Raker April 2018

IMG-20180407-WA0042
Majelis Jemaat dan PPJ GKP Bekasi
IMG-20180407-WA0041
Majelis Jemaat GKP Bekasi

Setiap orang pasti mengerti jika mendengarkan Raker (Rapat Kerja) yaitu rapat yang dilakukan dengan waktu yang panjang dan konsentrasi yang sangat berat sehingga perlu satu tempat khusus, agar bisa konsentrasi melaksakan rapat tersebut.
Demikian juga Raker yang akan diadakan di GKP Jemaat Bekasi yang pertama kali saya ikut serta.

IMG-20180407-WA0053
Bidang – II (Kesaksian dn Keesaan)

Mengingat banyaknya peserta dengan terbatasnya waktu karena pekerjaan rutin yang wajib dilaksanakan dan tidak mungkin dilakukan pada hari minggu, maka tentu dicari waktu yang sesuai dengan harapan semua bisa ikut serta dan waktu semimimum mungkin sehingga dilakukanlah pra-raker.
Dalam pra-raker ini, semua bahan rapat sudah digodok sampai mendekati sempurna sehingga pada rakernya hanya cukup memutuskan dan mereview hal seminimal mungkin.

Pada saat seperti ini juga dibuatlah raker dengan waktu seminimum tadi agar bisa semua bisa ikut serta kucuali dalam hal yang tidak bisa ditinggalkan (kedukaan, pekerjaan yang sangat perlu, dan ujian atau hal lain yang sejenisnya).

Diputuskanlah raker pada hari jumat dan sabtu 6-7 April 2019 di hotel rudian cisarua.
Tempat ini sedikit membantu karena biaya yang terjangkau dan fasilitas memadai untuk mengadakan rapat.
Ada juga kolam renang walau tidak di tempat khusus, tapi cukuplah buat berendam heh heh,serta ada meja pimpong bagi yang hobbi untuk melakukan olah raga.

Run-down yang dibuat sangat baik,karena rapat yang di bagi 3 sesi (pleno 1,pleno 2 dan pleno 3) mulai dari pukul 4 sore sampai 10 malam pada hari pertama diselingi dengan rehat, walau kenyataannya sedikit delay.
Sebelumnya tentu diadakan kebaktian singkat sebelum dan sesudah rapat selesai semua.

Dipilih tentunya untuk pemimpin rapat selama raker ini walau tidak boleh membuat keputusan sepihak karena GKP adalah bersipat presbiterial sinodal sehingga keputusan harus diambil secara kesepakatan bersama.
Dan ini baiknya sehingga tidak ada keputusan yang hanya sepihak,tentu kelemahannya adalah keputusan akan lama diambil karena harus setuju suluruh peserta.

IMG-20180407-WA0058
Pimpinan Raker

Pada hari pertama sabtu 6 Apr 2018 mulai dengan rapat pleno 1 dan pleno 2 dengan kostum bebas, hari kedua paginya adalah senam/olah raga dengan kaos yang khusus dibagikan serta photo bersama, kemudian ganti kostum dengan batik seragam dan photo bersama sebelum pleno 3.
Yang menjadi sedikit lucu adalah bahwa dengan kesibukan peserta dalam kegiatan sehingga ada saja yang ketinggalan seragamnya, dan untuk photo agar seragam maka saling bergantian karena photonya per bidang dan PH kemudian seluruhan peserta.

Dalam rapat ini memang berjaln dengan baik walau ada saja sedikit kendala karena perbedaan pedapat harus disatukan terlebih sebelum diputuskan. heh heh

Pada saat break dan menjelang istirahat malam kita masing-masing ambil kegiatan mengisi waktu, ada yang bernyanyi diiringi dengan gitar, ada juga yang bermain pimpong.
Dan disini kita melihat keceriaan dan keakraban semua peserta karena diselingi dengan candaan yang tentu akan sakit hati jika diambil secara serius tapi karena kebersamaan semua hal menjadi baik.

Puji Tuhan dari awal sampai selesai semua acara terlaksana dengan baik, dan kembali Sabtu 7 Apr 2018 ke Bekasi, karena harus juga mempersiapkan agenda pelayanan hari minggu.

Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang tentu telah berlelah dalam persiapan yang diperlukan seperti mencari serta survey tempat, games, souvenir dan door price.
Walau saya tidak mendapatkan tapi cukup bersyukur selaku ketua bidang kesaksian dan keesaan bisa diterima dengan baik program yang dibuat untuk tahun 2018-2019 oleh peserta.

karena capeknya peserta terutama panitia, baru duduk di mobil mau pulang saja sudah ngampleh pasrah didalam tidur.

Tuhan memberikati kita semua dan biarlah kiranya apa yang kita lakukan di ladang Tuhan menjadi dupa yang harum dan berkenan kehadirat Tuhan.

IMG-20180407-WA0055
PH-GKP Bekasi
IMG-20180407-WA0052
Bidang – III (Lit bang)
IMG-20180407-WA0046
Bidang – I (Peribadatan)
IMG-20180407-WA0054
Bidang – IV (Pembangunan)
IMG-20180406-WA0092
Penyampaian program
IMG-20180407-WA0001
Ibu-ibu mencari jajanan sebelum bobo…
IMG-20180407-WA0025
Games yang dipimpin oleh Bapak Edy
IMG-20180407-WA0081
Selfie dulu ah…sebelum rapat pleno -3

 

Advertisements

Bulan Diakonia 2018

Saya sangat bersyukur, masih bisa melayani di ladang Tuhan, sebagai ketua bidang 2 (keesaan dan kesaksian), kami mempunyai program yang dilakukan hampir tiap tahun sejak dua tahun yang lalu, yaitu bulan diakonia atau bulan kasih karena bulannya bersamaan dengan vale entin (kalau kata meneer zaman dulu).

IMG-20180120-WA0002
Bulan ini kita mempunyai program yang diisi setiap minggu mulai dari donor darah, pembagian bantuan pendidikan dan tanda kasih, aksi sosial dengan memberikan sembako kepada jemaat dan warga sekitar gereja dan bakti sosial dalam pemberian pemeriksaan kesehatan gratis bekerja samadengan rumah sakit bayukarta.
Terima kasih kepada team dokter dan komisi dari rumah sakit bayukarta yang telah jauh-jauh dari karawang datang ke GKP Bekasi dalam rangka acara ini.
Tentu karena keinginan melayani diladang Tuhan, sehingga dengan hati sukacita bisa melayani tanpa ada paksaan, saya pikir.

 

IMG-20180211-WA0018

IMG-20180121-WA0035
Saya juga sangat berterima kasih kepada komisi diakonia khususnya dan majelis bidang 2 yang membuat berjalannya program dan acara ini tentunya.
Semoga semua pelayanan yang kita lakukan bersama ini berkenan dihadirat Tuhan dan tentu jadi berkat bagi kita.
Minggu ke-tiga sebagai puncak acara adalah kebaktian syukur dengan pemberian sticker kepada jemaat dengan thema “melayani sesama dengan totalitas dan sukacita” serta pembagian sembako kepada jemaat dan warga sekitar gereja, dengan konsekwensi team diakonia full day di gereja tidak pulang lagi, karena 3 kali kebaktian akan mengisi pujian serta membagikan sticker tersebut.

 

Tentu dalam hal ini, masih banyak kekurangan dalam pelayanan khususnya kepada saya yang membuat rekan ada yang kurang berkenan agar bisa membuka pintu maaf.

IMG-20180204-WA0028
Mari kita bersatu, bergandengan tangan agar pelayanan kita menjadi sukacita bagi kita dan tentunya kepada Tuhan yang telah memberikan kita kehidupan.

Tidak lupa uga kami menyampaikan kepada jemaat GKP Bekasi serta majelis dan Pdt Yoga, Pdt Sains Pieter serta vik. Brahmana yang mendukung kegiatan ini baik secara pikiran dan materi.

 

Tuhan memberkati.

IMG-20180206-WA0004
berfose dengan team PMI Kab Bekasi
IMG-20180217-WA0039
Pembagian sembako kepawa warga setempat
IMG_20180204_091052 (Small)
Certificate dari PMI Kab Bekasi sebagai tanda terima kasih telah aktif mendonor dengan rutin

 

 

 

IMG_20180225_090735 (Small)
pemeriksaan kesehatan gratis…s

 

Rabu Abu atau bahasa sononya Ash Wednesday

ask (42)GKP Jemaat bekasi telah 3 tahun berturut-turut melaksanakan perayaan rabu abu.
Tahun ini sebagai program dari Sinode GKP yang dilaksanaka di 58 GKP.
Rabu abu seagai tanda perkabungan dan penyesalan dosa yang sudah dikenal sejak perjanjian lama.
Di masa kini, rabu dirayakan sebagai awal masa prapaska yang biasanya disertai dengan prosesi mengoleskan abu di dahi sebagai simbol pertobatan.
Memasuki masa prapaska disertai dengan puasa selama 40 hari sebagai bagian dari disiplin rohani.
Bermawas diri dan mempersiapkan diri untuk menghayati karya keselamatan Allah dalam peristiwa sengsara, kematian dan kebangkitan Yesus.

Rabu 14 Feb 2018 bertepatan dengan hari kasih sayang dilakukan perayaan rabu abu.

ask (49)
Dalam kotbah Vikaris Brahmana Duta Egne S.Si yang diambil dari Jesaya 58:1-12 dengan tema “Tantangan gereja menghadapi ketidakadilan dalam masyarakat”.

ask (56)
Kotbahnya beliau menyampaikan agarkita selaku umat yang diselamatkan kembali untuk intropeksi diri dalam kehidupan terutama dalam pelayanan, apakah kita sudah murni melakukan atau hanya simbolis, sehingga dilihat orang atau unjuk diri.
Karena anugerh itu bukan bersyukur karena menerima berkat Tuhan tapi bersyukur karena bisa melayani Tuhan di jemaat atau kehidupan kita.
Dalam Jesaya disampaikan bahwaumat dengan kesalehan yang palsu, dimana saleh atau taat dalam hal menunjukkan diri, bukan bertekun karena Tuhan.
Untuk mengenang kebmbali bahwa kita adalah dari akan kembali ke debu yang rentan tidak bernilai apa-apa.
Sehingga beliau dalam kotbahnya mengajak agar bisa melakukan komitmen dalam kehidupan selama 40 hari ini berpuasa dalam hal apa yang selama ini tidak bisa dilakukan.
Contoh seperti membiasakan diri agar bangun pagi bisa bersekutu dengan Tuhan bukan dengan gadge.

ask (21)
Melalui rabu abu kita memasuki masa-masa persiapan menyambut keatian dan kebangkitan Yesus Kristus.

ask (22)
Pengenaan abu di dahi

Rabu abu mengajak menginstropeksi diri dalam penyesalan dan perobatan atas segala dosa yang ada pada diri manusia, memiliki kedekatan yang lebih mendalam dengan Tuhan.
Melalui simbol abu ini kita sebagai manusia diajak serta diingatkan oleh Tuhan bahwa setiap kita berasal dari debu dan kembali kepada debu (Kejadian 3:19)

ask (54)

ask (27)

Selamat menjalankan puasa prapaskah.

Tuhan memberkati

Selamat bergabung dan melayani di GKP Bekasi

IMG-20180202-WA0006Team 9 adalah team yang anggotanya dari 9 orang yang terdiri dari beberapa MJ digabung dari beberapa bidang.(apa hubungannya yah sama judul diatas?).
Tujuan team ini adalah awalnya untuk menentukan masa orientasi dari sdr Brahmana untuk vikaris selama bulan dec 2017 di GKP Bekasi).
Dari 3 GKP jemaat tempat beliau orientasi, maka GKP Bekasi yang terakhir, dan akan menentukan dimana beliau akan menjadi vikaris setelah selesai masa orientasi.
Dari GKP sebelumnya beliau orientasi telah melayangkan pengajuan ke sinode untuk menjadi vikaris, GKP bekasi juga tidak mau ketinggalan dan mengajukan hal yang sama ke sinode.
Dengan beberapa keuntungan kondisi GKP Bekasi, maka berhasillah GKP bekasi mendapatkan beliau menjadi vikaris.
Alhasil tugas dari team 9 tidak begitu berat karena ada perebutan (kayak apa yah…perebutan)…. karena sudah terpandu secara otomatis.
Dalam masa ke vikarisan 1.5 ~ 2 tahun, maka kemudian akan diteguhkan kependetaannya. Tidak dipungkiri, beliau sangat baik dalam permaian alat musik dan dalam kotbahnya juga membuat jemaat mudah menyimak karena sangat baik kotbahnya, bisa menyesuaikan kondisi jemaat yang dikotbahkan.
Saya bagian dari team 9 (bidang 2 … Keesaan dan kesaksian) ambil bagian dalam team ini dan hari ini Minggu 11 Feb 2018, beliau diteguhkan menjadi vikaris di GKP Bekasi.

IMG-20180211-WA0021
Pembacaan Keputusan Majelis Sinode Menjadi Vikaris di GKP Jemaat Bekasi.

Sesuai kesepakatan dalam sermon makan team 9 berlanjut tugasnya dalam memantau dan mengkoordinir dalam masa ke vikarisan beliau (kerjanya berlanjut lagi yah?).
Kini GKP Jemaat Bekasi mempunyai 3 gembala, setelah kepergian Bpk Pdt Sthepanus ke GKP Bandung.

IMG-20180211-WA0040
Berpose bersama Pdt Herly David (Sekum Sinode), Pdt Sains Pieter (Kiri) dan Pdt Yoga W Pratama (kanan)

Terima kasih Sdr Brahmana Duta Dewa Enge S.Si (kayak orang bali yah namanya?, padahal mah bukan …) telah bergabung dengan pelayan di GKP Bekasi.
Mari kita bergandengan tangan untuk melayani Jemaat GKP Bekasi dan Pos Kebaktian Cigelam serta Tambun.

IMG-20180211-WA0043
Berpose bersama familiy

Semoga pelayanan kita berkenan dihadirat Tuhan menjadi dupa yang harum dihadapanNya.

IMG-20180211-WA0039
Berpose dengan MJ Jemaat Bekasi dan Majelis Sinode

Tuhan memberkati….kita maju bersama.

Continue reading “Selamat bergabung dan melayani di GKP Bekasi”

KKM, apa sih?

 

kkm1KKM adalah komisi keluarga muda yang diwadahi untuk jemaat yang biasanya agak sulit/minder untuk masuk komisi lain, seperti komisi perempuan, komisi pria atau komisi pemuda.
Dengan adanya komis ini, maka diharapkan terutama keluarga muda bisa lebih berbaur dan ambil bagian dalam pelayanan.
Tahun ini dalam kemajelisan GKP Bekasi yang sudah bertambah mejadi 52 majelis, maka sudah sewajarnya dibuat beberapa majelis kordinator khusus komisi yang baru.
Diluar dari majelis koordinator KKM, juga ada  Majelis koordinator Kesehatan dan lain untuk lebih mempermudah dalam mengorganisasikan.

Sabtu Jan 20 2018, adalah perayaan Natal pertama dalam KKM ini yang dirayakan seklasis yang terdiri dari 8 gereja jemaat.
Sayangnya hanya 2 gereja jemaat yang ikut perpartisipasi yaitu Jatiranggon dan kampung sawah.
Diharapkan  tahun-tahun berikutnya gereja jemaat yang lain bisa ikut serta ambil bagian dalam perayaan ini.

kkm (6)

Tidak dipungkiri, memang salut dengan keberadaan komisi ini, karena biasanya kawula muda baik itu keluarga muda, biasanya akan lebih suka menghabiskan waktu ditempat-tempat ramai seperti hiburan atau mall terutama pada akhir pekan.
Sementara ini, setiap akhir pekan diadakan kebaktian KKM, dan salutnya mereka bisa hadir dan aktif.

kkm (3)
Sdr Brahma, Pdt. Deby dan Pdt Yoga

Sesuai dengan kotbah pak Pdt. Yoha Willy Pratama agar menjadi terang bagi sesama, saya sangat setuju, karena ini satu motor penggerak dan motivator khususnya kepada jemaat yang lain.
Dengan dimulainya KKM ini, maka yang biasanya berjiwa muda berpikiran menghabiskan waktu di akhir pekan di tempat ramai atau mall, maka ini bisa menjadi wadah untuk melayani di ladang Tuhan.

 

 

kkm (18)
KKM Jemaat Bekasi mengisi pujian
kkm (8)
KKM Jemaat Jatiranggon mengisi pujian

Dalam kotbah tersebut dinyatakan bahwa tidak ada yang instan, ada jalan jika ada kemauan, harus mencari teman sebagai penyemangat, membuat karya yang menjadi bahan cerita untuk generasi kita dan menghargai kepribadian diri sendiri.

kkm (1)
MJ Bekasi yang hadir

Semoga KKM ini, menjadi lebih semangat dan menambah iman dalam pelayanan, sehingga panen bisa di tuai.
Karena tuaian banyak pekerja yang kurang.

kkm (13)

Tuhan memberkati.

Pembinaan Diakonia 2017

 

 

 

Akhirnya terlaksana juga pembinaan dan rapat persiapan bulan diakonia Feb 2018 dan program tahun 2018.
Tidak terasa sepertinya waktu begitu cepat, karena baru kemarin kita melakukan hal yang sama di lembang. Seperti biasa, anak-anak sangat antusias untuk serta dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Esther yang sedang ikut leas piano di nafiri GKP Bekasi mempunyai tugas untuk mengiringi pujian saat kebaktian.

IMG_20171015_082128_HDR
Ibunya (Istri tercinta) memimpin senam pagi, dan sikembar membantu ibunya memimpin senam pagi.

 

 

Sabtu 14 Oct, pagi sekali pukul 6 sudah harus berangkat, karena menghindari buka-tutup setelah exit toll gate ciawi, karena titik kumpul di gereja, maka baru mulai bisa move on 6.30, alhasil, tepat ketemu saat tutup untuk naik, dan menunggu beberapa menit (30 menit).
Sebagian ada yang melalui jalan alternatif, tapi kita sambil berkumpul dan bercanda ria berkumpul di SPBU setelah exit gate ciawi.

pembinaan2017 (5)

Kami sangat berterima kasih kepada Keluarga Pak Siagian yang telah mau memberikan tempat untuk pembinaan di villa milik beliau di puncak.
Biarlah kiranya Tuhan menambahin berkat berlipat ganda dan bersukacita atas pelayanan mereka.
Kamipun sangat sukacita, karena beliau sangat antusias dalam pelayanannya sehingga kami bisa tinggal dengan baik termasuk  persiapan tempat untuk istirahat dan logistik. (jempol buanget deh), sehingga pembinaan, rapat dan kebaktian bisa berjalan dengan baik.
Sampai ditempat pukul 12 siang, setelah makan siang maka kami mulai dengan rapat persiapan bulan diakonia pada Feb 2018.

Dengan Tema  “Melayani sesama dengan totalitas dan sukacita”

 

 

Tak disangka dengan keseriusan peserta untuk rapat sampai-sampai pukul 4 sore baru selesai dan kita break untuk mandi makan dan malamnya mulai pukul 7 mulai pembinaan dan rapat realisasi pelayanan tahun 2017 dan program tahun 2018.

IMG_20171014_192620
Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan rangkaian acara sampai pukul 11 malam kemudian yang mau istirahat langsung pergi keperaduanm karena besok pukul 6 harus ikut senam.

pembinaan2017 (10)
Saya, pak Pdt dan pak Siagian malantunkan beberapa lagu sampai pukul 1 dini hari baru istirahat.

Walau mata masih susah diajak bersahabat tetap harus dipaksakan untuk melek, karena belum persiapan musik senam.
Dan pukul 6.30 baru mulai senam durasi selama 1 (satu) jam… heh heh.

 

 

 

Baru kemudian membersihkan diri mandi dan sarapan sebelum kebaktian.

pembinaan2017 (7)
Selesai kebaktian pak Pdt harus segera kembali ke bekasi, karena harus pesiapan dan melayani firman di GKJ.
Terima kasih pak pdt Sains Pieter yang telah memberikan pembinaan dan pelayanan dalam kebaktian.
Biarlah pembinaan yang diterima oleh bid-2 dalam pembinaan ini, memotivasi dalam pelayanan kepada jemaat GKP khususnya lebih baik dan tulus dengan iklas…Sehinggga pelayanan kita berkenan di hadirat Tuhan.

Pada pukul 12 siang kami rombombognan kembali ke bekasi tentu hunting oleh-oleh dulu 🙂 yaitu khas bogor strudel

strudel

pembinaan2017 (14)
Tuhan memberkati.

pembina2017

pembinaan2017 (6)

 

Pembinaan Majelis

photo bersama.jpg

Ini adalah pembinaan yang ke-tiga untuk pembekalan bagi majelis terutama dalam pelayanan.
Dengan 2 sesi pembinaan sesi pertama dengan tema Kode Etik Pelayanan Gereja dan ke dua Kedudukan dan Fungsi Tata Gereja di Gereja Kristen Pasundan. Nara sumber BapakPdt. Ferly David (Sekretaris Umum Sinode GKP di Bandung. Sesi ke satu mulai pukul 11 pagi kemudian break pukul 12 sampai pukul 1 siang. Mulai pukul 1 siang sesi ke dua dan berahir dengan tanya jawab pukul 3 sore. Terima kasih kepada Team Pemerhati yang telah mengadakan pembinaan ini hari Sabtu 16 Sept 2017 dengan kehadiran 39 majelis dari 54 majelis. Dan tak lupa terima kasih kepada pak Pdt Ferdy David yang telah memberikan waktu dan pembinaannya sehingga bekal buat kami majelis GKP Bekasi ini.

photo bersama.jpg

Adapun Materi Kode Etik adalah berikut;

Pendahuluan:
Kode etik yaitu umusan pedoman perilaku yang menunjukkan hal-hal yang mana harus dilakukan dan tidak. Pelayan gereja memang bukan profesi,tapi dituntut dengan standat moral dan etis yang tinggi (Mat 5:48 dan 1Tim 3:7).
Degan adanya kode etik ini memberi pelayanan yang prima agi warganya dan bagi masyarakat sekitarnya.

photo bersama.jpg

  • Memiliki iman yang dewasa.
    Pelayan gereja bukan pemimpi organisasi tapi pemimpin gereja,ktladanan dalam ha rohani dan spirittual sangat dibutuhkan dan ini wibawa kepimpinan seorang pelayan gereja.
  • Memiliki wawasan yang cukup.
    Pelayana di dilakukan memiliki wawasan cukup dengan memahami jemaat tempat ia melayani dan GKP secara umum termasuks berbagai aturan yang ada seperti Tata Gereja dan Berbagai keputusan Sidang Sinode.
    Harus megnerti tentang kehidupan bersama gereja-gereja di aas lokal maupun diaras lebih luas.
  • Memiliki kecapakan dan Kemampuan yang memadai.
    Pelayan gereja perlu memperlengkap diri dengan berbagai keramila yang dibutuhkan.
    Misalnya : pemimpn kebaktian, percakapan penggembalaan, melaksanakan perkunjungan, memanagekegiatan gereja ,mengelola keuangan jemaat dan seterusnya.
  • Mempunyai tanggungjawab dan inetegritas pribadi.
    Pelayan ereja dituntut memperlihatkan tanggng jawab secara sungguh-sungguh seta sikap mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi pada emaat (misalnya, bertanggung jawab ketika sebuah komisi melakukan kesalahan).
    Bertanggung jawab setiap hal yang dikatakan yang bisa dipegangdan dipercaya.
  • Memiliki jiwa  pengabdian dan pelayanan tanpa pamrih. Pelayan gereja melakukan sukarela tanpa imbalan dan pelaayanan tanpa pamrh perlu sealu ditumbuhkembangka.6.Memiliki arakter yang rendah hati.
    Pelayan gereja perlu mewujudkan alam sikap seperti, keinginan untuk terus belajar, kesediaan lebih banyak mendengar, keterbukaan utuk di kritik bahkan kerelaan hati untuk dicaci dan disalahkan.
  • Memiliki sikap moral yang luhur

Pelayan gereja perlu memperlihatkan standar kehidupan dngan standar moral yang tinggi dengan menunjukkan dengan sungguh-sungguh. Ada 7 dosa yang mematikan harus dihindari : Kesombongan (pride), iri hati (invey), kemarahan (anger), ketamakan (gredd), nafsu birahi (lus), rakus (gluttony), kemalasan (sloth).

photo bersama.jpg

Berdasarkan ciri-ciri pelayanan tersebut,maka setiap pelayan gereja perlu memegang dan mengembangkan kode etik pelayan gereja isusun dandikbangkan oleh majelisuntuk diapkai sebagai:

  • Menghormati keputusan bersama sebagai keputusan kolektif.
  • Tidak membocorkan segala proses percakapan dalam rapat.
  • Saling menjaga nama baik sesama pelayan gerejawi.
  • Memgang”rahasia jabatan” terutama dalam hal pastoral.
  • Menggunakan kata-kata yang ramah dan santun, termasuk dalam menyapa/memanggil rekan.
  • Menghindari kata-kata yang bersikap menghina, memojokkan, menghakimi, maupun menyinggung ras/suku bangsa.
  • Memakai pakaian yang sopan dan rapih, terutama ketika bertugas di gereja.
  • Menjalankan pergaulan yang sehat di lingkungan rumah dan tepat pekerjaan.
  • Berupaya menunjukkan komitmen dengan memprioritaskan pelayanan digereja
  • Berupaya tepat waktu dalam kegiatan
  • dll

photo bersama.jpg

Pelayan gereja dituntut sempurna, walau tiak ada yang sempurna, tetapi kita perlu berupaya semaksimal mungkin untuk bisa sempurna. MakaTuhan Yesus akan menghargai kita.
Selamat Melayani.

Untuk materi pembinaan sesi ke dua adalah:
Kedudukan dan fungsi Tata Gereja di GKP

Pendahuluan:
TG dan PPTG adalah merupakan buku pedoman bergereja yang penting dipahami semua anggota jemaat, dan para pemimpinnya.
Pengertian dasar tentang tata gereja.
Setiap bentuk organisasi dimanapun dan kapanpun pasti mempunyai pedoman bagi kehidupan organisasinya, yang berisi aturan bagaimana jalannya organisasi tersebut dalam tulisan maupun lisan yang dirumuskan secara sistimatis.
Gereja sejak semula sudah mempunyai pedoman dan pengatura bagi kehidupan bersekutu, mungkin belum tertulis secara sistimatis. Apa yang tertulis dalam 1 Tim 3:1-13 merupakan bagian dari aturan persektuan mula-mula.
Pedoman dan aturan ini selanjutnya dikembangkan dngan nama TG dan PPTG,dan ketetapan ini mengikat setiap anggotanya.
Mengutip rumusan Pdt.Lazarus Purwanto (ahli dalam bidanghukum gereja) demikian :
“Yang dimaksud dengan tata gereja adalah sebuah kumpuan peraturan ertulis yang ditetapkan secara resmi oleh gereja dan bersifatmengikat, untuk menata diri agar gereja itu dalam keberadaannya yan menyeluruh dapat menampakkan kehidupan yang utuh dan dinamis, serta dapat melaksanakan tugas-tugas panggilannya di dunia secara berhasil guna (efekti) dan berdaya guna(efisien).”
Tata gereja dibuat agar gereja dapatmelaksanaka tugas dan panggilannya secara lebih baik (berhasil guna dan berdaya guna).
Dengan demikian dalam kehidupan bergeraja tidak perlu ada “hakim”, pengadilan” dan “polisi” yang bertugas menegakkan keadilan atau ketertiban. Ketertiban semata-mata agar gereja dapat menjalankan tugas panggilannya.
Tata gereja memang penting tapi bukan segala-galanya bagi gereja, harus ditempatkan secara proporsional yang terus menerus menjawab tantangan jaman. Seperti semboyan “ecclesia semper reformande” (gereja selalu diperbaharui). Hal ini sesuai dengan perkataan Paulus di Roma 12:2a “janganlah kamu serupa seperti dunia ini, tetapi berubahlah oleh pebaharuan bedimu:

Fungsi TG.
Tata gereja sebagai kompas yang menolong gereja dalam menjalani kehidupannya.
Sedapat mungkin kita ikuti dan patuhi, karena kesepakan bersama, tetapi dalam hal tertentu “mengharuskan” kita untuk “melangar” maka kita tetap menjalankan tugas kita sebagai gereja.
Adadua kecenderungan yang harus kita hindari,pertama mensakralkan tata gereja yang akan bersifat legalistik seperti para ahli torat dan sebaliknya meremehkan dan mengesampingkan tata gereja seingga anarkis, masa bodoh dengan segala aturan dan ketentuan yang sesungguhnya sdah jadi kesepakatan.

Beberapa prinsip TG GKP

  • Sistem presbyterial sinodal (presbyter atau pelayan gereja yang yang “berjalan” bersama): jemaat merupakan basis dan sinode sebagai gerak kebersamaan.
  • Berkaitan dengan sistem prebyterial sinodal perlu memahamivtata hubungan yang setara dan dinamis antar berbagai aras.
  • Perlunya memahami hirarki peraturan.
  • Perlunya memahami tradisi dan ajaran gereja reformasi, khususnya tradisi dan ajaran gereja Calvinis yang beberapa hal berbeda dengan pemahaman gereja Lutheran. Misalnya soal kedudukan Pendeta dan Majelis jemaat, soal perjamuan kudus soal baptisan, soal perkawinan dsb
  • Perlunya memahami model kepemimpinan gerejawi yang dikembangkan oleh GKP yang model kepemimpinan bersifat melayani (pelayan-pemimpin), kolektif (tidak berjenjang/bertingkat) kolegial (kerekanan yang saling mendukung).
  • Perlunya memahami prinsip kebaktian sebagai sarana perjumpaan dengan Tuhan dan sesama.Peranan Jemaat dalam kebaktin merupakan yang utama.
  • Perlunya menghayati sakramen sebagai bentuk pelayanan gereja, sehingga sakramen bukan sekedar “tawaran” bagi siapa yang mau atau perlu, tapi ajakan agar jemaat mengikuti dan mengambil bagian.
  • Prinsip perkawinan yan legalitasnya pada negara, pelayaan pemberkatan nikan hanya dilakukan berdasarkan perkawinan yang dilakukan di kantor catatan sipil.
  • Prinsip pengembalaan khusus sebagai upaya menjaga, memelihara dan membangun jemaat.
  • Prinsip rapat sebagai sarana megnambil keputusan yang perlu dihayati sebagai doa bersama dalam mencari kehendak Tuhan.

Penutup:
Memahamai TG perlu waktu, jadi diperlukan upaya terus menerus untuk mempelajari dan memahamiya, bukan pemimpin saja tetapi seluruh anggota jemaat.
Dengan demikian TG tiak menjadi “torat” baru, tetapi juga tidak diabaikan dan dilupakan.
Tuhan memberkati pelayanan kita.

Perantau dari Sumatera yang ingin mengubah hidup

IMG-20161217-WA0010

Inanguda ku ini adalah termuda dari keluarga mama ku, ternyata kehidupannya tidak seperti yang saya saksikan pertama kali bertemu beliau di tahun 1977, karena saat itu saya sempat iri, eunak juga hidupnya inaguda ku ini , mana mash muda lagi!

berikut uraian beliau sebagai renungan bahwa semua bisa terjadi jika kita mempunyai keinginan dan Tuhan telah mengatur jalannya setiap kehidupan manusia. tinggal bagaimana manusia untuk menjalaninya.
Teirma kasih inanguda telah membuat coretan ini, semoga bermanfaat bagi kita semua yang membaca terutama anak-cucunya.

IMG-20160908-WA0014

My day my experience titik balik dari semua kenangan yang membutuhkan kesabaran dan kematangan bertindak endingnya semua pasti berlalu hari ini kadang2 timbul pemikiran yang mengundang emosi …..bla bla ….ach kalau saja bukan aku yang sudah umur senja ini pastilah brontak itu pasti akan tetapi ku sangat sadar itu tiada berarti karena perjalanan hidup ini tentu se izin Tuhan klo Tuhan berkehendak semua bisa terjadi tiada yang mustahil bagi Tuhan dan klo kita yakin perjalanan hidup ini adalah ibarat singgah disuatu tempat ketika kita dalam perjalanan so tidak semuanya indah ……bila direnungi dari a sampai z mereka2 yang tidak sempat menikmati ….betapa wajib disyukuri betapa Tuhan maha baik masih banyak hal2 positip yang indah yang membingkai kehidupan ini yah tiada yang mustahil bagi Tuhan ……ampunilah dosaku Tuhan yang kurang bersyukur atas berkat Mu yang melimpah

 

Apalah saya ….anak kecil yang lahir di pulau sumatera sana dan dibesarkan di ibukota yang notabene sudah yatim piatu …..masa kanak2 tak begitu indah pergi kesekolah berjalan kaki menelusuri rel setiap hari pulang pergi ….sekolah di tempat elit yang sebaya2 ku anak2 orang terpandang dan punya materi yang lebih dari cukup …akan tetapi tidak mematahkan semangatku untuk giat belajar walau tanpa buku tanpa meja belajar konon lagi harus mengurus pekerjaan rumah tangga masak mencuci dlsb nya karena dimana aku tinggal kakak dan iparku bekerja dua2nya akan tetapi tidaklah mencukupi karena saat itu kita memang jauh dari kemewahan walaupun tinggal disebuah gang di selatan Jakarta yang lingkungannya sangat akrap peduli satu sama lain ….selesai esema aku tidak melanjut lagi kupilih untuk bekerja di pabrik walau upah ku hanya cukup untuk makan 10 hari saja….aku lelah berjuang kesekolah 6 tahun lamanya hanya berjalan kaki pulang pergi tiba di sekolah tenagaku sudah ambruk konsen untuk belajar tidak lagi semaximal mungkin.
Masa2 bekerja sangat indah setiap sabtu dan minggu aku lembur demi uang dan ketika uang itu kuterima teman2ku mengajakku untuk menikmati makanan atau sekedar beli pakaian .itu sangat menyenangkan pada zamannya.Aku memang punya nilai plus pandai bertuturkata dan modal ramah dengan atasan membuat managerku sangat peduli padaku aku dapat jabatan yang cukup menggiurkan payroll istilahnya yakni membagikan upah buruh dimana aku bekerja .Betapa tidak karena hari2ku hanya untuk bekerja dan bekerja.Singkat cerita sampai 5 tahun masa kerja aku tidak punya apa2 easy come easy going. Padahal teman2 ku sesama acounting bisa beli rumah atau lainnya.Karena politik ekonomi pabrik dimana tempat aku bekerja gulung tikar dan jadilah aku pengangguran.Yah cukup lama kerjaku hanya main dengan teman2 lamaku pikiranku jauh dari dewasa bahkan masa depanku tak pernah terbetik mau bagaimana besok.
Setelah nganggur tak jelas kakakku mengirim aku ke eropah jauh kalipun, tapi dengan bermodalkan nekad kuturuti saja .hitung2 jalan2 pikirku …. disana aku jadi apa? Mau kerja bahasapun aku blepotan. Jadilah aku menikmati kota2. Apa itu kota2. Jalan2lah dari kota a ke kota b sungguh senang. Ketika uang saku ku habis buru2 aku ngacir ke ibu kota pulkamlah dan tak lama nganggur aku mulai bekerja di expedisi. Rekan2 ku mata2 sipit alias cina.Mereka sangat baik aku di ajarkan bagaimana caranya betinvestasi. Itulah titik balik dimana aku mulai mengerti hidup yah dewasalah.Rupiah demi rupiah kukumpulkan karena menurut ku tidak selamanya hujan tidak selamanya juga panas. Dengan teman yang handal menghitung akupun mulai menikmati dunia luar. Singapore, Hongkong semua kujalani bahkan seluruh kota di pulau Jawa telah kusambangi. Hidup memang anugrah hari2 ku penuh dengan tawa, kata orang istilahnya bosan miskin. Akupun dapat membeli kendaraan roda empat dan jadilah aku petualang jarang dirumah. Setiap tanggal merah dikalender sudah menjadi full acara bagiku dan sahabat-2 ku.
Lagi enak-2nya kerja dengan posisi yang baik dan menjanjikan keluar peraturan pemerintah yang tidak memihak. Semua pegawai di phk jadilah kita pengangguran tingkat tinggi. Untung keberuntungan masih memihak aku kembali kerja di developer. Lumayan menyenangkan dengan situasi yang baru bidang yang baru yah kerja lapangan walau latar belakang pendidikanku bukan tehnik. Nasip membawa aku harus memilih ketika mantan pacarku melamarku.

I Ato Purba 20170620_103058

Jadilah aku ibu rumah tangga dengan anak semata wayangku yang aku cintai. Liku2 pernikahan bukannya mulus tuntutan ekonomi mengajariku harus wiraswasta. Mulai dari modal dengkul jual jasa, dagang makanan sampai menjadi ibu kost kujalanin sampai akhirnya kupilih untuk berhenti total mengurus rumah tangga saja.
Kesibukanku hanya menghadiri pesta, arisan dan urusan keluarga saja. Banyak suka dukanya nenyibukkan diri dirumah mulai dari renovasi rumah sedikit demi sedikit supaya layak huni sampai memutar otak untuk mengatur keuangan supaya balance setiap bulannya. Kadang2 tak jarang harus gali lobang tutup lobang. Yah itulah hidup yang harus di syukurin. Dan endingnya menikahkan anakku dengan br Sagala dan kini suasana rumah telah berubah tambah penghuni, mantu ku isteri anakku. Tinggal banyak berdoa untuk kebahagiaan anak. Karena tugasku sudah berkurang, dan kalau Tuhan berkehendak semoga cepat menimang cucu. Amin…

Ah….h Kakak ku yang dulu membantu dan membimbing aku sehingga bisa aku mandiri dan seperti ini (aku tidak pungkiri dan sangat berterima kasih atas jasa beliau terutama pada diriku), ……….tiba2 muncul diantar satpam, oh , kenapa masih jalan2 kagak takut hilang alias nyasar ach ku tahan emosiku, Dia sudah lelah pada umur yang hampir 77 tahun masih tegar phisik walau pikirannya dah error (istilah sekarang pikun).

Kubuatkan kopi, kusuguhkan dengan biskuit yang ada dimeja, kelihatan dia agak tenang, walau baru nyampe mau pamit pulang? ngapain datang klo cuman setor muka?, alih-alih, lama-lama, dia cerita tadi habis cekcok sama anak yang sulungnya, trus mau nginap …..aku iakan saja ….

Terbayang masa2 muda dulu dia pertaruhkan segalanya untuk orang lain tanpa memikirkan dirinya

……Aku mengikuti lika liku hidupnya yang penuh dengan kegetiran dan emosi yang tak terkendali temperamental (setiap hari tiada hari tanpa marah), saat itu aku masih esempe kami tinggal dengan kakak2 ku yang lain kelihatannya sih baik2 saja sampai pada satu saat dia saya dengar cekcok dengan ipar ku dan putusannya berpisah.

Hanya hitungan bulan kakakku sudah menikah lagi dengan ipar baruku mereka dikaruniai 3 anak ( 2 perempuan dan 1 laki2 ). Sebelumnhya mereka tidak punya keturunan.

Dalam Perjalanan kehidupan sampai pada  anak ke 3 berumur balita kejadian serupa terulang lagi mereka ribut dan diakhiri dengan perpisahan.

Dalam hitungan bulan kakak ku sudah menikah lagi dan dikaruniai 2 anak (1 laki-laki dan  1  perempuan). Beruntung aku saat itu sudah bekerja tapi dengan setia kuikuti perjalanan hidupnya. kalau dilihat bukan masalah materi dalam hal segala-galanya karena rumah tangga mereka kembali tak pernah aman,  keributan sehari-hari selalu hadir tidak apa penmicunya.

Aku memang termasuk manusia yang cuek tak pernah mau terlibat didalamnya ketika cekcok itu terjadi, kadang membuat aku parno (apakah pernikahan itu seperti itu atau apakah gayanya memang berbeda beda), tapi kok bertahan sampai sekian tahun? Sampai pada satu waktu perpisahan mereka pun tak terhindarkan yach mereka berpisah lagi!.

Untungnya ketika mereka berpisah aku sudah membina rumah tangga jadi aku bisa menyelami (barangkali itu takdirnya). Pada akhir hidupnya dia sepertinya tidak begitu beruntung karena ketika anak bungsunya menikah semua hartanya dihibahkan pada anak-nya. Jadilah dia tidak punya apa2. Sampai2 semua sanak saudara berpendapat hal itu keliru karena dia masih punya kehidupan, tapi kenapa? Akan tetapi dia cuek2 saja tak perduli .😂😂😂
Dia tinggal dengan anak sulungnya dan anak-anaknya yang lain tidak pernah perduli dengan kondisinya. Salahkah dia ?, memang dia sudah penat, terlalu banyak pederitaan yang dia hadapi (3-kali berumah tangga 3-kali gagal dan punya anak pun tidak mencintai dia seperti apa layaknya). Anak2 nya hanya berpikir itu derita dia.

Hm….m ironis memang betapa dia melakukan semua untuk kebahagiaan tapi anaknya tidak pernah dapat meng-hargai perjuangannya. Anaknya hanya berpikir sepanjang galah senentara dia berfikir sepanjang jalan.

Memang tidak ada yang sempurna perjalanan hidup ini gambleeng, akan tetapi kalau kita jujur mana kala disuruh memilih pastilah dia memilih berumah tangga yang baik2 saja. Tentu dia pun tidak menghendaki kawin cerai. Tapi perjalanan hidupnya seperti itu dia harus menerima. Kalau saya bisa menilai dia cuman kurang sabar saja. Terlalu ambisi untuk hidup senang padahal semua itu perlu proses. Maka dari itu pada masa tuanya saat ini kulihat tidak ada beban. Dia sanggup kerumah sanak famili tanpa berfikir entar gue nyasar atau apalah.

Kulihat raut mukanya makin pudar auranya sudah tidak seperti orang tua layaknya. Perlukah dia dikasihani? Sepertinya tidak setiap perjalanan hidup manusia atas kehendakNya …..semoga endingnya baik itu doaku. Amin

Aku dan kakak ku Ida Rake duduk ditaman bernostalgia membicarakan masa2 lalu yah sekedar kill the time sebelum sebelum anaksulungnya  datang menjemput dia semalamnan nginap di rumah ….yach kami sekarang tinggal bertiga dari sepuluh bersaudara lainnya sudah bersama Tuhan . Hidup seperti baru kemarin saja tak terasa kami sudah 52 tahun bersama ….banyak kenangan indah suka maupun duka bersama di ibukota kami lalui entah berapa jaman presidennya aja dah yang ke 7. Kakakku ini memang baik sangat baik aku baru merasa sekarang kami saling sayang walau sudah sepuh. Dunia indah itu sudah berlalu kami sudah top tua ompong dan kadang2 lupa alias pikun ….Kakakku yang satu tinggal dibekasi jarang ketemu tapi klo ada even kami selalu kumpul sekedar pelepas rindu, itulah artinya saudara ada koridornya karena keluarga sudah beda masing2 dengan segala permasaalahannya.Tapi kami tak pernah ribut tak pernah menyimpan dendam yang muda mengalah walau yang tua otoriter. Yang muda mengalah walau yang tua tidak memberi karena persaudaraan itu tidak diukur dengan materi. So harapanku Biarlah Tuhan berkenan atas segalanya kami berserah walau hati berkehendak.

Semoga beliau sehat selalu panjang umur, sehingga bisa menyaksikan dan menimang cucu seperti yang diharapkan.

Tuhan memberkati kita semua.

RIP Tulang Samen Purba (7)

Tambahan coretan…n

 

Filosofi halak batak

Hutatap hutailihon ….ini barangkali filosopi kehidupan yang wajib kita renungi betapa tidak bak gemercik air setitik demi setitik klo kita berada disana pasti basah atau dengan perkataan lain bila kita berdiri di tengah keramaian pasti memandang sekitar mencari arah tujuan ….itulah hidup harus dilalui seperti air mengalir ….siapa yang tidak mendambakan kebahagiaan akan tetapi kebahagiaan itu adalah anugrah karena apapun itu semua bila Tuhan berkehendak pasti terjadi untuk itu setiap rencana dan pekerjaan kita kiranya Tuhan campurtangan agar hasilnya sesuai dengan kehendakNya saja …jangan pernah berfikir kita kuat kita mampu atau kita dapat membayar apapun itu ……karena semua nya adalah milik Nya dan atas doa dan permohonan kita dapat menikmati untuk memuji memuliakan Nya amin

 

Kita jadi orang Indobesia adalah karena Tuhan berkehendak begitu juga kita jadi suku Batak karena kehendak Nya dan kita lahir dari orang tua kita karena Tuhan ..tidak ada dalilnya manusia memohon jadi orang si leban atau tinggal di kutup Utara sekalipun…..itu perkara yang 1 dan yang ke 2 …setiap manusia hidup di dunia ini hanya sementara tidak ada jaminan kita besok masih bernafas atau tidak atau beberapa waktu kedepan kita hanya berharap semoga kita diberi nafas kehidupan esok oleh Tuhan…..dan yang ke 3 …setiap manusia berharap ketika esok telah tiba waktunya Tuhan menempatkan kita disisi Nya untuk itu kita berbuat baik berperilaku baik dan menjauhkan segala dosa serta melakukan setiap kehendak Tuhan sesuai dengan kepercayaan masing2…….so apa yang kau pikirkan ……berhentilah berfikir negatif mulailah berfikir jernih karena hidup ini sangat singkat

——————————————————————

Andorang so merdeka, hita *halak* *batak* nunga mengamalhon *PANCASILA*.
Hata ni *UMPAMA-UMPAMA* na mandokhon:

1. Sirungguk ma si bulung rata, ia di si hita
marpungu di si do Amanta na martua Debata *(sila 1).*
2. Pat ni gaja ma tu pat ni hora, sude do hita anak
ni raja dohot pahompu ni namora. *(sila 2).*
3. Rampak na do tajomna,
rim ni tahi do gogona.
*(sila 3).*
4. Aek godang tu aek laut,
dos ni roha/ tahi do sibahen na saut. *(sila 4)*
5. Sinapnap uruk-uruk, silanlan aek toba,
dakdanak ndang marungut-ungut, na
magodang nang na-tua2, sude marlas ni roha.
*(sila 5).*

 

 

Nafiri GKP Bekasi

resitalTerima kasih kepada GKP Bekasi yang telah membuat wadah untuk anak-anak jemaat GKP Bekasi khususnya untuk bisa belajar dalam memainkan alat music seperti piano, keyboard, bas, drum dan olah vocal dengan nama “Nafiri”.
Dengan adanya wadah ini sehingga anak-anak jemaat bisa ambil bagian untuk belajar dan mengambil ilmu dari gurunya yaitu Mba Bella, pak Pdt Ari Siagian, Pak Eko, Pak Pale dan pak Anton yang begitu semangat mengajar anak didik, karena ini adalah salah satu bentuk pelayanan mereka di ladang Tuhan khususnya di GKP Bekasi.
Dan tak lupa juga kepada bapak Poltak selaku Majelis bagian PHRG sebelumnya dan mengakomodasikan wacana ini sehingga terlaksana dan kepada komisi PHRG yang telah ambil bagian.
Pada hari Senin 01 May 2017 kebetulan May day, adalah libur bersama sehingga bisa diadakan acara Resital musik I di Gereja GKP Bekasi.
Dengan diajarkannya bermain alat musik sejak dini semoga membentuk karakter melayani terutama diladang Tuhan dan khususnya di GKP Bekasi.
Berita baiknya adalah Kursus musik Nafiri ini telah di akui/didukung oleh Sinode GKP bahkan diundang untuk bisa mengisi pada saat sidang sinode bulan July yang akan datang.
Dengan didukung oleh Sinode maka, legalitasnya ada dan diakui sehingga bisa mengeluarkan sertifikaste dan GKP bekasi sebagai pusat pendidikan/kursus alat music dan nantinya akan bisa menjadi pengajar music di GKP di tembapt lain dari anak didik ini seperti cirebon, bandung, jakarta, bogor,….
Wah kakak pengajarnya pasti bangga dong ,karena anak didiknya berhasil dan bisa menularkan ilmunya kepada orang lain, terutama dalam pelayanan di ladang Tuhan.
Karena kewajiban kita adalah untuk memuji dan memulyakan Tuhan baik melalui alat music atau melalui vocal yang kita miliki.FB_IMG_14936861287867971
Seperti pada raja Daud ketika kembali dari peperangan melawan plistin dengan kemenangan, lalu keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota menyongosong…dan menari-nari dengan memukul rebana dengan bersukaria dan dengan membunyikan gemerincing dan bernyanyi berbalas-balasan… (1 Sam 18:6-7)
Tuhan juga kita puji dengan perakuan yang yang sama bahkan lebih baik lagi dari pada perempuan israel saat menyanyi untuk Daud dan Saul, karena kita telah menerima keselamatan dari Tuhan melalui penebusanNya di kayu salib.
Mari adik-adik seperti kata pak Pdt Ari Siagian, harus dilanjut dengan mengasah agar lebih maju dan jangan berhenti untuk selalui belajar dan belajar.
20 peserta yang akan ditampilkan sebelumnya peserta beserta orangtua dan undangan bernyanyi bersama, dan kemudian peserta dibagi menjadi 3 sesi dalam menunjukkan/mementaskan hasil belajarnya dengan kaka-kakak pengajar di Kursu Nafiri..

Pak Siagian
Pak Siagian 
Pak Ari Kusuma
Pak Ari Kusuma
Pak Pdts
Pak Pdts

Sebelumnya sambutan dari Bapak Poltak dari  Majelis dan Pak Ari Kusuma mewakili  KPS dan selanjutnya dari gembala GKP Bekasi bapak Pdt Yoga dan Pdt Sains dan ikut ambil bagian dalam memberikan semangat kepada anak didik mengisi pujian sambil memainkan alat musik gitar, bas dan keyboard.FB_IMG_14936861325429376
Sehingga salah satu motivasi kepada anak didik agar bisa lebih giat dalam belajar.
Biarlah apa yang dipersembahkan oleh Nafiri menjadi berkat bagi jemaat GKP Bekasi khsusnya.
Tuhan memberkati.

 

Kotbah

Terima kasih Tuhan, saya telah bisa bekerja diladangMu.
Setelah selesai dengan peneguhan menjadi Majelis Jemaat GKP Bekasi, sebagai bekal untuk melayani di Jemaat karena gembala cuman 2 (dua) orang yaitu bapak Pdt Yoga dan Bapak Pdt. Saint.

Pdt Yoga selaku gembala GKP bekasi memberikan materi menafsir Alkitab.
Kotbah adalah sesuatu yang harus dirasakan, dicerna, dipelajari, dan dihayati,melalui refleksi, sikap mendengarkan, berdoa, penilaian ulang, serta usaha. (John Klillinger, Fundamentals of Preachin)

IMG-20170424-WA0003
diselingi tanya jawab dalam pembinaan

Maka diadakahlah pembinaan untuk Majelis dalam rangka membuat dan bagaimana berkotbah pada hari Senin 24 Aril 2017 kebetulan tanggalan merah. karena terbatasnya waktu jika diadakan di hari Sabtu atau Minggu.
Bahkan sebelumnya diusulkan untuk dilakukan setelah selesai sermon, sementara sermon itu sendiri waktunya tidak cukup membahas yang ada pada saat itu.

 

MUlai dengan pukul 9.00 pagi hari dengan kira-kira 35 orang dari 52 Majelis, dan rehat mulai pukul 12.30.
Dari mulai pukul 1 siang dilanjut lagi dengan prakter kotbah sampai jam 3 sore. Memang cukup menguras tenaga dan waktu, karena peserta bersemangat maka tidak terasa capek.

IMG-20170424-WA0004

peserta

Praktek kotbah di depan peserta pembinaan.
Dari materi yang diberikan oleh Pdt Yoga, bawah Berkotbah itu harus dengan BBG (Berdoa, Baca dan Gali)
Hal ini sangat penting agar bisa diketahui apa yang dibaca dengan cara menggali tadi, dan jika perlu ditambahkan dengan TTS (Tandai, Temukan pengertiannya dan di Serap) sehingga ketemu arti sebenarnya.
Kemudian baru RSJ (diRumuskan, Saring kemudian diJelaskan).

pdt Yoga
Pdt Yoga W Pratama

Dalam pembuatan kotbah, minimal harus ada pembukaan, isi dan penutup, hal ini sangat penting sehingga bisa terkontrol tidak menyimpang dari kotbah yang akan disampaikan.
Menurut Bapak Pdt Yoga dalam pembuatan Kotbah maka harus lah BBG, menentukan tema, membuat minimal 3 pokok besar dan 3 pokok kecil tiap pokok besar dan penutup baru menentukan pembukaan.
Pebukaan diadakan terakhir, agar bisa diambil pembukaan yang sesuai dengan isi kotbah.
Dan disampaikan juga bahwa dalam kotbah, lebih baik diselipkan dengan ilustrasi, agar mempermudah audiance untuk bisa menangkap dan merasapi apa yang kita sampaikan.

Puji Tuhan kebetulan saya bekerja di bagian production Planning dan control Inventory, sehingga saya harus presentasi di depan management minimal 2 kali sebulan.
Pada saat presentasi ini akan ada tanya jawab, yang harus dijawab selaku penanggung jawab presentasi dan tentu harus tahu jawabannya.

Dan dengan latar belakang ini, sehingga satu kredit pooint saya punya yaitu demam pangung sudah tidak ada lagi 🙂
Dengan demikian saya ambil kesetaraannya dalam melakukan kotbah, harus kita mengetahui secara detail apa yang akan kita sampaikan dan tidak menyimpang dari tema yang telah kita buat/tentukan.

Walaupun pada intinya bahwa kita selaku umatNya adalah mempunyai talenta masing-masing, ada mengajar, nasihat dan lain sebagainya.

Dengan ini saya minta penguatan agar kiranya Tuhan memberi hikmat dan pengetahuan agar bisa melayani terutama di jematNya GKP Bekasi dalam masa pelayan tahun 2017 sampai tahun 2021.

Semoga coretanku ini bisa bermanfaat bagi yang membaca. Tuhan memberkati.