Pembinaan Diakonia 2017

 

 

 

Akhirnya terlaksana juga pembinaan dan rapat persiapan bulan diakonia Feb 2018 dan program tahun 2018.
Tidak terasa sepertinya waktu begitu cepat, karena baru kemarin kita melakukan hal yang sama di lembang. Seperti biasa, anak-anak sangat antusias untuk serta dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Esther yang sedang ikut leas piano di nafiri GKP Bekasi mempunyai tugas untuk mengiringi pujian saat kebaktian.

IMG_20171015_082128_HDR
Ibunya (Istri tercinta) memimpin senam pagi, dan sikembar membantu ibunya memimpin senam pagi.

 

 

Sabtu 14 Oct, pagi sekali pukul 6 sudah harus berangkat, karena menghindari buka-tutup setelah exit toll gate ciawi, karena titik kumpul di gereja, maka baru mulai bisa move on 6.30, alhasil, tepat ketemu saat tutup untuk naik, dan menunggu beberapa menit (30 menit).
Sebagian ada yang melalui jalan alternatif, tapi kita sambil berkumpul dan bercanda ria berkumpul di SPBU setelah exit gate ciawi.

pembinaan2017 (5)

Kami sangat berterima kasih kepada Keluarga Pak Siagian yang telah mau memberikan tempat untuk pembinaan di villa milik beliau di puncak.
Biarlah kiranya Tuhan menambahin berkat berlipat ganda dan bersukacita atas pelayanan mereka.
Kamipun sangat sukacita, karena beliau sangat antusias dalam pelayanannya sehingga kami bisa tinggal dengan baik termasuk  persiapan tempat untuk istirahat dan logistik. (jempol buanget deh), sehingga pembinaan, rapat dan kebaktian bisa berjalan dengan baik.
Sampai ditempat pukul 12 siang, setelah makan siang maka kami mulai dengan rapat persiapan bulan diakonia pada Feb 2018.

Dengan Tema  “Melayani sesama dengan totalitas dan sukacita”

 

 

Tak disangka dengan keseriusan peserta untuk rapat sampai-sampai pukul 4 sore baru selesai dan kita break untuk mandi makan dan malamnya mulai pukul 7 mulai pembinaan dan rapat realisasi pelayanan tahun 2017 dan program tahun 2018.

IMG_20171014_192620
Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan rangkaian acara sampai pukul 11 malam kemudian yang mau istirahat langsung pergi keperaduanm karena besok pukul 6 harus ikut senam.

pembinaan2017 (10)
Saya, pak Pdt dan pak Siagian malantunkan beberapa lagu sampai pukul 1 dini hari baru istirahat.

Walau mata masih susah diajak bersahabat tetap harus dipaksakan untuk melek, karena belum persiapan musik senam.
Dan pukul 6.30 baru mulai senam durasi selama 1 (satu) jam… heh heh.

 

 

 

Baru kemudian membersihkan diri mandi dan sarapan sebelum kebaktian.

pembinaan2017 (7)
Selesai kebaktian pak Pdt harus segera kembali ke bekasi, karena harus pesiapan dan melayani firman di GKJ.
Terima kasih pak pdt Sains Pieter yang telah memberikan pembinaan dan pelayanan dalam kebaktian.
Biarlah pembinaan yang diterima oleh bid-2 dalam pembinaan ini, memotivasi dalam pelayanan kepada jemaat GKP khususnya lebih baik dan tulus dengan iklas…Sehinggga pelayanan kita berkenan di hadirat Tuhan.

Pada pukul 12 siang kami rombombognan kembali ke bekasi tentu hunting oleh-oleh dulu 🙂 yaitu khas bogor strudel

strudel

pembinaan2017 (14)
Tuhan memberkati.

pembina2017

pembinaan2017 (6)

 

Advertisements

Pembinaan Majelis

photo bersama.jpg

Ini adalah pembinaan yang ke-tiga untuk pembekalan bagi majelis terutama dalam pelayanan.
Dengan 2 sesi pembinaan sesi pertama dengan tema Kode Etik Pelayanan Gereja dan ke dua Kedudukan dan Fungsi Tata Gereja di Gereja Kristen Pasundan. Nara sumber BapakPdt. Ferly David (Sekretaris Umum Sinode GKP di Bandung. Sesi ke satu mulai pukul 11 pagi kemudian break pukul 12 sampai pukul 1 siang. Mulai pukul 1 siang sesi ke dua dan berahir dengan tanya jawab pukul 3 sore. Terima kasih kepada Team Pemerhati yang telah mengadakan pembinaan ini hari Sabtu 16 Sept 2017 dengan kehadiran 39 majelis dari 54 majelis. Dan tak lupa terima kasih kepada pak Pdt Ferdy David yang telah memberikan waktu dan pembinaannya sehingga bekal buat kami majelis GKP Bekasi ini.

photo bersama.jpg

Adapun Materi Kode Etik adalah berikut;

Pendahuluan:
Kode etik yaitu umusan pedoman perilaku yang menunjukkan hal-hal yang mana harus dilakukan dan tidak. Pelayan gereja memang bukan profesi,tapi dituntut dengan standat moral dan etis yang tinggi (Mat 5:48 dan 1Tim 3:7).
Degan adanya kode etik ini memberi pelayanan yang prima agi warganya dan bagi masyarakat sekitarnya.

photo bersama.jpg

  • Memiliki iman yang dewasa.
    Pelayan gereja bukan pemimpi organisasi tapi pemimpin gereja,ktladanan dalam ha rohani dan spirittual sangat dibutuhkan dan ini wibawa kepimpinan seorang pelayan gereja.
  • Memiliki wawasan yang cukup.
    Pelayana di dilakukan memiliki wawasan cukup dengan memahami jemaat tempat ia melayani dan GKP secara umum termasuks berbagai aturan yang ada seperti Tata Gereja dan Berbagai keputusan Sidang Sinode.
    Harus megnerti tentang kehidupan bersama gereja-gereja di aas lokal maupun diaras lebih luas.
  • Memiliki kecapakan dan Kemampuan yang memadai.
    Pelayan gereja perlu memperlengkap diri dengan berbagai keramila yang dibutuhkan.
    Misalnya : pemimpn kebaktian, percakapan penggembalaan, melaksanakan perkunjungan, memanagekegiatan gereja ,mengelola keuangan jemaat dan seterusnya.
  • Mempunyai tanggungjawab dan inetegritas pribadi.
    Pelayan ereja dituntut memperlihatkan tanggng jawab secara sungguh-sungguh seta sikap mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi pada emaat (misalnya, bertanggung jawab ketika sebuah komisi melakukan kesalahan).
    Bertanggung jawab setiap hal yang dikatakan yang bisa dipegangdan dipercaya.
  • Memiliki jiwa  pengabdian dan pelayanan tanpa pamrih. Pelayan gereja melakukan sukarela tanpa imbalan dan pelaayanan tanpa pamrh perlu sealu ditumbuhkembangka.6.Memiliki arakter yang rendah hati.
    Pelayan gereja perlu mewujudkan alam sikap seperti, keinginan untuk terus belajar, kesediaan lebih banyak mendengar, keterbukaan utuk di kritik bahkan kerelaan hati untuk dicaci dan disalahkan.
  • Memiliki sikap moral yang luhur

Pelayan gereja perlu memperlihatkan standar kehidupan dngan standar moral yang tinggi dengan menunjukkan dengan sungguh-sungguh. Ada 7 dosa yang mematikan harus dihindari : Kesombongan (pride), iri hati (invey), kemarahan (anger), ketamakan (gredd), nafsu birahi (lus), rakus (gluttony), kemalasan (sloth).

photo bersama.jpg

Berdasarkan ciri-ciri pelayanan tersebut,maka setiap pelayan gereja perlu memegang dan mengembangkan kode etik pelayan gereja isusun dandikbangkan oleh majelisuntuk diapkai sebagai:

  • Menghormati keputusan bersama sebagai keputusan kolektif.
  • Tidak membocorkan segala proses percakapan dalam rapat.
  • Saling menjaga nama baik sesama pelayan gerejawi.
  • Memgang”rahasia jabatan” terutama dalam hal pastoral.
  • Menggunakan kata-kata yang ramah dan santun, termasuk dalam menyapa/memanggil rekan.
  • Menghindari kata-kata yang bersikap menghina, memojokkan, menghakimi, maupun menyinggung ras/suku bangsa.
  • Memakai pakaian yang sopan dan rapih, terutama ketika bertugas di gereja.
  • Menjalankan pergaulan yang sehat di lingkungan rumah dan tepat pekerjaan.
  • Berupaya menunjukkan komitmen dengan memprioritaskan pelayanan digereja
  • Berupaya tepat waktu dalam kegiatan
  • dll

photo bersama.jpg

Pelayan gereja dituntut sempurna, walau tiak ada yang sempurna, tetapi kita perlu berupaya semaksimal mungkin untuk bisa sempurna. MakaTuhan Yesus akan menghargai kita.
Selamat Melayani.

Untuk materi pembinaan sesi ke dua adalah:
Kedudukan dan fungsi Tata Gereja di GKP

Pendahuluan:
TG dan PPTG adalah merupakan buku pedoman bergereja yang penting dipahami semua anggota jemaat, dan para pemimpinnya.
Pengertian dasar tentang tata gereja.
Setiap bentuk organisasi dimanapun dan kapanpun pasti mempunyai pedoman bagi kehidupan organisasinya, yang berisi aturan bagaimana jalannya organisasi tersebut dalam tulisan maupun lisan yang dirumuskan secara sistimatis.
Gereja sejak semula sudah mempunyai pedoman dan pengatura bagi kehidupan bersekutu, mungkin belum tertulis secara sistimatis. Apa yang tertulis dalam 1 Tim 3:1-13 merupakan bagian dari aturan persektuan mula-mula.
Pedoman dan aturan ini selanjutnya dikembangkan dngan nama TG dan PPTG,dan ketetapan ini mengikat setiap anggotanya.
Mengutip rumusan Pdt.Lazarus Purwanto (ahli dalam bidanghukum gereja) demikian :
“Yang dimaksud dengan tata gereja adalah sebuah kumpuan peraturan ertulis yang ditetapkan secara resmi oleh gereja dan bersifatmengikat, untuk menata diri agar gereja itu dalam keberadaannya yan menyeluruh dapat menampakkan kehidupan yang utuh dan dinamis, serta dapat melaksanakan tugas-tugas panggilannya di dunia secara berhasil guna (efekti) dan berdaya guna(efisien).”
Tata gereja dibuat agar gereja dapatmelaksanaka tugas dan panggilannya secara lebih baik (berhasil guna dan berdaya guna).
Dengan demikian dalam kehidupan bergeraja tidak perlu ada “hakim”, pengadilan” dan “polisi” yang bertugas menegakkan keadilan atau ketertiban. Ketertiban semata-mata agar gereja dapat menjalankan tugas panggilannya.
Tata gereja memang penting tapi bukan segala-galanya bagi gereja, harus ditempatkan secara proporsional yang terus menerus menjawab tantangan jaman. Seperti semboyan “ecclesia semper reformande” (gereja selalu diperbaharui). Hal ini sesuai dengan perkataan Paulus di Roma 12:2a “janganlah kamu serupa seperti dunia ini, tetapi berubahlah oleh pebaharuan bedimu:

Fungsi TG.
Tata gereja sebagai kompas yang menolong gereja dalam menjalani kehidupannya.
Sedapat mungkin kita ikuti dan patuhi, karena kesepakan bersama, tetapi dalam hal tertentu “mengharuskan” kita untuk “melangar” maka kita tetap menjalankan tugas kita sebagai gereja.
Adadua kecenderungan yang harus kita hindari,pertama mensakralkan tata gereja yang akan bersifat legalistik seperti para ahli torat dan sebaliknya meremehkan dan mengesampingkan tata gereja seingga anarkis, masa bodoh dengan segala aturan dan ketentuan yang sesungguhnya sdah jadi kesepakatan.

Beberapa prinsip TG GKP

  • Sistem presbyterial sinodal (presbyter atau pelayan gereja yang yang “berjalan” bersama): jemaat merupakan basis dan sinode sebagai gerak kebersamaan.
  • Berkaitan dengan sistem prebyterial sinodal perlu memahamivtata hubungan yang setara dan dinamis antar berbagai aras.
  • Perlunya memahami hirarki peraturan.
  • Perlunya memahami tradisi dan ajaran gereja reformasi, khususnya tradisi dan ajaran gereja Calvinis yang beberapa hal berbeda dengan pemahaman gereja Lutheran. Misalnya soal kedudukan Pendeta dan Majelis jemaat, soal perjamuan kudus soal baptisan, soal perkawinan dsb
  • Perlunya memahami model kepemimpinan gerejawi yang dikembangkan oleh GKP yang model kepemimpinan bersifat melayani (pelayan-pemimpin), kolektif (tidak berjenjang/bertingkat) kolegial (kerekanan yang saling mendukung).
  • Perlunya memahami prinsip kebaktian sebagai sarana perjumpaan dengan Tuhan dan sesama.Peranan Jemaat dalam kebaktin merupakan yang utama.
  • Perlunya menghayati sakramen sebagai bentuk pelayanan gereja, sehingga sakramen bukan sekedar “tawaran” bagi siapa yang mau atau perlu, tapi ajakan agar jemaat mengikuti dan mengambil bagian.
  • Prinsip perkawinan yan legalitasnya pada negara, pelayaan pemberkatan nikan hanya dilakukan berdasarkan perkawinan yang dilakukan di kantor catatan sipil.
  • Prinsip pengembalaan khusus sebagai upaya menjaga, memelihara dan membangun jemaat.
  • Prinsip rapat sebagai sarana megnambil keputusan yang perlu dihayati sebagai doa bersama dalam mencari kehendak Tuhan.

Penutup:
Memahamai TG perlu waktu, jadi diperlukan upaya terus menerus untuk mempelajari dan memahamiya, bukan pemimpin saja tetapi seluruh anggota jemaat.
Dengan demikian TG tiak menjadi “torat” baru, tetapi juga tidak diabaikan dan dilupakan.
Tuhan memberkati pelayanan kita.

Perantau dari Sumatera yang ingin mengubah hidup

IMG-20161217-WA0010

Inanguda ku ini adalah termuda dari keluarga mama ku, ternyata kehidupannya tidak seperti yang saya saksikan pertama kali bertemu beliau di tahun 1977, karena saat itu saya sempat iri, eunak juga hidupnya inaguda ku ini , mana mash muda lagi!

berikut uraian beliau sebagai renungan bahwa semua bisa terjadi jika kita mempunyai keinginan dan Tuhan telah mengatur jalannya setiap kehidupan manusia. tinggal bagaimana manusia untuk menjalaninya.
Teirma kasih inanguda telah membuat coretan ini, semoga bermanfaat bagi kita semua yang membaca terutama anak-cucunya.

IMG-20160908-WA0014

My day my experience titik balik dari semua kenangan yang membutuhkan kesabaran dan kematangan bertindak endingnya semua pasti berlalu hari ini kadang2 timbul pemikiran yang mengundang emosi …..bla bla ….ach kalau saja bukan aku yang sudah umur senja ini pastilah brontak itu pasti akan tetapi ku sangat sadar itu tiada berarti karena perjalanan hidup ini tentu se izin Tuhan klo Tuhan berkehendak semua bisa terjadi tiada yang mustahil bagi Tuhan dan klo kita yakin perjalanan hidup ini adalah ibarat singgah disuatu tempat ketika kita dalam perjalanan so tidak semuanya indah ……bila direnungi dari a sampai z mereka2 yang tidak sempat menikmati ….betapa wajib disyukuri betapa Tuhan maha baik masih banyak hal2 positip yang indah yang membingkai kehidupan ini yah tiada yang mustahil bagi Tuhan ……ampunilah dosaku Tuhan yang kurang bersyukur atas berkat Mu yang melimpah

 

Apalah saya ….anak kecil yang lahir di pulau sumatera sana dan dibesarkan di ibukota yang notabene sudah yatim piatu …..masa kanak2 tak begitu indah pergi kesekolah berjalan kaki menelusuri rel setiap hari pulang pergi ….sekolah di tempat elit yang sebaya2 ku anak2 orang terpandang dan punya materi yang lebih dari cukup …akan tetapi tidak mematahkan semangatku untuk giat belajar walau tanpa buku tanpa meja belajar konon lagi harus mengurus pekerjaan rumah tangga masak mencuci dlsb nya karena dimana aku tinggal kakak dan iparku bekerja dua2nya akan tetapi tidaklah mencukupi karena saat itu kita memang jauh dari kemewahan walaupun tinggal disebuah gang di selatan Jakarta yang lingkungannya sangat akrap peduli satu sama lain ….selesai esema aku tidak melanjut lagi kupilih untuk bekerja di pabrik walau upah ku hanya cukup untuk makan 10 hari saja….aku lelah berjuang kesekolah 6 tahun lamanya hanya berjalan kaki pulang pergi tiba di sekolah tenagaku sudah ambruk konsen untuk belajar tidak lagi semaximal mungkin.
Masa2 bekerja sangat indah setiap sabtu dan minggu aku lembur demi uang dan ketika uang itu kuterima teman2ku mengajakku untuk menikmati makanan atau sekedar beli pakaian .itu sangat menyenangkan pada zamannya.Aku memang punya nilai plus pandai bertuturkata dan modal ramah dengan atasan membuat managerku sangat peduli padaku aku dapat jabatan yang cukup menggiurkan payroll istilahnya yakni membagikan upah buruh dimana aku bekerja .Betapa tidak karena hari2ku hanya untuk bekerja dan bekerja.Singkat cerita sampai 5 tahun masa kerja aku tidak punya apa2 easy come easy going. Padahal teman2 ku sesama acounting bisa beli rumah atau lainnya.Karena politik ekonomi pabrik dimana tempat aku bekerja gulung tikar dan jadilah aku pengangguran.Yah cukup lama kerjaku hanya main dengan teman2 lamaku pikiranku jauh dari dewasa bahkan masa depanku tak pernah terbetik mau bagaimana besok.
Setelah nganggur tak jelas kakakku mengirim aku ke eropah jauh kalipun, tapi dengan bermodalkan nekad kuturuti saja .hitung2 jalan2 pikirku …. disana aku jadi apa? Mau kerja bahasapun aku blepotan. Jadilah aku menikmati kota2. Apa itu kota2. Jalan2lah dari kota a ke kota b sungguh senang. Ketika uang saku ku habis buru2 aku ngacir ke ibu kota pulkamlah dan tak lama nganggur aku mulai bekerja di expedisi. Rekan2 ku mata2 sipit alias cina.Mereka sangat baik aku di ajarkan bagaimana caranya betinvestasi. Itulah titik balik dimana aku mulai mengerti hidup yah dewasalah.Rupiah demi rupiah kukumpulkan karena menurut ku tidak selamanya hujan tidak selamanya juga panas. Dengan teman yang handal menghitung akupun mulai menikmati dunia luar. Singapore, Hongkong semua kujalani bahkan seluruh kota di pulau Jawa telah kusambangi. Hidup memang anugrah hari2 ku penuh dengan tawa, kata orang istilahnya bosan miskin. Akupun dapat membeli kendaraan roda empat dan jadilah aku petualang jarang dirumah. Setiap tanggal merah dikalender sudah menjadi full acara bagiku dan sahabat-2 ku.
Lagi enak-2nya kerja dengan posisi yang baik dan menjanjikan keluar peraturan pemerintah yang tidak memihak. Semua pegawai di phk jadilah kita pengangguran tingkat tinggi. Untung keberuntungan masih memihak aku kembali kerja di developer. Lumayan menyenangkan dengan situasi yang baru bidang yang baru yah kerja lapangan walau latar belakang pendidikanku bukan tehnik. Nasip membawa aku harus memilih ketika mantan pacarku melamarku.

I Ato Purba 20170620_103058

Jadilah aku ibu rumah tangga dengan anak semata wayangku yang aku cintai. Liku2 pernikahan bukannya mulus tuntutan ekonomi mengajariku harus wiraswasta. Mulai dari modal dengkul jual jasa, dagang makanan sampai menjadi ibu kost kujalanin sampai akhirnya kupilih untuk berhenti total mengurus rumah tangga saja.
Kesibukanku hanya menghadiri pesta, arisan dan urusan keluarga saja. Banyak suka dukanya nenyibukkan diri dirumah mulai dari renovasi rumah sedikit demi sedikit supaya layak huni sampai memutar otak untuk mengatur keuangan supaya balance setiap bulannya. Kadang2 tak jarang harus gali lobang tutup lobang. Yah itulah hidup yang harus di syukurin. Dan endingnya menikahkan anakku dengan br Sagala dan kini suasana rumah telah berubah tambah penghuni, mantu ku isteri anakku. Tinggal banyak berdoa untuk kebahagiaan anak. Karena tugasku sudah berkurang, dan kalau Tuhan berkehendak semoga cepat menimang cucu. Amin…

Ah….h Kakak ku yang dulu membantu dan membimbing aku sehingga bisa aku mandiri dan seperti ini (aku tidak pungkiri dan sangat berterima kasih atas jasa beliau terutama pada diriku), ……….tiba2 muncul diantar satpam, oh , kenapa masih jalan2 kagak takut hilang alias nyasar ach ku tahan emosiku, Dia sudah lelah pada umur yang hampir 77 tahun masih tegar phisik walau pikirannya dah error (istilah sekarang pikun).

Kubuatkan kopi, kusuguhkan dengan biskuit yang ada dimeja, kelihatan dia agak tenang, walau baru nyampe mau pamit pulang? ngapain datang klo cuman setor muka?, alih-alih, lama-lama, dia cerita tadi habis cekcok sama anak yang sulungnya, trus mau nginap …..aku iakan saja ….

Terbayang masa2 muda dulu dia pertaruhkan segalanya untuk orang lain tanpa memikirkan dirinya

……Aku mengikuti lika liku hidupnya yang penuh dengan kegetiran dan emosi yang tak terkendali temperamental (setiap hari tiada hari tanpa marah), saat itu aku masih esempe kami tinggal dengan kakak2 ku yang lain kelihatannya sih baik2 saja sampai pada satu saat dia saya dengar cekcok dengan ipar ku dan putusannya berpisah.

Hanya hitungan bulan kakakku sudah menikah lagi dengan ipar baruku mereka dikaruniai 3 anak ( 2 perempuan dan 1 laki2 ). Sebelumnhya mereka tidak punya keturunan.

Dalam Perjalanan kehidupan sampai pada  anak ke 3 berumur balita kejadian serupa terulang lagi mereka ribut dan diakhiri dengan perpisahan.

Dalam hitungan bulan kakak ku sudah menikah lagi dan dikaruniai 2 anak (1 laki-laki dan  1  perempuan). Beruntung aku saat itu sudah bekerja tapi dengan setia kuikuti perjalanan hidupnya. kalau dilihat bukan masalah materi dalam hal segala-galanya karena rumah tangga mereka kembali tak pernah aman,  keributan sehari-hari selalu hadir tidak apa penmicunya.

Aku memang termasuk manusia yang cuek tak pernah mau terlibat didalamnya ketika cekcok itu terjadi, kadang membuat aku parno (apakah pernikahan itu seperti itu atau apakah gayanya memang berbeda beda), tapi kok bertahan sampai sekian tahun? Sampai pada satu waktu perpisahan mereka pun tak terhindarkan yach mereka berpisah lagi!.

Untungnya ketika mereka berpisah aku sudah membina rumah tangga jadi aku bisa menyelami (barangkali itu takdirnya). Pada akhir hidupnya dia sepertinya tidak begitu beruntung karena ketika anak bungsunya menikah semua hartanya dihibahkan pada anak-nya. Jadilah dia tidak punya apa2. Sampai2 semua sanak saudara berpendapat hal itu keliru karena dia masih punya kehidupan, tapi kenapa? Akan tetapi dia cuek2 saja tak perduli .😂😂😂
Dia tinggal dengan anak sulungnya dan anak-anaknya yang lain tidak pernah perduli dengan kondisinya. Salahkah dia ?, memang dia sudah penat, terlalu banyak pederitaan yang dia hadapi (3-kali berumah tangga 3-kali gagal dan punya anak pun tidak mencintai dia seperti apa layaknya). Anak2 nya hanya berpikir itu derita dia.

Hm….m ironis memang betapa dia melakukan semua untuk kebahagiaan tapi anaknya tidak pernah dapat meng-hargai perjuangannya. Anaknya hanya berpikir sepanjang galah senentara dia berfikir sepanjang jalan.

Memang tidak ada yang sempurna perjalanan hidup ini gambleeng, akan tetapi kalau kita jujur mana kala disuruh memilih pastilah dia memilih berumah tangga yang baik2 saja. Tentu dia pun tidak menghendaki kawin cerai. Tapi perjalanan hidupnya seperti itu dia harus menerima. Kalau saya bisa menilai dia cuman kurang sabar saja. Terlalu ambisi untuk hidup senang padahal semua itu perlu proses. Maka dari itu pada masa tuanya saat ini kulihat tidak ada beban. Dia sanggup kerumah sanak famili tanpa berfikir entar gue nyasar atau apalah.

Kulihat raut mukanya makin pudar auranya sudah tidak seperti orang tua layaknya. Perlukah dia dikasihani? Sepertinya tidak setiap perjalanan hidup manusia atas kehendakNya …..semoga endingnya baik itu doaku. Amin

Aku dan kakak ku Ida Rake duduk ditaman bernostalgia membicarakan masa2 lalu yah sekedar kill the time sebelum sebelum anaksulungnya  datang menjemput dia semalamnan nginap di rumah ….yach kami sekarang tinggal bertiga dari sepuluh bersaudara lainnya sudah bersama Tuhan . Hidup seperti baru kemarin saja tak terasa kami sudah 52 tahun bersama ….banyak kenangan indah suka maupun duka bersama di ibukota kami lalui entah berapa jaman presidennya aja dah yang ke 7. Kakakku ini memang baik sangat baik aku baru merasa sekarang kami saling sayang walau sudah sepuh. Dunia indah itu sudah berlalu kami sudah top tua ompong dan kadang2 lupa alias pikun ….Kakakku yang satu tinggal dibekasi jarang ketemu tapi klo ada even kami selalu kumpul sekedar pelepas rindu, itulah artinya saudara ada koridornya karena keluarga sudah beda masing2 dengan segala permasaalahannya.Tapi kami tak pernah ribut tak pernah menyimpan dendam yang muda mengalah walau yang tua otoriter. Yang muda mengalah walau yang tua tidak memberi karena persaudaraan itu tidak diukur dengan materi. So harapanku Biarlah Tuhan berkenan atas segalanya kami berserah walau hati berkehendak.

Semoga beliau sehat selalu panjang umur, sehingga bisa menyaksikan dan menimang cucu seperti yang diharapkan.

Tuhan memberkati kita semua.

RIP Tulang Samen Purba (7)

Tambahan coretan…n

 

Filosofi halak batak

Hutatap hutailihon ….ini barangkali filosopi kehidupan yang wajib kita renungi betapa tidak bak gemercik air setitik demi setitik klo kita berada disana pasti basah atau dengan perkataan lain bila kita berdiri di tengah keramaian pasti memandang sekitar mencari arah tujuan ….itulah hidup harus dilalui seperti air mengalir ….siapa yang tidak mendambakan kebahagiaan akan tetapi kebahagiaan itu adalah anugrah karena apapun itu semua bila Tuhan berkehendak pasti terjadi untuk itu setiap rencana dan pekerjaan kita kiranya Tuhan campurtangan agar hasilnya sesuai dengan kehendakNya saja …jangan pernah berfikir kita kuat kita mampu atau kita dapat membayar apapun itu ……karena semua nya adalah milik Nya dan atas doa dan permohonan kita dapat menikmati untuk memuji memuliakan Nya amin

 

Kita jadi orang Indobesia adalah karena Tuhan berkehendak begitu juga kita jadi suku Batak karena kehendak Nya dan kita lahir dari orang tua kita karena Tuhan ..tidak ada dalilnya manusia memohon jadi orang si leban atau tinggal di kutup Utara sekalipun…..itu perkara yang 1 dan yang ke 2 …setiap manusia hidup di dunia ini hanya sementara tidak ada jaminan kita besok masih bernafas atau tidak atau beberapa waktu kedepan kita hanya berharap semoga kita diberi nafas kehidupan esok oleh Tuhan…..dan yang ke 3 …setiap manusia berharap ketika esok telah tiba waktunya Tuhan menempatkan kita disisi Nya untuk itu kita berbuat baik berperilaku baik dan menjauhkan segala dosa serta melakukan setiap kehendak Tuhan sesuai dengan kepercayaan masing2…….so apa yang kau pikirkan ……berhentilah berfikir negatif mulailah berfikir jernih karena hidup ini sangat singkat

——————————————————————

Andorang so merdeka, hita *halak* *batak* nunga mengamalhon *PANCASILA*.
Hata ni *UMPAMA-UMPAMA* na mandokhon:

1. Sirungguk ma si bulung rata, ia di si hita
marpungu di si do Amanta na martua Debata *(sila 1).*
2. Pat ni gaja ma tu pat ni hora, sude do hita anak
ni raja dohot pahompu ni namora. *(sila 2).*
3. Rampak na do tajomna,
rim ni tahi do gogona.
*(sila 3).*
4. Aek godang tu aek laut,
dos ni roha/ tahi do sibahen na saut. *(sila 4)*
5. Sinapnap uruk-uruk, silanlan aek toba,
dakdanak ndang marungut-ungut, na
magodang nang na-tua2, sude marlas ni roha.
*(sila 5).*

 

 

Nafiri GKP Bekasi

resitalTerima kasih kepada GKP Bekasi yang telah membuat wadah untuk anak-anak jemaat GKP Bekasi khususnya untuk bisa belajar dalam memainkan alat music seperti piano, keyboard, bas, drum dan olah vocal dengan nama “Nafiri”.
Dengan adanya wadah ini sehingga anak-anak jemaat bisa ambil bagian untuk belajar dan mengambil ilmu dari gurunya yaitu Mba Bella, pak Pdt Ari Siagian, Pak Eko, Pak Pale dan pak Anton yang begitu semangat mengajar anak didik, karena ini adalah salah satu bentuk pelayanan mereka di ladang Tuhan khususnya di GKP Bekasi.
Dan tak lupa juga kepada bapak Poltak selaku Majelis bagian PHRG sebelumnya dan mengakomodasikan wacana ini sehingga terlaksana dan kepada komisi PHRG yang telah ambil bagian.
Pada hari Senin 01 May 2017 kebetulan May day, adalah libur bersama sehingga bisa diadakan acara Resital musik I di Gereja GKP Bekasi.
Dengan diajarkannya bermain alat musik sejak dini semoga membentuk karakter melayani terutama diladang Tuhan dan khususnya di GKP Bekasi.
Berita baiknya adalah Kursus musik Nafiri ini telah di akui/didukung oleh Sinode GKP bahkan diundang untuk bisa mengisi pada saat sidang sinode bulan July yang akan datang.
Dengan didukung oleh Sinode maka, legalitasnya ada dan diakui sehingga bisa mengeluarkan sertifikaste dan GKP bekasi sebagai pusat pendidikan/kursus alat music dan nantinya akan bisa menjadi pengajar music di GKP di tembapt lain dari anak didik ini seperti cirebon, bandung, jakarta, bogor,….
Wah kakak pengajarnya pasti bangga dong ,karena anak didiknya berhasil dan bisa menularkan ilmunya kepada orang lain, terutama dalam pelayanan di ladang Tuhan.
Karena kewajiban kita adalah untuk memuji dan memulyakan Tuhan baik melalui alat music atau melalui vocal yang kita miliki.FB_IMG_14936861287867971
Seperti pada raja Daud ketika kembali dari peperangan melawan plistin dengan kemenangan, lalu keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota menyongosong…dan menari-nari dengan memukul rebana dengan bersukaria dan dengan membunyikan gemerincing dan bernyanyi berbalas-balasan… (1 Sam 18:6-7)
Tuhan juga kita puji dengan perakuan yang yang sama bahkan lebih baik lagi dari pada perempuan israel saat menyanyi untuk Daud dan Saul, karena kita telah menerima keselamatan dari Tuhan melalui penebusanNya di kayu salib.
Mari adik-adik seperti kata pak Pdt Ari Siagian, harus dilanjut dengan mengasah agar lebih maju dan jangan berhenti untuk selalui belajar dan belajar.
20 peserta yang akan ditampilkan sebelumnya peserta beserta orangtua dan undangan bernyanyi bersama, dan kemudian peserta dibagi menjadi 3 sesi dalam menunjukkan/mementaskan hasil belajarnya dengan kaka-kakak pengajar di Kursu Nafiri..

Pak Siagian
Pak Siagian 
Pak Ari Kusuma
Pak Ari Kusuma
Pak Pdts
Pak Pdts

Sebelumnya sambutan dari Bapak Poltak dari  Majelis dan Pak Ari Kusuma mewakili  KPS dan selanjutnya dari gembala GKP Bekasi bapak Pdt Yoga dan Pdt Sains dan ikut ambil bagian dalam memberikan semangat kepada anak didik mengisi pujian sambil memainkan alat musik gitar, bas dan keyboard.FB_IMG_14936861325429376
Sehingga salah satu motivasi kepada anak didik agar bisa lebih giat dalam belajar.
Biarlah apa yang dipersembahkan oleh Nafiri menjadi berkat bagi jemaat GKP Bekasi khsusnya.
Tuhan memberkati.

 

Kotbah

Terima kasih Tuhan, saya telah bisa bekerja diladangMu.
Setelah selesai dengan peneguhan menjadi Majelis Jemaat GKP Bekasi, sebagai bekal untuk melayani di Jemaat karena gembala cuman 2 (dua) orang yaitu bapak Pdt Yoga dan Bapak Pdt. Saint.

Pdt Yoga selaku gembala GKP bekasi memberikan materi menafsir Alkitab.
Kotbah adalah sesuatu yang harus dirasakan, dicerna, dipelajari, dan dihayati,melalui refleksi, sikap mendengarkan, berdoa, penilaian ulang, serta usaha. (John Klillinger, Fundamentals of Preachin)

IMG-20170424-WA0003
diselingi tanya jawab dalam pembinaan

Maka diadakahlah pembinaan untuk Majelis dalam rangka membuat dan bagaimana berkotbah pada hari Senin 24 Aril 2017 kebetulan tanggalan merah. karena terbatasnya waktu jika diadakan di hari Sabtu atau Minggu.
Bahkan sebelumnya diusulkan untuk dilakukan setelah selesai sermon, sementara sermon itu sendiri waktunya tidak cukup membahas yang ada pada saat itu.

 

MUlai dengan pukul 9.00 pagi hari dengan kira-kira 35 orang dari 52 Majelis, dan rehat mulai pukul 12.30.
Dari mulai pukul 1 siang dilanjut lagi dengan prakter kotbah sampai jam 3 sore. Memang cukup menguras tenaga dan waktu, karena peserta bersemangat maka tidak terasa capek.

IMG-20170424-WA0004

peserta

Praktek kotbah di depan peserta pembinaan.
Dari materi yang diberikan oleh Pdt Yoga, bawah Berkotbah itu harus dengan BBG (Berdoa, Baca dan Gali)
Hal ini sangat penting agar bisa diketahui apa yang dibaca dengan cara menggali tadi, dan jika perlu ditambahkan dengan TTS (Tandai, Temukan pengertiannya dan di Serap) sehingga ketemu arti sebenarnya.
Kemudian baru RSJ (diRumuskan, Saring kemudian diJelaskan).

pdt Yoga
Pdt Yoga W Pratama

Dalam pembuatan kotbah, minimal harus ada pembukaan, isi dan penutup, hal ini sangat penting sehingga bisa terkontrol tidak menyimpang dari kotbah yang akan disampaikan.
Menurut Bapak Pdt Yoga dalam pembuatan Kotbah maka harus lah BBG, menentukan tema, membuat minimal 3 pokok besar dan 3 pokok kecil tiap pokok besar dan penutup baru menentukan pembukaan.
Pebukaan diadakan terakhir, agar bisa diambil pembukaan yang sesuai dengan isi kotbah.
Dan disampaikan juga bahwa dalam kotbah, lebih baik diselipkan dengan ilustrasi, agar mempermudah audiance untuk bisa menangkap dan merasapi apa yang kita sampaikan.

Puji Tuhan kebetulan saya bekerja di bagian production Planning dan control Inventory, sehingga saya harus presentasi di depan management minimal 2 kali sebulan.
Pada saat presentasi ini akan ada tanya jawab, yang harus dijawab selaku penanggung jawab presentasi dan tentu harus tahu jawabannya.

Dan dengan latar belakang ini, sehingga satu kredit pooint saya punya yaitu demam pangung sudah tidak ada lagi 🙂
Dengan demikian saya ambil kesetaraannya dalam melakukan kotbah, harus kita mengetahui secara detail apa yang akan kita sampaikan dan tidak menyimpang dari tema yang telah kita buat/tentukan.

Walaupun pada intinya bahwa kita selaku umatNya adalah mempunyai talenta masing-masing, ada mengajar, nasihat dan lain sebagainya.

Dengan ini saya minta penguatan agar kiranya Tuhan memberi hikmat dan pengetahuan agar bisa melayani terutama di jematNya GKP Bekasi dalam masa pelayan tahun 2017 sampai tahun 2021.

Semoga coretanku ini bisa bermanfaat bagi yang membaca. Tuhan memberkati.

Sermon…..n GKP Bekasi

Akhirnya ikut juga sermon kemajelisan… yang pertama kali.

peneguhan mj2021 (5)

Selama ini hanya membayangkan saja… apa sih yang dibahas sampai begitu luama…. seperti tiada waktu lain, khan masih ada tugas besoknya terutama rutinintas…

Harapan saya sih, sermon ini bukan pekerjaan yang membosankan, tapi adalah keseriusan dan ketertarikan. Karena kalau sudah menjadi perkerjaan yang membosankan pastinya, tidak akan baik dan sempurna dan tidak akan sesuai lagi dengan misi pelayanan.

Sermon pada saat ini sedikit luama  mungkin karena masih baru, dan masih pada semangat disamping itu adanya program baru yang harus di bahas terutama strukture organisai sebagai basis keengurusan untukmemperjelas posisi dan job deskmasing-masing, namanya baru, berarti butuh penyesuaian  jadi memang sedikit panjang sampai pukul 23.30 baru selesai
Memang paling alot pada saat membahas struktur organisasi,… karena adanya beberapa peran yang tidak sesuai baik dari segi waktu atau kendala lain.

Walaupun pada intinya sudah disampaikan bahwa dasarnya penempatannya adalah

  1.   pengalaman di bidang yang sama
  2.  pemetaan minat dan potensi
  3.  memperhatikan secara menyeluruh ruang lingkup pelayanan, baik di jemaat dan wilayah pelayanan dan
  4. evaluasi dari periose sebelumnya

Saya salut dengan gembala yang telah memetakan majelis dengan jumlah 52 kursi (kayak DPR aza), dimana pada saat di sosialisasikan sedikit banyak sudah mendekati sempurna lah, karena tidak akan pernah ada kepuasan untuk semua orang secara bersamaan. masing-masing punya kepentingan.

Structure organisasi secara garis besar sebagai berikut :

Ketua umum, Ketua bidang 1, bidang 2, bidang 3 dan bidang 4
Sekweretaris umum, sekretaris 1, sekretaris 2, sekretaris 3 dan sekretaris 4
Bendahara umum, bendahara 1, bendahara 2 dan bendahara 3

Dengan 12 wilayah, dan pos pelayanan (Cigelam dan tambun).

Sebelumnya yang pasti serah terima dari kemajelisan sebelumnya ke kemajelisan yang baru dan kemudian ramah-tamah sambil makan malam.

sermon (1)

Dengan tidak mengurangi rasa hormat kemajelisan sebelumnya selesai makan boleh pulang dan kemajelisan yang baru lanjut untuk sermon…

sermon (2)

Setelah selesai membahas strukture baru kemudian membahas penatalayanan untuk hari minggu dan kebaktian rumah tangga wilayah dan komisi serta yang terlibat dalam pelayanan.

Mudah-mudahan untuk sermon berikutnya tidak akan seberat ini, karena hanya beberapa yang perlu di bahas (yang rutin)  seharusnya jika tidak ada hal baru… 🙂

Demikian sedikit coretan soal sermon….n

Kiranya Tuhan memberikan kekuatan dalam pelayanan yang bekerja di ladang Tuhan.

karena banyak tuaian pekerja kurang, banyak yang terpanggil tapi sedikit terpilih.

Tuhan memberkati.

Terima kasih Tuhan kesempatan bekerja di ladangMu

Sudah menjadi kewajiban kita manusia yang telah diselamatkan dan dilayani sehingga giliran kita untuk melayani.

peneguhan mj2021 (1)
Majelis Wilayah 1 serta keluarga

Melalui pemilihan Majelis dengan 2 kali putaran, maka saya bisa ikut serta di dalam palyanan di ladang Tuhan peridoe 2017 – 2021.

Majelis terpilih
Saya hanya bisa berharap agar apa yang bisa saya lakukan adalah tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan dan bisa berkenan dan menyenangkan si pemberi pekerjaan.
Seperti pujian yang lantunkan pada saat peneguhan hari ini yanitu “MenyenangkanMU” dan ini juga sebagai tema pujian GKP tahun 2017/2018.
Adapun Petunjuk pelaksaaan Tata Gereja (PPTG) Gereje Kristen Pasundan (GKP)

peneguhan mj2021 (10)pasal 56 (Tugas dan tanggung Majelis Jemaat)
1. Meminpin, membina, dan menggembalakan Anggota Jemaat.
2. Memimpin, mengatur, dan mengkoordinasikan kegiatan kehidupan jemaat.
3. mengelola dan mendayagunakan keuangan dan harta milik gereja dalam melaksanakan panggilan Gereja.

peneguhan mj2021 (2)

dan pasal 57 (Wewenang Majelis Jemaat).

peneguhan mj2021 (3)

Adapun Majelis Jemaat (MJ) terpilih masing2 wilayah dan pos adalah sebagai berikut :
Wilayah 1 : 3 orang
Wilayah 2 : 3 orang
Wilayah 3 : 3 Orang
Wilayah 5 : 4 orang
Wilayah 5: 4 Orang
Wilayah 6 : 3 Orang
Wilayah 7 : 3 orang
Wilayah 8 : 4 Orang
Wilayah 9 : 4 Orang
Wilayah 10 : 5 Orang
Wilayah 11 : 4 Orang
Wialayh 12 : 4 Orang
Pos Tambun : 4 Orang dan
Pos Cigelam : 3 Orang
Dengan Total berjumlah 52 Orang ditambah 2 orang Gembala.

Serta Pengawas Perbendaharaan Jemaat (PPJ) 7 orang.

Berikut Tata cara dalam lepas sambut Majelis Jemaat (MJ) dan Pengawas Perbedaharaan Jemaat (PPJ) 2013-2017 dan 2017-2021.

a. Pengantar :
PF : Jemaat Tuhan, Jemaat melaksanakan pemilihan Majelis Jemaat peiode 2017-2021, sesuai dengan Tata Gereja GKP BAB VI, Pasal 14 (Pemimpin Jemaat dan Pemimpin Sinode) ayat 1 dan 2 dan PPT GKP BAB VI Pasal 51 (Ketentuan tentang Majelis Jemaat) ayat 1-5;
serta pemilihan pengawas perbendaharaan jemaat periode 2017-2021, sesuai dengan Tata Gereja BAB XIII Pasal 25 (Fungsi dan lingkup tugas pengawasan perbendaharaan) ayat 1 dan 2 Peraturan Pelaksanaan Tata Gereja GKP BAB XIII Pasal 94 (Ketentuan tentang pengawasan perbendaharaan Jemaat) ayat 1-6.

Saudara-saudara majelis Jemaat dan Pengawas perbendaharaan Jemaat (periode 2013-2017), telah melakanakan panggilan Tuhan dengan tekun, sabar, setia dan dengan sepenuh tenaga, waktu dan pikiran yang dilakukan dengan penuh pengabdian. jemaat telah merasakan buah2 pelayanan saudara tersebut dan semua itu telah membangun kehidupan jemaat sebagai tubuh Kristus yang melayani, bersekutu dan bersaksi dalam rangka pembinaan dan pengembangkan Jemaat yang memuliakan Tuhan.

Kini kami mempersilahkan saudara2 mengambil tempat di tengah2 jemaat.

Jemaat Tuhan, calon Majelis Jemaat dan Jemaat Tuhan, marilah kita mendengarkan dan menghayati Firman Tuhan tentang panggilan dan ketentuan sebagai Majelis Jemaat.
Sejak semula Gereja Tuhan mengenal adanya jabatan : penatua, penilik jemaat, diaken dan syamas disampaing gembala jemaat, yang bersama2 melayani Gereja Tuhan.
Dalam Gereja Kristen Pasundan semua jabatan pelayanan tersebut termasuk pendeta sebagai gembala jemaat ditetapkan sebagai Majelis Jemaat yang memimpin jemaat ke dalam dan kelua serta bertanggung jawab atas kepemimpinan, pembinaan, pelayana dan penggembalaan Jemaat.
Dalam melaksanakn panggilan, bersekutu, melayani dan bersaksi GKP menyadari perlunya pelayanan kepemimpinan yang tertib, teratur dan bertanggung jawab, maka dalam rangka pemeriksaan dan penataan pengelolaan perbendaharaan telah menetapkan pengawas perbendaharaan jemaat sebagai mitra pelayanan majelis Jemaat.
Selanjtunya perhatikan dan dengarkanlah nasihat Firman Tuhan berikut ini:
“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu jangan dengan paksa tetapi dengan sukarela sesuai denga kehendak Allah. Dan jangan karena mau mencari keuntungn, tetapi dengan pengabdian diri. Jangalah kamu berbuat se-olah2 kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu”(1Petrus 5:2-3).

b. Pernyataan kepada yang akan diteguhkan.
Saudara2 calon anggota Majelis Jemaat periode 2017-2021.
Agar jemaat menjadi saksi bahwa saudara2 sebagai calon majelis jemaat berniat dan bersedia dengan sungguh2 untuk menerima jabatan dan melaksanakan tudan dan tanggungjawab majelis jemaat sesuai dengan Tata Gereja dan PPT GKP, maka dihadapan Allah dan jemaatNya saya memepersilahkan saudara2 menjawab pertanyaan2 berikut ini.
1. Percayakah saudadara bahwa Allah sendiri yang telah memanggil saudara melalui jemaatNya dan Dia akan menolong dan melengkapi saudara untuk jabatan pelayanan yang kudus ini?
2. Apakah saudara mengaku bahwa Alkitab adalah sumber pengajaran dan sumber peraturan kehidupan persekutuan yang akan saudara layani, sehingga saudara akan menola akan segala pengajaran yang bertentangan dengan isi Alkitab?
3. Apakah saudara berjanji akan memimpin, membina dan menggembalakan Jemaat yang Tuhan percayakan kepada saudara disini serta melaksanakan tugas, tanggunjawab dan wewenang sebagai Majelia jemaat seauai dengan Tata Gereja dan PPTG GPK dan melaksanakannya dengan tekun, sabar, setia dan penuh pengabdian?
….Maka masing2 anggota Majelis Jemaat akan menjawab : “saya percaya, mengaku dan berjanji”…

Hal yang sama dilakukan untuk Pengawas perbendaharaan Jemaat.

peneguhan mj2021 (2)

Kemudian Pendeta meneguhkan Majelis Jemaat dengan (sebelumnya Majelis Jemaat berlutut).

peneguhan mj2021 (4)
“Maka Allah Bapa yang telah memanggil saudara2 untuk pekerjaan yang kudus ini, kiranya mengaruniakan Roh KudusNya agar saudara2 dikuatkan sehinga dapat bertekun, sabar, setia dan penuh pengabdian dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sudara2, demi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Amin!”

Sambil menaikkan pujian Mazmur 134:3
Kiranya khalik dunia, Allahmu beranugerah
Bri dari Sion yang teguh, berkatNya pda jalanmu.
….

peneguhan mj2021 (5)

peneguhan mj2021 (6)

peneguhan mj2021 (8)

Pendeta mengangkat yang diteguhkan seorang demi seorang kemudian :
“Saudara2, Tuhan gembala GerejaNya menyambut kesediaan saudara2 sebagai Majelis Jemaat dan kepada saudara2 akan diberikan perangkat pelayanan, yaitu stola, Alkitab dan Tata Gereja dan PPTG GKP, untuk saudara2 Pengawas Perbendaharaan Jemaat perangkat pelayanan yaitu : Alkitab, Tata Gereja dan Pedoman Perbendaharaan GKP.
Pakaiah semua itu dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab saudara2”.

Majelis Jemaat menghadap jemaat kemudian Pendeta menyampaikan:
“Saudara2 majelis Jemaat terpilih inilah Jemaat Tuhan yang dipercayakan kepada saudara2, peliharalah dan gembalakanlah domba2 Tuhan ini!”

Kemudian Mejelis Jemaat mengambil tempat duduk kemajelisan, setelah sebelumnya menerima perangkat pelayanan.

“Saudara2 Jemaat Tuhan, sambutlah saudara2 yang telah diteguhkan dalam sebagai Majelis Jemaat dan Pengawas Perbendaharaan Jemaat, Hormatilah dan dengarkanlah perkataan2nya dalam nama Tuhan, yang akan menghibur, menguatkan memperlengkapi saudara2 sesuai degan tugas dan tanggungjawab pelayanannya!”

Kemudian pendeta menaikan doa khusus untuk Majelis baru.

Demikianlah rangkaian acara lepas sambut manjelis di GKP Bekasi.
Biarlah Tuhan yang bekerja sehingga pekerja-pekerjanya bisa berkeja dengan baik seturut dengan kehendakNya.

Terima kasih telah membaca coretanku ini, dan tidak lupa dukuangan dan doanya dalam pelayanan ku ini agar berjalan dengan baik.

a6511-reatreat2bwil2b12bgkp2bbks2boct2b132b124

senam-4IMG_20160731_113528 (Mobile)

Rapat Jemaat GKP Bekasi

lepas_sambut-20Salah satu program dalam kemajelisan adalah rapat jemaat yng dilakukan sekali dalam setahun, dimana diharapkan semua jemaat hadir dan menyampai hal yang penting dalam peningkatan pelayanan yang dilaksanakan pada SAbtu 5 Feb 2017..

Berikut ada program yang akan disampaikan ke jemaat dan pada saat tersebut akan ada wacana tanya jawab untuk membuat keselarasan pengertian kedua belah pihak.

Dasar dan makna rapat jemaat

Rapat jemaat adalah rapat yang diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh anggota sidi jemaat memikirkan mengambil bagian dalam pelaksanaan panggilan gereja oleh jemaat (TG Bab X Pasal 21 Ayat 2a)

Tema dan program GKP Jemaat Bekasi tahun 2017/218

  1. Tema tahunan jemaat

Setelah tahun lalu kita mengusung tema yang menitik beratkan para pembinaan keluarga sebagai elemen dasar dalam membangun jemaat, maka tahun ini kita akan mendorong seluruh bagian jemaat, yang merupakan anggota keluarga, untuk mengambil peran dalam karya pelayanan bagi Kristus, Kepala Gereja.

Adapun rumusan tema yang diangkat sbb:

mempersembahkan hidup bagi Tuhan melalui karya pelayanan” (bnd Rom 12:1, Mat 20:28)

Tema tsb didasari oleh beberapa pokok teologis yakni:

  1. Melayani (diakonia) merupakan salah satu pokok dari tri tugas panggilan gereja
  2. Segala bantuk pelayanan dikaruniakan oleh Allah di dalam Kristus, dalam beragam bentuk, sebagai wujud ungkapan syukur atas anugerah keselamatan dari Allah.
  3. GKP memandang bahwa melayani adalah hak seluruh anggota jemaat (TG BAB IV Pasal 10 ayat 3)
  4. Gereja bertumbuh bukan karena perbuatan orang lain, melainkan karena partisipasi seluruh anggotanya yang bertekun dan setiap melayani dengan tulus dan sukacita
  5. Seluruh anggota jemaat perlu mendapat ruang untuk mengekpresikan penghayatan imannya dalam bentuk karya pelayanan dengan semangat gotong royong dan saling menlengkapi

 

Sebagai salah satu upaya penghayatan tema oleh anggota jemaat dalam setiap kebaktian maka lagu tema yang akan dinyanyikan selama tahun 2017/2018 sbb:

Judul : Menyenangkan-Mu

Tuhan ku mau menyenangkan-MU

Tuhan bentuklah hati ini

Jadi bejana untuk hormat-Mu

Cemerlang bagai emas murni

Tuhan kuserahkan hatiku

Semua kuberikan pada-Mu

Kuduskan hingga tulus selalu

Agar aku menyenangkan-Mu

Ref. Menyenangkan-Mu, senangkan-Mu

Hanya itu kerinduanku

Menyenangkan-Mu senangkan hati-Mu

Hanya itu kerinduanku.

  1. Arah Program jemaat

Berbagai tantangan kita hadapi dalam membangun dan mempertahankan persekutuan. Dalam satu teori pembangunan jemaat (teori lima factor J Hendrik) membangun jemaat yang vital dan menarik dilakukan dengan memberi ruang bagi setiap anggota gereja untuk mengambil peranan dalam gerak kehidupan berjemaat. Gereja seringkali terpaku hanya pada tugas2 konvensional, yang dikerjakan oleh sebagaian kecil anggota jemaat, Ruang pelayanan pun dibatasi dalam lingkup-kemajelisan, komisi dan panitia yang formal dan terstruktur. Melihat potensi GKP Jemaat Bekasi, tentu masih dapat dikembangkan ruang lingkup dan jenis pelayanan yang dapat menarik minat lebih banyak anggota jemaat untuk terlibat dalam karya pelayanan.

Pelayanan yang kita kembangkan kiranya menjangkau lebih luas lagi, baik internal maupun eksternal. Bagi lingkup internal, kita dapat merancang program untuk anggota jemaat yang selama ini sama sekali belum tersentuh, misalnya bagi anggota jemaat yang berkebutuhan khusus. Bagai jangkauan eskternal, kita dapat terus mengupayakan membangun komunikasi dengan gereja sekitar, memabangun jejaring lintas iman dan menghadirkan program2 pelayanan bagi lingkungan gereja dan masyarakat pada umumnya.

Seiring degan pengembangan dimensi pelayanan, penguatan dimensi persekutuan dan kesaksian juga tentu tetap menjadi perhatian dalam gerak berjemaat. Pembinaan bagi seluruh golongan usia kiranya terus ditingkatkan. Beberapa komisi kategorial perlu pendampingan secara khusus. Komisi non-kategorial yang baru, seperti komisi media-informasi, Komisi harta-milik dll, kiranya juga dapat dibentuk untuk menjawab kebutuhan yang mendesak bagi menguatkan dimensi persekutuan dan penataan gereja.

Dengan tetap berpedoman pada tri wawasan (wawasan ke-GKP-an wawasan oikumene, dan wawasan kebangsaaan) dan tri kemandirian (teologi, daya, dana) kiranya kemajelisan periode yang akan datang dapat melanjutkan penatalayan yang sudah dijalankan oleh kemajelisan sebelumnya, serta melakukan apa yang tertunda dan belum dapat diselesaikan. Relasi yang positif dengan nuansa persahabatan yang selama ini kita tunjukkan antara majelis dan seluruh elemen dalam jemaat kiranya akan tetap terpelihara dan semakin ditingkatkan ke depan. Demikianlah arah program jemaat untuk kita gumuli dan dukung bersama, khususnya di tahun pelayanan 2017/2018 juga dimasa2 yang akan datang.

  1. Program prioritas bidang I-IV.

  • Bidang I peribadan dan pembinaan

    • Bulan kategorial (April ~ Nobember 2017)
    • Katekisasi untuk warga berkubtuhan khusus
    • Pembinaan bagi fungsionaris gereja (komisi2, tim pelayanan, pemusik dll)
    • Wisata rohani jemaat (Sep 2017)
  • Bidang II. Keesaan dan Kesaksian

    • Pembentukan Tim kunjungan
    • Pembentukan tim pelayanan kesehatan
    • Dukungan pendidikan dan sosial bagi warga jemaat
    • Pelayanan kasih ke lembaga pemasyarakatan (bersama klasis), panti galuh dan panti werda(bersama komisi kategorial)
    • Bulan diakonia (Feb 2018)
    • Pengelolaan tanah makam Cigelam
  • Bidang III, Penelitian dan Pengembangan

    • Membangun dan mengembangkan database jemaat
    • Pemilihan komisi2 dan pengurus wilayah 2018-2010
    • Pengkajian pembentukan komsisi2 baru
    • Bidang IV Sarana, Daya dan Dana
    • Renovasi pastory bulak kapal
    • Renovasi toilet gereja
    • Pemeliharaan ruein gereja danpasotori2
    • Pemanggilan Vikaris
    • Pengadaan sarana prasarana
    • Pencatatan harta milik gereja
  1. Sumber dana

Kas jemaat

  • Persembahan kebaktian rutin
  • Persembahan kebaktian khusus
  • Persembahan KRT dan kategorial
  • Persembahan bulanan
  • Persembahan syukur
  • Amplop natal
  • Apmpol PHRG (12 kali, setiap minggu pertama)
  • Donasi

Kas Diakonia

  • Iuran wajib dan uang pokok anggota diakonia
  • Donatur wilayah
  • Amplop bulan Diakonia

Kas Pembangunan

  • Persembahan kotak pembangunan
  • Janji Iman
  • Donasi

Kebersamaan sinode, klasis dan PGIS

  • Amplop HUT GKP
  • Persembahan minggu ke-5 Klasis
  • Persembahan pertukaran PF PGIS

Apakah aku berkomitment menjadi pelayan Tuhan?

wil 1 gkp (42) (Large)Sebelum terpilih menjadi mejadi majelis melalui pemilihan putaran kedua,maka pantia mengadakan penbinaan kepada calon soal spirtual dan komitment, agar benar lahir dari diri sendiri untuk bisa mempunyai spiritual dan berkomitment.

Pada pembinaan ini SAbtu 18 Feb 2017, saya tidak bisa hadir karena waktunya bersamaan dengan kegiatan diakonia yaitu aksi-sosial dalam pembagian sembako ke lingkungan gereja setempat.

Dan setelah terpilih menjadi majelis, maka panitia kembali mengadakan pembinaan terpilih agat bisa berorganisasi dan menyelesaikan perselisihan/konflik

Spiritualitas

Dalam hal ini kita menjalin lima patokan yang akan menjelaskan dasar2 spiritualitas, yaitu 1) Makna dan Tujuan; 2) Kasih sayang ;3) Kesadaran (consciousness); 4) Pengabdian ; dan 5) Kesejahteraan pribadi. Spiritualitas bermakna adalah perasaan haus akan kedamaian, kebutuhan dan kepenuhan yang tidak bisa dibeli dengan uang

Spiritualitas memupuk dan mengembangkan karakter, cinta, kasih sayang dan rasa tanggungjawab”.

Spiritualitas adalah kehalusan hubungan antara kita dengan Kristus. Spiritualitas adalah proses persenyawaan antara kita dengan Yesus Kristus. Kita dengan menjadi senyawa. Lalu persenyawaan itu berbuah dalam persenyawaan antara kita dengan orang2 yang memerlukan diri kita. Kita diajak mengikut Yesus. Kita diajak bersenyawa dengan Yesus. Kita belajar bersenyawa dengan Yesus. Kita belajar menghaluskan spiritualitas. Belajar bukan dengan kata2 kotbah atau ceramah, melainkan dari detik2 kehalusan dan keteduhan yang kita alami sendiri. Spiritualitas adalah kehalusan dan keteduhan jiwa.

Acap kali organinsasi menjadi tidak produktif karena kesalahan dan kelemahan pemimpinnya. Pemimpin dan kepemimpinan adalah 2 hal yang berbeda. Pemimpin adalah seseorang yang melakukan fungsi memimpin, sementara kepemimpinan adalah proses dan tindakan memimpin.
Kepemimpinan adalah suatu hubungan social dimana seseorang atau kelompok terntentu (pemimpin) dibiarkan memengaruhi orang lain kea rah prubahan untuk mencapai sasarang bersama. Pada dimensi lain memainkan peran sebagai pemberi arah pasti kehidupan yang elegan melalui peyemaian penerapan nilai2 karakter kristiani. Paradigma pembangunan menekan pada pendekatan, yaitu 1) Pemberdayaan (empowerment); 2) Keadilan (equity); 3) Produktivitas (productivity); dan 4) kesinambungan (sustainable).

Kepimipinan tidak akan jalan tanpa pimpinan, sebaliknya tidak akan berarti tanpa kepemimpinan. Gereja dan organisasi kristiani dewasa ini sangat membutuhkan para pemimpin, namun tidak semua orang dalam ukuran manusia adalah pemimpinan yang visioner, berfikir jauh kedepan menggerakkan gereja dan organisasi yang dipimpinnya mencapai tujuan atau cita2 masa depan serta taat kepada Allah. Faktor penting dalam melaksanakan tugas pelayanan adalah adanya komitment yang kuat berdasarkan kesadaran, keteguhan akan panggilan dan kepekaan akan wujud nyata spiritiual dalam kehidupan.

Hampir semua gereja di Indonesia mengenal “penatua” atau “jabatan penatu”. Dalam tradisi gerejawi disamping pendeta, penatua sebagai jabatan gerejawi yang paling penting dan paling terhormat. Sesungguhnya, penatua adalah “profesi” atau “tugas”. Nats Alkitab dalam Markus 10:15, Yesus mengatakan bahwa :Ia (=Anak manusia) bukan datang untuk dilayanai, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya (=harga tebusan) bagi banyak orang. Nats ini memberikan makna yang menentukan bagi seluruh pelayanan yang dilakukan oleh pejabat2 gereja, karena dalam hal ini, melayani dengan seluruh penyerahan diri dalam kasih sama seperti Kristus.

Hakikat gereja dan iman Kristen mengharuskan anggota gereja Tuhan Yang Esa di dunia yang luas dan beragam ini untuk berteologi.

Rasul Petrus memberikan nasehat kepada kita sekalian “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh2 berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan dan kepada kebajikan pengatahuan dan kepada pengetahuan penguasaan diri, dan kepada penguasaan diri katekunan dan kepada ketekunan kesaleha dan kepada kesalehan kasih akan saudara2 dan kepada kasih akan saudara2 kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah2, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus Tuhan kita” (bnd 2 Pet 1:5-8). Karena itu, saudara2ku, berusahalah sungguh2 supaya pangilan dan pilihan makin teguh.. (2 Pet 1:10a).

Komitment pelayanan kepemimpinan jemaat.

Komitmen adalah tindakan yang diambil untuk menopang suatu pilihan tindakan tertentu, sehingga dapat dilaksanakan dengan sungguh2 dan sepenuh hati. Dalam hal ini komitmen merupakan suatu keyakinan batin atau sikap yang kuat terhadap pelaksanaan pekerjaan yang mengikat sehingga membelenggu seluruh hati Nurani seseorang dan kemudian menggerakkan perilaku menuju arah yang diyakininya dalam menjalankan tugas. Komitmen kepemimpinan yang tinggi sangat diperlukan dalam sebuah organisasi situasi pelayana professional. Berbicara mengenai komitmen pelayanan sering dicampurkan dengan istilah loyalitas dan komitmen perlu penegasan agar pemaknaannya menjadi jelas

Kata komitmen berasal dari Bahasa latin committee to vonnet, entrust the state of being obligated or emotionally, impelled adalah keyakinan yang mengikat. Sedemikian kukuhnya sehingga membelenggu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakkan perilaku menuju arah yang diyakininya. Menurut

Dalam organisasi, termasuk kegerejaan dikenal 3 dimensi komitmen. Yaitu 1) Komitment efektif sebai ikatan mosional terhadap pelayana; 2)komitmen kelanjutan sebagai sikap konasi menerima atau menolak; 3)Komitmen normative sebagai predikat berkewajiban atau percaya tinggi, perlu diingat bahwa komitmen tidak didasarkan pada satu komponen, karena interaksi antar ketiganya memiliki komitmen efektif, menikmati perkerjaan dan ingin tinggal, tetapi juga akan memiliki komitmen kontinue karena tidak ingin kehilangan prestise dengan pekerjaan.

Komitmen dapat mewujudkan sikap majelis untuk tetap berada dalam organisasi gereja dan terlibat dalam upaya2 mencapai misi, nilai2 dan tujuan organisasi gereja. Lebih lanjut dijelaskan bahwa komitmen merupakan suatu bentuk loyalitas yang lebih konkrit yang dapat dilihat dari sejauh mana majelis mencurahkan perhatian, gagasan dan tanggung jawab dalam upaya mencapai tujuan organisasi gereja. Jadi di dalam komitmen tsb terdapat beberapa unsur antara lain adanya kemampuan memahami diri dan tugasnya, pancaran sikap bathin (kekuatan bathin) kekuatan dari luar dan tanggap terhadap perubahan.

Komitmen kerja majelis yang tinggi berarti terdapat kepemihakan kepada gereja dengan etos kerja yang tinggi pula. Komitment majelis sebagai predictor kinerja majelis merupakaan perdiktor yang lebih baik dan bersifa global dan bertahan dalam melaksanakan tugas pelayanan gereja sebagai suatu keseluruhan daripada kepuasan kerja semata. Komitmen kerja majelis merupakan kekuatan bathin yang datang dari dalam hati seorang pelayan dan kekuatan dari luar itu sendiri tentang tugasnya yang dapat memberi pengaruh besar terhada sikap majelis berupa tangung jawab, responsive, inovatif terhadap perkembangan dikedewasaan iman dan spiritualitas jemaat. Itulah salah satu tujuan kita melakukan pelayanan dan pembinaan bagi jemaat agar mereka mengalami keteguhan iman, mengandalkan Tuhan dalam Yesus Kristus sebagai Tuhan Juruselamatnya. Jemaat mengalami kedewasaan rohani dan keteguhan iman “sehingga kita bukan lagi anak2 yang diombang-ambingkan oleh rupa2 angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikian mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran didalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal kearah Dia. Kristus yang adalah Kepala” (efesus :14-15).

Komitmen kerja seseorang didukung oleh kebutuhan2 akan prestasi (need for achievement) akan mendorong untuk melebihi, mencapai standar2, berusaha keras untuk berhasil. Berdasarkan pada uraian diatas, dapat diketahui bahwa komitmen, spiritualitas, memotivasi pelayanan untuk berkarya, berprestasi dan berkarakter. Komitment pembangungan karakter pelayanan dapat meningkatkan spiritualitas jemaat.

Manusia tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya seorang diri, ia membutuhkan orang lain untuk dapat memenuhi kebutuhannya untuk itu manusia berkelompok dan berorganisasi, maka pelayanan gereja terdiri dari kelompok orang2 yang bekerja melayani unuk mencapai tujuan orgnaisasinya, dengan komitmen mengembangkan dan dipertahankan pola perilaku terntentu yang stabil dan dapat diperkirakan sebelumnya. Komitmen tak kalah pentingnya dimiliki oleh seorang anggota gereja dan juga kepemimpinan baik komitmen professional maupun komitmen organisasional.

 Komitmen majelis adalah suatu keterlibatan diri terhadap tugas dan kewajiban sebagai majelis yang dapat melahirkan tanggung jawab dan sikap responsive dan inovaif terhadap konsekwensi logis dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap bidang pelayanan yang ditekuninya.

Berdasarkan pemahaman umum mengenai komitmen kerja majelis gereja pada Gereje Kristen Pasundan (GKP) Bekasi, dapat dirumuskan konstruk sebagai sintesa yang dapat dipedomi sebagai acuan dalam pelayanan. Acuan pengembangan komitmen pelayan gereja ini, diarahkan pada nalisis unsur pengembangan sumber daya manusia dipimpin organisasi gereja dalam hubungannya dengan karakter anggota jemaat. Komitmen pelayanan merupakan predikat sejauh mana seorang majelis memihak pada gereja dan tujuannya, serta berniat mempertahankan keterlibatannya dalam kepemimpinan tersebut, walau seringkali diartikan secara individu berhubungan keterlibatan dalam organisasi.

Komitment kerja majelis gereja merupakan suatu keterikatan diri terhadap tugas dan kewajiban sebagai pelayan yang berpangkal dari pemahaman, perasaan dan keterlibaran dalam organisasi gereja, melahirkan tanggung jawab, sikap responsive, inovatif terhadap pengembangan dan pecerapan pelayanan dalam 3 dimensi komitmen berorganisasi. Yaitu komitmen effektif, komitment koniyu dan komitmen normatif. Komitmen kerja majelis gereja tersebut mendorong terwujudnya kemampuan memahami diri dan tugasnya, pancaran, sikap bathin (kekuatan bathin) kekuatan dari luar dan tanggap terhadap perubahan yang melahirkan tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban menjadi kemitmen seseorang sehingga tugas tesebut dilakukan dengan penuh keiklasan bagi kemuliaan Tuhan.

Semoga sedikit coretan saya soal spiritual dan komitment bisa lebih menumbuhkan iman dalam pelayanan. “Selamat melayani.

Tuhan memberkati.

Apakah aku sudah berdiakonia?

img_20161210_133308-mobile
Anak-anak bersama kuda

Sesuai dengan program Diakonia tahun 2016, pelatihan Diakonia akan diadakan untu kmere-fresh ulang dan memotivasi team/komisi agar lebih menghayati arti berdiakonia.
Bersamaan juga akan dibahas rencana dalam pelaksanaan bulan diakonia yang akan diadakan bulan Feb 2017.

Seiring dengan perlunya waktu yang berkesinambungan dan tempat yang membuat focus peserta maka dipilihlah untuk melakukan pembinaan dan program kerja tahun 2017 di luar daerah/bekasi/gereja. Sesuai dengan kesepakatan dan ketersediaan waktu masing-masing komisi terutama Pak Pendeta dan Ketua Bid 2 maka 10 dan 11 december 2016 pelaksaannya di lembang “Villan Istana Bunga” Cluster Rotensia Blok J2 No. 5. Memang sedikit kendala dengan penentuan waktu karena besamaan dengan kegiatan natal, sehingga ada beberapa anggota komisi tidak bisa ikut sera terutama dari wilayah 9, karena mereka melayani saat kebaktian minggu 11 dec. Bersamaan juga libur panjang karena senin libur bersama, maka sudah pasti keadaan jalan akan macet, dan diputuskan berangkatlebih awaljam 7 pagi, walau sedikit melar jadi jam 8.
Dan benar adanya jalan sudah macet sehingga waktu tempat sampai dilembang adalah 6 jam”-an…..

Dengan tidak mengurangi semangat setelah tiba, anggota komisi bersantai untuk mengembalikan performa karena mulai pukul 19 akan dilaksanakan pembinaan dan pembahasan program 2017 yang rencana sampai dengan pukul nolnol.
Ditambah lagi dengan kehadiran Pak Pdt Em Djony yang menjadi narasumber dengan judul “peran buku dalam pembinaan dan peran komisi dalam berdiakonia” dalam konteks mengajak jemaat untuk gemar membaca dan menulis.

Dalam penjelasannya beliau menyampaikan bahwa
1. Roh Kudus telah turun dan masing-masing rasul bisa menyampaikan dengna bahasa masing-masing.
Dengan pengertian ini, maka walau kita pada saat itu tidak ada dan tidk mengerti dengan bahasa yang disampaikan, maka saat ini tugas dari LAI untuk menterjemahkan sehingga kita bisa mengerti dengna bahasa masing-masing.
2. Dalam rangka pengyampaian kepada pihak lain agar bisa sincron dengan keiinginan kita maka, haruslah dierikan pengertian, sehingga saat kita ingin menyampaikan sesuatu tidak salah pengertian.
3. Jika kita ditebus dan dimiliki oleh Tuhan maka kita harus belajar bergaul dengna Tuhan, karena Tuhan telah lebih dahulu mengenal kita.
4. Dalam kehidupan yang baik maka dalam pengeluaran harus diatur dengan 40% keperluan hidup , 30% membayar cicilan dan 30% ditabung untuk hari depan.
5. Apa uyang ada/bisa dilakukan haruslah di pergunakan dalam pelayanan di ladang Tuhan terutama talenta yang kita miliki karena itu adalah karunia Tuhan kepada kita.

beliau juga memberikan refleksi pelayanan dalam tulisan seperi dibawah.

Suatu karunia atau kebetulan.. semua peserta dengan serius mengikuti kotbah Papen Djony, karena mengalir dengan baik, tanpa ada hambatan,ada ada suatu muzizat dari penemuan yaitu pemulihan dalam kesehatan tubuh.
Dengan adannya penemuan ini dan bisa dijangkau, maka kami dengan serta merta ikut dalam memiliki dan sampai ada ungkapan “semprot”. Karena walau kita telah lelah dengan menyemprotkan benda ini menjadi segar kembali….

alon-2
Pdt Djoni

dan setelah beliau selesai menyampaikannya maka beliau undur diri karena beliau harus melayani esok harinya di Tanjung barat rencana berangkat pukul 5 pagi.
Kami berlanjut dengan membahas hasil program tahun 2016 dalam bentuk pengeluaran dan penerimaan.

Disamping itu juga membahas sedikit program untuk pelaksanaan bulan diakonia Feb 2017 dengan rincian :
Minggu ke-1 : Melakukan aksi donor darah bekerja sama dengan PMI yang di koordinator oleh saya sendiri (Gultom)
Minggu ke-2 : memberikan bantuan pendidikan dan keluarga tidak berpunya dikoordinir oleh Ibu Ida.
Minggu ke-3 : Kebaktian syukur dengan mengisi pujian dari team diakonia, serta memberikan tanda kasih ke lingkungan GKP dikoordinir oleh Ibu Ineke bekerjasama dengan RT dan Masjid.
Minggu ke-4 : Baskti sosial dengan memberikan pengobatan gratis kepada jemaat yang memerlukan serta lingungan gereja berada sebagai tanda peduli lingkunganbekerja sama dengan RS Bayukartayang dikoordinisoleh Bu Giyatin.
Disamping kegiatan mingguan diatas juga dilakukan safari kunjungan kepada semua wilayah yang dikoordinir oleh Ibu Lestina dan bazar yang dikoordinir oleh bapak Sutarmo.

Pada saat kebaktian syukur team komisi akan mengisi pujian dalam 3 kali kebaktian dengan judul “Adakah tempat di hatimu”

Dan pada waktu pukul nol nol, kami break untuk menikmatikueh ulang tahun, karena memang sudah dipersiapkan.

Terima kasih kepada bapak/ibu komisi diakonia khususnya pak Pdt Yoga yang telah mendoakan dengan berambahnya umur satu tahun,dan berkurangnya jatah umur..

Semoga dengan umur bertambah ini, menjadi bartambah iman dan tidak mudah  emosi.

Setelah selesai makan kue,kembali melanjutkan pembahasan hasil program sampai dengan pukul 2.00 pagi

Pagi harinya muulai pukul 6.00, harus bangun karena akan melakukan senam ayo kita bersama dan ditutup dengan maumere dengan total durasi 45 menit.

Kemudian kami mempersiapkan diri untuk kebaktian pukul 9 pagi dan lanjut dengan games dengan joget balon..yang sebelumnya latihan untuk mengisi pujian pada saat bulan diakonia Feb 2017 dengan pujian “Adakah dihatimu”

Berikut liryknbya

ADAKAH TEMPAT DI HATIMU

satu suara:

Adakah tempat di hatiMU

Untuk m’reka yang terluka

Yang mengharapkan uluran tanganMU

Sudikah kau menerima

 

pecah kendi:

Adakah waktu di hidupMU

Untuk melayani Tuhan

Menolong sesama yang menderita

Tak kenal kasih sayang

 

Ref.

..O sekaranglah saatnya

Kau merenungkan

Apa arti hidup ini

Kemana kau pergi pergi

Mengapa untuk hal dunia

DiriMU rela terikat

Tapi tak satu pun tempat tersedia

Untuk Sang Juru Selamat

 

perempuan saja:

Persembahkan sluruh hidup ini sbagai korban yg hidup

Persembahkan bagai korban yg kudus berkenan bagi Allah…

 

lelaki saja:

Janganlah serupa dunia dan berubahlah dirimmu

Sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah

Ref….

 

Berikut para partisipan dalam main games joget dua orang dengan balon, tanpa jatuh.

..

Yah begitu padatnya acara dan sebelum pulang kami makan siang bersama untuk bekal di jalan, dan kebetulan senin libur maka saya masih bertahan untuk melanjutkan azara keluarga.

Terima kasih kepada semua komisi diakonia yang turut serta dalam mendukung acara ini, dan khususnya kepada pak pdt Djoni dan Pdt oga yang telah memberikan penguatan melalui kotbah diakonia.

Tuhan Yesus emberkati.

Amin.

PEKAN BUKU DALAM PEMBINAAN PERTUMBUHAN UMAT MANUSIA
(Tinjauan teologis-sosiologi )

Kita bersyukur bahwa janji Tuhan Yesus Kristus di Kis 1:8 bahwa roh kudus akan dikaruniaikan kepada murid2Nya supaya mereka mempunyai kuasa/potensi hingga Injil (kabar sukacita/anugerh keselamatan) akan diberikan keseluruh umat manusia (sampai keujung dunia) benar dipenuhi. Hal ini nampak al:
1. Sejarah/perjalan pekabaran Injil yang dilakukan oleh para rasul keberbagai tempat yang antara lain berbuah berdirinya jemaat2 pertama diberbagai tempat juga surat2 yang ditulis para rasul keberbagai pihak (pribadi dan jemaat) berkaitan dengan kegiatan pekabaran Injil ini (Kitab Kisah para rasul dan surat2 yang ditulis mereka, peran rasul Paulus sangat besar dalam hal ini).
2. Roh Kudus menuntun umatNya, hingga pada tahun 367, melalui peran uskup Alexanderia Atanasius, maka kupulan Alkitab seperti yang ada saat ini (PL, 39 kitab dan PM 27 kitab) diterima umat.
3. Roh Kudus pula yang nenuntun lahirnya Lembaga Alkitab pertama berdiri di Inggris pada 7 maret 1804, (dengan inspirasi dari seorang gadis remaja, Mary Jones) hingga banyak orang dapat dengan mudah memperoleh/membaca Alkitab, karena tugas utama lembaga Alkitab adalah menerjemahkan, menerbitkan dan mendistribusikan Alkitab.
4. Roh Kudus pula yang kemudian bekerja di Indonesia melalui upaya2 pekabaran Injil diberbagai tempat di wilayah Indonesia, melalui kata2 dan perbuatan nyata (antara lain : pendidikan dan kesehatan) hingga berdirilah gereja2 di Indonesia dan antara lain: Lembaga/badan pelayanan dibidang pendidikan, kesehatan, panti asuhan dll, dan pada waktunya maka karya Roh Kudus nampak yakni pada 9 Feb 1954 dengan berdirinya Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang terpanggil untuk, menerjemahkan (antara lain ke dalam bahasa2 daerah), menerbitkan dan mendistribusikan Alkitab. (Cat. Terjemahan Injil Matius ke dalam bahasa melayu tahun 1629 telah dilakukan dan adalah terjemahan yang pertama ke dalam Bahasa non eropa).
5. Roh Kudus pula yang bekerja melalui hamba2Nya/para penulis, hingga saat ini tersedia bacaan Alkitab sehari2, yang menuntun umatNya setiap hari dapat membaca Alkitab dengan renungan sesuai dengan konteks waktu, tempat bahkan usianya dalam upaya hidup sesuai kehendak/firmanNya.
6. Roh Kudus pula yang bekerja melalui hamba2Nya/para penulis, hingga tersedia berbagai buku rohani dalam menuntun umat untuk berbuat sesuai kehendakNya diberbagai bidang kehidupan dan disepanjang usianya (untuk anak, remaja, pemuda, perempuan, laki2, lansia, keluarga dll, dibidang iman Kristen, kesehatan, economi, politik dll, antara lainL lihat buku2 best seller seri : ”selamat” bapak Dr. Andar Ismai bin.Kis 8:26-40 (peranFilipus)
7. Melihat betapa besar karunia Roh Kudus melalui peran bacaan ini, maka bagaimana kita saat ini mensyukury dan mengembangkannya. Apa kendala dan kesempatan yang kita hadapi?. Pertama2 memang kita menyadari bahwa kita termasuk bangsa/masyarakat dengan budaya/tradisi lisan (perhatikan betapa asyiknya kita ngobrol, ngerumpi, pidato dll di berbagai kesempatan-hp ada diberbagai kalagan masyarakat kita), bukan udaya tulis dan membaca (lihat minimnya informasi tertulis berbagai tempat umum/ruang public). Untuk masuk pada penyadaran pentingnya budaya/tradisi tulis, sebenarnya bukan suatu yang berat, membacapun sebenarnya “ngobrol”, berbicara tapi secara imajiner dengan sang penulis intinya : berbagai informas, ekspresi dll, dapat kita lakukan dengan lisan maupun tulisan (lihat peran dokumen tertulis dan audio visual diberbagai kehidupan masyarakat kita).
8. Lalu apa yang dapat kita lakukan? Mari kita mulai dari hal2 yang kecil dan sederhana. Ada pepatah mengatakan, untuk berbagai peristiwa, maknai dengan bunga jadi :”katakan dengan bunga”. Orang muda saat ini mengatakan, karena music adalah Bahasa universal makaL “Katakan dengan music. Maka untuk menumbuhkan kesadaran budaya membaca/menulis, mari kita menghayati somboyan: “Katakan dengan buku”. Artinya, pada berbagai peristiwa berikan antara lain: buku sebagai pemberian/kadonya (lihat antara lain: acara Kick Andy, Oprah Winfrey dll). Pada setiap pelawatan Pendeta dan Majelis Jemaat, bawalah buku sesuai dengan keperluan yang dilawat, selain buah2an, bunga dll. Sebab, jangan berharap dulu kebiasaan umat datang mencari buku (keperpustakaan jemaat, kalau sudah ada), tapi mari upayakan: buku datang ke orang/umat. Lakukanlah mulai dari anak2 dan diberbagai kategori usia, kegiatan lomba: meggambar, menulis, usahakan antara lain: buku2, jangan hanya piala, dan benda2 lainnya saja.
9. Bila budaya membaca/menulis adalah suatu kebiasaa, mari kita mulai di keluarga kita masing2. Kalau kita ajak anak2 kita bepergian/piknik, selain kita bawa menikmati tempat yang indah, makanan yang lezat di daerah tsb, ajak mereka ke took buku untuk melihat dan membeli buku yang sesuai dengan mereka. Jadi bukan saat mata menikmati indahnya alam, lidah dan perut dipuaskan, tetapi juga ada batin, intelektual dan spiritual yang dikembangkan. Coba bayangkan bahwa nantinya dikamar anak2 kita sejak kecil mereka bukan saja koleksi boneka dan mainan saja, melainkan juga buku2. Sementara itu jemaatpun mulai mengembangkan perpustakaan jemaat (dulu peran kolportase gereja penting). Bukankah seharunya salah satu ciri sekolah2 yang diselenggarakan gereja adalah punya perpustakaan baik dan murid2 yang gemar membaca?.Hal ini pasti dapat juga menjadi salah satu kegiatan yang menunjang tersalurnya potensi generasi muda dimana tawuran/kecenderungan kekerasan terjadi? Seorang sosiologi pernah mengingatkan betapa sekarang ini sekolah/tempat pendidikan kurang memperhatikan kegiatan/adanya sarana olahraga dan berkesenian hingga potensi mereka mengarah ke yang negative/tawuran. Jadi adanya perpustakaan dan kegiatan membaca, khususnya dalam mempersiapkan mereka sebagai generasi mendatang. (Cat. BPK-GM pernah menerbitkan buku tentang pembuatan perpustakaan sederhana, juga beberapa penerbit lainnya). Mari kita hayati dan maknai ungkapan2 berikut ini:
a. “Buku itu gudangnya ilmu dan gemar membaca itu kuncinya”, yang dapat kita kembangkan pula dengan: ”Ciptaan Tuhan itu (Alam semesta dan segala isinya; fauna, flora, manusia (aplikasi dan mereproduksi penemuan baru) ,bintang, bulan, matahari dllnya) Indah dan membawa berkah, dan gemar meneliti itu kuncinya ”Buku itu pintu kalbu”
10. Dalam hal kesadaran membaca dan menulis ini, kita bersyukur bahwa dalam kehidupan GKP, ada kegiatan/kebiasaan yang baik, antara lain:
a. Pemberian buku2 kepada pendeta GKP yang baru ditahbiskan dari pada GKP lainnya.
b. Adanya bedah/diskusi buku diberbagai aras GKP dalam berbagai kesempatan.
c. Penjualan buku (biasaya dari BPK-GM) pada berbagai kegiatan kebersamaan (klasis, sinode dll)
d. Mengutip/mempromosikan buku dalam kotbah/renungan.
e. Tugas menulis refleksi pelayanannya pada saat kebaktian emeritasi pendeta tsb; bahkan saat ini pada penahbisan pendeta barupun selain tugas kotbah, ia membuat refleksi makna panggilannya sebagai pendeta.
11. Pada akhirnya bila kita menyadari/menyakini hal2 tsb diatas, mari kita lakukan dengan mulai mengidentifikas peluang2 yang ada, mana hambatan yang perlu diatasi, mana sinergi dan jejaring yang perlu kita lakukan, karena kita yakin ada saudara2/teman2 kita yag juga sedang dan berbuat hal yang sama, karena Tuhan sudah, sedang dan akan terus bekerja dalam karya keselamatanNya, sesuai janjiNya bahwa Roh Kudus dikaruniakan hingga umatNya dimampukan untuk memberitakan dengan kata dan perbuatan Injil/kabar baik, keselamatan tentang Kasih Tuhan dalam Yesus Kistus dengan juga anatara lain, meyakini kebenaran apa yan ituliskan di 2 Tim 3:16-17 dan Rom 10:13-15 dan 1Pet 2:9-10.

Tuhan memberkati Amin.

Pdt.Em. DjoiSumar A
Parongpong awal Feb 2010.