Natal Wilayah 1 GKP Bekasi

Akhirnya, setelah persiapan yang begitu panjang dan pengharapan yang tipis, terlaksana juga perayaan natal wilayah 1 GKP  Bekasi yang diadakan di rumah bapak Soelarso di jalan banteng Kranji Bekasi.
Harapan tipis karena, awalnya panitian tidak begitu antusias dengan program ini, mengingat progrom sebelumnya untuk keluar saja tidak banyak peserta.
Sehingga menimbang kondisi ini, apakah dengan acara di tempat ini akan menundang minat keluar wilayah 1?
Puji syukur kepada Tuhan, terlaksana juga  acara ini dengan undangan yang hadir mengisi pujian dari PS KPP (Komisi Pelayanan Perempuan), PS Jemaat dan PS PHRG (Panitia Hari Raya Gerejawi).
Satu kebanggaan adalah, program PHRG untuk mengadakan natal di masing2 wilayah pada tahun 2015, baru terlaksana di wilayah 9 dan 1 dri 12 wilayah 1.
Ini adalah salah satu motivasi dan pemberi semangat kepada wilayah 1, sehingga terasa terbayar semua apa yang telah di korbankan.
Saya selaku ketua panitia, mengucapkan terima kasih kepada rekan panitya yang telah berlelah dan berkorban baik waktu, pikiran, tenaga dan materi untuk terlaksananya acara ini.
Tema “Hidup bersama sebagai keluarga Allah” dan sub tema “Menjadi keluarga yang saling mengasihi dan tolong menolong dalam persekutuan”, sehingga tonggak awal agar kekeluarga di wilayah 1 khususnya bisa terjalin dengan saling menolong dalam persekutuan.
Urutan acara dari persiapan, responsoria, dengan liturgi mulai dari awal segala sesuatu (dibawakan oleh anak-anak), penciptaan manusia (oleh remaja), jatuhnya kedalam dosa  dan kehancuran(oleh ibu-ibu muda) , adanya janji keselamatan, kedatangan Juru Selamat (kaum bapak-bapak), dan pemberitaan kelahiran Yesus Kristus (oleh oma opa),
diselingin dengan pujian dari PS KPP, PS Jemaat PS dan PHRG, PS anak-anak wilayah 1 serta Jemaat Wilayah 1.
Pujian anak-anak wilayh 1 1000 lilin

Penyalaan lilin

liturgi 1 “awal segala sesuatu”

liturgi 2 “penciptaan manusia”

liturgi3 “jatuh manusia ke dalam dosa”

Liturg4 ” Janji Keselamatan”

Liturgi5 “Kedatangan Juru Selamat”

Liturgi 6 ” Pemberitaan kelahiran Yesus Kristus”

Pemain Musik

PS Jemaat

PS KPP

PS PHRG

Acara mengalir dengan baik sampai pemberkatan dan kemudian ramah tamah diselingi dengan pembagian hadiah untuk anak-anak dan tamu undangan melalui door prize yang ada nomornya di tapak kertas lilin.
Dengan berjalannya cara ini dengan baik, tidak terasa jeripayah yang telah dilaksanakan…
Semoga ini awal untuk menjalin persekutuan lebih baik di wilayah 1 khsusunya.
Tuhan memberkati.
Advertisements

Berdiakonia

Puji Syukur akhirnya bisa juga rapat di puncak dalam rangka persiapan bulan diakonia tahun 2016 ditambah dengan pembekalan berdiakonia yang disampaikan oleh Pdt Yoga W Pratama dengan judul
“Panggilan keadian dan kemurahan hati”
Diakonia secara harfiah adalah memberi pertolongan atau pelayanan.
Kata ini berasal dari Yunani yang berarti pelayanan, diakonen (melayani) dan dakonos (pelayan).
Dalam konteks Yunani-romawi, melayanai sebagai pekerjaan yang rendah yang tidak mau dilakukan, sedang dalam PB diartikan dengan “melayani meja”. Focus dari PL melayani adalah dari segi status misalnya janda, yatim piatu, sedang dalam konteks PB adalah pada kondisi sebenarnya, yang artinya bahwa status janda belum tentu membutuhkan pelayanan karena ia mampu.
Dari dasar alkitabiah bahwa diakonia itu adalah pelayan bagi mereka yang lemah, sengsara dan korban dari ketidak adilan.
Pada gereja Perdana bahwa pemeliharaan orang miskin adalah sangat dihargai karena mempunyai prinsip “apa yang aku terima adalah hak bagi orang lain juga”, sementara dalam Yunani-Romawi tidak mengenal dengan pemeliharaan orang miskin, karena mereka hanya cukup melakukan kewajiban yang diembankan/diberikan mis. Prajurit berperang.
Pada abad ke-3 Kaisar Konstatinus Agung sejak menjadi orng Kristen maka gereja sebagai gereja negara sehingga Kristen pada saat itu menjadi diperhatikan dan bertumbuh sejalan dengan aktivitas negara.
Yohannes Calvin, salah satu tokoh reformator berpegangn pada Roma 12:8 “Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang iklas, siapa yang memberi pimpinan hendaklah ia melakukannya dengan rajim siapa yang menunjukkan kemurahan hendaklah ia melakukannya dengan sukacita“.
Pada abad ke 20, diakonia telah turun menjadi lembaga sedekah, dan pelayanan diakonal mulai bersaing dengan lembaga asuransi dan pelayanan publik yang dirancang dan dilakukan oleh pemerintah.
Dari segi Teologi Alkitabiah dan sketsa sejarah diakonia, bahwa saling mempedulikan adalah ciri khas Jemaat Kristen. Spirit dari diakonia adalah panggilan untuk menyatakan keadilan dan kemurahan hati seperti Allah telah melakukan bagi kita.
Adapun rintangan untuk berdiakonia adalah :
  •          Defaitisme, rasa menyerah karena besarnya penderitaan. 
  •   Penekanan berlebihan pada jabatan gerejawi khusus, hanya dipikul oleh orang-orang yang diteguhkan.
  •       Individualisme zaman, memgang prinsip “apa yang kuterima, sebesar-besarnya dimanfaatkan untuk diri sendiri”
  •           Perhatian untuk orang yang mengalami penderitaan terasa sebagai ancaman.
  •           Prasangka terhadsap orang asing, pencari suaka, pelaku kriminal dan orang yang terstigmatisasi buruk dalam masyarakat.
  •  

Paradigma Diakonia yang benar adalah

  •       Kegiatan utama gereja yang menunjukkan jatidiri gereja yang sejajar dengan koionia (bersekutu) dan marturia (bersaksi).
  •           Bukanlah berwacana tapi bertindak nyata.
  •           Harus menumbuka kesadaran dan kesiapan untuk terlibat dalam diakonia.
  •           Bukan membuat orang tergantung pada diakonia tapi memandirikan dengan transformative yang menguatkan dan mengubah kehidupan agar gilirannya juga bisa menguatkan dan mengubahkan orang lain.

Bidang pelayanan diakonia :
  •    Orang muda yang mengalami krisis, karena pendidikan, pengangguran dan sarat akan permasalahan.
  •           Berkebutuhan khusus baik cacat fisik maupun keterbelakangan mental.
  •           Lansia yang memunyai keterbatasan dalam gerak atau hidup.
  •           Orang sakit dalam perkunjungan secara berkesinambungan.
  •           Bantuan pendidikan yang berprestasi dan memang membutuhkan karena kekurangan.
  •           Bagi orang yang tinggal sendiri atau yang tidak lengkap yakni janda, duda, yatim piatu.
  •           Mendampingi keluarga dalam memelihara iman, keharmonisan dan penguatan berbagai aspek kehidupan.
  •           Kaum marginal dan korban bencana alam.

Demikianlah sedikit tulisan tentang Diakonia untuk memotivasi menjadi sebuah panggilan dan kemurahan hati.
Jika kita tidak bisa membuat hal yang besar, kerjakanlah hal-hal yang kecil tetapi dengan cinta yang besar” (Ibu Theresa)
Disadur dari dari pembekalan Diakonia dari Pdt. Yoga W Pratama (Pdt GKP Bekasi) bersumber pada Dr. A. Noordegraaf, Orientasi Diakonia Gereja (terj) (BPK Gunung Mulia, 2004)

 

Rapat persiapan bulan Diakonia tahu 2016

Tidak terasa sudah akhir tahun 2015, sepertinya baru saja kemarin rapat untuk persiapan bulan diakonia tahun ini.
Dengan perencanaan seadanya dan kebetulan ada waktu libur nasional untuk pilkada, maka sepakat lah untuk mengadakan rapat kembali untuk membahas persiapan bulan diakonia tahun 2016.Walau sebenarnya niat ini sudah dibuat dari pertengahan tahun ini, tapi karena kesibukan setiap peserta terutama gembala gereja, maka ditunda mulai dari bulan Agustus.Bahkan sudah keluar statement, bahwa weekend untuk bulan November dan Desember tidak bisa untuk mengadakan rapat.

Puji Tuhan ada kesempatan yang di berikan untuk terlaksananya acara ini dengan adanya libur nasional untuk PILKADA yaitu 9 DEcember 2015.
Memang acara yang sebelumnya kita lakukan adalah untuk kebaktian bersama lansia dan panti asuhan, paduan suara, donor darah, kesehatan gratis untuk lingkungan gereja sekitarnya.

Saya sangat bersyukur, karena team diakonia begitu antusias dan tulus melayani, tidak memikirkan seberapa besar pengorbanan mereka, dari segi waktu, materi dan pikiran. Tuhanlah  yang memberikan terbaik bagi bapak/ibu yang telah melayani dengan tulus dan iklas dalam pelayanan ini.

Semoga apa yang akan dirapatkan bisa berjalan dengan baik, karena Rabu besok juga ada penutupan KRT di gereja, sehingga gembala gereja bisa pulang lebih awal dalam persiapan.

Tuhan memberkati.