Kenangan terhadap Tulang Samen Purba SH (alm)

Sebelumnya mohon maaf kepada lae Roy, ito Eklesia danlae  Hendry.

4d9d5bfb-3d77-459c-9219-6194aa54f510

RIP Tulang Samen Purba (2)

Tidak disangka memang kadang kita tidak memahami kehendak Tuhan yang telah menentukan segala arah dan jalan hidup kita manusia. Kadang kita meminta agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, toh kita sudah berbuat baik, tapi masih datang juga, sehingga kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil. Padahal Tuhan telah menyatakan bahwa “rancanganKu bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalanKu”, artinya memang rancangan kita tidak akan sama dengan rancangan Tuhan, tapi rancangan Tuhan adalah yang terbaik bagi kita..Tuhan Yesus sebelum naik kesorga “damai sejahtera yang kutinggalkan bagimu.. dan apa yang kuberikan bukan seperti yang yang diberikan oleh dunia”..Artinya apa yang kita terima itu adalah damai sejahtera yang telah diberikan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

 

IMG_20160728_214647 (Small)Saya selalu berdoa dan memohon agar diberikan yang terbaik kepada beliau agar tidak jatuh dalam dosa dan kepada nattulang yang setia merawat beliau agar diberi kekuatan dan ketulusan dalam mendapingi beliau. Karena kalau kita lihat di ayub bahkan istrinya sendiri meminta  ayub meninggalkan Tuhannya, karena penderitaan yang di alami.

Saya yakin Nattulangku akan setia untuk merawat dengan baik.Tulangku ini sangat baik dan tulus walau masa pengabdiannya juga sebagai jaksa sangat setia bahkan beliau melayan di HKBP menjadi Sittua, artinya tidak menyombongkan keberadaannya walaupun dia mempunyainya.

Beliau juga sangat aktif dalam perkumpulan terutama dalam kumpulan Purba, bahkan beliau yang pencetus punguan Op. Djaulur Purba, sempat berjalan beberapa periode walau pun “mati hidup”.  Tapi semenjak beliau tidak bisa lagi aktif karena keterbatasan sakit yang dirasa maka fassive lah kumpulan ini :

Seharusnya generasi penerusnya, harusnya ada yang melannutkan agar pinomparnya bisa minimal silahturahmi dan saling mengenal satu sama lain, jangan sampai ketemu di jalan dikenal bahkan mungkin jika ada kejadian tidak peduli padahal itu adalah saudara, tapi apa mau dikata kondisi di kota metropolitan ini sudah hampir melupakan tradisi, padahal tradisi itu adalah kekayaan budaya Indonesia yang harus dilestarikan.

Semoga Lae-lae dari Purba ini bisa membangun kembali yang ditelah dirintis oleh Tulang..

Sekarang beliau telah dipanggil oleh Tuhan disisiNya, selamat jalan Tulang engkau telah menyelesaikan dengan baik tugasmu di dunia ini, pergi ke tempat peristirahan sementara.
Biarlah Nattulang, Lae dan ito selalu setia dalam pelayanan dan di berikan kesehatan, penghiburan yang abadi dari Tuhan Yang Maha Pengasih.

Saya selaku bere hanya bisa mendoakan kesuksesan keluarga besar Purba dan sehat selalu. Ini sudah yang terbaik dari Tuhan seperti yang kita imani.

Demikianlah coretan saya sebagai tanda hormat saya kepada Tulang untuk dikenang.

RIP Tulang Samen Purba (9)RIP Tulang Samen Purba (8)RIP Tulang Samen Purba (7)IMG-20160727-WA0000RIP Tulang Samen Purba (5)20160728_215454IMG_20160728_212446 (Small).jpg

Titipan Inaguda Ato.

 

Hari Rabu 27 Juli 2016 dia pergi menghadap Tuhan u selama lamanya meninggalkan kenangan dia di kenal tokoh adat juga mengabdi kan hidupnya di ladang Tuhan walau fisiknya di ahir hayatnya tak berdaya 4 tahun terbaring di peraduan namun keharuman namanya di buktikan dengan setiap yang melayat terharu dan hening sejenak sepertinya waktu begitucepat kematian itu tanpa pemberitahuan begitu  mengagetkan walau semua harus di relakan dengan ichlas dan kami mengantarnya ke Sandiego hills setelah di semayamkan dirumah duka Rs Dharmais acara adat saur matua di gelar  dan semua berjalan hikmad dan lancar aku mengenalnya begitu baik begitu bersahaja   orang2 yang di dekatnya dia biarkan semua.bertumbuh seiring perkembangan zaman ketika dia tiada semua baik dan baik selamat jalan ito ku yang baik senanglah kau di sisi Tuhan amin

ecf4c574-6909-48ba-98d9-59aba4b313c0

19145f9e-1fd3-4a7c-bd55-e3679466a4d5000eedf5-65bf-438f-8588-f3906fe27aa7

Advertisements

GKP “Bethel” Cirebon – Jul 2016

gultom_PdtEdwardTerima kasih Tuhan telah memberikan kesempatan untuk kebaktian di GKP bethel Cirebon.
Berarti sudah yang ke ketiga, dan belum bisa dilayani dengan gembala GKP Cirebon.
Hari ini, beliau melayani KPA sehinga Sdri. Lolla Lestari (mahasiswa praktek dari STT Jakarta) sebagai Pelayan Firman.

Jemaat kurang lebih dari 120 KK dengan 2 pos kebaktian (Panguragan Lordan Kencana Girang), dengan 4 wilayah.
Majelis Jemaat 14 orang dan 4 orang PPJ untuk membantu melayani.

Tahun ini adalah pergantian majelis yang baru terpilih pada 19 June 2016.

Dengan jumlah jemaat seperti ini, sepertinya sangat mudah untuk di koordinir, karena masih ada persembahan syukur dengan bentuk beras yang disebut dengan beras perelek.
Saya juga sangat senang bisa ber bincang-bincang dengan Pdt. Edward Tureay, beliau memberikan waktu nya siang ini setelah kebaktian.

Walaupu masih ingin lebih lama, karena beliau ada acara kemudian hanya segini saya dapat.

Hasil perbincangan dengan beliau bahwa untuk Diakonia adalah melaGKP+Cirebonyai beasiswa, kunjungan/sakit, kurang mampu dan kedukaan.
Tapi dalam hal bantuan dari jemaat khusus kedukaan membantu Rp 5.000 / jiwa / bulan dengan kartu merah.
Sementara diluar dari kedukaan ada sumbangan sosial yang dibuat dengan kartu biru untuk beasiswa dan sakit ditambah beras lagi yang berkerinduan.
Untuk pemakaman bekerja sama dengan PGIS (Persatatuan Gereka Indonesia Setempat) dengan Katholik.
Dengan biaya Rp 5,000,000 per 10 (sepuluh) tahun, kemudian ada uang perawatan setelah 10 tahun yang bertempat di Sasono Mulio.
Karena kalau bekerjasama dengan TPU setempat tidak bisa berjalan dengan baik.

Diakonia juga memberikan beasiswa setiap bulan dan setiap semester.

Untuk kunjungan sesuai dengan keputusan rapat setiap hari jum’at untuk pelaksanaan Kamis minggu depannya, untuk kunjungan rutin setiap minggu adalah di hari selasa.
Ada komisi yang beda yaitu Persekutuan Usia Indah (kalau dibekasi sepertinya lansia).

Sepertinya mungkin sudah hal umum, kalau sound system masih belum begitu baik, terutama di tempat masih boleh dibilang skala mengenah jumlah jemaatnya, karena pada saat kotbah, kadang banyak suara noice “dak/tak/duk” yang membuat tidak konsentrasi mendengarkan karena sudara dadakan jadi kaget.
Mudah-mudahan ini masukan buat perbaikan.

Dengan kebaktian sekali mulai pukul 9.00 sepertinya lumayanlah kira-kira kehadiran jemaat 50% kalau dengan asumsi 350 jiwa.

Adapun HUT GKP Cirebon tahun ini adalah yang ke 152 tahun (sudah lebih 1.5 abad)

Dan sudah mempunyai ruangan serba guna yang ditanda tangani oleh Ketua Sinode GKP dan Walikota Cirebon tahun 2013

Sekali lagi terima kasih pak Pdt. Edward yang telah meluangkan waktunya untuk saya bertanya.
Kalau ada dalam tulisan saya ini yang kurang/salah mohon dikoreksi.

Saya salut dengan GKP “Bethel” Cirebon, karena persektuannya hidup, terutama dalam persembahan bisa dilakukan dengan pos-pos yang telah ditentukan.
Semoga Jemaat Cirebon bertumbuh dan Tuhan memberkati.

1dc71-gkp2bcirebon1

Idul Fitri 1437H 6 Juli 2016

Jpeg
Exit toll palimanan

Kesekian kalinya saya harus mudik ke arah jawa tengah, karena mide yang dikunjungin boleh dibilang sudah tua.
Seusia beliau 90 an tahun harus sering di kunjungi terutama hari-hari perayaan seperti sekarang ini.
Dalam usianya beliau masih boleh dibilang gesit karena berjalan masih normal, dan berkata juga masih batas normal.
Biasanya jika sudah lama tidak bertemu dengan usia beliau pasti bertanya siapakah gerangan ananda.
Tapi ini tidak saya dengar kecuali bertanya bager toh nak….
Saya hanya berpikir, masih dapat kah saya mencapai se usia an beliau itu, karena zaman ne sekarang sepertinya 70 an aza sudah termasuk bonus.

Kembali dalam perjalanan mudik memang sepertinya sudah di permudah dengan cukup sekali membayar di exit tol palimanan jadi tidak ada antrian saat masuk tol cipali seperti tahun lalu.
dengan adanya discount dari 1 ~ 10 July 2016, maka toll dibayar Rp 97rb, dan menghindari macet di prapatan palimanan exitnya dialihkan di exit toll plumbon, yah nambah lagi deh…

Tapi pada tahun ini saya merasa sedih, karena hal yang tidak pernah kuduga terjadi, tak pernah kudengar keluar kata-kata aneh, padahal itu saya bilang hanya karena hal sepele.
Apa yang harus saya perbuat karena kita adalah manusia yang dibilang roh memang penurut tapi daging lemah.
Hanya bisa memohon agar Tuhan memberikan jalan terbaik dan pikiran terang agar bisa ada damai terutama dalam hidup yang saya jalani.
Karena hidup ini hanya dijalankan dan tidak bisa memilih atau ditolak, sampai akhir hayat yang telah ditentukan.
Seandainya ada pilihan, pasti memilih yang eunak….. tenan.

Mari kita jalani hidup ini, agar tidak sia-sia, ketika kita ditanya kemudian hari….