan umumnya setelah kembali dari kunjungan (arus balik) semuanya akan habis-habisan baik materi, kemudian akan mulai lagi melakukan akitifitas rutin seperti biasa dilakukan.

Memang saat ini perusahaan kami kebanyakan bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan, dan melihat masih betahnya bersandar di bawah harga minyak mentah dan batu bara sehingga banyak pertambangan yang enggan untuk menaikkan kapasitas, bahkan hanya melakukan pekerjaan untuk menutupin biaya operasi, karena “mungkin” kalaupun tidak dikerjakan akan tetap ada biaya.
Demikian juga yang dialami oleh perusahaan pada umumnya, bagaimana supaya bisa bertahan dengan menjaga agar pengeluaran tidak melibihi dari pemasukan, karena kalau begitu tidak akan lama bertahan, sementara kondisi ini dilihat dari mata “pengamat ekonomi”  2 tahun lagi bisa membaik, itupun paling mendekati kondisi tahun 2012.
Disisi lain banyak pengusaha sebelumnya yang menaikkan kapasitas produksi, karena sebelumnya volume yang drastik naik dengna waktu yang singkat.
Eh..h jadi neglantur kemana-mana.
Kita hanya berdoa, agar perekonomian Indonesia khususnya lebih baik dan dunia pada umumnya.